Aksi nyata kepedulian sosial ditunjukkan oleh salah satu mahasiswa Program Magister Biologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Adelfiani. Di tengah situasi tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra, Adelfiani bergerak secara swadaya dan kolaboratif menyalurkan bantuan logistik langsung ke titik-titik lokasi terdampak.
Aksi tanggap darurat ini dilaksanakan secara cepat dan intensif dalam rentang waktu dari tanggal 29 November hingga 11 Desember 2025.
Jiwa Kemanusiaan dan Pengalaman Lapangan yang Matang
Aksi heroik yang dilakukan oleh Adelfiani ini tidak lepas dari latar belakang dirinya yang akrab dengan dunia kemanusiaan. Adelfiani sebelumnya merupakan anggota UKK KSR Palang Merah Indonesia (PMI) dan juga pernah mengemban amanah sebagai Duta Kemanusiaan. Berbekal jiwa kesukarelawanan dan pengalaman lapangan tersebut, ia mampu bergerak taktis dan tanggap di wilayah bencana.
Dedikasi, Kemandirian, dan Pendampingan Mental Korban
Hal yang luar biasa dari aksi ini adalah seluruh manajemen logistik dikelola secara mandiri oleh Adelfiani. Mulai dari proses pemetaan kebutuhan, pembelian bahan-bahan pokok dan pakaian, koordinasi birokrasi dengan pihak pemerintahan kenagarian serta petugas posko bencana yang bertugas, hingga proses distribusi ke titik-titik pengungsian dilakukan sendiri olehnya guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Tidak hanya menyalurkan bantuan fisik berupa logistik, Adelfiani juga hadir di tengah-tengah pengungsian untuk memberikan dukungan psikososial. Ia meluangkan waktu berinteraksi langsung dengan warga terdampak, mendengarkan keluh kesah mereka, serta hadir secara personal untuk menguatkan mental dan moral para korban pascabencana yang sedang mengalami masa-masa sulit.
Distribusi bantuan dan aksi penguatan mental ini berhasil menyasar beberapa wilayah yang mengalami dampak cukup parah di Sumatra Barat, meliputi:
- Nagari Malalo
- Nagari Panyalaian
- Nagari Singgalang
- Nagari Salareh Aia
- Nagari Tambangan
- Nagari Sumpu
- Nagari Padang Laweh
- Palembayan
- Kabupaten Padang Pariaman
Kolaborasi Lintas Organisasi dan Komunitas
Meskipun bergerak secara mandiri dalam eksekusi lapangan, aksi kemanusiaan ini dapat berjalan lancar berkat adanya dukungan penuh serta sinergi penggalangan dari berbagai organisasi mahasiswa dan komunitas peduli sosial. Dalam pergerakannya, Adelfiani membawa nama mahasiswa Biologi UGM berafiliasi dan bekerja sama dengan:
- Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Biologi UGM
- Aksi Sosial Himpunan Mahasiswa Pascasarjana UGM
- Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMA Biologi) Universitas Jambi
- Ikatan Mahasiswa Minang Pascasarjana (IMAMIPAS) Yogyakarta
- Ikatan Mahasiswa Minang Pascasarjana Bandung (IMMPB)
- Komunitas Sekutu Bhumi
- Komunitas Sambil Jalan
“Niat tulus dan kebaikan hati dari teman-teman semua telah sampai dan menyentuh palung hati masyarakat di lokasi bencana. Terima kasih yang tak terhingga atas seluruh bantuan, kepercayaan, dan kerja sama yang luar biasa ini. Di sela-sela duka mereka, doa doa terbaik dari para korban banjir dan tanah longsor terus mengalir menyertai langkah teman teman semua. Semoga kita semua selalu konsisten merawat nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi ini di dalam hati kita, di mana pun kita berada” ungkap Adelfiani.
Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi
Aksi yang diinisiasi oleh Adelfiani dan mitra kolaborasinya ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam poin pengabdian kepada masyarakat. Fakultas Biologi UGM senantiasa mendukung penuh setiap langkah positif mahasiswa yang membawa dampak maslahat bagi masyarakat luas, terutama dalam penanggulangan pascabencana.
“Sebagai mahasiswa Biologi, saya tidak hanya belajar tentang ekosistem dan lingkungan di dalam ruang kelas, tetapi juga harus peka dan tanggap ketika keseimbangan lingkungan tersebut terganggu dan berdampak pada kemanusiaan. Kolaborasi ini adalah bukti bahwa solidaritas mahasiswa lintas daerah, lintas kampus maupun lintas komunitas mampu bergerak cepat di masa krisis,” ujar Adelfiani.
Diharapkan bantuan yang telah disalurkan dapat meringankan beban para korban dan membantu mempercepat proses pemulihan sosial-ekonomi masyarakat di nagari-nagari yang terdampak. [Penulis: Adelfiani]















