Yogyakarta, 25 April 2026 – Program Studi Magister Biologi, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan kuliah lapangan Mata Kuliah Etnobiologi di kawasan Candi Prambanan pada Sabtu, 25 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pembelajaran berbasis konteks (contextual learning) yang terintegrasi dengan pendekatan interdisipliner antara biologi dan budaya.
Mata kuliah ini berada di bawah koordinasi akademik Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc. selaku koordinator mata kuliah, dengan salah satu pengampu Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D. Eng. yang memfasilitasi pelaksanaan kuliah lapangan ini. Dalam kapasitasnya sebagai koordinator, Prof. Ratna Susandarini berperan strategis dalam merancang arah pembelajaran, memastikan keselarasan capaian pembelajaran, serta mengintegrasikan pendekatan etnobiologi dalam kurikulum Magister Biologi secara komprehensif.
Kegiatan ini mengangkat relief candi sebagai sumber data ilmiah untuk mengeksplorasi relasi manusia dan fauna dalam perspektif sejarah dan budaya. Mahasiswa melakukan observasi langsung terhadap representasi hewan dalam relief yang menggambarkan kisah Ramayana dan Krisnayana, dua narasi penting dalam tradisi klasik Jawa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengidentifikasi bentuk morfologi fauna yang tergambar dalam relief, tetapi juga menganalisis makna simbolik, ekologis, dan kultural dari representasi tersebut. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana pengetahuan lokal masa lampau merekam interaksi manusia dengan keanekaragaman hayati dalam bentuk visual yang kaya makna.
Dalam pernyataannya, Ibu Zuliyati Rohmah menekankan bahwa etnobiologi membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami biodiversitas secara lebih holistik. “Relief candi menjadi arsip budaya yang merekam bagaimana manusia masa lalu mengamati, mengenali, dan memberi makna terhadap fauna di sekitarnya. Ini adalah bentuk pengetahuan yang sangat relevan untuk dikaji dalam konteks biologi modern,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendukung implementasi Outcome-Based Education (OBE), khususnya dalam penguatan kemampuan analisis kritis, sintesis lintas disiplin, serta keterampilan interpretasi berbasis data lapangan.
Lebih lanjut, kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain: SDG 4 (Quality Education): melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lapangan. SDG 11 (Sustainable Cities and Communities): dengan pemanfaatan situs warisan budaya sebagai sumber pembelajaran. SDG 15 (Life on Land): melalui peningkatan kesadaran terhadap keanekaragaman hayati, dan SDG 13 (Climate Action): melalui penguatan literasi lingkungan dan relasi manusia-alam.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Program Studi Magister Biologi UGM dalam menghadirkan pendidikan biologi yang integratif, kontekstual, dan berorientasi pada keberlanjutan, dengan memposisikan budaya sebagai bagian penting dalam memahami sistem kehidupan.



