Rilis Berita
Pada hari Sabtu, 10 Agustus 2024 BEM Biologi bersama dengan Keluarga Mahasiswa Fakultas Biologi (KMFB) UGM kembali menyelenggarakan kegiatan Biology Festival 2024. Tujuan dari kegiatan Biology Festival adalah untuk memperkenalkan dan mempromosikan Kelompok Studi dan Lembaga kepada mahasiswa baru Fakultas Biologi UGM 2024. Tahun ini, BIOFEST mengusung tema “Puspapura Khatulistiwa: Mengabadikan Napas Kehidupan Nusantara”. Melalui tema tersebut, BIOFEST 2024 berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran akan peran krusial yang dimainkan oleh konservasi dan proteksi terhadap flora dan fauna Nusantara.
Kegiatan BIOFEST 2024 mengundang berbagai kelompok studi dan lembaga Fakultas Biologi, Kelompok studi yang berpartisipasi antara lain adalah KSE (Kelompok Studi Entomologi), KSAT (Kelompok Studi Arsitektur Taman), KSK (Kelompok Studi Kelautan), KSH (Kelompok Studi Herpetologi), BiOSC (Biology Orchid Study Club), dan Formasigen (Forum Mahasiswa Peneliti Genetika). Selain itu, beberapa lembaga yang juga turut berpartisipasi antara lain JMMB (Jamaah Mahasiswa Muslim Biologi), KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik), PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen), Matala Biogama (Mahasiswa pecinta alam), Double Helix, SEMA Fakultas Biologi (Senat Mahasiswa), dan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Biologi. Serta terdapat pula partisipasi oleh salah satu event besar Fakultas Biologi yaitu Biosphere (Biology’s Euphoria in Science and Art).
Pelaksanaan Biology Festival 2024 terbagi menjadi 2 sesi yaitu sesi indoor dan sesi outdoor. Sesi pertama dari BIOFEST 2024, yaitu sesi indoor yang berlangsung pukul 07.30 WIB sampai 10.00 WIB bertempat di Gedung Auditorium Biologi Tropika, acara BIOFEST tahun ini dipandu oleh Master of Ceremony (MC) Raja Steve Sudjatmiko dan Syarifathunnisa Iryanti. Acara indoor dimulai dengan sambutan oleh ketua panitia BIOFEST 2024 yaitu Zafiero Hasby Dzikri, selanjutnya oleh ketua BEM Biologi Kabinet Padma Birawa yaitu Muhammad Nurul Fathoni Adha, serta dilanjutkan sambutan serta simbolisasi oleh Bapak Dr. Fajar Sofyantoro, S.Si., M.Sc. selaku Pembina BEM Fakultas Biologi UGM. Rangkaian acara indoor berfokus pada pematerian dari setiap Kelompok Studi dan Lembaga di Fakultas Biologi UGM. Selain itu, terdapat juga penampilan dari Biotimbre dan Laskar Gebyar.
Sesi selanjutnya adalah sesi outdoor dengan dipandu oleh Master of Ceremony (MC) Ferdy Arif Saputra dan Syifa Aulia Azizah. Rangkaian acara outdoor ini dimulai dengan penampilan Syrinx dan dilanjut dengan penampilan kolaborasi oleh gabungan KS/L dan expo yang dilaksanakan di halaman depan Masjid Al-Hayat. Sesi outdoor ini tidak hanya dimeriahkan dengan KS/L yang sudah disebutkan, tetapi juga terdapat Pengembangan Potensi Mahasiswa (PPM) dan Beasiswa Expo dari Adkesma yang turut mendirikan stand untuk memeriahkan acara BIOFEST 2024. Akhir sesi outdoor diisi dengan penampilan Music Corner dan ditutup dengan penampilan dari Syrinx.
Acara ini diakhiri dengan pengumuman hasil vote dengan nominasi Best Buddies (Kolaborasi Terbaik) yang dimenangkan oleh KSAT X BIOSC, Friendly Face (Stand Ter-Ramah) oleh KSK, dan stand tercantik berhasil dimenangkan oleh Beasiswa Expo dari Adkesma. [Penulis: BEM]
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan bangga mengumumkan kabar gembira bagi civitas akademika dan masyarakat luas. Sasa Davina Ustiya, salah satu mahasiswa baru Fakultas Biologi UGM, berhasil meraih bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Pendidikan Unggul Bersubsidi 100%, yang berarti biaya kuliah Sasa sepenuhnya dibiayai oleh program subsidi, sehingga UKT yang harus dibayarkan adalah sebesar 0 rupiah.
