Yogyakarta, 12 Agustus 2025 – Sebagai bagian dari rangkaian Lustrum ke XIV, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan “Workshop Tari Klasik Gagrak Jogja” yang penuh makna pada Selasa, 12 Agustus 2025, mulai pukul 08.00 WIB. Acara ini merupakan wujud komitmen fakultas dalam menjaga keseimbangan hidup civitas akademika di tengah kesibukan riset dan aktivitas akademik.
Workshop yang mengusung tema “Wiraga, Wirama, Wirasa” ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi seluruh keluarga besar Fakultas Biologi, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa (sarjana dan pascasarjana), hingga alumni, untuk melepaskan penat dan menyeimbangkan kehidupan akademik dan non-akademik. Kegiatan ini terbuka untuk semua kalangan, termasuk mereka yang belum memiliki pengalaman menari.
Tari klasik Jawa, khususnya gaya Yogyakarta, tidak hanya mengajarkan gerakan indah, tetapi juga mengandung filosofi mendalam yang bermanfaat bagi penarinya. Latihan tari ini melatih ketenangan, kesabaran, dan kedisiplinan. Peserta diajak menghayati nilai-nilai luhur seperti sawiji (konsentrasi penuh), greget (semangat), sengguh (percaya diri tanpa sombong), dan ora mingkuh (tidak mudah menyerah). Secara fisik, menari juga terbukti efektif meningkatkan keseimbangan, kekuatan tubuh, dan kesehatan jantung.
Workshop ini dipandu langsung oleh penari dan pelatih profesional, Mas Tunggul Pujangkoro. Dengan pendekatan yang sabar dan ramah, beliau berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memicu antusiasme tinggi dari para peserta. Momen kebersamaan ini juga diperkuat dengan komitmen fakultas terhadap isu lingkungan, di mana peserta dianjurkan membawa botol minum sendiri sebagai langkah nyata mengurangi sampah plastik.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, workshop tari ini berkontribusi pada pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan menyediakan wadah untuk kesehatan mental dan fisik. Selain itu, kegiatan ini juga menguatkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan menyatukan berbagai elemen civitas akademika dalam satu kegiatan yang positif dan kolaboratif.
Melalui acara ini, Fakultas Biologi UGM tidak hanya menunjukkan perannya sebagai pusat keunggulan akademik, tetapi juga sebagai komunitas yang peduli terhadap kesejahteraan anggotanya dan pelestarian warisan budaya. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kualitas hidup seluruh keluarga besar Fakultas Biologi UGM.
Workshop yang mengusung tema “Wiraga, Wirama, Wirasa” ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi seluruh keluarga besar Fakultas Biologi, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa (sarjana dan pascasarjana), hingga alumni, untuk melepaskan penat dan menyeimbangkan kehidupan akademik dan non-akademik. Kegiatan ini terbuka untuk semua kalangan, termasuk mereka yang belum memiliki pengalaman menari.
Tari klasik Jawa, khususnya gaya Yogyakarta, tidak hanya mengajarkan gerakan indah, tetapi juga mengandung filosofi mendalam yang bermanfaat bagi penarinya. Latihan tari ini melatih ketenangan, kesabaran, dan kedisiplinan. Peserta diajak menghayati nilai-nilai luhur seperti sawiji (konsentrasi penuh), greget (semangat), sengguh (percaya diri tanpa sombong), dan ora mingkuh (tidak mudah menyerah). Secara fisik, menari juga terbukti efektif meningkatkan keseimbangan, kekuatan tubuh, dan kesehatan jantung.
Workshop ini dipandu langsung oleh penari dan pelatih profesional, Mas Tunggul Pujangkoro. Dengan pendekatan yang sabar dan ramah, beliau berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memicu antusiasme tinggi dari para peserta. Momen kebersamaan ini juga diperkuat dengan komitmen fakultas terhadap isu lingkungan, di mana peserta dianjurkan membawa botol minum sendiri sebagai langkah nyata mengurangi sampah plastik.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, workshop tari ini berkontribusi pada pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan menyediakan wadah untuk kesehatan mental dan fisik. Selain itu, kegiatan ini juga menguatkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan menyatukan berbagai elemen civitas akademika dalam satu kegiatan yang positif dan kolaboratif.
Melalui acara ini, Fakultas Biologi UGM tidak hanya menunjukkan perannya sebagai pusat keunggulan akademik, tetapi juga sebagai komunitas yang peduli terhadap kesejahteraan anggotanya dan pelestarian warisan budaya. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kualitas hidup seluruh keluarga besar Fakultas Biologi UGM.
Yogyakarta, 12 Agustus 2025. Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (PMB) Pascasarjana untuk Semester Gasal Tahun 2025 pada Selasa (12/8) di Auditorium Biologi Tropika. Kegiatan ini menjadi momen awal pertemuan antara mahasiswa baru program magister dan doktoral dengan jajaran pimpinan fakultas, para dosen, dan tenaga kependidikan.
