• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • Pengabdian kepada Masyarakat
  • hal. 2
Arsip:

Pengabdian kepada Masyarakat

Praktik Pembuatan Sabun Herbal serta Pelatihan Pengemasan dan Pemasaran Produk Olahan Tanaman Pekarangan

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Kamis, 20 November 2025

Tim PkM-MBKM 2025 yang dipimpin oleh Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si. dengan anggota Jovanka, Khansa Fauziah Rachman, Samantha Sonya Putri, dan Dhea Amelia telah melaksanakan praktik pembuatan sabun herbal serta pengemasan dan pemasaran produk bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Amanda pada Minggu, 16 November 2025 di Padukuhan Kepuh Wetan, Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Dalam kegiatan ini, anggota KWT mendapatkan panduan langsung mengenai pemanfaatan komoditas pekarangan menjadi produk yang dapat dipasarkan. Kegiatan difokuskan pada dua materi utama, yaitu praktik pembuatan sabun herbal serta pengemasan dan pemasaran produk olahan telang, rosella, jahe, dan serai. Pengemasan dan strategi pemasaran merupakan aspek penting dalam meningkatkan nilai tambah suatu produk, terutama bagi kelompok usaha berbasis rumah tangga seperti Kelompok Wanita Tani (KWT). Kemasan yang baik tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi media informasi, identitas merek, dan daya tarik visual yang memengaruhi minat beli konsumen. Sementara itu, strategi pemasaran yang tepat baik melalui penjualan langsung maupun pemanfaatan platform digital dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, serta membantu pelaku usaha kecil mengembangkan keberlanjutan ekonomi.


Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai proses pembuatan sabun herbal, mulai dari pengenalan bahan alam yang aman digunakan, perbandingan komposisi, teknik pencampuran, hingga tahap pencetakan sabun. Anggota KWT Amanda juga diinformasikan mengenai fungsi setiap bahan, potensi variasi bentuk dan aroma, serta standar keamanan produk agar dapat diproduksi secara konsisten. Setelah pemaparan materi, anggota KWT Amanda melakukan praktik langsung pembuatan sabun dengan bimbingan tim. Selanjutnya, kegiatan berfokus pada pengemasan dan strategi pemasaran untuk produk olahan berbahan dasar telang, rosella, jahe, dan serai. Tim menyampaikan prinsip dasar desain kemasan, pentingnya identitas produk (branding), serta cara membuat label yang menarik dan informatif. Selain itu, anggota KWT juga memperoleh materi mengenai pemasaran produk lokal melalui berbagai saluran, baik penjualan langsung maupun melalui platform digital, agar produk yang dihasilkan memiliki nilai saing di pasaran.

Anggota KWT berperan aktif dalam praktik membuat sabun herbal dan juga diskusi mengenai cara memasarkan produk herbal secara mandiri. Partisipasi aktif para anggota menjadi indikator bahwa keterampilan yang diberikan relevan dan dapat diterapkan dalam pengembangan usaha rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan sumber daya pekarangan, memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan (SDG 2), mendorong penggunaan bahan alami yang menyehatkan (SDG 3), membuka peluang usaha skala kecil berbasis potensi lokal (SDG 9), serta memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat (SDG 17).

Sinergi MBKM Fakultas Biologi UGM dan masyarakat Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul untuk menguatkan ketahanan pangan keluarga

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Kamis, 20 November 2025

Tim MBKM Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM mengadakan pelatihan budidaya microgreen dan hidroponik kepada masyarakat di Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul pada tanggal 13 November 2025. Kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan dalam tema “Family-based Food Estate: Lumbung Pangan Keluarga melalui Budidaya Tanaman Pangan di Rumah di Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul”. Peserta kegiatan adalah ibu-ibu anggota PKK Kalurahan, yang merupakan perwakilan setiap padukuhan yang ada Kalurahan Karangmojo. Kegiatan ini merupakan bagian dari matakuliah MBKM Pengabdian kepada Masyarakat mbangun desa, untuk mendorong sinergi dan kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi di lapangan guna meningkatkan pertanian berkelanjutan.


Tim MBKM Pengabdian kepada Masyarakat ini, dipimpin oleh Dosen Fakultas Biologi UGM (Ludmilla Fitri Untari, S.Si. M.Si.) dengan anggota tim yaitu Dosen Fakultas MIPA (Umi Mahnuna Hanung, S.Si., M.Si.) dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM (Nirina Adelita Putri, Vara Dellya, K.H. Mahadhevy Ryrathna Vidhantyka, dan Agnes Dwi Eka).

Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu Kalurahan Karangmojo dan setidaknya terdapat 35 peserta. Peserta pelatihan terdiri dari berbagai latar belakang dan berpengalaman dalam bidang pertanian, mulai dari petani tradisional, petani organik hingga petani teknologi terdepan. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Bapak Agus Budiyono, selaku Lurah Karangmojo. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan presentasi mengenai microgreen dan hidroponik oleh dosen dan mahasiswa. Setelah sesi pemaparann presentasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.  Masyarakat Kalurahan Karangmojo sangat antusias dalam menyimak dan bersemangat dalam sesi tanya jawab pada pelaksanaan pelatihan ini. Setelah sesi tanya jawab berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan microgreen oleh mahasiswa serta pembagian paket microgreen kepada ibu-ibu Kalurahan Karangmojo. Selain pemaparan mengenai teknik budidaya microgreen  dan hidroponik serta praktek budidaya microgreen, di dalam pelatihan juga memberikan arahan mengenai potensi pasar untuk pemasarannya. Pelatihan diakhiri dengan menonton video pendek terkait microgreen dan hidroponik.

Sebagai kesimpulan, pertanian microgreen maupun hidroponik dapat menjawab tantangan urban farming untuk dapat menyediakan pangan keluarga secara sustainable. Selain itu, tanaman konsumsi microgreen mengandung lebih banyak nutrisi (10-40 kali lebih banyak daripada tanaman dewasa) sehingga lebih sehat. Salah satu keunggulan lainnya adalah cepat panen, perawatannya mudah, dan harga jual yang cukup tinggi dan stabil. Pertanian microgreen juga dapat menjawab permasalahan mengenai mahalnya harga pakan ternak dan ketersediaan yang berkurang di masa musim kemarau. Biji jagung atau sorghum (canthel) dapat ditanam dengan teknik microgreen ini sebagai pakan ternak. Dalam waktu yang singkat (7 – 14 hari) tanaman microgreen dapat dikonsumsi ternak dalam bentuk pakan yang segar dan mengandung nutrisi yang lebih banyak.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan ibu-ibu Kalurahan Karangmojo bisa menerapkan swasembada pangan di rumah dengan berfokus pada budidaya tanaman pangan yang mudah, terjangkau, dan bergizi. Upaya ketahanan pangan melalui lumbung pangan masyarakat dapat menjadi pintu gerbang untuk meningkatkan kemampuan ekonomi warga dan meningkatkan kapasitas SDM berbasis pengetahuan akademik yang dimiliki oleh akademisi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini selaras dengan beberapa tujuan SDGs (Sustainable Development Goals), yakni SDG 1: No Poverty serta mendukung pertanian berkelanjutan yang meningkatkan ketahanan pangan dan nutrisi; SDG 2: Zero Hunger; SDG 3: Good health and Well-being; SDG 4: Quality Education; SDG 8: Decent Work and Economic Growth serta mendorong inovasi dan modernisasi praktik pertanian; SGD 9: Industry, Innovation, and Infrastructure; SGD 12: Responsible consumption and production; dan SGD 15: Life on land.

Fakultas Biologi UGM Mengenalkan Seni Botani (Botanical Art) kepada Warga Desa Sumberagung dan Mahasiswa dalam Program Inovasi Seni Nusantara Tahun 2025 #2

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Kamis, 20 November 2025

Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Tahun 2025 melalui penyelenggaraan pelatihan kedua yang bertema “Seni Botani dengan Media Cat Air dan Merchandising”. Pelatihan yang diselenggarakan pada Sabtu, 15 November 2025 ini merupakan kerja sama antara Fakultas Biologi UGM, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, serta Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA), dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pematerian disampaikan oleh Prima Milawati dari IDSBA. Pada kegiatan ini, peserta diarahkan untuk memperdalam keterampilan teknis dalam menghasilkan ilustrasi botani yang presisi dan artistik melalui penggunaan cat air. Warga Desa Sumberagung serta mahasiswa Fakultas Biologi UGM turut serta dalam kegiatan yang dirancang untuk memperkenalkan seni botani sebagai media yang menggabungkan aspek ilmiah dan estetika.


Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai berbagai alat dan bahan yang digunakan dalam proses lukis botani, meliputi jenis kuas, pilihan kertas, komposisi warna, dan fungsi masking fluid sebagai pelindung area tertentu selama pewarnaan. Peserta kemudian mempelajari beberapa teknik dasar cat air yang umum digunakan dalam ilustrasi botani. Teknik wet-on-wet diperkenalkan untuk membantu peserta memahami cara menghasilkan gradasi warna yang halus dan natural, sedangkan teknik dry brush digunakan untuk mempertegas detail halus seperti tekstur kulit buah, urat daun, atau permukaan objek lainnya. Sebagai objek latihan, spesies jambu lokal Indonesia (Syzygium samarangense) dipilih karena karakter bentuk dan warnanya yang kuat, sehingga cocok digunakan untuk mempelajari anatomi visual sekaligus akurasi penggambaran.

Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi digitalisasi karya menggunakan aplikasi Krita. Pada sesi tersebut, peserta diperlihatkan tahapan-tahapan dalam mengubah ilustrasi menjadi karya digital yang siap diolah menjadi berbagai produk turunan. Pendekatan ini membuka wawasan bahwa karya seni botani tidak hanya sebatas hasil lukisan di atas kertas, tetapi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk turunan yang bernilai ekonomis. Beragam bentuk merchandise dapat dihasilkan dari karya digital tersebut, seperti  postcard, tote bag, stiker, gantungan kunci, hingga berbagai suvenir lain yang dapat dipasarkan sebagai produk kreatif. Dengan demikian, digitalisasi karya tidak hanya memperluas fungsi ilustrasi botani, tetapi juga memberikan peluang bagi peserta untuk memanfaatkan seni sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif.

Sebagai rangkaian dari Program Inovasi Seni Nusantara 2025, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah yang memperkuat keberlanjutan praktik seni botani di Desa Sumberagung maupun di lingkungan akademik. Melalui pelatihan teknik cat air hingga pemanfaatan karya dalam bentuk digital dan merchandise, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga gambaran mengenai bagaimana seni dapat membuka peluang ekonomi sekaligus menjadi sarana pelestarian keanekaragaman hayati lokal. Fakultas Biologi UGM, ISI Yogyakarta, bersama Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA) berharap antusiasme dan kemampuan yang tumbuh dari kegiatan ini dapat terus berkembang sehingga seni botani dapat menjadi bagian dari wadah kolaborasi yang memberi manfaat nyata bagi berbagai pihak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berkontribusi terhadap SDGs (Sustainable Development Goals) nomor 4 (quality education); nomor 11 (sustainable cities and communities); nomor 15 (life on land); dan nomor 17 (partnerships for the goals).

PkM MBKM Fakultas Biologi UGM 2025: Pemberdayaan Masyarakat Kepuh Kulon RT 001, Wirokerten, Banguntapan, Bantul Melalui Sosialisasi dan Pelatihan TOGA Untuk Kesehatan Keluarga Tahap Dua (II): Pembuatan Sabun Alami TOGA dari Sereh

Pengabdian kepada Masyarakat Selasa, 18 November 2025

Pembuatan sabun alami TOGA dari sereh oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat – Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM-MBKM) Fakultas Biologi UGM 2025 yang diketuai oleh Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D. pada tahap kedua program PkM-MBKM di Kepuh Kulon RT 001, Wirokerten, Banguntapan, Bantul melalui pembuatan sabun dengan berbahan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program PkM-MBKM yang telah dilaksanakan sebelumnya pada bulan Februari hingga Juni 2025. Tim ini melibatkan lima orang mahasiswa, yaitu Swastikhansa Parahita Sulistyaningrum, Afrina Syah Putri, Isna Kuminingrum, Asitya Fitri Miadi, dan Amyra Asa Nurhanifa dengan tujuan meningkatkan wawasan masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman TOGA melalui inovasi sabun berbahan dasar TOGA, khususnya sereh yang mudah didapat, sebagai upaya mendukung kesehatan kulit dan dapat digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 2 November 2025 pukul 09.00–12.00 WIB di kediaman Ketua RT, Bapak Zamzuri dihadiri dan dilaksanakan secara antusias oleh 20 ibu-ibu warga RT 001 Kepuh Kulon. Kepala Dukuh Kepuh Kulon, Bapak Sunartono selaku membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya pemanfaatan TOGA bagi kesehatan keluarga serta mendorong kemandirian warga dalam melanjutkan program pembuatan sabun alami dari TOGA yang mudah didapat. Prof. Rina juga turut menyoroti manfaat inovasi sabun berbahan sereh dan olive oil yang aman digunakan untuk anak-anak serta menyehatkan kulit, sambil menekankan pentingnya solidaritas warga dalam meningkatkan kreativitas dan ekonomi masyarakat.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan meliputi sosialisasi dan praktik pembuatan pembuatan sabun alami dari sereh, serta sosialisasi pemasaran digital. Sosialisasi pembuatan sabun sereh dilakukan dengan memberikan informasi tentang apa itu tanaman obat keluarga (TOGA), pemanfaatan TOGA,  kandungan dan manfaat TOGA yang digunakan sebagai bahan sabun alami (sereh), alat, bahan serta cara kerjanya. Sosialisasi pemasaran digital dilakukan dengan memberikan informasi tentang tujuan pemasaran digital, pembuatan akun di salah satu platform berjualan online, cara berjualan secara online dan tips agar produk dikenal masyarakat luas. Setelah praktik selesai, dilanjutkan kuis bagi warga dan pemberian doorprize. Pada saat akhir kegiatan, warga yang ikut berpartisipasi diberikan kenang-kenangan sebagai bukti penghargaan atas partisipasinya.

