Tim peneliti Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengungkap karakteristik genetik ayam Golden Kamper melalui penelitian yang didanai Hibah Penelitian Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa (KDM) Tahun 2026. Melalui pemanfaatan DNA barcode berbasis gen mitokondria cytochrome c oxidase subunit I (COI), penelitian ini menunjukkan bahwa ayam Golden Kamper memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan beberapa ayam lokal Indonesia serta berpotensi menjadi salah satu dasar ilmiah dalam pengembangan program pemuliaan dan konservasi sumber daya genetik unggas.
Indonesia dikenal memiliki kekayaan plasma nutfah unggas yang tinggi, dengan sedikitnya 33 jenis ayam lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Salah satu galur hasil pemuliaan lokal tersebut adalah ayam Golden Kamper yang merupakan hasil persilangan ayam Pelung jantan dengan ayam Layer betina. Galur ini dikembangkan sebagai ayam dwiguna, baik sebagai penghasil daging maupun telur sehingga berpotensi mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga keragaman genetik unggas Indonesia. Namun demikian, informasi mengenai karakter genetik ayam Golden Kamper masih terbatas. Padahal, karakterisasi genetik merupakan langkah penting untuk mengetahui variasi genetik dan hubungan kekerabatan suatu galur sebagai dasar penyusunan strategi pemuliaan yang lebih terarah serta upaya konservasi plasma nutfah unggas.
Melalui analisis gen COI, tim peneliti mengevaluasi variasi genetik dan hubungan filogenetik ayam Golden Kamper dengan berbagai galur ayam lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam Golden Kamper memiliki kekerabatan yang dekat dengan ayam Manokwari, ayam Maluku, ayam Kedu Jawa, serta Red Jungle Fowl. Selain itu, gen COI menunjukkan tingkat variasi genetik yang rendah atau bersifat konservatif sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai marka molekuler untuk mendukung karakterisasi genetik pada ayam. Temuan ini diharapkan dapat menjadi data dasar bagi pengembangan ayam Golden Kamper maupun ayam lokal Indonesia lainnya. Informasi genetik yang diperoleh dapat dimanfaatkan dalam program pemuliaan berbasis molekuler, konservasi sumber daya genetik, serta penelitian lanjutan mengenai diversitas genetik unggas Indonesia.
Penelitian ini dilaksanakan melalui skema Hibah Penelitian Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa (KDM) Fakultas Biologi UGM Tahun 2026 dengan melibatkan mahasiswa Fakultas Biologi UGM di bawah bimbingan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. Kegiatan penelitian ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan sumber daya genetik unggas untuk mendukung ketahanan pangan, serta SDG 15 (Life on Land) melalui upaya konservasi keanekaragaman hayati dan plasma nutfah unggas lokal Indonesia.