Acara dibuka pada pukul 08.00 WIB dengan sambutan hangat dari Master of Ceremony (MC), diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada, dan Mars Biologi yang dipimpin oleh dirigen Tiara Nabilah Putri, S.Si. Meskipun sedang berada di Jerman, Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., tetap memberikan sambutan secara daring melalui Zoom. Dalam pesannya, beliau menyampaikan pentingnya menjaga integritas akademik, memperkuat jejaring penelitian, serta berperan aktif dalam pelestarian keanekaragaman hayati. Beliau juga mendorong mahasiswa baru untuk memanfaatkan kesempatan studi pascasarjana sebagai sarana pengembangan diri dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Setelah sambutan dekan, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan pejabat fakultas, dosen, dan tenaga kependidikan. Mahasiswa baru kemudian diarahkan untuk mengikuti pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) sesuai program studi dan peminatan, baik untuk tingkat magister maupun doktoral.
Hari Pertama: Seminar Ilmiah dan Diskusi Kolaborasi
Rangkaian acara berikutnya mencakup sosialisasi layanan perpustakaan yang disampaikan oleh Aris Setiawan, S.IP., penayangan video Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP), serta sesi pengenalan KMP yang dipandu oleh Imran Sadewo. Mahasiswa baru juga diajak mengikuti bio tour untuk mengenal fasilitas penunjang pembelajaran dan penelitian di Fakultas Biologi, mulai dari laboratorium, ruang kuliah, hingga area pendukung kegiatan akademik lainnya.
Setelah istirahat siang, suasana semakin cair melalui sesi ice breaking yang dirancang untuk mempererat keakraban antar mahasiswa baru. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan ucapan selamat datang secara resmi bagi seluruh mahasiswa baru pascasarjana.
Melalui PMB ini, Fakultas Biologi UGM berharap mahasiswa baru dapat beradaptasi lebih cepat dengan lingkungan akademik, memahami budaya dan tata nilai yang berlaku, serta membangun jejaring kolaboratif yang bermanfaat sepanjang masa studi. Kehadiran para pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan juga menjadi simbol komitmen fakultas dalam mendukung perjalanan akademik mahasiswa dari awal hingga akhir studi.
Yogyakarta, 12 Agustus 2025 — Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Pelatihan Sitogenetika, Genetika Molekuler, dan Bioinformatika #7 di Ruang Sidang Atas dan Laboratorium Genetika & Pemuliaan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi peserta dalam teknik analisis genetik, baik melalui pendekatan sitogenetika maupun genetika molekuler, untuk mendukung riset, pemuliaan, dan konservasi tumbuhan maupun hewan.
Acara dibuka pukul 08.00 WIB kemudian dilanjutkan sambutan oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan Fakultas Biologi UGM sekaligus Dosen di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Fakultas Biologi UGM. Hari pertama pelatihan terbagi menjadi dua macam paket pelatihan. Paket pelatihan 1 membahas Teknik Preparasi Kromosom dan Analisis Kariotipe Tumbuhan, yang diawali materi oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. mengenai waktu mitosis dan jumlah kromosom pada berbagai spesies tanaman, dilanjutkan materi oleh Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D. tentang teknik penyusunan kariotipe dan idiogram. Sesi ini diakhiri dengan praktik laboratorium (wet lab) meliputi fiksasi jaringan, pewarnaan, pembuatan preparat mikroskopis, serta pengamatan kromosom, dengan pendampingan langsung instruktur dan asisten laboratorium.
Paket 2 pelatihan membahas Teknik Molekuler untuk Analisis Variasi Genetik, yang diawali materi oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. mengenai penerapan teknik molekuler dalam pemuliaan, dilanjutkan oleh Prof. Dra. Tuty Arisuryanti, M.Sc., Ph.D. terkait aplikasinya dalam konservasi. Peserta kemudian mempraktikkan isolasi DNA dari jaringan tumbuhan, uji kuantitas DNA, amplifikasi menggunakan PCR, pemisahan fragmen melalui elektroforesis, serta pengenalan penggunaan perangkat lunak bioinformatika.
Kegiatan hari pertama ditutup pada pukul 15.00 WIB dengan penjelasan agenda untuk hari berikutnya. Melalui kombinasi materi teoritis dan praktik langsung, pelatihan ini diharapkan dapat membekali peserta dengan keterampilan teknis, analitis, dan aplikatif di bidang genetika, sehingga mampu mendukung penelitian dan inovasi di bidang pemuliaan serta konservasi sumber daya hayati. Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 15 (Menjaga Ekosistem Daratan) melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang riset genetika dan konservasi.
