Arsip:
Rilis Berita
Tim PkM-MBKM 2025 yang dipimpin oleh Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si. dengan anggota Jovanka, Khansa Fauziah Rachman, Samantha Sonya Putri, dan Dhea Amelia telah melaksanakan praktik pembuatan sabun herbal serta pengemasan dan pemasaran produk bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Amanda pada Minggu, 16 November 2025 di Padukuhan Kepuh Wetan, Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Dalam kegiatan ini, anggota KWT mendapatkan panduan langsung mengenai pemanfaatan komoditas pekarangan menjadi produk yang dapat dipasarkan. Kegiatan difokuskan pada dua materi utama, yaitu praktik pembuatan sabun herbal serta pengemasan dan pemasaran produk olahan telang, rosella, jahe, dan serai. Pengemasan dan strategi pemasaran merupakan aspek penting dalam meningkatkan nilai tambah suatu produk, terutama bagi kelompok usaha berbasis rumah tangga seperti Kelompok Wanita Tani (KWT). Kemasan yang baik tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi media informasi, identitas merek, dan daya tarik visual yang memengaruhi minat beli konsumen. Sementara itu, strategi pemasaran yang tepat baik melalui penjualan langsung maupun pemanfaatan platform digital dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, serta membantu pelaku usaha kecil mengembangkan keberlanjutan ekonomi.
Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai proses pembuatan sabun herbal, mulai dari pengenalan bahan alam yang aman digunakan, perbandingan komposisi, teknik pencampuran, hingga tahap pencetakan sabun. Anggota KWT Amanda juga diinformasikan mengenai fungsi setiap bahan, potensi variasi bentuk dan aroma, serta standar keamanan produk agar dapat diproduksi secara konsisten. Setelah pemaparan materi, anggota KWT Amanda melakukan praktik langsung pembuatan sabun dengan bimbingan tim. Selanjutnya, kegiatan berfokus pada pengemasan dan strategi pemasaran untuk produk olahan berbahan dasar telang, rosella, jahe, dan serai. Tim menyampaikan prinsip dasar desain kemasan, pentingnya identitas produk (branding), serta cara membuat label yang menarik dan informatif. Selain itu, anggota KWT juga memperoleh materi mengenai pemasaran produk lokal melalui berbagai saluran, baik penjualan langsung maupun melalui platform digital, agar produk yang dihasilkan memiliki nilai saing di pasaran.
Anggota KWT berperan aktif dalam praktik membuat sabun herbal dan juga diskusi mengenai cara memasarkan produk herbal secara mandiri. Partisipasi aktif para anggota menjadi indikator bahwa keterampilan yang diberikan relevan dan dapat diterapkan dalam pengembangan usaha rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan sumber daya pekarangan, memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan (SDG 2), mendorong penggunaan bahan alami yang menyehatkan (SDG 3), membuka peluang usaha skala kecil berbasis potensi lokal (SDG 9), serta memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat (SDG 17).
Tim MBKM Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM mengadakan pelatihan budidaya microgreen dan hidroponik kepada masyarakat di Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul pada tanggal 13 November 2025. Kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan dalam tema “Family-based Food Estate: Lumbung Pangan Keluarga melalui Budidaya Tanaman Pangan di Rumah di Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul”. Peserta kegiatan adalah ibu-ibu anggota PKK Kalurahan, yang merupakan perwakilan setiap padukuhan yang ada Kalurahan Karangmojo. Kegiatan ini merupakan bagian dari matakuliah MBKM Pengabdian kepada Masyarakat mbangun desa, untuk mendorong sinergi dan kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi di lapangan guna meningkatkan pertanian berkelanjutan.
Tim MBKM Pengabdian kepada Masyarakat ini, dipimpin oleh Dosen Fakultas Biologi UGM (Ludmilla Fitri Untari, S.Si. M.Si.) dengan anggota tim yaitu Dosen Fakultas MIPA (Umi Mahnuna Hanung, S.Si., M.Si.) dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM (Nirina Adelita Putri, Vara Dellya, K.H. Mahadhevy Ryrathna Vidhantyka, dan Agnes Dwi Eka).
Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu Kalurahan Karangmojo dan setidaknya terdapat 35 peserta. Peserta pelatihan terdiri dari berbagai latar belakang dan berpengalaman dalam bidang pertanian, mulai dari petani tradisional, petani organik hingga petani teknologi terdepan. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Bapak Agus Budiyono, selaku Lurah Karangmojo. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan presentasi mengenai microgreen dan hidroponik oleh dosen dan mahasiswa. Setelah sesi pemaparann presentasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Masyarakat Kalurahan Karangmojo sangat antusias dalam menyimak dan bersemangat dalam sesi tanya jawab pada pelaksanaan pelatihan ini. Setelah sesi tanya jawab berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan microgreen oleh mahasiswa serta pembagian paket microgreen kepada ibu-ibu Kalurahan Karangmojo. Selain pemaparan mengenai teknik budidaya microgreen dan hidroponik serta praktek budidaya microgreen, di dalam pelatihan juga memberikan arahan mengenai potensi pasar untuk pemasarannya. Pelatihan diakhiri dengan menonton video pendek terkait microgreen dan hidroponik.
