• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • SDG 15 : Ekosistem Daratan
  • SDG 15 : Ekosistem Daratan
Arsip:

SDG 15 : Ekosistem Daratan

Class to Field: Implementasi Keilmuan Anggrek Melalui Rangkaian Diklat Lapangan di Gunung Gajah Oleh Calon Angkatan Diksar XX

Kegiatan MahasiswaRilis Berita Rabu, 18 Februari 2026

Biology Orchid Studi Club (BiOSC) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sukses menggelar Diklat Lapangan CAD XX. Kegiatan ini diikuti oleh 44 CAD XX dan mengangkat tema “Mekar Bersama Pengetahuan”. Kegiatan ini berfokus pada interpretasi hasil eksplorasi anggrek di alam terbuka sebagai bagian pembekalan calon anggota.  Melalui praktik eksplorasi tersebut, peserta memperoleh keterampilan berupa teknik survival sekaligus kemampuan menganalisis data lapangan. Selain itu, Diklat Lapangan menjadi momen bagi calon anggota untuk menyampaikan informasi relevan dari eksplorasi yang telah dilakukan. Selama kegiatan, peserta menerima pembekalan ilmu dasar yang mendukung peran mereka dalam Diklat Penelitian, Budidaya, serta Konservasi di alam terbuka. Oleh karena itu, Diklat Lapangan tidak hanya memberikan pengalaman langsung, tetapi juga mempersiapkan calon anggota untuk menerapkan dan mengembangkan pemahaman konservasi alam.


Diklat Lapangan diselenggarakan selama dua hari yaitu pada tanggal 4 Februari 2026 di Gunung Gajah, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah dan pada tanggal 5 Februari 2026 di Fakultas Biologi UGM. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana Diklat Lapangan CAD XX (Muhammad Zaki Bramasta), Ketua BiOSC periode 2024/2025 (Ramadhan Nur Khoiruddin), dan Dosen Pembina BiOSC (Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc.), yang dilakukan di Selasar Selatan Gedung B Fakultas Biologi UGM sebelum keberangkatan menuju lokasi eksplorasi. Setelah tiba di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan oleh Pengelola Pokdarwis Gunung Gajah. Eksplorasi anggrek pada Gunung Gajah oleh CAD XX dilaksanakan dengan membagi peserta menjadi 5 kelompok. Pada eksplorasi ini, terdapat dua jalur eksplorasi, yaitu jalur 1 dan jalur 2, dengan setiap jalur terdapat 3 pos yang terdiri dari pos 1 yaitu mini games, pos 2 istirahat, dan pos 3 yaitu pengecekan sketsa. Sesampainya di fakultas, dilakukan diskusi berkelompok dengan pemandu masing-masing sebagai persiapan untuk presentasi pada hari kedua.

Kegiatan Diklat Lapangan pada tanggal 5 Februari 2026 yaitu presentasi hasil eksplorasi anggrek yang diperoleh di Gunung Gajah pada hari sebelumnya. Presentasi diawali dengan menyampaikan borang identifikasi, dokumentasi anggrek, dan sketsa anggrek yang didapatkan selama eksplorasi di Gunung Gajah. Setiap kelompok mempresentasikan hasil eksplorasi di hadapan para panelis (Dewan Senior dan Dewan Pendamping BiOSC), kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab. Output yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu Calon Angkatan Diksar XX dapat menerapkan dan menyampaikan ilmu yang telah diberikan selama Dikru Penelitian, Budidaya, serta Konservasi di alam terbuka. Kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan Calon Angkatan Diksar XX menjadi Angkatan Diksar XX oleh Ketua BiOSC, serta pengenalan Kepala Bidang yang baru pada periode kepengurusan tahun 2026. Selamat kepada Angkatan Diksar XX yang telah dilantik. BiOSC! Tumbuh, Berkembang, Lestari! [Penulis: BiOSC]

Fakultas Biologi UGM Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Badr University in Cairo dan Cairo University

Kerja SamaRilis Berita Jumat, 13 Februari 2026

Cairo, 12 Februari 2026 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kunjungan kerja sama ke Mesir dengan agenda utama di Badr University in Cairo (BUC) dan Cairo University. Delegasi Fakultas Biologi UGM dipimpin oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan Fakultas Biologi UGM, bersama Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, M.Biotech selaku Kepala Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi UGM.


