
Pengabdian kepada MasyarakatRilis BeritaTajuk Kamis, 7 September 2023

Pengabdian kepada MasyarakatTajuk Senin, 4 September 2023
Pada hari Minggu, 30 Juli 2023 telah dilaksanakan sosialisasi potensi labu susu sebagai bahan makanan anti stunting kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Dusun Kebondalem, Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Hibah Pengabdian Masyarakat berbasis Pemanfaatan Hasil Penelitian dan Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang berjudul “ Optimalisasi Produksi Tepung Labu Susu dan Strategi Pemasaran Online Marketing sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan, Ekonomi, dan Anti Stunting di Desa Madurejo Daerah Istimewa Yogyakarta”. Kegiatan ini diikuti oleh 22 anggota KWT Melati Dusun Kebondalem, serta dihadiri tim TTG yaitu Prof. Dr. Purnomo, M.S., Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Nurpuji Mumpuni S.Si., M.Kes., Dian Sartika S.Si., M.Sc., dan beberapa mahasiswa Fakultas Biologi. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembagian doorprize untuk menambah semangat para peserta serta menambah keakraban sesama peserta dan tim pelaksana.



Materi pendahuluan disampaikan oleh ketua peneliti, Prof. Dr. Purnomo, M.S Prof Purnomo menyampaikan terkait ilmu budidaya, sistematika, serta potensi bagi pertanian masyarakat. Di hari yang sama, pematerian dilanjutkan oleh Ibu Nurpuji Mumpuni, S.Si., M.Kes. tentang pencegahan stunting. Materi disampaikan mengenai dasar pengertian dan konsep stunting serta bahaya yang dialami. Kemudian dengan memanfaatkan labu susu, Ibu Puji menyampaikan potensi labu susu sebagai nutrisi yang cukup untuk kebutuhan balita khususnya dalam mencegah stunting karena kandungan nutrisi yang tinggi pada labu susu. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang stunting kepada Masyarakat utamanya untuk mencegah.
Pengabdian kepada MasyarakatTajuk Selasa, 1 Agustus 2023
BKSDA Jawa Timur menyerahkan material biologis untuk diperiksa menggunakan DNA Forensik
[Yogyakarta, 27 Juli 2023] – Sebuah kolaborasi untuk memberantas perdagangan satwa illegal dilakukan oleh dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan berhasil mengidentifikasi asal geografis orangutan hasil selundupan dengan menggunakan teknologi DNA forensik. Keberhasilan ini merupakan kolaborasi antara Fakultas Biologi UGM dan Balai Konservasi Sumberdaya Alam Provinsi Jawa Timur. Bermula dengan BKSDA Jawa Timur meminta bantuan Dr. Dwi Sendi Priyono dari Lab Sistematika Hewan, Fakultas Biologi UGM untuk mengidentifikasi subspecies dan asal geografis orangutan hasil selundupan pada 14 Juli 2023.
Orangutan, sebagai salah satu primata besar yang terancam punah, menjadi target perburuan ilegal yang mengkhawatirkan bagi kelangsungan hidup spesies ini. Penyelundupan orangutan dan hasil dari perdagangan ilegal hewan liar ini telah mengancam kelestarian populasi orangutan di berbagai wilayah. Orangutan yang berhasil diselamatkan dari penyelundupan ini masih bayi dan petugas di lapangan sulit mengidentifikasi asal usul bayi orangutan tersebut. Dalam upaya untuk mengungkapkan informasi yang lebih akurat mengenai asal usul orangutan hasil selundupan, Dr. Dwi Sendi Priyono, Dosen Laboratorium Sistematika Fakultas Biologi UGM melakukan analisis DNA forensik untuk menyelesaikan permasalahan ini. Dr. Sendi juga dibantu fasilitas genetik oleh Bu Dra. Tuty Arisuryanti, M.Sc., Ph.D dari Lab Genetika dan Pemuliaan.