Tim riset rempah Work Package (WP) 2 yang dikoordinasikan oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. dalam platform INUCoST (Indonesia-Netherlands Universities Consortium for Sustainable FuTures) telah melaksanakan eksplorasi rempah-rempah di Kalimantan Timur. Ekplorasi rempah pada tahap awal dikhususkan pada kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara, seperti wilayah Kota Samarinda dan empat kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara. Eksplorasi yang dilaksanakan pada tanggal 30 Juli hingga 3 Agustus 2025 berkolaborasi dengan dosen dan peneliti dari Fakultas FMIPA, Universitas Mulawarman, serta koordinasi dengan tim peneliti dari Leiden University yaitu Prof. Dr. rer.nat. Paul Kessler dan Roderick Boumann.
Eksplorasi rempah pada hari pertama dimulai dengan melakukan kunjungan ke Herbarium Wanariset di kecamatan Samboja, kabupaten Kutai Kartanegara. Kunjungan dilaksanakan dengan melakukan diskusi serta pendataan spesimen rempah dari koleksi herbarium. Berdasarkan kegiatan tersebut, diperoleh berbagai informasi mengenai rempah-rempah dan tumbuhan obat tradisional yang digunakan oleh masyarakat Kalimantan. Informasi ini sangat penting untuk data awal dalam ekplorasi rempah-rempah khususnya di Kalimantan Timur. Pendataan rempah dilakukan dengan pengamatan berbagai koleksi yang dimiliki Herbarium baik berupa spesimen kering, awetan basah, maupun koleksi hidup yang ditanam disekitar kawasan. Selain itu, tim juga berkesempatan melihat secara langsung dan mempelajari proses pengeringan spesimen untuk koleksi herbarium.
Pelaksanaan FGD (Forum Group Discussion) bersama mitra dan instansi terkait dilakukan untuk mengawali eksplorasi rempah di kota Samarinda, Kalimantan Timur. Turut hadir dalam kegiatan ini, diantaranya bapak Rahmadona perwakilan Suku Dayak, Dinas Kehutanan Kalimantan Timur, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, Dekan dan Wakil Dekan Universitas Mulawarman, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman. FGD dimulai dengan presentasi oleh ketua tim rempah Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. mengenai definisi rempah, jalur distribusi rempah dunia, serta penjelasan terkait project rempah INUCoST Work Package 2 yang dilaksanakan di Kalimantan Timur. Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai rempah-rempah di Kalimantan Timur. Hasil diskusi digunakan untuk memperoleh data-data awal keragaman rempah-rempah yang berada di Kalimantan Timur.
Survei dan pengumpulan data rempah dilakukan dengan menyusuri berbagai pasar tradisional, mulai dari pasar Loa Janan dan Pasar Subuh di Kutai Kartanegara, Pasar Pandansari, Pasar Buton, dan Pasar Inpres di Balikpapan, hingga Pasar Induk Penajam dan Pasar Petung di Penajam Paser Utara. Selain itu tim juga melakukan survei pada beberapa penjual obat-obatan herbal tradisional seperti pada penjual jamu di desa Argomulyo, kecamatan Sepaku, serta Dapur Sehat di kecamatan Waru, Penajam Paser Utara. Tim riset rempah berkesempatan juga mengunjungi pekarangan rumah milik warga etnis paser di kecamatan Paser, Penajam Paser Utara. Beberapa rempah-rempah yang berhasil didata dari warga etnis seperti Bonglai atau Jahe Mangga (Zingiber montanum (J.Koenig) Link ex A.Dietr.), Serai (Cymbopogon nardus (L.) Rendle), serta Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.), ditemukan banyak tumbuh di pekarangan rumah warga.
Keseluruhan rangkaian kegiatan ekplorasi rempah yang direncanakan telah berhasil terlaksana dengan baik. Total 53 spesimen rempah yang berhasil dikumpulkan dalam pelaksanaan eksplorasi tersebut. Spesimen kemudian dibawa dan diawetkan dalam bentuk awetan basah dan kering di Laboratorium Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada. Data list rempah-rempah beserta spesimen yang diperoleh merupakan informasi yang sangat penting untuk memahami kekayaan keanekaragaman rempah asli Indonesia beserta distribusinya. (MSR)
Poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):
2 : Tanpa Kelaparan
8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
12 : Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
15 : Ekosistem Daratan
17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Yogyakarta – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jaringan internasional melalui kegiatan akademik dan kolaborasi riset. Salah satu dosen Fakultas Biologi, Dr. Mukhlish Jamal Musa Holle, baru saja menyelesaikan program visiting scholar di School of Life Sciences, Nanjing University, China, yang berlangsung sejak 20 Juli hingga 7 Agustus 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari undangan resmi yang diberikan oleh Dr. Jinlin Chen, Assistant Professor di bidang ekologi di Nanjing University (NJU). Dr. Jinlin Chen sendiri merupakan kolega lama Dr. Jamal, di mana keduanya pernah menempuh studi doktoral bersama di University of Oxford, Inggris. Hubungan akademik yang telah terjalin sejak masa studi ini menjadi landasan kuat dalam pengembangan kolaborasi ilmiah lintas negara yang kini mulai diwujudkan dalam bentuk konkret.
