Pada hari Jumat, 19 Desember 2025, dilaksanakan kegiatan Sidang Pleno Pemilihan Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (SEMA FB UGM) Periode 2026. Kegiatan ini dipandu oleh Sekar Jasmine Canitri selaku Kepala Komisi I sekaligus pimpinan sidang. Sidang diawali dengan pembukaan oleh pimpinan sidang, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib sidang. Tata tertib yang dibacakan selanjutnya disepakati dan disetujui oleh seluruh peserta sidang sebagai dasar pelaksanaan jalannya sidang pemilihan ketua. Agenda berikutnya adalah sesi diskusi forum yang membahas pengusulan nama calon Ketua SEMA FB UGM Periode 2026. Forum mengajukan nama-nama calon beserta alasan pengusulannya, dengan mempertimbangkan kapasitas kepemimpinan, serta komitmen calon terhadap keberlangsungan lembaga. Dari hasil diskusi tersebut, diperoleh lima nama calon Ketua SEMA FB UGM Periode 2026. Setelah penetapan calon, sidang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara forum dan para calon ketua. Sesi ini bertujuan untuk mengetahui kesediaan, komitmen, pandangan dan visi para calon terkait SEMA FB UGM ke depan.
Selanjutnya, para calon ketua diminta untuk meninggalkan ruang sidang sementara waktu agar forum dapat melakukan musyawarah secara tertutup. Forum kemudian melaksanakan musyawarah guna menyatukan pendapat terhadap para calon, yang dilanjutkan dengan pemungutan suara sebagai bentuk pengambilan keputusan. Berdasarkan hasil pemungutan suara, diperoleh satu nama calon dengan suara terbanyak. Para calon ketua kemudian dipanggil kembali ke ruang sidang, dan pimpinan sidang mengumumkan bahwa Raden Roro Na’ilah Farrasati S. terpilih sebagai Ketua SEMA FB UGM Periode 2026. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan serah terima jabatan, diikuti dengan penyampaian sepatah kata dari Ketua SEMA FB UGM terpilih. Kegiatan Sidang Pleno Pemilihan Ketua SEMA FB UGM Periode 2026 kemudian ditutup dengan penutupan resmi dan sesi dokumentasi bersama. [Penulis: SEMA]
Pada 20 Desember 2025, Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (Matalabiogama) telah menyelenggarakan Sidang Umum Matalabiogama yang bertempat di Ruang X, Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini dihadiri oleh 27 peserta yang terdiri atas D XXVI, D XXVII, AM XXVIII, serta Badan Pengawas Organisasi (BPO).
Sidang Umum ini menjadi forum musyawarah untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan Kabinet Satya Bhawana Sukma periode 2025/2026, sekaligus merumuskan dan menetapkan kebijakan kepengurusan periode 2026/2027. Rangkaian agenda Sidang Umum meliputi Sidang Pendahuluan, Sidang Pleno Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), Sidang AD/ART, Sidang Komisi dan Garis Besar Haluan Kerja Matalabiogama (GBHKM), Sidang Struktur Kepengurusan, serta Sidang Pemilihan BPO.
Sidang Umum dimulai pukul 08.30 WIB diawali dengan pembukaan oleh MC dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Matalabiogama. Sambutan disampaikan oleh Irfan Ari Prasetyo selaku alumni DIKLAT XXIV Matalabiogama dan Layla Oktavia selaku Ketua Umum Matalabiogama periode 2025/2026. Sidang Pendahuluan kemudian menetapkan Golda Theresia Simarmata sebagai presidium untuk memimpin jalannya persidangan. Rangkaian kegiatan selanjutnya dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib sidang serta penetapan pimpinan sidang yang dipandu oleh MC dengan hasil penetapan Faiq Mishbahul Aufa sebagai pemimpin sidang.
Sidang Pleno LPJ dilaksanakan melalui pemaparan laporan kinerja seluruh divisi disertai evaluasi dan penyampaian masukan dari peserta sidang. Secara keseluruhan, laporan pertanggungjawaban diterima dan disetujui dengan catatan bahwa kepengurusan periode berikutnya diharapkan mampu merancang program kerja yang optimis dan realistis sesuai dengan kapasitas organisasi agar dapat terlaksana secara optimal. Selanjutnya, dilaksanakan Sidang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta pembahasan Garis Besar Haluan Kerja Matalabiogama yang dipimpin oleh Faiq Mishbahul Aufa dan disetujui oleh seluruh peserta sidang.