Sebagai kesimpulan, pertanian microgreen maupun hidroponik dapat menjawab tantangan urban farming untuk dapat menyediakan pangan keluarga secara sustainable. Selain itu, tanaman konsumsi microgreen mengandung lebih banyak nutrisi (10-40 kali lebih banyak daripada tanaman dewasa) sehingga lebih sehat. Salah satu keunggulan lainnya adalah cepat panen, perawatannya mudah, dan harga jual yang cukup tinggi dan stabil. Pertanian microgreen juga dapat menjawab permasalahan mengenai mahalnya harga pakan ternak dan ketersediaan yang berkurang di masa musim kemarau. Biji jagung atau sorghum (canthel) dapat ditanam dengan teknik microgreen ini sebagai pakan ternak. Dalam waktu yang singkat (7 – 14 hari) tanaman microgreen dapat dikonsumsi ternak dalam bentuk pakan yang segar dan mengandung nutrisi yang lebih banyak.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan ibu-ibu Kalurahan Karangmojo bisa menerapkan swasembada pangan di rumah dengan berfokus pada budidaya tanaman pangan yang mudah, terjangkau, dan bergizi. Upaya ketahanan pangan melalui lumbung pangan masyarakat dapat menjadi pintu gerbang untuk meningkatkan kemampuan ekonomi warga dan meningkatkan kapasitas SDM berbasis pengetahuan akademik yang dimiliki oleh akademisi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini selaras dengan beberapa tujuan SDGs (Sustainable Development Goals), yakni SDG 1: No Poverty serta mendukung pertanian berkelanjutan yang meningkatkan ketahanan pangan dan nutrisi; SDG 2: Zero Hunger; SDG 3: Good health and Well-being; SDG 4: Quality Education; SDG 8: Decent Work and Economic Growth serta mendorong inovasi dan modernisasi praktik pertanian; SGD 9: Industry, Innovation, and Infrastructure; SGD 12: Responsible consumption and production; dan SGD 15: Life on land.
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Tahun 2025 melalui penyelenggaraan pelatihan kedua yang bertema “Seni Botani dengan Media Cat Air dan Merchandising”. Pelatihan yang diselenggarakan pada Sabtu, 15 November 2025 ini merupakan kerja sama antara Fakultas Biologi UGM, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, serta Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA), dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pematerian disampaikan oleh Prima Milawati dari IDSBA. Pada kegiatan ini, peserta diarahkan untuk memperdalam keterampilan teknis dalam menghasilkan ilustrasi botani yang presisi dan artistik melalui penggunaan cat air. Warga Desa Sumberagung serta mahasiswa Fakultas Biologi UGM turut serta dalam kegiatan yang dirancang untuk memperkenalkan seni botani sebagai media yang menggabungkan aspek ilmiah dan estetika.
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai berbagai alat dan bahan yang digunakan dalam proses lukis botani, meliputi jenis kuas, pilihan kertas, komposisi warna, dan fungsi masking fluid sebagai pelindung area tertentu selama pewarnaan. Peserta kemudian mempelajari beberapa teknik dasar cat air yang umum digunakan dalam ilustrasi botani. Teknik wet-on-wet diperkenalkan untuk membantu peserta memahami cara menghasilkan gradasi warna yang halus dan natural, sedangkan teknik dry brush digunakan untuk mempertegas detail halus seperti tekstur kulit buah, urat daun, atau permukaan objek lainnya. Sebagai objek latihan, spesies jambu lokal Indonesia (Syzygium samarangense) dipilih karena karakter bentuk dan warnanya yang kuat, sehingga cocok digunakan untuk mempelajari anatomi visual sekaligus akurasi penggambaran.
Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi digitalisasi karya menggunakan aplikasi Krita. Pada sesi tersebut, peserta diperlihatkan tahapan-tahapan dalam mengubah ilustrasi menjadi karya digital yang siap diolah menjadi berbagai produk turunan. Pendekatan ini membuka wawasan bahwa karya seni botani tidak hanya sebatas hasil lukisan di atas kertas, tetapi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk turunan yang bernilai ekonomis. Beragam bentuk merchandise dapat dihasilkan dari karya digital tersebut, seperti postcard, tote bag, stiker, gantungan kunci, hingga berbagai suvenir lain yang dapat dipasarkan sebagai produk kreatif. Dengan demikian, digitalisasi karya tidak hanya memperluas fungsi ilustrasi botani, tetapi juga memberikan peluang bagi peserta untuk memanfaatkan seni sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif.