Di akhir acara, tim PkM-MBKM memberikan satu set alat pembuatan sabun yang diharapkan dapat digunakan untuk mempraktikkan kembali dan kenang-kenangan sebagai bentuk penghargaan bagi warga. Program PkM-MBKM 2025 ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang pengolahan TOGA menjadi produk yang bermanfaat untuk kesehatan dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Visitasi Perwakilan UGM dalam Sosialisasi Digital Marketing Program SEAVORA PPK Ormawa KSK Biogama: Optimalisasi Pemasaran Produk Ala Gen Z

Kegiatan MahasiswaPengabdian kepada Masyarakat Senin, 17 November 2025

Kemadang, 29 September 2025 — Dalam rangka optimalisasi program SEAVORA, “Inovasi Produk Nori Ulva Berbasis Zero Waste dan Digital Marketing untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kalurahan Kemadang, Gunungkidul”, Tim PPK Ormawa KSK Biogama didampingi Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan sosialisasi digital marketing sekaligus visitasi tempat produksi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan ilmu dan pelatihan terkait penerapan digital marketing dalam memperluas pasar dan meningkatkan penjualan. Visitasi oleh dosen perwakilan perguruan tinggi Universitas Gadjah Mada juga dilakukan dalam rangka monitoring pelaksanaan program di lapangan.


Kegiatan sosialisasi dan visitasi ini dilaksanakan di Rumah Makan Kampoeng Lobster, Pantai Sepanjang, Gunungkidul. Kegiatan sosialisasi digital marketing diisi oleh Kak Ibnu Najib selaku alumni KSK Biogama dan pelaku usaha UMKM di Kota Yogyakarta. Sementara kegiatan visitasi diisi oleh Bapak Nasih Widya Yuwono, S.P., M.P., selaku dosen Direktorat Mahasiswa (Ditmawa) perwakilan UGM. Kegiatan ini mendapat antusias yang baik dari ibu-ibu kelompok Sayuk Rukun yang menjadi peserta dalam rangkaian sosialisasi kali ini.

Kegiatan sosialisasi digital marketing dilaksanakan untuk merealisasikan salah satu ide program SEAVORA, yaitu digitalisasi marketing. Kegiatan ini juga menjadi sarana pengenalan sekaligus penerapan sistem pemasaran yang lebih maju dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, mengingat salah satu  tantangan yang masih dihadapi para pedagang di daerah pesisir, yaitu kurangnya pembeli karena jangkauan pasar yang kurang luas. Dalam sosialisasi ini, Kak Ibnu Najib selaku narasumber memaparkan materi penting seperti konsep dan bentuk-bentuk marketing, strategi meningkatkan pembeli dan penjualan, serta mekanisme penggunaan e-commerce sebagai lapak jual-beli online.  Melalui sosialisasi ini, ibu-ibu Kelompok Sayuk Rukun selaku kelompok sasaran program PPK Ormawa diharapkan mampu memahami dan menerapkan sistem pemasaran produk nori berbasis digital melalui e-commerce dan sosial media untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain sosialisasi digital marketing, perwakilan perguruan tinggi Universitas Gadjah Mada, Bapak Nasih Widya Yuwono, S.P., M.P. dan tim Nawasatya, juga turut hadir mendampingi dan mengawasi jalannya kegiatan ini. Kunjungan lapangan ini sebagai bentuk monitoring dan pendampingan mahasiswa terhadap pelaksanaan program PPK Ormawa. Tidak hanya mengawasi, Pak Nasih juga turut memberikan sambutan dan arahan yang membangun untuk keberlanjutan pelaksanaan program SEAVORA. Wejangan yang diberikan oleh Pak Nasih ini tentu mendapat respon yang positif dari ibu-ibu Kelompok Sayuk Rukun dan memberikan semangat kepada mereka untuk terus melakukan produksi nori dari Ulva hingga terbentuk produk yang berkelanjutan untuk nantinya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kalurahan Kemadang, Gunungkidul.