Sidang Struktur Kepengurusan menghasilkan sejumlah keputusan, salah satunya penetapan Ketua Umum melalui mekanisme musyawarah dan kesepakatan bersama. Melalui proses tersebut, Faiq Mishbahul Aufa ditetapkan sebagai Ketua Matalabiogama periode 2026/2027. Selanjutnya dalam Sidang Pemilihan BPO, seluruh AM XXVII dan AM XXVIII terlibat aktif dalam penyampaian pendapat dan diskusi. Sidang kemudian menetapkan Golda Theresia Simarmata sebagai Koordinator BPO, serta Layla Oktavia dan Rizal Alfarizan Ramadhan sebagai staf BPO.
Secara keseluruhan, Sidang Umum Matalabiogama 2025 terlaksana dengan lancar dan diwarnai diskusi yang konstruktif. Forum ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kuat bagi Matalabiogama untuk terus tumbuh dan berkembang, serta menjadi ruang evaluasi dan penyempurnaan kepengurusan dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kepencintaalaman. Vivat et Floreat! [Penulis: Matalabiogama]
Cibinong, 22-23 Desember 2025 – Fakultas Biologi UGM berpartisipasi aktif dalam Seminar Nasional Manajemen Koleksi Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah (DPKI) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, Cibinong, Bogor.
Keterlibatan Fakultas Biologi UGM diwujudkan melalui kehadiran Bapak Abdul Razaq Chasani, Ph.D. selaku Kepala Laboratorium Sistematika Tumbuhan (ex officio) dan Dosen Pengampu pada Prodi Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati Fakultas Biologi, serta Bapak Fransiscus Xaverius Sugiyo Pranoto, S.Si. selaku Petugas Pemelihara Koleksi dan Museum Biologi UGM.
Seminar nasional yang dilaksanakan selama dua hari ini menghadirkan berbagai narasumber dari beragam institusi dan menjadi forum strategis untuk memperkuat pemahaman dan praktik pengelolaan koleksi ilmiah hayati yang terstandar.
Kegiatan pada hari terakhir ditutup dengan kunjungan ke fasilitas koleksi ilmiah BRIN. Kunjungan dimulai dari Ruang Kelas Baru Gedung Dahlia menuju Gedung InaCC (Indonesian Culture Collection) dan Gedung Keanekaragaman Hayati untuk menlihat langsung koleksi mikroorganisme, koleksi biji, xylarium, dan herbarium, koleksi artefak, serta koleksi hewan (MZB).
Partisipasi Fakultas Biologi pada kegiatan ini sejalan dengan komitmen fakultas dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 15 (life on land) melalui kontribusi nyata dalam konservasi dan pemanfaat keanekaragaman hayati berbasis koleksi ilmiah serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan infrastruktur riset hayati untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.
Melalui keterlibatan aktif dalam forum ini, Fakultas Biologi UGM terus berperan dalam penguatan tata kelola koleksi ilmiah hayati nasional serta pengembangan kolaborasi antar institusi untuk mendukung riset dan pembangunan berkelanjutan.
Yogyakarta, 22 Desember 2025-Bencana alam yang melanda wilayah Aceh dan sekitarnya beberapa waktu lalu telah menimbulkan dampak yang signifikan, tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi mahasiswa yang berasal dari daerah terdampak. Kondisi tersebut menjadi perhatian dan keprihatinan bersama sivitas akademika Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada terhadap keberlangsungan studi dan kesejahteraan mahasiswa.
Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral kepada mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang terdampak bencana Aceh dan sekitarnya, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana Fakultas Biologi UGM menyalurkan bantuan kepada enam mahasiswa terdampak yang merupakan mahasiswa aktif Program Sarjana, Magister, dan Doktor Fakultas Biologi UGM. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ketua DWP Fakultas Biologi UGM, Ibu Nurpuji Mumpuni, S.Si., M.Kes., disaksikan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM serta Ketua Tim Kerja Akademik dan Kemahasiswaan, dan dilaksanakan di Ruang Sidang KPTU Fakultas Biologi UGM.