Selama berada di NJU, Dr. Jamal terlibat aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan ilmiah. Salah satu agenda utama dalam program visiting scholar ini adalah penyampaian presentasi ilmiah dalam forum NJU Ecology & Evolution Seminar yang rutin diselenggarakan oleh School of Life Sciences. Dalam seminar tersebut, Dr. Jamal membawakan topik berjudul “Biodiversity and Ecosystem Function in Agroecosystem” yang membahas pentingnya pemahaman keanekaragaman hayati dalam konteks pertanian berkelanjutan, serta bagaimana berbagai komponen ekosistem saling berinteraksi dan mempengaruhi produktivitas maupun kestabilan lingkungan.
Presentasi ini mendapatkan respons yang sangat positif dari para staf pengajar dan mahasiswa pascasarjana NJU. Banyak diskusi konstruktif yang muncul selama sesi tanya jawab, terutama yang berkaitan dengan pendekatan interdisipliner dalam studi ekologi pertanian, serta relevansi temuan-temuan Dr. Jamal terhadap konteks ekosistem Asia Timur dan Asia Tenggara.
Selain kegiatan akademik di dalam kampus, Dr. Jamal juga melakukan kunjungan lapangan ke dua lokasi penelitian utama yang dikelola oleh NJU, yakni kawasan Purple Mountain dan Baohua Mountain National Forest Park. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari pendekatan penelitian ekologi yang dilakukan oleh NJU di wilayah hutan pegunungan subtropis. Kedua kawasan tersebut memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dan telah menjadi pusat studi ekologis yang penting di China Timur. Menariknya, dalam rangkaian kegiatan ini, Dr. Jamal juga memberikan demonstrasi langsung mengenai penggunaan berbagai alat survei keanekaragaman serangga dan metode pengukuran fungsi ekosistem. Alat-alat yang digunakan meliputi perangkap Malaise, perangkap pitfall, dan dekomposisi materi organik.
Kegiatan visiting scholar ini didukung penuh oleh NJU Kerry International Fund, sebuah inisiatif dari Nanjing University yang bertujuan untuk memperkuat kerjasama akademik internasional dan mendukung mobilitas ilmuwan dari berbagai negara. Dukungan ini mencakup biaya perjalanan, akomodasi, serta fasilitasi kegiatan akademik dan lapangan selama program berlangsung.
Menurut Dr. Jamal, pengalaman ini tidak hanya memperluas wawasan akademiknya secara pribadi, tetapi juga membuka jalan bagi kolaborasi jangka panjang antara Universitas Gadjah Mada dan Nanjing University. “Kami melihat banyak potensi sinergi, khususnya dalam studi keanekaragaman hayati dan ekologi tropis dan subtropis. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi batu loncatan untuk membangun jejaring riset yang lebih erat antara kedua institusi,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut dari program ini, direncanakan beberapa inisiatif kolaboratif antara UGM dan NJU dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencakup kunjungan balasan dari pihak NJU ke Yogyakarta, pelaksanaan proyek penelitian bersama baik di Indonesia maupun di China, serta penyusunan modul pembelajaran tentang metode survei biodiversitas dan pengukuran fungsi ekosistem yang dapat digunakan secara bersama dalam program pendidikan dan pelatihan kedua universitas.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pula tercipta pertukaran ilmu, teknologi, serta pendekatan riset yang lebih inklusif dan adaptif terhadap tantangan global di bidang konservasi dan pengelolaan sumber daya alam.
Pada hari Kamis, 7 Agustus 2025 pukul 07.30 WIB kegiatan PIONIR Metamorphoself 2025 telah digelar dengan meriah di Lapangan Voli Fakultas Biologi UGM. Kegiatan pembukaan diisi dengan menarikan jingle PIONIR Metamorphoself oleh perwakilan pemandu dan Biolog Muda.
Setelah kegiatan pembukaan selesai, Biolog Muda diajak untuk berkeliling Fakultas Biologi UGM dalam sesi Tour de Faculty yang dilanjutkan dengan rangkain Action of Biologist. Pada rangkaian ini, Biolog Muda diberikan study case mengenai isu-isu lingkungan yang marak terjadi di Indonesia. Biolog Muda juga diminta untuk menyampaikan gagasannya secara kreatif pada sesi presentasi.
Kegiatan dilanjutkan dengan pematerian oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) mengenai beasiswa BSI dan skema peminjaman uang untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa dengan bunga sebesar 0%.
Setelah sesi berakhir, Biolog Muda dipersilahkan untuk istirahat, makan, dan beribadah terlebih dahulu.
