Mahasiswa Program Studi Pascasarjana Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Kamila Islamiati, berhasil meraih Bronze Medal pada kategori Kesehatan dalam ajang Mandalika Essay Competition (MEC) 8 tingkat nasional yang diselenggarakan pada 16–18 Mei 2025. Prestasi tersebut diraih melalui karya inovatif berjudul “NUSACOLL (Nusantara Collagen): Inovasi Balutan Luka Bioaktif Berbasis Kolagen Ikan Nila (Oreochromis niloticus) sebagai Solusi Terapi Ulkus Diabetikum Berkelanjutan” di bawah bimbingan Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc.
Melalui karya tersebut, Kamila menawarkan konsep balutan luka bioaktif berbasis kolagen yang diekstraksi dari kulit ikan nila (Oreochromis niloticus) sebagai alternatif terapi ulkus diabetikum yang lebih berkelanjutan. Inovasi ini berangkat dari tingginya angka kasus diabetes di Indonesia yang terus meningkat serta tingginya risiko komplikasi berupa ulkus diabetikum yang dapat menyebabkan infeksi kronis hingga amputasi.
Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi diabetes yang ditandai dengan gangguan penyembuhan luka akibat inflamasi kronis, kerusakan saraf, serta penurunan aliran darah ke jaringan. Penanganan yang tersedia saat ini umumnya meliputi kontrol glikemik, terapi antiinfeksi, debridement, serta penggunaan balutan luka. Namun, sebagian besar balutan konvensional masih berfungsi sebagai pelindung pasif dan belum mampu berperan optimal sebagai matriks biologis yang mendukung regenerasi jaringan.
Melalui konsep NUSACOLL, limbah kulit ikan nila dimanfaatkan sebagai sumber kolagen tipe I yang berpotensi dikembangkan menjadi biomaterial medis bernilai tinggi. Pemilihan ikan nila didasarkan pada tingginya produksi budidaya ikan tersebut di Indonesia yang mencapai sekitar 1,5 juta ton per tahun. Produksi yang besar tersebut juga menghasilkan limbah biomassa berupa kulit, sisik, dan tulang yang masih belum dimanfaatkan secara optimal.
NUSACOLL dirancang dalam bentuk sponge kolagen berpori yang dibuat melalui metode Pepsin Soluble Collagen (PSC) dan freeze-drying. Struktur berpori yang dihasilkan menyerupai matriks ekstraseluler alami sehingga berpotensi mendukung infiltrasi fibroblas, difusi nutrien, pertukaran oksigen, serta pembentukan jaringan granulasi yang penting dalam proses penyembuhan luka.
Selain memiliki sifat biokompatibel dan biodegradabel, kolagen ikan juga menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan kolagen mamalia, seperti risiko zoonosis yang lebih rendah, kemudahan pemenuhan aspek kehalalan, serta pemanfaatan limbah perikanan yang mendukung konsep ekonomi sirkular.
“NUSACOLL berangkat dari pertanyaan sederhana, yaitu bagaimana jika limbah kulit ikan nila Indonesia dapat dimanfaatkan menjadi biomaterial kesehatan yang bernilai tinggi. Melalui inovasi ini, saya berharap sumber daya lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat dikembangkan menjadi solusi yang bermanfaat bagi pasien ulkus diabetikum,” ujar Kamila.
Inovasi NUSACOLL dinilai memiliki potensi karena tidak hanya menawarkan solusi pada aspek kesehatan, tetapi juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan limbah perikanan menjadi produk bernilai tambah. Konsep ini sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production).
Ajang Mandalika Essay Competition (MEC) 8 menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menyampaikan gagasan inovatif berbasis riset dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional. Keberhasilan meraih Bronze Medal pada kompetisi ini menjadi bentuk apresiasi terhadap gagasan ilmiah yang mengintegrasikan bidang kesehatan, biomaterial, dan keberlanjutan lingkungan.
Ke depan, Kamila berharap konsep NUSACOLL dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian eksperimental, mulai dari ekstraksi kolagen, karakterisasi biomaterial, uji biokompatibilitas, hingga uji pra-klinis sehingga berpotensi menjadi salah satu kandidat balutan luka bioaktif berbasis sumber daya lokal Indonesia. [Penulis: Kamila Islamiati]