Dalam sambutannya, Ketua DWP Fakultas Biologi UGM menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud empati dan solidaritas keluarga besar Fakultas Biologi UGM kepada para mahasiswa.“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun kami berharap dapat menjadi penyemangat, memberikan dukungan moral, serta membantu meringankan beban yang dirasakan oleh para mahasiswa yang terdampak bencana. Semoga mereka senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kelancaran dalam melanjutkan studi,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Biologi UGM dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DWP atas kepedulian yang telah diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada DWP Fakultas Biologi UGM atas perhatian dan kepeduliannya. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata, membantu proses pemulihan, serta menguatkan semangat mahasiswa terdampak agar tetap fokus menempuh pendidikan dan terus berprestasi di tengah kondisi yang menantang,” tuturnya.
Kegiatan penyaluran bantuan ini selaras dengan komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), melalui penguatan solidaritas sosial, kepedulian kemanusiaan, dan keberlanjutan pendidikan bagi mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai kebersamaan, empati, dan kepedulian sosial di lingkungan Fakultas Biologi UGM semakin terjaga serta menjadi penguat bagi seluruh sivitas akademika dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam.
Tekanan laporan praktikum yang menumpuk kerap menjadi isu utama bagi mahasiswa Biologi. Terlebih dengan adanya beban akademik dan non-akademik lain sering kali berujung pada kondisi stres dan burnout. Menyikapi persoalan tersebut, Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Kelompok Studi Entomologi (KSE) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menggelar kegiatan Upgrading Skills, Sabtu (6/12/2025). Upgrading Skills merupakan kegiatan yang dirancang sebagai wadah penguatan kapasitas anggota. Pada kesempatan ini, kegiatan bertujuan untuk memberikan ruang pembelajaran soft skills yang melengkapi kompetensi akademik sehingga anggota tidak hanya terampil dalam bidang entomologi, tetapi juga memiliki bekal psikologis dan sosial yang memadai.
Kegiatan ini menghadirkan Yudhistira Adi Perdana, M.Psi. sebagai narasumber utama dalam sesi pematerian bertema “Laprak Boleh Pusing, Mental Jangan Pincang: Strategi Self-Healing dan Coping Ala Anak Biologi”. Dalam pemaparannya, Yudhistira menekankan pentingnya mengenali gejala awal stres dan burnout akibat tekanan akademik sekaligus strategi coping dan self-healing yang praktis agar mahasiswa mampu menjaga keseimbangan mental. Kegiatan yang diikuti anggota aktif KSE ini tidak hanya berupa pemaparan materi, tetapi juga diskusi kelompok, presentasi hasil diskusi, hingga sesi ice breaking dan berbagi cerita inspiratif.
Ziyan Fareysa Abharani (KSE XXV), selaku Kepala Divisi PSDM, menambahkan “Upgrading Skills kali ini hadir dengan nuansa berbeda. Jika sebelumnya berfokus pada penguatan konsep kepemimpinan dalam organisasi, kini kami mencoba mengenalkan
pentingnya kesehatan mental yang relate bagi kebanyakan mahasiswa Biologi”. Dengan suasana hangat dan partisipasi aktif, Upgrading Skills diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara tuntutan akademik dan kesehatan mental sehingga mahasiswa Biologi dapat terus berkontribusi secara optimal. [Penulis: KSE]
Kelompok Studi Kelautan (KSK) Biogama Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) sebagai tahap awal pembentukan kader baru. Pada tahun ini, Diklatsar ke-XXVI mengusung tema “Jelajahi Laut, Temukan Dirimu: Bersama KSK Menjadi Generasi Tangguh Penjaga Laut”. Tema ini dipilih dengan harapan dapat membentuk kader baru yang berkompetensi, terampil, dan berdedikasi tinggi dalam memajukan kelautan di Indonesia.
Rangkaian tersebut dimulai dari Diklat Ruang (Dikru), Wawancara, dan Forum Santai Berenang (Forsakerang). Kegiatan ini bertujuan untuk melatih Baby Octopus atau calon Anggota Muda KSK menjadi pribadi yang berbudi luhur, bertanggung jawab, dan memiliki wawasan kelautan yang luas di internal KSK Biogama maupun di masyarakat. Selain itu, Diklatsar juga menjadi tahapan seleksi untuk menjaring Anggota Muda KSK Biogama.