Pukul 12.25 WIB, terdapat hiburan dari Vocal Group mahasiswa Fakultas Biologi UGM angkatan 2024 yang membawakan 2 lagu dengan judul “You’ll Be in My Heart” karya Phil Collins dan “Jatuh Bangkit Lagi” karya HIVI.
Sesi dilanjutkan dengan pematerian oleh Health Promoting University (HPU) oleh Ibu Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc. yang menjelaskan mengenai peran, fungsi, serta fasilitas yang diberikan oleh HPU. Sesi ini diakhiri dengan kuis untuk memastikan pemahaman Biolog Muda terhadap materi yang disampaikan.
Setelah bincang HPU berakhir, Biolog Muda dipersilakan untuk mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) masing-masing untuk menentukan mata kuliah yang akan dipelajari selama satu semester ke depan.
Setelah Biolog Muda telah menyelesaikan pengisian KRS, sesi dilanjutkan dengan penayangan video Kelompok Studi/Lembaga (KS/L) yang diiringi dengan fashion show dari masing-masing KS/L. Pada sesi ini, Biolog Muda diperkenalkan dengan KS/L yang ada di Fakultas Biologi UGM, meliputi SEMA, BEM, PMK, KMK, JMMB, Matalabiogama, BiOSC, KSAT, KSE, KSK, dan KSH.
Setelah sesi tersebut selesai, dilanjutkan dengan sesi Closing Ceremony berupa penyerahan hadiah kepada Bioda of the Year, yaitu Muhammad Aufa Luthfi Fattah dari Gugus Bioetika dan Aluna Disa Kinanti dari Gugus Bioteknologi. Terdapat juga pengumuman pemenang presentasi AoB, yaitu kelompok Computational & Quantitative. Setelah itu, acara ditutup secara simbolis oleh Dekan Fakultas Biologi UGM dengan memasangkan Sekar Wirama pada rangkaian Puspa Cakrawala dan pemukulan gong yang menandakan kegiatan PIONIR Metamorphoself 2025 telah selesai.
Untuk memeriahkan euforia kegiatan PIONIR Metamorphoself 2025, Biolog Muda diajak menuju Lapangan Voli untuk menikmati persembahan dari Syrinx dalam lagu berjudul “Jadi yang Kuinginkan” karya Vierratale, “Still Into You” karya Paramore, dan “Everything You Are” karya Hindia.
Setelah penampilan selesai, maka seluruh rangkaian kegiatan PIONIR Metamorphoself 2025 telah dinyatakan selesai.
Pada hari Rabu, 6 Agustus 2025 telah terselenggara rangkaian kegiatan PIONIR Metamorphoself 2025. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya untuk menyambut para Biolog Muda, mengenalkan lebih jauh mengenai Fakultas Biologi UGM, dan mempersiapkan Biolog Muda selama berdinamika di Fakultas Biologi UGM.
Pada tahun ini, PIONIR Metamorphoself 2025 mengangkat tema, “Lintas Biologi, Menyemai Bumi Pertiwi”. Melalui tema tersebut, Biolog Muda diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa baru, menjalin kolaborasi lintas ilmu, serta mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan akademik dan non-akademik. Dari sinilah awal transformasi seorang siswa menjadi ilmuwan yang peduli pada lingkungan dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan PIONIR Metamorphoself 2025 hari pertama dibuka dengan sesi Grand Opening pada pukul 07.30 WIB. Sesi ini diisi dengan sambutan oleh Koordinator Umum, Aan Nur Risla Wardana; Koordinator Gugus, Tyas Ikhsan Hikmawan S.Si, M.S., Ph.D.; dan Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., sekaligus untuk membuka rangkaian kegiatan PIONIR Metamorphoself 2025 melalui pemasangan Sekar Wirama secara simbolis pada rangkai Puspa Cakrawala.
Setelah kegiatan Grand Opening selesai, Biolog Muda mendapatkan pematerian berupa peluang karir lulusan Biologi, project penelitian dosen, dan fasilitas yang terdapat di Fakultas Biologi UGM dari Dekan dan para Wakil Dekan dalam sesi Bincang Pimpinan Fakultas. Setelah sesi ini berakhir, Biolog Muda mendapatkan tumbler yang diserahkan langsung oleh Dekan Fakultas Biologi UGM dalam rangka optimalisasi penggunaan toyagama, pengurangan sampah plastik, dan pembiasaan pemilahan sampah. Selain itu, Biolog Muda juga mendapatkan voucher belanja di Jasmine Corner sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM di Fakultas Biologi UGM.
Sesi dilanjutkan dengan Bincang Kaprodi S1 oleh Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. dan Ketua Tim Kerja Akademik dan Kemahasiswaan Emi Suryanti, S.Si., M.Sc. mendapatkan materi mengenai mekanisme penggunaan simaster hingga alur perizinan bagi Bioda sebagai gambaran di dunia perkuliahan.