Kegiatan sosialisasi dan visitasi ini menjadi salah satu kegiatan dari serangkaian program pemberdayaan ekonomi masyarakat Kalurahan Kemadang melalui program PPK Ormawa KSK Biogama. Keterlibatan perguruan tinggi dan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi tonggak optimalisasi penjualan dan pemasaran berbasis digital pada produk ‘Lautic Nori’. Harapannya, digitalisasi marketing ini mampu mengenalkan produk inovasi nori berbahan Ulva ke seluruh wilayah Indonesia, memperluas jangkauan konsumen, dan mampu meningkatkan penjualan demi mewujudkan ekonomi sirkular dan peningkatan kapasitas pendapatan masyarakat pesisir, Kalurahan Kemadang, Gunungkidul. [Penulis: KSK]

Visitasi Kemendikti Saintek ke Program PPK Ormawa KSK Biogama: Apresiasi atas Inovasi Pemanfaatan Ulva sebagai Bahan Nori

Kegiatan MahasiswaPengabdian kepada Masyarakat Senin, 17 November 2025

Gunungkidul, 9 November 2025 — Tim PPK Ormawa KSK Biogama Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan visitasi dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikti) bidang Sains dan Teknologi (Saintek) dalam rangka evaluasi pelaksanaan program unggulan desa kewirausahaan, Pemanfaatan Ulva sebagai Bahan Nori. Kegiatan di Rumah Makan Sepanjang Indah, Gunungkidul, Sabtu (8/11/2025).


Kegiatan visitasi ini merupakan bagian dari peninjauan langsung pelaksanaan program PPK Ormawa 2025, bertujuan untuk mengevaluasi dan menilai capaian, dampak, dan manfaat program, serta mengkaji keberlanjutan program setelah masa pendanaan berakhir. Visitasi ini dihadiri oleh perwakilan Belmawa, Filmada Ocky Saputra M.Eng selaku juri peninjau dan Amelinda Gamarosa T., selaku juri pendamping, Ismail Basuki, S.T. selaku Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kreativitas Mahasiswa, Bapak Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Sc. selaku  dosen pembina KSK Biogama, Bapak Sutono selaku  Kepala Desa Kemadang, Ibu Suwarni selaku Ketua Kelompok Sayuk Rukun, serta 22 anggota kelompok Sayuk Rukun yang menjadi kelompok sasaran utama dalam program.

Sebagai bagian dari agenda visitasi, kegiatan juga menampilkan demonstrasi langsung proses produksi nori berbahan dasar rumput laut Ulva yang dilakukan oleh anggota Kelompok Sayuk Rukun. Melalui kegiatan ini, Belmawa berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan mentah hingga pembentukan lembaran nori siap saji. Dalam sambutannya, perwakilan Belmawa menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kolaborasi dan sinergi yang terjalin antara tim mahasiswa KSK Biogama dan kelompok mitra masyarakat

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, dengan adanya diskusi ringan antara pihak Belmawa, Kepala Desa Kemadang, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kreativitas Mahasiswa, dan dosen pembina KSK. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam mempresentasikan hasil program sekaligus berbagi pengalaman selama proses pemberdayaan berlangsung. Kegiatan ditutup dengan ucapan penutup dari Ibu Suwarni selaku Ketua Kelompok Sayuk Rukun, dilanjutkan oleh dosen pembina KSK Biogama dan perwakilan Belmawa. Acara kemudian diakhiri dengan makan siang bersama, menandai berakhirnya kegiatan visitasi dengan penuh keakraban dan rasa syukur atas kerja sama yang terjalin antara mahasiswa, dosen, pemerintah desa, dan masyarakat Desa Kemadang, Gunungkidul. Program ini ditargetkan mampu mencapai keberlanjutan dan menjadi contoh nyata pemberdayaan masyarakat berbasis sains dan teknologi, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi lokal melalui inovasi produk pangan ramah lingkungan berbahan dasar Ulva sp. [Penulis: KSK]

Tim MBKM Penelitian UGM Paparkan Hasil Penelitian Aplikasi Biofertilizer pada Tanaman Krisan di Lumbung Mataraman Kedungpoh