Dikru ke-1 telah terlaksana pada tanggal 27 September 2025 di Ruang 1 Gedung B Fakultas Biologi UGM. Pada kegiatan ini, Baby Octopus diperkenalkan pengetahuan dasar mengenai literasi kelautan. Rangkaian acara meliputi pengenalan pemandu, pemaparan materi, penugasan, presentasi hasil karya, games, hingga penutupan dan awarding.
Rangkaian selanjutnya, yaitu Dikru ke-2 yang telah terlaksana pada tanggal 23 Oktober 2025 di ruang Biodas Atas Timur Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan dasar mengenai materi survival, mitigasi bencana di wilayah pesisir, dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Pematerian yang disampaikan diikuti dengan sesi tanya jawab, ice breaking, kuis kelompok, games, penulisan kesan dan pesan, evaluasi, serta pemberian hadiah kepada pemenang kuis.
Sebagai bentuk penguatan komitmen, para Baby Octopus mengikuti sesi wawancara yang telah dilaksanakan pada tanggal 29 November 2025 di lingkungan Fakultas Biologi UGM. Wawancara dilakukan secara luring dengan metode tanya jawab langsung untuk menggali informasi mengenai motivasi, minat, serta kesiapan calon anggota dalam mengikuti seluruh rangkaian Diklatsar XXVI.
Rangkaian Diklatsar #1 ditutup dengan kegiatan Forsakerang yang juga dilaksanakan pada tanggal 29 November 2025 di Kolam Renang Tirtasari Yogyakarta. Pada kegiatan ini, Baby Octopus memperoleh materi mengenai teknik dasar renang, pengenalan alat sekaligus pelatihan snorkeling, serta pelatihan keselamatan di dalam air yang dibimbing oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Renang UGM.
Melalui rangkaian Diklatsar XXVI ini, diharapkan dapat melahirkan kader Anggota Muda KSK Biogama yang tidak hanya kompeten secara akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian laut Indonesia. [Penulis: KSK]
Yogyakarta, 27–29 November 2025 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sukses menghadirkan nuansa baru dalam agenda tahunan Research Day 2025 yang bertema “Root to Radiance: Bridging the Beauty of Science and the Theory of Art”, sebuah program yang dirancang untuk mengintegrasikan Biologi yang ilmiah dengan kehalusan seni dalam satu panggung apresiasi biodiversitas. Diselenggarakan selama tiga hari dan terbuka gratis untuk umum, acara ini mengajak publik menyadari bahwa ilmu pengetahuan, pengabdian pada masyarakat, dan seni tidak berjalan sendirian; ketiganya dapat berpadu menjadi pengalaman yang memperkaya nalar sekaligus mengimplementasikan kedekatan ilmu dan kehidupan bermasyarakat.
Research Day 2025 menampilkan pameran poster penelitian dan pengabdian sebagai bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam riset biologis serta pendampingan masyarakat. Setiap poster tidak hanya mempresentasikan metode dan hasil penelitian, tetapi juga menunjukkan bagaimana akademisi muda bergerak bersama masyarakat, memperkuat literasi lingkungan, dan menghadirkan solusi terhadap isu-isu ekologis melalui program pengabdian yang berkelanjutan. Di tengah kompleksitas tantangan lingkungan hidup saat ini, dokumentasi karya akademisi menjadi seruan bahwa pengetahuan harus hadir di ruang publik dan bekerja untuk kehidupan.
Sejalan dengan itu, dimensi berikutnya menghadirkan apresiasi flora melalui pameran seni botani, fotografi, dan karya lukis yang mengacu pada kaidah ilmiah. Keindahan morfologi tumbuhan ditangkap dalam detail presisi—urat daun yang halus, pewarnaan yang akurat, hingga struktur yang diabadikan melalui fotografi ilmiah. Seluruh karya ini menyampaikan pesan bahwa keanekaragaman hayati tidak hanya dapat dipahami melalui angka dan data, melainkan juga dirayakan melalui bahasa visual yang memancarkan keanggunan aneka puspa bangsa.
Kolaborasi bersama IDSBA (Indonesian Society of Botanical Artists), UFO UGM, USER UGM, serta kontributor umum menjadikan pameran ini ruang temu berbagai perspektif: ilmuwan yang bekerja dengan observasi, seniman yang berkarya dengan rasa, dan publik yang belajar menyerap keduanya secara seimbang.