Sesi selanjutnya, Bioda diperkenalkan dengan seluruh Dosen di Fakultas Biologi UGM dan Dosen Pembimbing Akademik masing-masing.
Bioda juga diberikan pematerian mengenai prospek kerja lulusan Biologi melalui sesi Bincang Guest Star oleh Prof. Dr. rer. nat. Andri Frediansyah, S.Si., M.Sc. dan Ibu Maharsanty Dyan Nugraheni, S.Si, M.M., serta personal branding oleh Mahasiswa Berprestasi Fakultas Biologi UGM, Muhammad Ridho Nur Alam. Pada sesi ini Bioda sangat antusias mendengarkan pematerian, dan memberikan pertanyaan kepada narasumber pada akhir sesi tersebut.
Sesi selanjutnya, Bioda diajak untuk membuat lifeplan dengan menentukan rangkaian perjalanan mereka selama berkuliah di Fakultas Biologi hingga lulus dan menempuh perjalan mereka masing-masing. Lifeplan tersebut dituliskan pada kertas putih secara kreatif yang kemudian ditempelkan pada papan yang telah disediakan, hal tersebut menggambarkan jejak langkah masa depan yang ingin mereka capai, menggabungkan cerita perjalanan dan harapan dalam satu rangkaian yang penuh makna.
Rangkaian acara terakhir yaitu, Diversity Spectrum. Pada sesi ini, masing-masing Bioda diarahkan menuju Taman Gedung A untuk memberikan cap tangan berwarna pada kanvas yang telah tersedia. Setiap warna dan cap tangan tersebut melambangkan harapan dan tujuan pribadi, serta menciptakan gambaran visual perjalanan hidup mereka yang penuh makna.
Sebagai penutup, para peserta Bioda diarahkan untuk keluar satu per satu, dengan disambut hangat oleh para pemandu yang mengiringi dengan tepuk “wow” dan “salut,” serta nyanyian-nyanyian semangat yang mengisi suasana, serta menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan penuh energi positif.
Yogyakarta, 4 Agustus 2025 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru Angkatan 2025 pada hari Senin, 4 Agustus 2025, bertempat di Auditorium Biologi Tropika, Fakultas Biologi UGM. Acara yang berlangsung dari pukul 11.00 hingga 15.00 WIB ini menjadi momentum penting dalam menjalin komunikasi, menyamakan visi, serta membangun sinergi antara orang tua/wali dengan civitas akademika Fakultas Biologi dalam mendukung kesuksesan putra-putri mereka selama menempuh pendidikan tinggi.
Kegiatan diawali dengan registrasi dan makan siang bersama, dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang ditandai dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada, Mars Biologi, serta penampilan tarian tradisional yang mencerminkan semangat kebudayaan dan keberagaman.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan para orang tua dalam menitipkan putra-putri mereka di Fakultas Biologi. Beliau menekankan bahwa profesi di bidang biologi akan tetap relevan di masa depan, bahkan di tengah perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI). Oleh karena itu, orang tua tidak perlu khawatir terhadap prospek karier lulusan biologi di era disrupsi. Selain itu, beliau juga menegaskan komitmen fakultas dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, sehat, dan mendukung pengembangan mahasiswa secara holistik.
Sesi pemaparan materi dipandu oleh Dr. Luthfi Nurhidayat sebagai moderator, menghadirkan narasumber-narasumber inspiratif, antara lain:
1. Bapak Arif Misbahul MBM (Director, Taiwan Center Indonesia; Chairman, Taiwan Alumni/ICDF Indonesia) menyampaikan materi berjudul “Peran Mahasiswa dan Alumni Fakultas Biologi dalam Meraih Beasiswa, Magang, dan Peluang Kerja di Perusahaan Taiwan”. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya jejaring alumni dan potensi internasional, khususnya di Taiwan. Ia juga menyampaikan peluang program double/joint degree dengan universitas-universitas di Taiwan serta kesempatan magang di perusahaan Taiwan.
2. Prof. Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, memberikan penjelasan komprehensif mengenai sistem akademik dan layanan kemahasiswaan, termasuk strategi pendampingan mahasiswa, kurikulum, serta dukungan terhadap pengembangan prestasi baik akademik maupun non-akademik.
3. Materi terakhir mengenai Health Promoting University (HPU) disampaikan oleh dua narasumber internal:
– Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc., yang memperkenalkan berbagai fasilitas layanan kesehatan fisik yang tersedia di kampus,
– Bapak Yudhistira Adi Perdana, M.Psi., Psikolog, yang menjelaskan pentingnya kesehatan mental dan dukungan psikologis di lingkungan kampus.
– Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc., yang memperkenalkan berbagai fasilitas layanan kesehatan fisik yang tersedia di kampus,
– Bapak Yudhistira Adi Perdana, M.Psi., Psikolog, yang menjelaskan pentingnya kesehatan mental dan dukungan psikologis di lingkungan kampus.
