Mahasiswi jenjang S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada angkatan 2022 atas nama Kotimah kembali mengukir prestasi dengan meraih penghargaan Best Presenter dalam ajang International Conference on Nusantara Spices and Biodiversity (ICNSB) 2026 yang diselenggarakan bersama Seminar Nasional Biologi Tropika (SNBT) ke-10. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Biologi UGM pada Rabu, 01 Juli 2026, bertempat di Auditorium Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
ICNSB 2026 dan SNBT ke-10 merupakan forum ilmiah bersama yang mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mendiskusikan biodiversitas tropika, rempah Nusantara, serta inovasi berkelanjutan di bidang kesehatan, pangan, lingkungan, farmasi, dan bioteknologi. Kegiatan ini mengangkat tema “Reviving the Glory of Nusantara Spices through Biodiversity Research and Sustainable Innovation”. Tahun 2026 menjadi momentum istimewa karena SNBT memasuki penyelenggaraan ke-10, sekaligus diperkuat melalui ICNSB sebagai konferensi internasional yang mengangkat kejayaan rempah dan biodiversitas Nusantara dalam perspektif riset dan inovasi berkelanjutan.
Pada forum ilmiah ini, Kotimah mempresentasikan hasil penelitiannya dibawah bimbingan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., yang membahas salah satu ancaman dalam budidaya cabai berupa penyakit bacterial spot yang disebabkan oleh Xanthomonas euvesicatoria. Penggunaan kultivar yang membawa gen resistensi Bs3 merupakan salah satu strategi pengendalian yang efektif terhadap penyakit tersebut. Namun, distribusi gen Bs3 pada kultivar cabai lokal Indonesia hingga saat ini belum banyak diketahui. Selain itu, identifikasi spesies spesifik cabai Katokkon secara molekuler juga belum dikonfirmasi secara komprehensif.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian Kotimah bertujuan mendeteksi keberadaan gen Bs3 pada kultivar cabai menggunakan marker SCAR PR-Bs3, serta mengidentifikasi spesies spesifik cabai Katokkon berdasarkan marker Internal Transcribed Spacer (ITS). Melalui presentasi hasil penelitian ini, Kotimah berhasil dinobatkan sebagai Best Presenter pada SNBT ke-10 tahun 2026. Kotimah berharap hasil penelitiannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kultivar cabai unggul yang tahan penyakit serta memperkaya data molekuler plasma nutfah cabai lokal Indonesia. [Penulis: Kotimah].