Sebagai rangkaian dari Program Inovasi Seni Nusantara 2025, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah yang memperkuat keberlanjutan praktik seni botani di Desa Sumberagung maupun di lingkungan akademik. Melalui pelatihan teknik cat air hingga pemanfaatan karya dalam bentuk digital dan merchandise, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga gambaran mengenai bagaimana seni dapat membuka peluang ekonomi sekaligus menjadi sarana pelestarian keanekaragaman hayati lokal. Fakultas Biologi UGM, ISI Yogyakarta, bersama Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA) berharap antusiasme dan kemampuan yang tumbuh dari kegiatan ini dapat terus berkembang sehingga seni botani dapat menjadi bagian dari wadah kolaborasi yang memberi manfaat nyata bagi berbagai pihak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berkontribusi terhadap SDGs (Sustainable Development Goals) nomor 4 (quality education); nomor 11 (sustainable cities and communities); nomor 15 (life on land); dan nomor 17 (partnerships for the goals).
Sampah organik rumah tangga masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan, termasuk di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dewasa ini, permasalahan sampah di wilayah Yogyakarta menjadi hal yang masih belum terselesaikan sepenuhnya. Banyak masyarakat masih belum dapat mengelola sampah organik yang mereka hasilkan, sehingga menimbulkan masalah pencemaran lingkungan. Sebagian besar masyarakat masih membuang sampah organik bercampur dengan anorganik, sehingga proses penguraian alami terhambat dan menimbulkan pencemaran lingkungan.
Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan edukasi dan praktik pengelolaan sampah organik di Desa Ngemplak Asem, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, pada Minggu (9/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-MBKM) yang bertujuan meningkatkan kesadaran serta kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara berkelanjutan.
Program ini digagas oleh tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang terdiri atas Anasya Zabna Sabilla, Salsa Fathiyah Hanim, Agung Miftah, dan Hafidz Alfitra Salam, di bawah bimbingan Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. Program tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan di desa Ngemplak yang memiliki banyak peternakan dan lahan pertanian, sehingga menghasilkan volume sampah organik cukup tinggi. Melihat potensi tersebut, tim mahasiswa memperkenalkan metode ember tumpuk dan composter bag sebagai inovasi sederhana,
ekonomis, dan ramah lingkungan untuk mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos yang bernilai guna.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi mengenai urgensi pengelolaan sampah organik terhadap kesehatan lingkungan dan potensi ekonominya bagi masyarakat. Selanjutnya, warga dilibatkan secara langsung dalam praktik penggunaan ember tumpuk dan composter bag. Melalui penerapan metode ember tumpuk, peserta memperoleh pemahaman mengenai proses pengelolaan sampah organik dengan sistem bertingkat yang memanfaatkan aktivitas maggot sebagai agen biokonversi untuk mempercepat proses dekomposisi bahan organik.
Sementara itu, pada penerapan metode composter bag, warga diperkenalkan pada teknik pengomposan berbasis pelapisan bahan organik kering dan basah yang diperkaya dengan bioaktivator mikroba guna mengoptimalkan proses fermentasi hingga dihasilkan kompos padat yang siap diaplikasikan pada lahan pertanian atau tanaman pekarangan.
Masyarakat terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka aktif berdiskusi dan bertanya mengenai mekanisme penguraian sampah, pemanfaatan kompos padat maupun cair, serta potensi pengelolaan maggot sebagai pakan ternak atau penyubur tanaman pekarangan.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si., selaku dosen pembimbing kegiatan, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat mahasiswa dan partisipasi aktif masyarakat. “Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara mandiri, efisien, dan berkelanjutan. Dengan kreativitas dan pemanfaatan teknologi sederhana, limbah organik dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan maupun ekonomi warga,” ungkapnya.
Metode ember tumpuk dan composter bag diharapkan dapat menjadi solusi aplikatif dalam mengurangi volume sampah organik rumah tangga, sekaligus menghasilkan pupuk alami yang dapat dimanfaatkan untuk kebun dan lahan pertanian warga. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan di wilayah pedesaan.
Inisiatif ini juga merupakan bagian dari komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 11 (responsible cities and communities), nomor 12 (responsible consumption and production), dan nomor 15 (life on land). Ke depan, tim PKM-MBKM berencana melaksanakan kegiatan pendampingan lanjutan agar teknologi pengelolaan sampah organik tersebut dapat diterapkan secara mandiri dan konsisten oleh masyarakat Desa Ngemplak Asem.