Dengan menggabungkan data dari sampel DNA orangutan dengan basis data genetik orangutan yang luas, Dr. Sendi berhasil mengidentifikasi dengan tepat asal geografis spesimen orangutan yang diselundupkan. Hasilnya menunjukkan orangutan tersebut adalah Pongo pygmaeus wurmbii, yang memiliki sebaran alami di Kalimantan bagian barat daya dan tengah.
Dr. Dwi Sendi Priyono, menyatakan, “Kami mengapresiasi banyak pihak yang berkontribusi dalam upaya melindungi keberadaan orangutan dan hewan-hewan liar lainnya. Hasil ini diharapkan dapat membantu para penegak hukum dan pihak berwenang untuk membantu proses pelepasliaran hingga melacak rute perdagangan ilegal yang lebih luas lagi, sehingga tindakan pencegahan lebih efektif dapat dilakukan.” Hasil ini menegaskan pentingnya kerjasama antara akademisi, pemerintah, dan lembaga konservasi untuk melindungi keanekaragaman hayati dan memitigasi perburuan ilegal yang merusak ekosistem. Dengan adanya hasil identifikasi asal geografis orangutan hasil selundupan, diharapkan penegakan hukum akan lebih efektif dan pelaku perdagangan hewan liar dapat diadili dengan lebih tegas.

Dokumentasi Foto orangutan oleh BKSDA Jawa Timur
Pengabdian kepada MasyarakatPengelolaan Sampah Senin, 31 Juli 2023
Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan sampah organik, mahasiswa KKN-PPM UGM Periode 2 melaksanakan program pemberdayaan warga Pedukuhan Gegunung, Kelurahan Sendangsari, Kecamatan Pengasih. Kegiatan penyuluhan Teknologi Biokonversi Sampah Organik dengan Larva Black Soldier Fly (BSF) diinisiasi oleh Sophia Salsabila di bawah bimbingan Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D. Acara ini dilakukan pada 23 Juli 2023 dengan mengundang narasumber Drs. Henri Supranto selaku pimpinan Omah Maggot Jogja. Sejumlah perwakilan warga dari masing-masing RT di Pedukuhan Gegunung turut hadir dan antusias dalam penyelenggaraan acara penyuluhan ini.
Maggot BSF atau belatung adalah larva dari lalat Black Soldier Fly dengan nama latin Hermetia Illucens. Dalam penjelasannya, Drs. Henri Supranto memaparkan bahwa maggot memiliki potensi yang luar biasa. Maggot BSF dapat membantu permasalahan sampah organik karena bisa mengurai sampah-sampah organik dengan sangat cepat. Budidaya maggot juga mudah dikerjakan dan tidak membutuhkan lahan yang luas. Bahkan keuntungannya semua bagian yang ada di maggot ini bisa dijual. Bagi peternakan seperti unggas atau ikan, larva BSF dapat digunakan untuk pakan. Adapun kasgot bisa digunakan untuk pupuk. Oleh karena itu dengan adanya penyuluhan ini, harapannya warga di Pedukuhan Gegunung dapat turut berkontribusi dalam upaya pengelolaan sampah organik dengan melakukan budi daya maggot.
Pengabdian kepada Masyarakat Jumat, 28 Juli 2023
Pada Rabu, 26 Juli 2023, tim Hibah Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Pendidikan bagi Pembangunan Berkelanjutan Fakultas Biologi UGM dengan ketua pelaksana Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Si., Ph.D. dan anggota Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc. serta Donan Satria Yudha, M.Sc. melaksanakan kegiatan Diskusi Pengembangan Kurikulum dan Modul Pembelajaran dengan Pengelola Desa Wisata Pentingsari. Kegiatan ini merupakan rangkaian peningkatan kapasitas dari Sekolah Ekologi yang berhasil dirintis dan dibangun melalui pelaksanaan Hibah yang sama ditahun sebelumnya. Sekolah Ekologi merupakan program yang dibangun sebagai komitmen kerjasama antara Fakultas Biologi UGM dengan Kampung Satwa.