Keterlibatan pengunjung tidak berhenti pada apresiasi visual. Melalui berbagai workshop, acara ini menghadirkan pengalaman interaktif: IDSBA memberikan pelatihan (workshop) ilustrasi botani yang menumbuhkan kepekaan pada anatomi tumbuhan; Aicare menghadirkan mini workshop berbasis teknologi dan keberlanjutan; KiosIjo menyajikan welcome drink brewing tea yang memperkenalkan kekayaan flora herbal Indonesia melalui pendekatan sensorik; sementara Herbaria menampilkan Live Show Press Flowers yang menunjukkan bagaimana herbarium dibentuk menjadi dokumentasi estetis yang bertahan melampaui waktu. Seluruh program ini dirancang untuk membangkitkan rasa ingin tahu, menstimulasi kreativitas, dan membuka ruang dialog antara pengetahuan dan pengalaman.
Tema “Root to Radiance” sendiri menjadi simbol perjalanan dari akar pengetahuan yang kokoh menuju pancaran apresiasi yang meluas. Ia menyiratkan bahwa kecemerlangan tidak lahir begitu saja, melainkan tumbuh dari fondasi riset, kerja sosial, dan kesadaran ekologis. Kegiatan ini mendorong publik untuk melihat flora bukan hanya sebagai objek alam, tetapi sebagai bagian integral dari identitas ekologis yang harus dihargai dan dilestarikan. Dengan membiarkan sains berbicara melalui seni, dan seni berlabuh pada landasan ilmiah, acara ini mengajak setiap pengunjung memaknai ulang hubungan manusia dengan alam.
Melalui kolaborasi lintas disiplin dan akses publik yang sepenuhnya gratis, Fakultas Biologi UGM berharap Research Day 2025 tidak hanya menjadi pameran, tetapi sebuah gerakan kecil yang menumbuhkan kepedulian, membuka ruang dialog, dan membangun jembatan antara dunia akademik dengan masyarakat luas. Di tengah urgensi pelestarian biodiversitas Indonesia, kegiatan ini menjadi panggilan untuk melihat lebih dekat, merayakan, dan menjaga pesona ragam puspa yang selama ini menopang kehidupan.
Dokumentasi: Suasana pameran poster, pameran seni, kegiatan sponsor, dan foto dengan suasana happy
YOGYAKARTA, 22 Desember 2025 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana (UP)melalui kantin Jasmine Corner telah selesai menyelenggarakan program “SAPA PAGI” (Sarapan Pagi Gratis). Program kali ini telah dimulai sejak tanggal 8 Desember 2025 dan akan berlangsung hingga 19 Desember 2025 selama masa Ujian Akhir Semester (UAS) tahun ajaran 2025/2026. Kanti Jasmine Corner sendiri merupakan kantin fakultas Biologi yang pengelolaannya diserahkan pada DWP UP Fak Biologi UGM.
Ibu Nurpuji Mumpuni, S.Si., M.Kes., selaku Ketua Dharma Wanit Pengelola Kantin Jasmine Corner, menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah memastikan kesehatan dan konsentrasi mahasiswa tetap terjaga selama masa ujian. “Kami ingin memberikan dukungan atau dampak nyata agar mahasiswa bisa fokus dan tenang dalam melaksanakan ujian tanpa perlu khawatir melewatkan sarapan,” ujarnya.
Program ini menuai respons positif dan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. “Sapa Pagi hari ini sehat, mantap, dan luar biasa! Terima kasih Fakultas Biologi dan Jasmine Corner, semoga program ini terus berlanjut,” ujar salah satu mahasiswa di sela-sela menikmati hidangan Sapa Pagi.
Melalui sinergi ini, Fakultas Biologi UGM berharap dapat menciptakan lingkungan akademik yang suportif dan membantu mahasiswa meraih hasil ujian yang maksimal. Selain itu, program ini merupakan langkah nyata fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG Nomor 2 (Tanpa Kelaparan) untuk memastikan ketahanan pangan di lingkungan kampus, serta SDG Nomor 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas).
Dengan komitmen yang terus terjaga, Fakultas Biologi UGM dan Jasmine Corner berharap program SAPA PAGI akan terus menjadi inspirasi dan dukungan moral bagi mahasiswa di masa-masa ujian mendatang.
