**Yogyakarta** – Di tengah meningkatnya tantangan geopolitik global, perubahan iklim, serta eksploitasi sumber daya laut yang semakin masif, peran perguruan tinggi dalam menjaga keberlanjutan biodiversitas maritim menjadi semakin penting. Sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu hayati terkemuka di Indonesia, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memperkuat kontribusinya dalam mengawal, melindungi, dan mengembangkan kekayaan hayati laut Indonesia melalui riset, inovasi, serta penguatan kebijakan berbasis sains.
Komitmen tersebut sejalan dengan berbagai agenda strategis nasional yang menempatkan sektor maritim sebagai pilar utama pembangunan Indonesia di masa depan. Dalam National Policy Dialogue bertajuk ”Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan: Orkestrasi Pengetahuan, Inovasi, dan Geopolitik dalam Ekonomi Biru Indonesia”, para pemangku kepentingan menegaskan bahwa kekuatan maritim Indonesia tidak lagi cukup hanya bertumpu pada eksploitasi sumber daya, tetapi harus didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Sebagai negara yang berada di kawasan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle), Indonesia memiliki salah satu tingkat biodiversitas laut tertinggi di dunia. Kekayaan tersebut tidak hanya menjadi aset ekologis, tetapi juga modal strategis dalam pengembangan ekonomi biru, ketahanan pangan, kesehatan, energi, hingga diplomasi global. Oleh karena itu, perlindungan biodiversitas maritim harus menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Dekan Fakultas Biologi UGM, Budi Setiadi Daryono, menegaskan bahwa laut Indonesia perlu dipandang sebagai laboratorium hidup yang menyimpan sumber daya genetik, pengetahuan biologis, dan peluang inovasi masa depan. Dalam perspektif Fakultas Biologi UGM, biodiversitas maritim bukan sekadar objek konservasi, tetapi fondasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Budi secara langsung di hadapan Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. (HC). Megawati Soekarnoputri, Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., dan para tamu di Balai Senat UGM pada Jumat, 22 Mei 2026
Peran tersebut diwujudkan melalui berbagai aktivitas penelitian yang tidak hanya berfokus pada inventarisasi spesies laut, tetapi telah berkembang ke pendekatan yang lebih maju seperti genomik, bioinformatika, environmental DNA (eDNA), hingga bioprospeksi sumber daya hayati laut. Pendekatan ini memungkinkan para peneliti memahami kondisi ekosistem secara lebih akurat sekaligus mengidentifikasi potensi pemanfaatan berkelanjutan bagi sektor kesehatan, pangan, energi, dan industri berbasis hayati.
Selain itu, Fakultas Biologi UGM juga aktif mendorong pengembangan riset senyawa bioaktif laut, mikroalga, serta mikroorganisme laut yang berpotensi dimanfaatkan untuk biofuel, bioremediasi lingkungan, kosmetik, hingga farmasi. Berbagai penelitian tersebut diarahkan untuk mendukung transisi menuju ekonomi biru yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kedaulatan maritim Indonesia melalui inovasi berbasis biodiversitas.
Tidak hanya pada aspek penelitian, Fakultas Biologi UGM turut berperan dalam mengawal tata kelola biodiversitas melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga nasional, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sinergi ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem riset nasional, pengelolaan biodiversitas yang berkelanjutan, serta hilirisasi hasil penelitian agar dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan industri nasional.
Dalam konteks yang lebih luas, Fakultas Biologi UGM memandang perlindungan biodiversitas maritim sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa. Laut tidak hanya menjadi ruang ekonomi, tetapi juga ruang budaya, identitas, dan keberlanjutan peradaban Indonesia. Oleh karena itu, penguatan riset biodiversitas laut harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap pengetahuan lokal masyarakat pesisir, perlindungan hak kekayaan intelektual sumber daya genetik Indonesia, serta konservasi ekosistem laut dan pesisir.
Dalam National Policy Dialogue bertajuk Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan tersebut, bertindak sebagai salah satu narasumber adalah Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., selaku Dekan dan Tim Perumus dari Fakultas Biologi yang terdiri dari Prof. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., Dr. Rury Eprilurahman, S.Si., M.Sc., dan Tyas Ikhsan Hikmawan, S.Si., M.S., Ph.D.
Melalui penguatan riset, pendidikan, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor, Fakultas Biologi UGM terus mengambil peran sebagai garda depan akademik dalam menjaga kekayaan hayati laut Indonesia. Upaya ini tidak hanya ditujukan untuk melindungi biodiversitas maritim bagi generasi saat ini, tetapi juga untuk memastikan bahwa kekayaan laut Indonesia tetap menjadi sumber pengetahuan, kesejahteraan, dan kedaulatan bangsa di masa depan.