Kegiatan diskusi yang juga dihadiri oleh founder Kampung Satwa, Hanif Kurniawan, S.H., Pengelola Sekolah Alam Yogyakarta, Fery Ghozali serta Pengelola Desa Wisata Pentingsari yaitu Ibu Ning dan Pak Nugroho berjalan dengan lancar. Diskusi diawali dengan penyampaian maksud dan tujuan pihak Fakultas Biologi UGM dalam mengunjungi Desa Wisata Pentingsari. Diskusi dilanjutkan dengan sharing informasi mengenai ketersediaan tanaman dan atau tumbuhan, hewan, serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Desa Wisata tersebut. Diskusi juga membahas sedikit mengenai sejarah nama “pentingsari” dan lokasi desa yang diapit oleh Kali Kuning dibagian barat dan Kali Pawon dibagian timur. Selain itu, melalui diskusi ini juga ditemukan cerita-cerita keramat mengenai sikap masyarakat terhadap lingkungan yang mana sekarang ini terdapat penjelasan ilmiahnya.
Pak Fery juga turut memberikan pengetahuannya mengenai lingkungan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang dilakukan di Sekolah Alam Yogyakarta sehingga, kami, pihak Fakultas Biologi UGM mendapat pengetahuan baru, pencerahan dan gambaran mengenai pelaksanaan “Sekolah Ekologi” yang akan dilakukan. Diskusi kemudian ditutup dengan melakukan survey lokasi untuk melihat langsung keadaan lingkungan serta ketersediaan flora dan fauna yang ada di Desa Wisata Pentingsari.





Hasil dari diskusi ini adalah perlu dibuat question list yang diperuntukkan bagi Pengelola Desa Wisata se-Kabupaten Sleman mengenai ke-khas-an flora dan fauna, cerita-cerita keramat yang ada dimasyarakat dengan atau tidak ada penjelasan ilmiah serta sikap masyarakat terhadap lingkungan. Dengan diadakannya diskusi ini diharapkan dapat mempermudah penyusunan dokumen pembelajaran sehingga dapat terbentuk kurikulum dan modul yang dapat memberikan manfaat dan dapat diimplementasikan oleh Desa Wisata se-Kabupaten Sleman.
Pengabdian kepada Masyarakat Jumat, 28 Juli 2023
Pedukuhan Mrican merupakan salah satu perdukuhan di Kelurahan Caturtunggal yang padat penduduknya, namun demikian Lahan-lahan sempit di Pedukuhan Mrican telah di manfaatkan untuk menanam berbagai jenis sayur dengan sistem vertikultur dan buah-buahan dalam polibeg besar atau pot untuk mendukung keasrian lingkungan. Wilayah Padukuhan Mrican cukup asri dengan semangatnya warga menanam berbagai tanaman di halaman rumah yang dikoordinatori oleh Kelompok Wanita Tani “Srikandi”. Kelompok Wanita Tani “Srikandi” juga mengelola demplot kebun sayur dan buah seluas 500 m2 untuk mendukung program ketahanan pangan di daerah perkotaan.
Semakin tingginya Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang semakin tinggi menjadi sebuah harapan besar bagi estafet kelestarian untuk generasi yang akan datang Salah satu hobi baru yang mulai diminati oleh masyarakat perkotaan adalah kegiatan memelihara lebah madu (urban beekeeping). Kegiatan urban beekeeping di Indonesia yang tercatat di media massa pertama kali dilakukan pada tahun 2016 dan sejak saat itu aktivitas urban beekeeping semakin dikenal oleh masyarakat (Rooseboom, 2016). Klanceng (Hymenoptera: Apidae: Meliponini) merupakan salah satu kelompok serangga eusosial yang hidup bersama di dalam sarang. Di alam klanceng berperan penting dalam membantu proses penyerbukan tanaman, penghasil madu, pollen, serta propolis.