Kabar membanggakan kembali datang dari kancah internasional. Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih 2nd Winner (Juara Umum), Gold Medal, serta penghargaan Favorite Poster pada subtema Health dalam ajang 4th International Youth Summit (IYS) Essay Competition 2025 yang diselenggarakan di Thailand. Tim yang terdiri atas Aryan Mustamin (ketua tim), Salsabila Faradisa Nuris, dan Zahrotin Saleha dari Fakultas Biologi UGM, di bawah bimbingan Dr. biol.hom. Nastiti Wijayanti, S.Si., M.Si., tampil gemilang melalui karya inovatif bertajuk “SweetGuard: Enzyme Powder for Converting HFCS Fructose into D-Allulose to Maintain Blood Glucose Levels and Metabolic Health.” Karya tersebut berhasil mencuri perhatian dewan juri berkat gagasan ilmiah yang menggabungkan bioteknologi, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu inovasi yang aplikatif.
SweetGuard merupakan bubuk enzim hasil fermentasi mikroba yang mampu mengonversi fruktosa dari High Fructose Corn Syrup (HFCS) menjadi D-allulose, sejenis gula langka rendah kalori yang aman bagi metabolisme tubuh. Melalui pendekatan bioteknologi ramah lingkungan, enzim ini dikembangkan dalam bentuk stabil dan siap digunakan pada industri makanan dan minuman sebagai solusi pemanis yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Kami ingin menghadirkan solusi bioteknologi yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga aplikatif bagi industri pangan. SweetGuard mampu mengubah hingga 71% fruktosa menjadi D-allulose, sehingga produk akhir memiliki kadar gula lebih rendah tanpa kehilangan rasa manis alami,” ujar Aryan Mustamin, ketua tim.
Menurut Salsabila Faradisa Nuris, ide SweetGuard lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya kasus penyakit metabolik akibat konsumsi gula berlebih. “Selama ini, sirup jagung tinggi fruktosa banyak digunakan karena murah dan manis, namun berisiko bagi kesehatan. Kami ingin menciptakan solusi yang tetap memberikan rasa manis, tetapi dengan dampak metabolik yang jauh lebih baik,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil uji laboratorium, enzim ini menunjukkan performa tinggi pada pH 8 dan suhu 55°C, dengan efisiensi konversi mencapai 33–71%. Kinerja ini menjadikan SweetGuard sebagai kandidat potensial untuk dikembangkan di industri pangan sebagai pemanis rendah kalori yang lebih ramah tubuh dan lingkungan.
Zahrotin Saleha menambahkan bahwa inovasi ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDG 13 (Climate Action). “Kami ingin membuktikan bahwa inovasi anak muda Indonesia dapat menjawab tantangan global di bidang kesehatan dan keberlanjutan,” tuturnya.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Fakultas Biologi UGM, tetapi juga menegaskan komitmen kampus dalam mendorong kolaborasi riset antara mahasiswa dan dosen pembimbing untuk menghasilkan inovasi yang berdampak nyata. Di bawah arahan Dr. biol.hom. Nastiti Wijayanti, S.Si., M.Si., tim ini mampu mengintegrasikan konsep ilmiah dan penerapan industri secara sinergis, menghasilkan karya yang diakui secara internasional.
Melalui capaian ini, tim berharap SweetGuard dapat dikembangkan lebih lanjut menuju tahap komersialisasi dan penerapan luas di industri pangan, sehingga menjadi bagian dari solusi global untuk gaya hidup yang lebih sehat, berkelanjutan, dan inovatif. [Penulis: SweetGuard Team]
Laboratorium Biokimia Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada melanjutkan rangkaian Workshop Biokimia Analitik 2025 dengan penyelenggaraan Paket III pada tanggal 7–9 November 2025. Paket ini mengusung tema “Pengenalan Metabolomik dan GC-MS dalam Drug Discovery” sebagai tahap lanjutan dari dua paket sebelumnya yang berfokus pada preparasi, identifikasi awal, dan analisis bioaktivitas senyawa metabolit sekunder dari bahan alam. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkenalkan peserta pada pendekatan analitik berbasis metabolomik, pengenalan dan operasional instrumen Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS), serta analisis berbasis jejaring farmakologi yang menjadi bagian penting dalam pengembangan bioprospeksi modern dan penemuan obat dari bahan alam sumber daya hayati. Pelatihan diikuti oleh 27 peserta yang berasal dari berbagai wilayah dan lembaga, baik dari lingkungan internal (9 peserta) maupun eksternal UGM (18 peserta), yang salah satunya peserta internasional dari King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang (Thailand). Peserta berasal dari berbagai jenjang dan profesi, mulai dari mahasiswa S1 dan S3, dosen, laboran, hingga peneliti aktif di bidang kimia, biologi, dan riset bahan alam.