Sasa Davina Ustiya, yang kini berusia 18 tahun, berasal dari sebuah keluarga sederhana di Mayangan, Trihanggo, Gamping, Sleman. Dia merupakan putri dari Suyono, seorang pekerja serabutan yang mengandalkan pekerjaan sebagai buruh bangunan dan pekerjaan lainnya seperti mengecat furnitur serta beternak ayam. Sementara itu, ibunya, Sri Mujiati, saat ini tidak bisa bekerja karena kondisi kesehatannya yang memerlukan perawatan cuci darah rutin setiap minggu sejak tahun 2016. Pendapatan keluarga Sasa tidak mencapai dua juta rupiah per bulan, yang tentunya menimbulkan tantangan finansial yang cukup besar bagi keluarga mereka.
Meski dihadapkan pada keterbatasan ekonomi, Sasa menunjukkan tekad dan semangat yang luar biasa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, khususnya Universitas Gadjah Mada. Dalam wawancaranya, Sasa mengungkapkan bahwa sejak awal ia memang memiliki keinginan kuat untuk bisa menuntut ilmu di Fakultas Biologi UGM. Keinginannya semakin kuat setelah mendengar cerita inspiratif dari seorang guru les yang pernah berkuliah di Fakultas Biologi UGM.
“Saya sangat ingin melanjutkan pendidikan di UGM, terutama di Fakultas Biologi, karena saya ingin mengangkat derajat keluarga saya dan memberikan pemahaman yang lebih ilmiah kepada masyarakat di sekitar saya yang masih sering mengaitkan peristiwa-peristiwa dengan hal-hal yang kurang ilmiah,” kata Sasa dengan penuh semangat.
Kendati demikian, perjalanan Sasa menuju bangku kuliah tidaklah mudah. Sasa sempat merasa ragu apakah ia mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri, terutama karena kekhawatiran akan biaya pendidikan. Ketika masih di SMA, Sasa baru mengetahui bahwa ada program bantuan UKT yang bisa mengurangi beban biaya kuliah, namun ia tidak pernah membayangkan bahwa ia akan mendapatkan subsidi 100%.
“Ketika saya diterima melalui jalur SNBT di Fakultas Biologi UGM, saya merasa sangat bersyukur. Keluarga saya tidak memiliki penghasilan yang besar, dan dengan kondisi ibu yang harus cuci darah setiap minggu, kami tidak memiliki cukup uang untuk biaya kuliah. Namun, berkat program bantuan UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi, saya dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus mengkhawatirkan biaya,” tambahnya.
Keberhasilan Sasa dalam memperoleh subsidi UKT ini menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi di universitas ternama seperti UGM. Dengan adanya program subsidi ini, UGM berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua calon mahasiswa, tanpa terkecuali, untuk mengenyam pendidikan tinggi berkualitas.
Dalam waktu ke depan, Sasa bercita-cita untuk menjadi seorang peneliti yang berkontribusi pada ilmu pengetahuan dan berupaya untuk mengurangi miskonsepsi ilmu di masyarakat. Ia berharap dengan berkuliah di Fakultas Biologi UGM, ia dapat mewujudkan impiannya tersebut dan membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.
Selain itu, Sasa juga memiliki pesan khusus untuk mereka yang berada dalam situasi serupa: “Saya ingin menyampaikan kepada orang-orang bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti mengejar mimpi. Ada banyak sekali beasiswa dan bantuan yang bisa kita manfaatkan. Jangan pernah patah semangat, teruslah mencari peluang dan yakinlah bahwa dengan usaha keras, kita bisa mencapai apa yang kita inginkan,” ujarnya.
Keberhasilan Sasa tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya dan keluarganya, tetapi juga bagi Fakultas Biologi UGM yang terus mendukung para mahasiswanya melalui berbagai program beasiswa dan subsidi pendidikan. Fakultas Biologi UGM, dengan dukungan dari UGM secara keseluruhan, terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas tinggi bagi semua mahasiswanya, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka.