Padukuhan Mrican mempunyai potensi untuk dikembangkan model aktivitas urban beekeeping karena potensi lahan hijau yang cukup luas dan masyarakat aktif dalam program kelestarian lingkungan. Program beternak lebah madu di tengah kota bisa dilakukan, karena tidak membutuhkan lahan luas seperti hutan atau kebun dan dapat menjadi lahan ekonomi produktif untuk masyarakat. Dengan program pengabdian masyarakat ini ke depannya kegiatan budidadaya lebah di perkotaan bisa semakin bertambah dengan banyaknya lahan penghijauan. Program menghijaukan lingkungan sekitar rumah tidak akan pernah merugikan, selain menjadi suplai oksigen ternyata dapat dimanfaatkan oleh aktivitas ekonomi yang cukup menjanjikan.



Berdasarkan hal tersebut tim Pengabdian Fakultas Biologi UGM dan Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Gadjah Mada pada Rabu, 26 Juli 2023, melaksanakan program pengabdian masyarakat berbasis Education for Sustainable Development (ESD) kepada kelompok Wanita Tani “Srikandi” Padukuhan Mrican, Kalurahan Caturtunggal, Depok, Sleman
Pada acara tersebut dihadiri oleh Bapak Sumarji, sebagai Dukuh Mrican, Caturtunggal yang sekaligus membuka acara dan juga dihadiri oleh Bapak Wardoyo selaku PPL Kaponewon Depok, Sleman. Pelaksanaan Program tersebut meliputi (1) Sosialisasi penerapan tiga pilar Pendidikan bagi pembangunan berkelanjutan (ESD) di masyarakat kaitannya dengan pentingnya pelestarian lingkungan, peningkatan ekonomi dan sosial yang disampaikan oleh Soenarwan Hery Poerwanto, S.Si., M.Kes. (2) Pengenalan Budidaya Klanceng disampaikan oleh Drs. Hari Purwanto, M.P.,Ph.D. (3) Praktek Budidaya Klanceng disampaikan oleh Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes.
Manfaat program dari urban beekeeping adalah kegiatan ini mampu memberikan pengalaman edukasi yang sangat potensial untuk dikembangkan. Lebah madu yang dulu pada umumnya hanya bisa ditemukan di daerah hutan atau pedesaan, kini bisa menjadi hewan peliharaan di wilayah perkotaan. Karena kegiatan memelihara lebah ini dilakukan secara bersama-sama, selain manfaat lingkungan, terdapat manfaat sosial dan juga ekonomi yang warga rasakan. Program pengabdian kepada masyarakat berbasis Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan di Padukuhan Mrican akan dikembangkan sebagai model Urban beekeeping yang ramah lingkungan karena potensi lahan hijau yang cukup luas dan masyarakat aktif dalam program kelestarian lingkungan.
Catatan: dalam kegiatan ini, istilah lebah madu mengacu pada kelompok lebah penghasil madu yang meliputi klanceng (Apidae: Meliponini) dan lebah madu (Apidae: Apini: APis)
Sumber acuan:
Rooseboom, H. 2016. Honey Bee Honey: Beekeeping in Cibubur. Indonensia expat
Pengabdian kepada Masyarakat Kamis, 27 Juli 2023
Kegiatan Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu Tri Dharma Universitas yang wajib dilakukan oleh setiap para civitas akademika. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menjalin komunikasi dan relasi dengan masyarakat sekitar, terutama untuk mengetahui problem-problem apa saja yang muncul. Komunikasi dan relasi yang terbentuk diharapakan dapat menjadi sumber informasi yang saling melengkapi dan solusi yang inovatif bagi setiap problem yang muncul.
Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi bersama Mahasiswa KKN YO-108 mengadakan kegiatan dengan tema ”Sosialisasi Metode Pengendalian Hama Ulat Grayak pada Bawang Merah dengan Pendekatan Biologis”. Tema tersebut dibuat atas usul mahasiswa bernama Shiddarta Arya, mahasiswa Biologi UGM angkatan 2020 yang menjadi anggota mahasiswa KKN YO-108 di wilayah Demangrejo, Kapanewon, Sentolo, Kulon Progo. Tema tersebut dipilih dikarenakan masyarakat petani di wilayah Demangrejo mempunyai problem serangga hama perusak tamanan bawang merah di daerah tersebut yang sangat merugikan. Kegiatan sosialisasi diikuti oleh anggota Kelompok Tani bawang merah dan perangkat desa Kelurahan Demangrejo. Kegiatan dimulai pukul 10 dan dibuka oleh Bapak Carik. Pada kegiatan ini Ibu Dr. Siti Sumarmi (Dosen) dan R. Hanindyo Adi Prabowo, S.Si., M.Sc (mahasiswa S3) sebagai narasumber dari Fakultas Biologi UGM menyampaikan presentasi tentang ‘Pengenalan jenis ulat grayak pada tanaman bawang merah dan Pengendalian hama secara hayati.




Setelah pemaparan materi tersebut di atas selanjutnya dilaksanakan diskusi tentang problem gangguan serangga pada pertanian bawang merah dan cara pengendalian yang telah dilakukan, evaluasi dan solusi. Diskusi sangat interaktif dan komunikatif karena banyak pertanyaan menarik dari para peserta terutama terkait cara teknis pemanfaatan pengendalian hama secara hayati. Dari hasil diskusi diperoleh informasi bahwa hama ulat grayak yang merusak tanaman bawang merah telah dapat teridentifikasi jenis serangganya, yaitu jenis Spodotera exigua dan Spodoptera litura. Beberapa tanaman diperkenalkan sebagai alternatif pengendalian yaitu tanaman Lantana camara (tembelekan), insulin, wedusan dan ketul sebagai insektisida herbal yang dapat dimanfaatkan para petani dalam usaha pengendalian hama secara hayati. Demikian juga cara pembuatan insektisida herbal tersebut juga di sampaikan secara rinci sehingga petani bawang bisa mencoba cara pengendalian dengan empat jenis tanaman tersebut. Kegiatan tersebut di atas dapat berjalan dengan lancar dan baik atas kerjasama yang sangat baik antara Fakultas Biologi UGM, terutama bapak Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. (Dekan Fakultas Biologi UGM); Bapak dan Ibu Staf kelurahan Demangrejo, terutama Bapak Lurah Gunawan, Bapak Carik, Para Mahasiswa KKN UGM sebanyak 12 orang, Bapak dan Ibu peserta kegiatan sebanyak 19 orang. Oleh karena itu kami sampaikan banyak terima kasih kepada seluruh pendukung kegiatan tersebut.
Demikian semoga apa yang telah dilaksanakan dalam kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat petani bawang merah di desa Demangrejo, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo.
PenelitianPengabdian kepada MasyarakatRilis BeritaTajuk Jumat, 21 Juli 2023
Pada tanggal 12-15 Juli 2022, Dosen Fakultas Biologi UGM Akbar Reza, M.Sc bersama Puji Lestari, S. Hut, M.Sc yang merupakan dosen di Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner Sekolah Vokasi UGM melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat di Kotabaru, Kalimantan Selatan, tepatnya di Desa Hilir Muara dan Desa Gedambaan. Kegiatan yang merupakan kerjasama lintas sektor antara Social Development Studies Center (SODEC) UGM, Fakultas Biologi UGM, PT. Mubadala Energy, Politeknik Kotabaru dan Pemerintah daerah ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2020. Kegiatan di Desa Hilir Muara berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir dengan pendampingan utama pada Pokdarlis (Kelompok Sadar Lingkungan Asri), UMKM Desa (Hilir Muara Cinta Bumi), dan Bank Sampah (Bank Cinta Lingkungan Hilir Muara).Beberapa program yang diinisiasi meliputi Pembuatan Greenhouse untuk tanaman bernilai ekonomi dan khas Kalimantan, optimalisasi komposter, termasuk inisasi kerjasama dengan BUMDES dan pendampingan proses perizinan BPOM untuk UMKM lokal. Program-program tersebut diinisiasi atas keprihatinan akan kelestarian ekosistem pesisir yang sesungguhnya memberikan jasa ekosistem yang tinggi, terlebih dalam menghadapi krisis iklim. Lebih lanjut, permasalahan sampah juga menjadi permasalahan untuk daerah-daerah pesisir yang selain mengurangi estetika, juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dalam jangka panjang,