Pengabdian kepada Masyarakat Selasa, 11 November 2025

Kedungpoh, Sabtu (1/11) bertempat di Balai Padukuhan Kedungpoh Kidul, mahasiswa MBKM Penelitian yang dibimbing oleh Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc menyampaikan hasil penelitian aplikasi biofertilizer dan insektisida organofosfat pada tanaman krisan. Pemaparan hasil ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam bundle program MBKM Penelitian dengan tema Eskalasi biofertilizer sebagai agen bioremediasi residu insektisida organofosfat pada tanaman krisan (Chrysanthemum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respons tanaman krisan terhadap perlakuan insektisida organofosfat yang umum digunakan oleh masyarakat dalam praktik pertanian pasca aplikasi biofertilizer.

Kegiatan diskusi dan pemaparan hasil penelitian ini juga dihadiri oleh beberapa dosen dari Fakultas Biologi UGM yaitu Drs. Hari Purwanto, M.P., Ph.D. dan Ludmilla Fitri Untari, S.Si., M.Si., serta Direktur Lumbung Mataraman Kedungpoh, Didik Purnomo, S.Pd. dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kedungpoh. Mahasiswa yang tergabung dalam program MBKM di Lumbung Mataraman Kedungpoh adalah Ahmad Aris Budi Rohman, Delia Sawanda Syarifatullah, Regina Nilamsari, dan Zahra Afriani.

Kegiatan ini diawali sambutan dari Direktur Lumbung Mataraman yang menyampaikan apresiasi serta harapannya untuk keberlanjutan kerjasama dengan UGM. Didik Purnomo menyebut kegiatan penelitian yang dilakukan ini menjadi upaya pemanfaatan Lumbung Mataraman Kedungpoh menjadi lahan pengelolaan pertanian organik terpadu. “Kami masyarakat yang bekerja di Lumbung Matraman Kedungpoh sangat terbuka dan berterima kepada mahasiswa UGM yang telah melakukan penelitian di sini untuk mendukung Lumbung Mataraman Kedungpoh menjadi lahan percontohan organik”, tuturnya.

Selanjutnya Ketua Tim MBKM Penelitian UGMdi Lumbung Mataraan, Dr. Dwi Umi Siswanti S.Si., M.Sc, menyampaikan ungkapan terima kasih kepada KWT Kedungpoh yang telah banyak membantu dan membimbing mahasiswa saat penelitian di lapangan. “Penelitian ini semoga menjadi salah satu pilar dalam pemanfaatan biofertilizer sebagai agen penyedia nutrien, agen remediasi sekaligus anti hama dan penyakit tanaman”, Dwi Umi menyampaikan harapannya.

Kegiatan diskusi hasil penelitian ini merupakan upaya penyebarluasan informasi guna merwujudan SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 2 (Tanpa Kelaparan), SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab) dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (TIMDUS).

Diseminasi Hasil Diversifikasi Pangan Berbahan Krisan Organik: Sinergi Tim MBKM UGM dan KWT Kedungpoh, Gunungkidul

Pengabdian kepada Masyarakat Selasa, 11 November 2025

Kedungpoh (1/11) – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Pengabdian Kepada Masyarakat (MBKM PKM) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali mengusung kegiatan pengabdian masyarakat yang digawangi oleh Dr. Dwi Umi Siswanti, S. Si., M. Sc. di Kalurahan Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul. Tim ini melibatkan 4 orang mahasiswa, yaitu Zahra Afriani, Regina Nilamsari, Delia Sawanda Syarifatullah, dan Ahmad Aris Budi Rohman. Tema yang diusung adalah  “Produksi  Chrysant Candy- Chrysant Syrup sebagai Diversifikasi  Pangan Inovatif Berbasis Krisan Organik di Lumbung Mataraman”  yang merupakan program lanjutan dari semester sebelumnya.

Kegiatan pengabdian kali ini digelar dalam skema diseminasi hasil diversifikasi pangan berbahan krisan organik serta pelatihan packaging dan marketing produk yang dilaksanakan di Aula Lumbung Mataram. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Lumbung Mataraman Kedungpoh, Didik Purnomo, staf Pemerintah Desa Kedungpoh dan 20 orang Kelompok Wanita Tani (KWT) Kedungpoh yang terlibat aktif dalam program pengembangan budidaya dan olahan krisan. Tim menyampaikan hasil pengembangan produk olahan berbasis bunga krisan berupa sirup krisan dan permen krisan yang telah dikemas menarik dan telah dipasarkan secara online maupun direct. “Kami berharap formula sirup dan permen krisan ini dapat dikembangkan luas di KWT Gunungkidul serta menjadi oleh-oleh khas Gunungkidul suatu saat nanti”, ungkap Dwi Umi dalam presentasinya di hadapat KWT Kedungpoh. “Semoga kerjasama Lumbung Mataraman dan UGM terus terjalin untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan petani, khususnya KWT Kedungpoh”, kata Didik dalam penyampaian harapannya.