Kegiatan Paket III dimulai dari 7 hingga 9 November 2025 dan dibuka secara resmi oleh Prof. Dra. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc., Ph.D., selaku Kepala Laboratorium Biokimia Fakultas Biologi UGM. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa metabolomik merupakan pendekatan yang semakin krusial dalam riset multidisipliner karena mampu memberikan gambaran mendalam mengenai profil metabolit, karakter kimia, dan potensi bioaktif suatu organisme. Pembukaan dilanjutkan dengan sesi pre-test sebelum masuk ke pemaparan materi inti. Pada hari pertama, peserta mendapatkan tiga materi utama, yaitu Good Laboratory Practice oleh Prof. Dr. Yekti Asih Purwestri, M.Si, Pengantar Metabolomik oleh Dr. Tri Rini Nuringtyas, M.Sc., serta Pengenalan GC-MS oleh tim trainer dari PT Ditek Jaya, yang juga memberikan penjelasan langsung mengenai komponen dan prinsip kerja instrumen GC-MS di Laboratorium Biokimia. Sesi hari pertama diakhiri dengan pengenalan instrumen secara langsung serta asistensi persiapan praktikum untuk hari berikutnya. Hari kedua pelatihan sepenuhnya difokuskan pada praktik GC-MS yang dipandu oleh tim trainer dari PT Ditek Jaya bersama para asisten Laboratorium Biokimia. Kegiatan hari ke dua difokus pada pemrosesan dan analisis data metabolomik, serta praktik Analisis Multivariat yang dibimbing secara langsung oleh Dr. Tri Rini Nuringtyas, M.Sc. bersama para asisten. Hari ke tiga disi dengan materi dan praktik Analisis Jejaring Farmakologi untuk Bioprospeksi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Eng. Wisnu Ananta Kusuma, S.T., M.T.. Selain itu, peserta juga diberi kesempatan untuk melakukan pengenalan eksplorasi menggunakan perangkat I-Prime untuk pemodelan network pharmacology yang lebih sederhana yang disampaikan oleh Dr. Heru Cahya Rustamaji. Kegiatan diakhiri dengan sesi post-test, diskusi, dokumentasi, serta penutupan oleh jajaran narasumber dan pengelola laboratorium.
Melalui rangkaian tiga hari pelatihan dibawah koordinasi Tyas Ikhsan Himawan, S.Si. M.S, Ph.D, telah berhasil menggabungkan antara teori, praktik laboratorium, analisis data, dan kajian interdisipliner, diharapkan pelatihan Paket III Workshop Biokimia Analitik 2025 ini mampu memberikan pengalaman komprehensif bagi peserta dalam memahami dan menerapkan metode-metode lanjutan dalam eksplorasi senyawa bahan alam. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam bidang biokimia analitik, tetapi juga mendukung pengembangan riset metabolomik, bioinformatika, dan penemuan obat berbasis keanekaragaman hayati Indonesia.
Yogyakarta, 30 Oktober 2025 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Guest Lecture yang menghadirkan Dr. Axel Dalberg Poulsen dari Royal Botanic Garden Edinburgh, dengan topik menarik berjudul “How Many Gingers Are in Borneo?” di Auditorium Biologi Tropika dan dihadiri oleh dosen serta mahasiswa Fakultas Biologi UGM.
Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., yang menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Dr. Axel ke Fakultas Biologi. Dalam sambutannya, Prof. Budi menyatakan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi pintu kolaborasi lebih lanjut dalam bidang riset dan akademik antara Fakultas Biologi UGM dan Royal Botanic Garden Edinburgh.
Dalam kuliahnya, Dr. Axel memberikan paparan terkait famili Zingiberaceae (jahe-jahean) yang memiliki sekitar 2000 genus di seluruh dunia, dan di Pulau Borneo saja terdapat 24 genus dan sekitar 260 spesies. Namun, angka tersebut bersifat dinamis karena terus berubah seiring penemuan spesies baru atau peninjauan ulang klasifikasi taksonomi. Beliau mengenalkan banyak jenih jahe-jahean yang ia dan koleganya temui di sepanjang Pulau Borneo atau Kalimantan.
Beliau juga menyoroti berbagai tantangan dalam penelitian jahe, antara lain kesulitan pengumpulan sampel di lapangan, keterbatasan akses ke lokasi tipe, serta keterbatasan dalam penelitian molekuler. Selain itu, banyak spesimen lama yang sudah rusak atau tidak dapat digunakan, sehingga diperlukan pengumpulan ulang dari lokasi asli.