Kegiatan dilanjutkan di Desa Gedambaan yang berfokus pada kajian keanekaragaman hayati pesisir. Pada kesempatan ini, Akbar Reza, M.Sc sebagai tenaga ahli di bidang Ekologi dan Konservasi dan Puji Lestari, S.Hut, M.Sc sebagai tenaga ahli di bidang Kehutanan bertanggung jawab untuk melakukan justifikasi terkait teknik dan lokasi penanaman mangrove, penentuan petak ukur permanen (PUP), dan metode monitoring sebagai inisiasi untuk monitoring jangka panjang. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini didampingi secara intens oleh Fitra Nofra, S.Si dan Gema Starliantri, S.Hut sebagai Biodiversity Officer dari PT. Mubadala Energy, bekerjasama dengan Politeknik Kotabaru dan Pemerintah Desa Gedambaan sebagai aktor utama. Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga perencanaan program penanaman tanaman khas Kalimantan bekerjasama dengan KBH Pulau Laut Sebuku di Blok Jasling area Bukit Mamake.Lebih lanjut, secara jangka panjang program-program ini diharapkan memiliki nilai ekonomi yang dapat mendukung kehidupan masyarakat lokal.
Secara umum, kegiatan penelitian dan program pemberdayaan ini secara simultan mendukung program-program nasional seperti Desa PROKLIM, adaptasi perubahan iklim, dan pelestarian ekosistem karbon biru berbasis masyarakat lokal. Besar harapan agar program-program yang dilaksanakan memang secara nyata mampu membantu masyarakat pesisir sebagai masyarakat rentan terhadap perubahan iklim. Selain itu, program-program diharapkan mampu membawa perubahan, baik dari aspek lingkungan maupun ekonomi
Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Senin, 17 Juli 2023
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada yang dilakukan oleh Prof. Dr. Kumala Dewi MSc.St. bersama dua orang mahasiswa yaitu Alfina Damayanti (20/458260/BI/10493) dan Estherina Claudya Manurung (20/461037/BI/10588) telah berjalan dengan sejak bulan April 2023 dan kembali pada hari Minggu, tanggal 11 Juni 2023 telah dilaksanakan penyuluhan tentang penanaman sayuran dengan teknik vertikultur dan hidroponik kepada ibu-ibu kelomppok PKK RT 01 Dusun Blotan, Wedomartani, Sleman. Kegiatan dilaksanakan pada jam 09:00 sampai 11:00 WIB di Pendopo Blotan dan dihadiri oleh 15 anggota. Penjelasan tentang metode bertanam sayuran secara vertikultur dan hidroponik disampaikan oleh Prof. Dr. Kumala Dewi MSc.St. Teknik vertikultur merupakan teknik budidaya tanaman yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Teknik ini, bertujuan untuk memanfaatkan lahan sempit sehingga lebih optimal. Bibit sayuran yang akan ditanam dapat disesuaikan dengan kebutuhan, memiliki nilai ekonomis tinggi, berumur pendek, dan berakar pendek. Tanaman sayuran yang sering dibudidayakan secara vertikultur antara lain selada, kangkung, bayam, pokcoy dan caisim. Adapun Hidroponik adalah metode menanam sayuran tanpa menggunakan tanah, di mana tanaman ditanam dalam larutan nutrisi yang kaya akan unsur hara. Sistem hidroponik memanfaatkan air secara efisien dan mengurangi penggunaan air dibandingkan dengan metode pertanian tradisional. Keuntungan hidroponik meliputi pertumbuhan tanaman yang lebih cepat, kontrol nutrisi yang lebih baik, dan pengurangan risiko penyakit. Komponen A mix berisi nutrisi makro seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta beberapa elemen mikro yang diperlukan oleh tanaman. Nutrisi makro ini biasanya terdapat dalam bentuk garam anorganik yang larut dalam air, seperti nitrat (NO3–), fosfat (PO4–), dan kalium nitrat (KNO3). Komponen B mix berisi nutrisi tambahan seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), serta unsur mikro yang juga penting bagi tanaman. Dalam praktek hidroponik penting untuk memantau dan mengelola pH dan EC (konduktivitas listrik) larutan nutrisi secara teratur. Selain itu pH larutan harus dijaga agar tetap dalam kisaran yang sesuai untuk penyerapan nutrisi oleh tanaman, biasanya sekitar 5,5 hingga 6,5. Dalam kesempatan praktek vertikultur dan hidroponik ini dibantu oleh bapak Edi dari SG. Agroniaga, Tajem, Yogyakarta. Selain itu ibu-ibu anggota PKK Rt 01 Blotan yang ikut juga mendapat planter bag system vertikultur serta benih sayuran untuk praktek dirumah masing-masing. Pada pertemuan dan penyuluhan yang akan dating diharapkam ibu-ibu yang telah memperoleh planter bag dan benih dapat membawa dan menunjukkan hasil tanaman vertikultur yang telah dicoba.