Melalui sinergi ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang budidaya ramah lingkungan, tetapi juga telah mampu mengembangkan produk olahan krisan berupa sirup dan permen krisan. Produk-produk ini telah mendapatkan pesanan dari berbagai daerah, menandai keberhasilan program pengabdian ini dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kelompok wanita tani. Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dalam kegiatan ini karena mampu mempraktikkan hasil pendampingan secara langsung dan memperoleh manfaat ekonomi nyata.

Diseminasi hasil ini menjadi langkah penting dalam memastikan keberlanjutan program pengabdian, memperkuat kolaborasi masyarakat dan akademisi, serta menegaskan komitmen terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini mendukung SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 2 (Tanpa Kelaparan), SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 8 (Pekerjaaan Layak dan Pertumbuhan  Ekonomi), SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). (TIMDUS)

PkM-MBKM Fakultas Biologi UGM: Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati, Dusun Kebondalem, Desa Madurejo, Prambanan, Sleman, Tuntas Praktik Pembuatan Biobriket, Jawab Solusi Energi dan Limbah Mandiri

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Senin, 10 November 2025

Sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat, Tim PkM-MBKM Fakultas Biologi UGM telah melaksanakan sesi praktik intensif pembuatan biobriket pada Minggu, 9 November 2025, bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Dusun Kebondalem, Desa Madurejo, Prambanan, Sleman. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari sosialisasi sebelumnya, menunjukkan komitmen UGM dalam mendampingi komunitas secara berkelanjutan. Sesi praktik dirancang secara komprehensif, diawali dengan upaya membangun kebersamaan dan kesehatan melalui Senam Pagi Bersama. Kegiatan kemudian berfokus pada pelatihan teknis pembuatan biobriket inti. Tim MBKM menilai sesi praktik ini krusial untuk memastikan transfer pengetahuan berjalan efektif, mengubah pemahaman teoritis menjadi keterampilan aplikatif yang menunjang kemandirian energi dan potensi ekonomi anggota KWT.


Kegiatan praktik inti dipandu oleh enam mahasiswa Biologi UGM, serta didampingi oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., selaku dosen pembimbing lapangan, dan aktivis UMKM Sleman, Dian Sartika, S.Si., M.Sc. Bimbingan dari para ahli dan mahasiswa memastikan kualitas transfer pengetahuan yang tinggi dalam setiap tahapan. Dengan dipandu oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Azra Belva Naprilian, Pradhika Cikal Malika, Nova Nana Nadiya, Husna Ainun Rahmawati, Avriena Lintang Aulia Riefa’i, dan Syahrazad Sherin Dzuan Hijra, anggota KWT dilatih secara mendalam menguasai tahapan krusial produksi biobriket dari limbah organik. Praktik dimulai dengan teknik karbonisasi limbah menggunakan metode less smoke burn barrel, dilanjutkan dengan pencampuran arang halus dengan perekat tapioka, pencetakan menjadi bentuk seragam, dan proses penjemuran. Pelatihan ini menekankan pada identifikasi limbah yang sesuai dan menghasilkan adonan briket yang padat serta memiliki daya bakar optimal.

KWT Melati menyambut baik inisiatif praktik ini dan melihat produksi biobriket sebagai solusi ganda yang sangat menjanjikan. Biobriket tidak hanya bermanfaat untuk mengurangi tumpukan sampah organik di desa secara signifikan. Produk ini juga berpotensi besar menjadi alternatif sumber penghasilan berkelanjutan bagi anggota komunitas. Dampak positif ini meluas ke sektor lingkungan, di mana pemanfaatan limbah mampu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan volume sampah di TPA. Kegiatan praktik ditutup dengan sesi evaluasi produk biobriket yang telah dihasilkan. Program ini selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan solusi energi terbarukan berbasis komunitas.