Dalam kuliahnya, Dr. Axel turut mengajak mahasiswa berkontribusi dan berkolaborasi dalam penelitian biodivesitas tumbuhan di Indonesia, khususnya jahe. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang sesi kuliah dan tanya jawab, yang berlangsung interaktif dan inspiratif.
umum ini diharapkan memberikan inspirasi dan pengetahuan kepada mahasiswa, serta sejalan dengan komitmen Fakultas Biologi UGM terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 15: Kehidupan di Darat, melalui peningkatan pemahaman dan konservasi keanekaragaman hayati, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi internasional di bidang riset biodiversitas tropis.
Sebagai penutup seluruh rangkaian BIOSPHERE 8, Closing Ceremony sukses diselenggarakan pada hari Minggu, 2 November 2025 di Auditorium Fakultas Biologi UGM. Tahun ini, BIOSPHERE 8 mengusung tema “Sains, Cipta, dan Masa Depan Bumi: Peran Generasi Muda dalam Menyongsong Peradaban Berkelanjutan”. Tema ini menjadi ruang refleksi dan inspirasi tentang bagaimana ilmu pengetahuan, mulai dari biologi molekuler hingga neurosains, dapat dirumuskan menjadi landasan kesadaran ekologis dan tindakan nyata. Sebagai puncak dari kegiatan BIOSPHERE 8, acara ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, serta seluruh peserta lomba.
Rangkaian kegiatan dibuka oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sesi sambutan. Sambutan pertama dibawakan oleh Dr. Fajar Sofyantoro, S.Si., M.Sc. selaku Koordinator Kegiatan kemahasiswaan Fakultas Biologi UGM. Sambutan kedua dibawakan langsung oleh H. Anies Rasyid Baswedan, S. E., M.P. P., Ph. D melalui penayangan video. Setelah sambutan, acara dilanjutkan sesi Awarding Biosphoria yang berlangsung dengan penuh sukacita. Perolehan juara Biosphoria pada rumpun seni antara lain, Best Performance Tari Tradisional dimenangkan oleh tim Nabila Najwa Aulia dari Biologi angkatan 2025, Best Performance Vocal dimenangkan oleh Diandra Azhariyavi Insiraty dari Biologi 2023, Best Creation Fotografi dimenangkan oleh Najla Hasibuan dari Biologi angkatan 2025, Best Creation Poster Digital dimenangkan oleh Azkia Humairah dari Biologi angkatan 2025. Sementara perolehan juara pada rumpun olahraga antara lain, Champion Futsal dimenangkan oleh Tenaga Kependidikan Fakultas Biologi dan Runner up dimenangkan oleh perwakilan mahasiswa Biologi angkatan 2024, Champion Badminton Putra dimenangkan oleh saudara Emil Salim dari Keluarga Mahasiswa Pascasarjana dan Runner up dimenangkan oleh saudara Qais Zaidan Altaf dari angkatan 2025, Champion Badminton Putri dimenangkan oleh saudari Aqmarina Fitri dari Keluarga Mahasiswa Pascasarjana dan Runner up dimenangkan oleh saudari Layla Oktavia dari angkatan 2023, Champion Tenis Meja dimenangkan oleh Dwi Indartanto dari Tenaga Kependidikan Fakultas Biologi UGM dan Runner up dimenangkan oleh Denianto Agung Wicaksono dari angkatan 2022, Champion Voli dimenangkan oleh perwakilan mahasiswa Biologi angkatan 2022 dan runner up dimenangkan oleh perwakilan Biologi angkatan 2024, serta pada Champion Mobile Legends dimenangkan oleh perwakilan Biologi angkatan 2024 dan runner up didapatkan oleh perwakilan mahasiswa Biologi angkatan 2022. Seluruh pemenang lomba tampak sangat gembira atas seluruh capaian yang diperoleh. Sesi ini ditutup dengan penampilan vokal yang dibawakan oleh Diandra Azhariyavi Insiraty sebagai Best Performance Vocal Biosphoria.
Memasuki rangkaian selanjutnya, yaitu Talkshow dengan tema “Dari Balik Buku Teori untuk Inspirasi Aksi Demi Ibu Pertiwi. Sesi ini dipandu oleh Bapak Tyas Ikhsan selaku moderator, dengan menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Riza Arief Putranto, DEA, Ph.D. dan Abdul Ghofar, S. Pd. Selaku Science Communicator, Bapak Riza membawakan materi mengenai kesadaran kognitif melalui pendekatan neurosaintifik terhadap aksi lingkungan. Sementara Bapak Ghofar selaku Public Engagement Campaigner Greenpeace Indonesia membawakan materi mengenai advokasi lingkungan berbasis sains dan aksi kolektif. Talkshow ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada narasumber serta dokumentasi bersama seluruh tamu undangan.
