Yogyakarta – Salah satu dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Siti Nurbaiti, S.Si., berkesempatan mengikuti kegiatan 2026 Training-Workshop on Transformational Agricultural Innovation Systems (TrAInS) for the New Future yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture (SEARCA). Kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta terpilih dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara meliputi Filipina, Indonesia, Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Vietnam, dengan latar belakang yang beragam, mulai dari akademisi, pembuat kebijakan, hingga praktisi industri. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas peserta dalam mengembangkan sistem inovasi pertanian yang transformatif dan inklusif, khususnya dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan global.
Program TrAInS ini terdiri dari rangkaian sesi daring (online sessions) yang dilaksanakan pada tanggal 6, 8, 13, dan 15 April 2026 serta pertemuan luring (in-person sessions) yang dilaksanakan di Universiti Putra Malaysia (UPM), Selangor – Malaysia, pada tanggal 27 – 29 April 2026. Sebagai bagian dari kegiatan, peserta diminta untuk melakukan pre-assessment terkait kondisi sistem inovasi pertanian di negara masing-masing, yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar dalam pengembangan skenario dan rencana aksi selama program berlangsung. Selama sesi daring, peserta mendapatkan berbagai materi dari pakar internasional yang membahas peran kebijakan dalam mendorong inovasi pertanian, pentingnya integrasi antara riset, penyuluhan, dan kebijakan, serta strategi percepatan adopsi teknologi melalui pendekatan technology transfer dan digital extension. Selain itu, peserta juga diajak untuk memahami pentingnya kolaborasi lintas disiplin serta pergeseran pola pikir dari akademisi menuju pendekatan yang lebih aplikatif dan berorientasi pada dampak. Topik lain yang turut menjadi perhatian adalah integrasi pengetahuan lokal (indigenous knowledge) dalam sistem inovasi pertanian. Melalui studi kasus dari berbagai negara, peserta memperoleh wawasan mengenai bagaimana pengetahuan lokal dapat berkontribusi secara signifikan dalam mendukung keberlanjutan sistem pertanian apabila diintegrasikan secara tepat dalam kebijakan dan praktik di lapangan.
Pada in-person sessions di UPM, peserta diajak untuk mengkaji studi kasus nyata dan melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas inovasi di Putra Science Park UPM, meliputi Plant Factory, Farm Fresh, dan Bio-Angle Vacs. Plant Factory UPM merupakan fasilitas pertanian vertikal modern berbasis artificial intelligence yang memungkinkan budidaya tanaman dilakukan dalam lingkungan seperti cahaya, suhu, kelembapan, nutrisi, dan konsentrasi COâ‚‚ secara presisi dan terkendali sehingga produktivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya dapat ditingkatkan. Farm Fresh, salah satu perusahaan agribisnis terkemuka di Malaysia, berkolaborasi dengan UPM dalam mengembangkan sistem peternakan sapi perah terintegrasi. Bio-Angle Vacs merupakan perusahaan bioteknologi yang bergerak dalam pengembangan vaksin dan produk kesehatan hewan. Rangkaian kunjungan ini memberikan gambaran mengenai proses hilirisasi hasil riset, mulai dari penelitian dan pengembangan (R&D), pengujian produk, hingga komersialisasi inovasi.
Dalam rangkaian kegiatan, peserta juga diminta untuk menyusun action plan sebagai bentuk implementasi konsep AIS di konteks masing-masing. Salah satu gagasan yang akan coba dikembangkan oleh Dr. Nurbaiti adalah penguatan sistem produksi beras berpigmen (pigmented rice) sebagai pangan fungsional. Gagasan ini menekankan pentingnya keterlibatan petani melalui pendekatan bertahap, penguatan kemitraan dengan industri, serta peningkatan kesadaran konsumen. Selain itu, pendekatan pembelajaran antarpetani (farmer-to-farmer learning) juga diusulkan sebagai strategi untuk mempercepat adopsi inovasi dan pemasaran di tingkat lapangan.
Partisipasi dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas dosen Fakultas Biologi UGM dalam menghubungkan riset dasar dengan implementasi di lapangan, membuka peluang kolaborasi, serta mendorong kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan sistem inovasi pertanian di Indonesia. Dengan keterlibatan aktif dalam program ini, diharapkan Fakultas Biologi UGM dapat terus berperan dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Melaui ini juga diharapkan mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) termasuk SDG 2 (Zero Hunger), SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).