[Humas PIONIR Metamorphoself 2024]
Referensi:
Yogyakarta, 8 Agustus 2024 – Perwakilan Kelompok Studi Entomologi (KSE) tergabung dalam aksi bersih pantai dan pelepasan 79 tukik di Pantai Pelangi dan Tal Wolu, Bantul bersama ratusan mahasiswa dan pelajar dari seluruh wilayah Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan ekosistem laut serta sebagai perayaan Kemerdekaan RI yang ke-79. Kegiatan yang dilaksanakan dari pukul 13.30 hingga 18.00 WIB tersebut diawali dengan aksi bersih pantai. Ratusan pemuda menyusuri pesisir Pantai Tal Wolu dan Pantai Pelangi sembari memungut sampah di sepanjang pantai dan dimasukkan ke dalam kantong plastik yang dibedakan menjadi sampah organik dan anorganik. Kumpulan sampah yang berpotensi mencemari laut dan mengancam kelangsungan hidup organisme di sekitarnya tersebut akan dikelola dengan cara yang ramah lingkungan.
Usai membersihkan pantai, para pemuda melepaskan 79 tukik sebagai simbolis tahun kemerdekaan Indonesia. Pelepasan tukik tersebut bertujuan mendukung populasi penyu yang semakin berkurang akibat kerusakan habitat maupun perburuan. Hal tersebut kemudian menjadi wujud kontribusi pemuda dalam mengantisipasi kepunahan penyu serta menumbuhkan kepedulian terhadap masa depan populasi penyu di Indonesia sebagai salah satu upaya konservasi. Kegiatan ini juga didukung oleh pemerintah daerah setempat yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya untuk senantiasa aktif dalam kegiatan konservasi dan pelestarian lingkungan. Dengan adanya kegiatan ini, KSE dan berbagai komunitas yang turut serta di dalamnya berharap bahwa langkah kecil yang dilakukan dapat membawa perubahan positif bagi masa depan lingkungan dan ekosistem laut. [Penulis: KSE]
Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada atas nama Ronald Wihan Pradana (Biologi 2021) berhasil meraih Gold Medal pada ajang Olimpiade Sains Tingkat Nasional yang bertajuk Olimpiade Sains Nusantara (OSN). OSN 2024 merupakan ajang olimpiade tingkat nasional yang diselenggarakan oleh YAYASAN PRESMANIA (Prestasi Maju Indonesia). Pada ajang olimpiade ini diikuti oleh total 1000 mahasiswa yang tersebar di seluruh universitas dari Sabang hingga Merauke dengan total 100 perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Kali ini, mahasiswa Fakultas Biologi, Ronald Wihan Pradana berhasil meraih medali emas dalam ajang bergengsi Olimpiade Sains Nusantara (OSN) tingkat nasional. Keberhasilan ini membuktikan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya di bidang sains. Dalam ajang Olimpiade Sains Nusantara (OSN) tingkat nasional yang baru saja usai, mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengukir prestasi gemilang. Dengan mengungguli peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, mahasiswa UGM berhasil meraih medali emas.
Ronald Wihan Pradana, mahasiswa angkatan 2021 Jurusan Biologi, berhasil menunjukkan keunggulannya dalam bidang Biologi. Melalui ajang olimpiade yang inovatif dan penampilan dalam pengerjaan yang memukau, Ronald Wihan Pradana berhasil memukau dewan juri dan membawa harum nama almamater. Kemenangan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk dosen pembimbing, fakultas, dan universitas. Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa. “Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa kami memiliki kualitas yang sangat baik dan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya. Medali emas yang diraih oleh mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam ajang OSN bukanlah hasil kebetulan. Di balik keberhasilan ini, terdapat perjuangan panjang dan proses belajar yang intensif. Ronald Wihan Pradana menceritakan bahwa Ronald memulai persiapan sejak bulan Januari 2024. Dengan bimbingan dosen pembimbing, Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc., Ronald melakukan penelitian mendalam mengenai “Biofertilizer Sebagai Agen Bioremediasi Residu Seng (Zn) Pada Lahan Tanaman Cabai (Capsicum Annuum L.) Paska Aplikasi Fungisida Anorganik Skala Lapang”. Selain itu, Ronald juga mengikuti berbagai pelatihan dan seminar untuk meningkatkan kemampuannya. “Perjalanan menuju OSN tidak selalu mulus. Saya pernah mengalami kesulitan dalam memahami beberapa materi yang sulit dalam biologi, dikarenakan biologi merupakan ilmu dasar yang sangat kompleks dimana dalam biologi sendiri terdiri dari beberapa aspek yang meliputi manusia, tumbuhan, hewan, lingkungan, mikrobiologi dan lain-lain. Namun, dengan dukungan dari teman-teman dan dosen, saya berhasil mengatasi semua tantangan tersebut,” ujar Ronald. [Penulis: Ronald Wihan Pradana]











