Sebagai penutup, dilakukan sesi pembentukan pengurus Potma Biogama 2025, yakni forum orang tua mahasiswa Fakultas Biologi yang diharapkan menjadi mitra strategis dalam mendukung pengembangan kegiatan dan kemajuan pendidikan mahasiswa.
Kegiatan ini mencerminkan semangat kolaborasi dan kepedulian Fakultas Biologi UGM terhadap keberhasilan mahasiswa, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pengembangan pribadi, profesional, dan sosial
Yogyakarta, 28-30 Juli 2025 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Prof. Kozo Watanabe dari Ehime University, Jepang, dan dr. Lia Faridah, M.Si., PhD. dari Universitas Padjadjaran (UNPAD), dr. Yenny Rahmawati, M.Biomed dari IPB, Muhammad Akbar Thufail, S.Si., M.Si. dari UNPAD dan dua mahasiswa sarjana FK UNPAD. Kunjungan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk menjajaki dan memperkuat kolaborasi riset di bidang biologi molekuler vektor penyakit dan strategi pengendaliannya, khususnya dalam konteks penyakit tular vektor yang menjadi isu kesehatan global.
Hari Pertama: Seminar Ilmiah dan Diskusi Kolaborasi
Kegiatan dimulai pada pagi hari dengan seminar ilmiah bertema “Mosquito-borne Diseases Control: Past and Present” yang diadakan di Fakultas Biologi UGM. Seminar ini dihadiri oleh sivitas akademika dan peneliti dari berbagai institusi, dan menjadi forum ilmiah untuk berbagi pengetahuan terkini dalam pengendalian penyakit berbasis vektor. Seminar ini mengundang Prof. Kozo Watanabe, dr. Lia Faridah, M.Si., PhD., Prof. dr. Eggi Arguni, M.Sc., Ph.D., Sp.A (K)., Dr.RR Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, B.Sc., DAP &E., M.Biomed sebagai pembicara dan Dr.Eng. Atikah Fitria Muharromah., S.Si., M.Eng sebagai moderator.
Usai seminar, rombongan melakukan kunjungan laboratorium di lingkungan Fakultas Biologi UGM untuk melihat langsung fasilitas riset, khususnya yang mendukung studi entomologi, parasitology, dan genomika ke Integrated Genome Factory Fakultas Biologi UGM. Hari pertama diakhiri dengan diskusi kolaborasi resmi antara para tamu dengan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama dan Alumni Fakultas Biologi UGM, membahas peluang konkret kerja sama riset internasional dan pertukaran akademik.
Hari Kedua: Sinergi Riset Lintas Institusi
Hari kedua dimulai dengan kunjungan ke Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, membahas program pengendalian penyakit tular vektor di daerah Yogyakarta dan peluang integrasi riset akademik ke dalam kebijakan kesehatan masyarakat.
Selanjutnya, dilakukan diskusi mendalam bersama tim Laboratorium Entomologi dan Parasitologi Fakultas Biologi UGM yang dihadiri oleh Prof. Kozo Watanabe, dr. Lia Faridah, M.Si., PhD. Dr.RR Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, B.Sc., DAP &E., M.Biomed, dr. Yenny Rachmawati, M.Biomed, Dr.Eng. Atikah Fitria Muharromah., S.Si., M.Eng , Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D., Drs. Hari Purwanto, M.P., Ph.D., Muhammad Akbar Thufail, S.Si., M.Si. dan dua mahasiswa FK UNPAD , membahas potensi kerja sama dalam studi ekologi serangga dan molekular vektor penyakit. Kunjungan berlanjut dengan pertemuan bersama Prof. Dr. Eggi Arguni di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, fokus pada riset Wolbachia sebagai pendekatan bioteknologi untuk menghambat penyebaran virus oleh nyamuk vektor.
Kegiatan hari kedua ditutup dengan kunjungan ke Insektarium Wolbachia yang berada di UGM Science Technopark, untuk meninjau riset implementatif yang dilakukan dalam mendukung program pengendalian vektor di tingkat nasional.
Hari Ketiga: Penjajakan Kolaborasi Riset Nasional
Hari terakhir diisi dengan kunjungan ke Balai Besar Litbang Kesehatan (Litbangkes) Salatiga dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Di kedua lembaga ini, Dr.RR Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, B.Sc., DAP &E., M.Biomed, Dr.Eng. Atikah Fitria Muharromah., S.Si., M.Eng, Prof. Watanabe dan dr. Lia Faridah, Ph.D melakukan dialog strategis guna menjajaki kolaborasi riset lintas negara dalam penanganan penyakit menular dan pengembangan inovasi pengendalian vektor secara berkelanjutan.