Eksplorasi Potensi Bahan Lokal: Lerak, Rosella dan Telang untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah” bersama Anggota PKK RT 01 dan RT 02 Dusun Blotan, Wedomartani, Sleman, Yogyakarta melalui PKM-MBKM Fakultas Biologi UGM

Pengabdian kepada Masyarakat Senin, 10 November 2025

Mahasisa Biologi yang tergabung dalam tim Pengabdian kepada Masyarakat – Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM-MBKM) Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada 2025, di bawah  bimbingan Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St. sukses melanjutkan pelaksanaan rangkaian kegiatan edukatif di Dusun Blotan, Wedomartani, Sleman Yogyakarta. Pada tanggal 11 Oktober 2025 telah dilaksanakan kegiatan dengan topik “Eksplorasi Potensi Bahan Lokal: Lerak, Rosella dan Telang untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah” bersama Anggota PKK RT 01 dan RT 02 Dusun Blotan, Wedomartani, Sleman, Tim ini terdiri dari empat mahasiswa aktif Fakultas Biologi, UGM Angkatan 2022 yaitu Karima Salsabila (22/497198/BI/11012), Ristya Nadaa Shabrina (22/498042/BI/11033),Ainu Lifah Windia Sari (22/494555/BI/20973), dan Salma Dwiyanti (22/502511/BI/11064). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta pemanfaatan biji tanaman lerak sebagai bahan pencuci kain batik atau peralatan dapur serta pemanfaatan bunga telang dan rosella sebagai pewarna alami makanan atau minuman. Pemanfaatan bahan alam ini diharapkan dapat untuk mempromosikan peluang usaha mikro, kecil atau menengah yang ramah lingkungan. Selain itu pemanfaatan biji lerak untuk bahan pencuci kain batik juga  penting untuk mendukung industri batik tulis serta pelestarikan teknik pewarnaan tradisional Indonesia.


Dalam pemaparannya, Prof. Kumala Dewi MSc.St. menjelaskan bahwa bunga rosella dan telang mengandung pigmen antosianin yang menghasilkan warna alami menarik seperti merah, ungu, hingga biru. Pewarna alami ini tidak hanya memberikan nilai tambah keindahan pada makanan, tetapi juga mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Kedua tanaman tersebut dapat diolah menjadi bahan pewarna untuk minuman, kue, dan berbagai olahan pangan lainnya, sehingga dapat menjadi alternatif yang lebih sehat dan aman dibanding menggunakan pewarna sintetis. Dalam kegiatan ini, Prof Kumala Dewi MSc.St. memperkenalkan salah satu olahan bunga rosella yaitu sirup rosella yang dinikmati bersama warga Dusun Blotan yang mengikuti acara pelatihan. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada buah lerak, tanaman lokal yang mengandung saponin, yaitu zat alami penghasil busa. Lerak telah lama digunakan sebagai pembersih tradisional dan kini dikembangkan menjadi sabun cair alami yang ramah lingkungan. Dalam kegiatan ini, peserta dijelaskan mengenai proses pembuatan sabun lerak, mulai dari ekstraksi buah, penyaringan, hingga formulasi sabun cair herbal. Hasilnya menunjukkan bahwa sabun berbahan dasar lerak mampu menghasilkan busa yang cukup banyak tanpa perlu tambahan bahan kimia berbahaya.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Banyak di antara peserta yang tertarik untuk mencoba mengembangkan produk berbasis bahan alami di lingkungan masing-masing. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat tumbuh kesadaran baru bahwa inovasi ramah lingkungan dapat dimulai dari pemanfaatan sumber daya alam yang ada di sekitar. Dengan semangat “Dari Alam, Untuk Alam”, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pendidikan, penelitian, dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Kegiatan pengabdian yang mengusung tema pewarna alam ini juga mendukung pelaksanaan SDGs terutama pilar 12 yaitu tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta pilar ke 15 yaitu tentang Ekosistem Daratan, dimana pada pilar ini ditekankan pentingnya upaya melindungi, memulihkan, dan meningkatkan penggunaan ekosistem bumi secara berkelanjutan yang dapat dimulai dengan tindakan mengelola hutan secara tepat, menjaga biodiversitas, dan keanekaragaman hayati.

Tags: SDG 12 : Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
SDG 15 : Ekosistem Daratan

1234…39

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Jadwal KKN-PPM UGM Periode 1 dan 2 Tahun 2026
  • Dosen Tunghai University Taiwan Bagikan Riset Genetika Kupu-Kupu di Guest Lecture Fakultas Biologi UGM
  • Musyawarah Anggota KSAT 2025
  • FAKULTAS BIOLOGI UGM GELAR WORKSHOP AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN 2026
  • Fakultas Biologi UGM Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Badan Karantina Indonesia
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju