
Yogyakarta, Juni 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) di tingkat internasional. Tim yang terdiri atas Fahima Ellya Wulandari dan Maureen Andrea Agatha berhasil meraih Gold Medal dalam ajang 2nd Bali International Science Fair (BISF) 2026 melalui inovasi bertajuk AEROPAINT: A Living Bio-Coating for Passive Air Remediation in Urban Infrastructure. Inovasi tersebut dikembangkan di bawah bimbingan Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Si.
Raihan ini menjadi pencapaian internasional kedua yang berhasil diraih oleh tim dalam bidang inovasi lingkungan, sekaligus menunjukkan konsistensi mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam menghasilkan karya ilmiah yang mampu menjawab berbagai tantangan global melalui pendekatan bioteknologi.
AEROPAINT merupakan inovasi cat hidup (living paint) yang dirancang untuk mengubah permukaan bangunan menjadi media remediasi udara pasif. Inovasi ini hadir sebagai respons terhadap meningkatnya permasalahan polusi udara di kawasan perkotaan yang berdampak pada kesehatan manusia serta keberlanjutan lingkungan. Berbeda dengan teknologi pemurnian udara konvensional yang membutuhkan energi dan infrastruktur tambahan, AEROPAINT memanfaatkan aktivitas biologis mikroorganisme yang diintegrasikan ke dalam lapisan cat untuk membantu mengurangi polutan udara secara berkelanjutan.
Teknologi yang dikembangkan mengombinasikan bakteri Thiobacillus sp. dan Bacillus subtilis yang dienkapsulasi menggunakan sistem mikroenkapsulasi berbasis hidrogel. Mikroorganisme tersebut kemudian dimasukkan ke dalam matriks biopolimer sehingga dapat diaplikasikan pada permukaan bangunan sebagaimana cat pada umumnya. Melalui pendekatan ini, dinding dan fasad bangunan dapat berfungsi tidak hanya sebagai elemen struktural, tetapi juga sebagai sistem biologis aktif yang berkontribusi dalam peningkatan kualitas udara perkotaan.
Keunggulan utama AEROPAINT terletak pada kemampuannya mengintegrasikan bioteknologi dengan infrastruktur perkotaan. Konsep ini memungkinkan bangunan berperan sebagai bioreaktor terdesentralisasi yang bekerja secara pasif tanpa memerlukan sumber energi eksternal. Selain menawarkan solusi yang lebih ramah lingkungan, pendekatan tersebut juga membuka peluang pengembangan material bangunan multifungsi yang mendukung konsep kota berkelanjutan dan arsitektur masa depan yang lebih adaptif terhadap permasalahan lingkungan.
Inovasi AEROPAINT memiliki relevansi yang kuat terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), dan SDG 13 (Climate Action). Dengan memanfaatkan mikroorganisme sebagai agen biologis untuk membantu mengurangi polusi udara, inovasi ini menawarkan pendekatan berkelanjutan yang mendukung kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Prestasi ini diraih di tengah persaingan yang ketat dalam 2nd Bali International Science Fair (BISF) 2026, sebuah ajang kompetisi dan pameran inovasi internasional yang mempertemukan peneliti muda dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya terbaik mereka. Pada penyelenggaraan tahun ini, kompetisi diikuti oleh peserta dari 11 negara, menjadikannya wadah kolaborasi dan pertukaran gagasan ilmiah di tingkat global. Keberhasilan tim Fakultas Biologi UGM meraih Gold Medal pada ajang tersebut menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan mahasiswa UGM mampu bersaing dan memperoleh pengakuan di tingkat internasional.
Keberhasilan pada 2nd Bali International Science Fair 2026 semakin memperkuat kontribusi mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam menghasilkan inovasi berbasis sains yang kompetitif di tingkat global. Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam pengembangan riset mampu melahirkan solusi inovatif yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berpotensi memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui capaian ini, Fakultas Biologi UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi yang berorientasi pada penyelesaian berbagai tantangan lingkungan serta pembangunan berkelanjutan. [Penulis: Fahima Ellya Wulandari]