Tibalah saat yang dinantikan, yaitu Awarding BIOSPHERE 8. Tahun ini, BIOSPHERE 8 menyelenggarakan dua cabang perlombaan, yaitu Karya Tulis Ilmiah untuk jenjang mahasiswa, serta Biology Brainiac Competition (BBC) untuk seluruh siswa SMA di seluruh Indonesia. Setelah melalui beberapa tahapan dan seleksi penilaian, terpilihlah perwakilan juara dari masing-masing cabang lomba. Peroleh juara pada Biology Brainiac Competition (BBC) antara lain, Harapan 2 diraih oleh SMAN 1 Kertosono dengan perolehan nilai sebesar 41.08, Harapan 1 diraih oleh SMA 2 Taruna Bhayangkara dengan perolehan nilai sebesar 53.93, Juara 3 diraih oleh SMA YP Vidya Dahana Patra BONTANG dengan perolehan nilai sebesar 59.76, Juara 2 diraih oleh SMA Negeri 7 Yogyakarta dengan perolehan nilai sebesar 61.87, serta Juara 1 diraih oleh SMA ABBS SURAKARTA dengan perolehan nilai sebesar 72.63. Selain itu, terdapat pemenang dengan kategori Best Mix Challenge dan Best Essay Challenge yang diraih oleh SMA ABBS Surakarta. Sementara pada Lomba Karya Tulis Ilmiah, Juara Harapan 2 dimenangkan oleh tim Sandy Saptaji dari Universitas Jenderal Soedirman, Juara Harapan 1 dimenangkan oleh tim Ridho Husni dari Universitas Jenderal Soedirman, Juara 3 LKTI dimenangkan oleh tim Kuny Nahla Adila dari Universitas Jenderal Soedirman, Juara 2 LKTI dimenangkan oleh tim Noval Royaldo dari Universitas Sriwijaya, serta Juara 1 LKTI dimenangkan oleh tim Danendra Dariel Abhinaya dari Universitas Diponegoro. Selain itu, terdapat pemenang dengan kategori Best Poster diraih oleh tim Noval Royaldo dari Universitas Sriwijaya serta Best Presentation diraih oleh tim Danendra Daryl Abhinaya dari Universitas Diponegoro.
Sebagai penutup Closing Ceremony, dilakukan simbolisasi Pengembalian cahaya Kalpataru Amerta. Sebelumnya, cahaya Kalpataru Amerta telah hilang, namun melalui ilmu, karya, dan kebersamaan, serta kesuksesan seluruh rangkaian acara BIOSPHERE 8, cahaya tersebut berhasil dikembalikan. Dengan bersinarnya kembali Kalpataru Amerta, BIOSPHERE 2025 resmi ditutup. [Penulis: Panitia BIOSPHERE]
Sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat, Tim PkM-MBKM Fakultas Biologi UGM telah melaksanakan sesi praktik intensif pembuatan biobriket pada Minggu, 9 November 2025, bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Dusun Kebondalem, Desa Madurejo, Prambanan, Sleman. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari sosialisasi sebelumnya, menunjukkan komitmen UGM dalam mendampingi komunitas secara berkelanjutan. Sesi praktik dirancang secara komprehensif, diawali dengan upaya membangun kebersamaan dan kesehatan melalui Senam Pagi Bersama. Kegiatan kemudian berfokus pada pelatihan teknis pembuatan biobriket inti. Tim MBKM menilai sesi praktik ini krusial untuk memastikan transfer pengetahuan berjalan efektif, mengubah pemahaman teoritis menjadi keterampilan aplikatif yang menunjang kemandirian energi dan potensi ekonomi anggota KWT.
Kegiatan praktik inti dipandu oleh enam mahasiswa Biologi UGM, serta didampingi oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., selaku dosen pembimbing lapangan, dan aktivis UMKM Sleman, Dian Sartika, S.Si., M.Sc. Bimbingan dari para ahli dan mahasiswa memastikan kualitas transfer pengetahuan yang tinggi dalam setiap tahapan. Dengan dipandu oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Azra Belva Naprilian, Pradhika Cikal Malika, Nova Nana Nadiya, Husna Ainun Rahmawati, Avriena Lintang Aulia Riefa’i, dan Syahrazad Sherin Dzuan Hijra, anggota KWT dilatih secara mendalam menguasai tahapan krusial produksi biobriket dari limbah organik. Praktik dimulai dengan teknik karbonisasi limbah menggunakan metode less smoke burn barrel, dilanjutkan dengan pencampuran arang halus dengan perekat tapioka, pencetakan menjadi bentuk seragam, dan proses penjemuran. Pelatihan ini menekankan pada identifikasi limbah yang sesuai dan menghasilkan adonan briket yang padat serta memiliki daya bakar optimal.
