Yogyakarta, 14 Agustus 2026 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Sosialisasi Kurikulum Baru 2026 bagi mahasiswa Program Sarjana pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring ini merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan sistem pendidikan tinggi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam memastikan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan relevan dengan tantangan global .
Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Sarjana Biologi, Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D., ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2020 hingga 2025. Dalam sambutannya, Sukirno menekankan bahwa Kurikulum 2026 dirancang tidak hanya untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang dinamis, tetapi juga sebagai kontribusi nyata Fakultas Biologi UGM dalam pencapaian SDGs. Penyusunan Kurikulum 2026 sejalan dengan semangat SDG 4 yang menekankan pada pendidikan berkualitas, inklusif, dan merata . Kurikulum baru ini dibangun dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE), yang memastikan setiap capaian pembelajaran mahasiswa terukur dan relevan dengan kompetensi abad ke-21, seperti pemikiran kritis, pemecahan masalah, dan kemampuan kolaborasi . Struktur kurikulum yang fleksibel, dengan opsi second major, minor, dan fast track, juga membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri sesuai minat dan bakat, sejalan dengan prinsip inklusivitas dalam SDG 4 .
“Kurikulum ini kami rancang agar lulusan Biologi UGM tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu keberlanjutan lingkungan dan sosial. Kami ingin mencetak generasi yang siap berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Sukirno. Salah satu fokus penting dalam sosialisasi ini adalah mitigasi dampak penerapan kurikulum baru bagi mahasiswa angkatan lama (2020-2025). Fakultas Biologi menyadari pentingnya proses transisi yang adil dan tidak merugikan mahasiswa, sesuai dengan prinsip ‘tidak meninggalkan siapa pun’ dalam agenda SDGs. Mahasiswa diberikan kebebasan untuk tetap menggunakan kurikulum lama atau beralih ke kurikulum baru dengan mekanisme konversi mata kuliah yang telah disiapkan. Strategi pengambilan mata kuliah juga dimatangkan untuk mengurangi risiko lama studi. Kebijakan ini mencerminkan komitmen fakultas untuk memastikan keberlanjutan pendidikan bagi semua mahasiswa tanpa kecuali, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan suportif .
Proses penyusunan dan sosialisasi Kurikulum 2026 melibatkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, termasuk dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan mahasiswa . Hal ini mencerminkan penguatan kemitraan untuk mencapai tujuan bersama (SDG 17). Workshop akademik dan kemahasiswaan yang digelar sebelumnya juga menjadi bukti nyata komitmen kolektif dalam menyempurnakan sistem pendidikan yang adaptif dan berkualitas . Melalui kolaborasi ini, diharapkan Kurikulum 2026 dapat menjadi fondasi bagi lahirnya inovasi dan penelitian di bidang biologi yang menjawab isu-isu global, seperti ketahanan pangan (SDG 2), konservasi keanekaragaman hayati (SDG 15), dan aksi iklim (SDG 13). Dengan implementasi Kurikulum 2026, Fakultas Biologi UGM tidak hanya berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga secara aktif berkontribusi pada pencapaian target-target SDGs. Langkah ini menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjadi agen perubahan bagi pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional dan global .