Kunjungan ini menjadi langkah strategis Fakultas Biologi UGM dalam memperluas jejaring kolaborasi internasional dan nasional, serta mendukung pengembangan riset yang berdampak nyata dalam bidang kesehatan masyarakat dan bioteknologi vektor. Fakultas Biologi UGM berkomitmen untuk terus menjadi pusat keunggulan dalam riset biodiversitas tropis dan penyakit menular.
Tim kolaborator Blue Food Youth Leadership for Climate Crisis: Blue Food Camp 2025 yang terdiri dari mahasiswa dan aktivis lintas bidang dari UGM dan mitra organisasi, telah berpartisipasi dalam 5th International Conference on Integrated Coastal Management and Marine Biotechnology (ICMMBT) yang diselenggarakan oleh IPB University, didukung oleh konsorsium MPA-OECM, pada tanggal 30–31 Juli 2025 di Yogyakarta. Dalam forum ini, Apriliawati S.Si (mahasiswa program magister Biologi), mempresentasikan hasil kajian berjudul “Traditional Harvesting Practices and Blue Food Sovereignty Potential: A Social-Ecological System Perspective from Sidoharjo, Gunungkidul, Yogyakarta.” dibimbing secara akademis oleh Akbar Reza dari Laboratorium Ekologi Konservasi dan Arifah Handayani Hakim sebagai pembimbing lapangan. Kajian cepat ini juga terpilih sebagai salah satu presentasi terbaik dalam konferensi.
Studi ini mengangkat praktik panen laut tradisional dan strategi masyarakat pesisir Kalurahan Sidoharjo dalam menjaga sumber daya alam secara lestari dan berdaulat. Dengan menggunakan pendekatan Social-Ecological System (SES) sebagai system thinking framework, kajian ini menyoroti hubungan erat antara ekosistem laut, pengetahuan lokal, serta partisipasi berbagai pemangku kepentingan khususnya pemuda dan perempuan dalam mendukung kedaulatan pangan laut (blue food sovereignty). Penelitian ini menjadi salah satu luaran penting dari rangkaian kegiatan Blue Food Youth Camp 2025. Kegiatan Blue Food Youth Camp 2025 diselenggarakan oleh Departemen Sosiologi dan Social Research Center FISIPOL UGM, bekerja sama dengan The Climate Reality Project Indonesia, serta melibatkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai komunitas seperti Kalurahan Sidoharjo (Lurah, Carik, Jagabaya, Kamituwo, Ulu-Ulu, Kaur Pangripto), Laboratorium Ekologi dan Konservasi, Keluarga Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Biologi UGM, Kelompok Studi Kelautan UGM, Arah Pangan Indonesia, dan The Climate Reality Project Indonesia. Bagi tim, pencapaian ini bukan hanya keberhasilan akademik, tetapi bentuk penghormatan terhadap pengetahuan lokal dan perjuangan komunitas pesisir yang menjadi inspirasi utama kajian ini. Kegiatan Blue Food Camp dan presentasi hasil kajiannya merupakan bentuk kolaborasi lintas disiplin dan sektor yang melibatkan pemuda, akademisi, serta komunitas pesisir. Kajian ini masih jauh untuk dianggap memiliki berkontribusi nyata dalam membangun kebijakan pangan laut berkelanjutan yang berpihak pada ekologi dan keadilan sosial, namun inisiatif ini diharapkan berkontribusi menggerakan simpul-simpul kolaborasi yang lebih berdampak nyata kedepan.
Tim penulis yang terlibat dalam penyusunan artikel konferensi terdiri dari:
- Puji Lestari (2023) – Arah Pangan Indonesia, Mahasiswa program Magister Biologi UGM, Laboratorium Entomologi dan Laboratorium Ekologi dan Konservasi.
- Fauza Bahtiar Alim (2021) – Penggalang Herpetologi Indonesia (PHI), Mahasiswa program Sarjana Biologi UGM, Laboratorium Entomologi dan Laboratorium Ekologi dan Konservasi.
- Apriliawati (2024) – Mahasiswa program Magister Biologi UGM, Laboratorium Ekologi dan Konservasi
- Shri Rahmat Rafidpattra (2023) – Mahasiswa program Sarjana Sosiologi UGM, Dewan Energi Mahasiswa (DEM) UGM
- Risky Prasetya (2023) – Mahasiswa program Sarjana Sosiologi UGM
- Tika Permatasari (2025) – Mahasiswa program Magister Biologi UGM
- Catherine Tedjasaputra (2021) – Mahasiswa program Sarjana Biologi UGM, Laboratorium Ekologi dan Konservasi.
- Arifah Handayani Hakim dan Adi Adipratomo – The Climate Reality Project Indonesia
- Akbar Reza – Laboratorium Ekologi dan Konservasi Biologi UGM
Translate »








































