KWT Melati menyambut baik inisiatif praktik ini dan melihat produksi biobriket sebagai solusi ganda yang sangat menjanjikan. Biobriket tidak hanya bermanfaat untuk mengurangi tumpukan sampah organik di desa secara signifikan. Produk ini juga berpotensi besar menjadi alternatif sumber penghasilan berkelanjutan bagi anggota komunitas. Dampak positif ini meluas ke sektor lingkungan, di mana pemanfaatan limbah mampu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan volume sampah di TPA. Kegiatan praktik ditutup dengan sesi evaluasi produk biobriket yang telah dihasilkan. Program ini selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan solusi energi terbarukan berbasis komunitas.
Dalam perkuliahan Biologi sel dan molekuler level sarjana yang dilaksanakan pada semester gasal 2025/2026 dengan tim pengampu yaitu : Prof. Dr. Endang Semiarti M.S., MSc., Prof. Dr. Rarastuti Pratiwi MSc., Prof. Dr. Kumala Dewi MSc.St dan Dr. Maryani M.Sc. telah dilakukan kegiatan pengkayaan materi kuliah dengan mengundang salah satu alumni Fakultas Biologi yaitu Budi Santoso Sito Putro S.Si., MSc., yang memberikan sharing ilmu tentang “Teknik Mempelajari Sel”. Budi Santoso Sito Putro telah menyelesaikan studi master degree di Department of Plant Physiology and Plant Molecular Biology, Faculty of Science, Eötvös Loránd University, Budapest. Saat menempuh program S1 di Fakultas Biologi UGM tahun 2010 sampai 2014, Budi Santoso Sito Putro juga mencatat banyak prestasi diantaranya sebagai juara Juara 1 OSN Pertamina Bidang Biology (Best Theory) Tahun 2012 Tingkat Nasional dan salah satu penerima beasiswa Tanoto Foundation.
Kuliah tentang “Teknik Mempelajari Sel” dilakukan secara daring pada hari selasa tanggal 28 Oktober 2025 pukul 19.00 sampai 20.30 WIB. Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan ini ada sejumlah 90 orang yang kebanyakan dari peserta kuliah biologi sel molekuler kelas A dan selebihnya dari kelas B dan C. Dalam kuliah ini Budi Santoso Sito Putro berkesempatan untuk membahas tentang penggunaan tanaman model yaitu Arabidopsis mutan dalam studi fisiologi molekuler serta pengenalan teknik qPCR, isolasi protein, dan Western Blot dari jaringan maupun sel. Dalam paparannya Budi Santoso Sito Putro juga menjelaskan tentang autofagi pada tumbuhan yang merupakan jalur utama transpor intraseluler pada eukariota serta terlibat dalam degradasi vakuola, konstituen sitoplasma, protein yang salah lipat, dan organel yang rusak termasuk kloroplas (klorofagi). Dalam kaitannnya dengan proses autophagi, dijelaskan juga tentang protein ATG yang merupakan sekumpulan gen dan protein kunci yang mengatur proses autofagi, yaitu mekanisme “daur ulang” sel untuk menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidupnya. Dalam konteks ini, protein ATG membantu membentuk dan mengarahkan autofagosom untuk menangkap komponen sel yang rusak lalu mengirimkannya ke lisosom agar diurai menjadi bahan baru. Dalam bidang pertanian, peran ATG menjadi menarik karena autofagi dapat mempengaruhi ketahanan tanaman terhadap stres, seperti kekeringan, serangan patogen, atau kondisi tanah yang kurang nutrisi. Dengan memanipulasi ekspresi gen ATG, peneliti dapat mengupayakan tanaman yang lebih tahan terhadap lingkungan ekstrem, tumbuh lebih efisien, dan meminimalkan kerusakan seluler saat menghadapi tekanan biotik maupun abiotik.
Dari paparan kuliah ini mahasiswa serta dosen pengampu memperoleh tambahan informasi terkini tentang peran protein ATG serta teknik penggunaan alat yang mendukung penelitian molekuler. Kuliah biologi sel dan molekuler dapat mendukung beberapa tujuan SDGs, tetapi yang paling jelas adalah SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), karena pemahaman tentang fungsi sel, gen, dan molekul dasar membantu pengembangan pengobatan, pencegahan penyakit, serta teknologi kesehatan. Selain itu, ilmu ini juga mendukung SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penerapan bioteknologi untuk meningkatkan ketahanan tanaman dan produktivitas pangan, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) karena riset biologi molekuler mendorong inovasi dalam bidang farmasi, bioteknologi, dan teknologi medis. Jadi, kuliah ini pada dasarnya memberi fondasi ilmiah untuk meningkatkan kualitas hidup, ketahanan pangan, dan inovasi berkelanjutan.






















