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian Mahasiswa Program Doktor Biologi pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Mata Kuliah Penelitian yang wajib diikuti oleh mahasiswa Program Doktor Biologi.
Kegiatan seminar diawali dengan laporan Ketua Program Studi Doktor Biologi, Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D., yang memaparkan pelaksanaan Mata Kuliah Penelitian serta perannya dalam memantau capaian penelitian mahasiswa. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan secara resmi oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., yang menegaskan komitmen fakultas dalam menjaga mutu akademik serta mendorong penelitian yang berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Seminar ini diikuti oleh mahasiswa doktor yang sedang menempuh Mata Kuliah Penelitian, dengan tujuan untuk memaparkan perkembangan dan capaian hasil penelitian yang telah dilakukan selama satu semester. Dalam forum akademik ini, mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian sementara, menguraikan berbagai kendala yang dihadapi selama proses penelitian, serta menyampaikan rencana dan strategi penelitian ke depan. Selain presentasi lisan, mahasiswa juga menampilkan poster penelitian mereka sebagai sarana publikasi ilmiah, sehingga mereka dapat melatih kemampuan menyajikan hasil penelitian secara profesional dan komunikatif.
Topik-topik penelitian yang dipresentasikan mencerminkan kontribusi keilmuan Fakultas Biologi UGM terhadap sejumlah SDGs, antara lain SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui kajian di bidang kesehatan dan biologi medis, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan dan riset doktoral, SDG 13 (Climate Action) terkait respons biologis terhadap perubahan iklim, SDG 14 (Life Below Water) dan SDG 15 (Life on Land) melalui penelitian biodiversitas, ekologi, serta konservasi sumber daya hayati.
Setiap mahasiswa mempresentasikan penelitiannya di hadapan Tim Promotor, yang bertindak sebagai penilai sekaligus pemberi masukan akademik. Proses penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup kesesuaian antara rencana dan hasil penelitian, kedalaman analisis ilmiah, kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi permasalahan penelitian, serta kejelasan rencana tindak lanjut penelitian yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan.
Melalui kegiatan seminar ini, Fakultas Biologi UGM mendorong terciptanya budaya akademik yang kritis dan konstruktif, sekaligus memastikan bahwa pelaksanaan penelitian mahasiswa doktor berjalan sesuai dengan standar mutu akademik dan peta jalan keilmuan yang telah ditetapkan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs di tingkat nasional dan global.
Yogyakarta, 17 Desember 2025 — Laboratorium Entomologi, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Lebah Madu pada Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di Teaching Lab Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini diikuti oleh 12 peserta, terdiri atas 10 peserta dari Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) dan 2 peserta dari Wisata Buah Manisrenggo.
Pelatihan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis peserta dalam pengelolaan lebah madu sebagai penyerbuk alami yang bernilai ekologis dan ekonomis. Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga siang hari dengan penekanan pada praktik lapangan dan penguatan konsep dasar.
Sesi pagi hingga siang diisi dengan praktik pemindahan koloni lebah madu yang dipandu oleh Bapak Drs. Hari Purwanto, M.P, Ph.D. Pada sesi ini, peserta mempelajari teknik pemindahan koloni yang aman dan efektif, mulai dari persiapan peralatan, penanganan koloni, hingga aspek keselamatan kerja.
Memasuki sesi siang, pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak Drs. Ign. Sudaryadi, S.Si., M.Kes. dan Bapak Sukirno, S.Si., M.Sc.,Ph.D. yang membahas biologi lebah madu, mencakup taksonomi, perilaku, siklus hidup, serta peran lebah dalam ekosistem. Selanjutnya, Ibu Ludmilla Fitri Untari, S.Si., M.Si. menyampaikan materi pengenalan bunga sebagai sumber pakan lebah, menekankan pentingnya ketersediaan dan keberagaman flora untuk mendukung produktivitas koloni.
Melalui pelatihan ini, Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM berharap peserta memperoleh kompetensi yang aplikatif untuk mendukung upaya konservasi, pengelolaan penyerbuk, serta pengembangan budidaya lebah madu yang berkelanjutan di wilayah masing-masing.













