Pengabdian kepada MasyarakatTajuk Rabu, 5 Juli 2023
Kegiatan ini merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Berbasis Desa Binaan Tahun 2023 dari Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada. Program Pengabdian kepada Masyarakat Desa Binaan ini berfokus mengoptimalkan budidaya kelengkeng dan lebah klanceng lokal unggulan dengan menerapkan teknik yang tepat berdasarkan Sistem Pertanian Terpadu (Simantri) dalam upaya meningkatkan produktivitas masyarakat Desa Sinduadi. Ketua Tim Program Hibah Pengabdian adalah Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes. dengan anggota 1 dosen Fakultas Biologi UGM yaitu Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M. Agr. Sc. dan 1 anggota dosen Fakultas Pertanian UGM yaitu Tri Joko, S.P., M.Sc., Ph.D.





Tim Program PkM-Desa Binaan Biologi UGM melakukan sosialisasi pengenalan Program Pengabdian kepada Masyarakat Desa Binaan yang dilaksanakan di Balai Desa Sinduadi. Sosialisasi dilaksanakan pada 27 Juni 2023 di Balai Desa Sinduadi. Pada kegiatan tersebut melibatkan dosen, teknisi lapangan, dan mahasiswa dari Fakultas Biologi UGM yaitu Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes., Yusuf Sulaiman, S.IP., Dian Sartika, S.Si., M.Si., Adib Fakhruddin Yusuf, S.Si., dan Prima Sekti Kusnanda.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan oleh Kepala Desa Sinduadi yaitu Senen Haryanto, S.E., dilanjutkan sambutan dari Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes. sebagai Ketua Pelaksana Program. Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes. menyampaikan bahwa Program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Desa Binaan ini memiliki konsep keterpaduan antara budidaya Kelengkeng Sleman dan pemanfaatan Lebah Klanceng sebagai pollinator alami sehingga terbentuk Sistem Pertanian Terpadu. Kegiatan selanjutnya dilaksanakan sosialisasi oleh Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes. mengenai pengenalan Lebah Klanceng serta sosialisasi dari Yusuf Sulaiman, S.IP. tentang pengenalan Kelengkeng Sleman yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat Desa Sinduadi. Sebagai penutup dari kegiatan sosialisasi ini, terdapat penyerahan secara simbolis tanaman Kelengkeng Sleman oleh Tim PkM-Desa Binaan kepada Kepala Desa Sinduadi dan Kelompok Tani. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 orang dari Kepala Desa, Penyuluh Pertanian Lapangan yaitu Syaiful Hadi, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Wanita Tani (KWT), teknisi lapangan, dosen, dan mahasiswa. Kegiatan sosialisasi ini akan dilanjutkan dengan agenda berikutnya yaitu penyuluhan dan pelatihan budidaya Kelengkeng Sleman dan Lebah Klanceng.