Kunjungan di Badr University in Cairo disambut secara resmi oleh Rektor BUC, Prof. Dr. Ashraf Mohamed El-Shihy, serta Dekan Faculty of Veterinary, Food Nutrition and Biotechnology BUC, Prof. Adel Abd El-Khaleq. Pertemuan ini membahas berbagai program kerja sama strategis, di antaranya penyelenggaraan International Summer Course, program Double Degree, serta International Conference bersama. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan agenda penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA) antara Fakultas Biologi UGM dan Badr University in Cairo sebagai bentuk komitmen penguatan kolaborasi akademik dan riset kedua institusi.

Sementara itu, kunjungan ke Cairo University merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya. Delegasi Fakultas Biologi UGM disambut oleh Prof. Said El-Salamouny dan Dr. Ibrahim. Pembahasan kerja sama difokuskan pada pelaksanaan International Summer Course on Tropical Biodiversity and Sustainable Development yang akan diselenggarakan di Fakultas Biologi UGM, serta rencana pengiriman mahasiswa Cairo University untuk melanjutkan studi jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) di Fakultas Biologi UGM. Selain itu, kedua institusi juga membahas penguatan kolaborasi dalam bentuk joint supervision, joint research, dan joint publication.

Melalui kunjungan ini, Fakultas Biologi UGM menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik global dan mendorong kolaborasi internasional yang berkelanjutan di bidang biologi, biodiversitas tropis, bioteknologi, dan pembangunan berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas mahasiswa dan dosen, memperkuat kualitas riset bersama, serta berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Diseminasi Hasil Studi S3 Dosen Fakultas Biologi UGM Perkuat Budaya Riset dan Kolaborasi

Rilis Berita Selasa, 10 Februari 2026

Yogyakarta, 10 Februari 2026 – Departemen Biologi Tropika, Fakultas Biologi UGM, menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Studi S3 Dosen Fakultas Biologi UGM pada Selasa (10/02) di Auditorium Biologi Tropika. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 – 12.00 WIB ini dihadiri oleh dosen serta mahasiswa pascasarjana Fakultas Biologi UGM.


Acara dibuka dengan sambutan oleh Bapak Abdul Razaq Chasani, Ph.D. selaku Ketua Departemen Biologi Tropika dan dipandu oleh MC Asrindon, S.I.Kom. Kegiatan diseminasi ini bertujuan untuk berbagi pengalaman studi doktoral, pemaparan hasil disertasi dosen, serta membuka peluang kolaborasi penelitian. Topik-topik yang dipresentasikan dalam kegiatan diseminasi ini sejalan dengan komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada aspek kesehatan, lingkungan, dan keberlanjutan sumber daya hayati.

Diseminasi ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dipandu oleh Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. sebagai moderator, dengan narasumber Dr. Luthfi Nurhidayat, M.Sc., Dr.Eng. Atikah Fitria Muharromah, S.Si., M.Eng., dan Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc. Pada sesi ini, para narasumber memaparkan pengalaman studi doktoral serta hasil-hasil penelitian disertasinya yang mencakup regenerasi dan studi evolusi tokek, pemanfaatan teknologi next-generation sequencing pada vektor penyakit, serta penelitian biosorpsi merkuri oleh tumbuhan air dan mikroalga.

Sesi kedua dipandu oleh Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D. sebagai moderator, dengan menghadirkan narasumber Dr. Utaminingsih, S.Si., M.Sc., Dr. Dila Hening Windyaraini, S.Si., M.Sc., dan Dr. Laksmindra Fitria, S.Si., M.Sc. Penelitian yang disampaikan meliputi kajian anatomis, fitokimia dan molekuler tanaman ciplukan, kajian multidisiplin kasus dengue di Kabupaten Bantul, serta pemuliaan Cavia porcellus (Linnaeus, 1758) untuk mendukung penelitian di bidang dermatologi dan kedokteran estetika.

Melalui kegiatan diseminasi ini, Departemen Biologi Tropika berharap dapat memperkuat budaya riset, mendorong pertukaran ide-ide ilmiah, serta membuka peluang kolaborasi penelitian antara dosen dan mahasiswa guna mendukung inovasi dan pembangunan berkelanjutan.

Perwakilan Fakultas Biologi Ikuti Kegiatan Penutupan Program Erasmus+ ECoGREEN dan Partner Matchmaking di Universitas Parahyangan

Rilis Berita Selasa, 10 Februari 2026

Bandung, 9 Februari 2026 — Matin Nuhamunada, M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Office of International Affairs (OIA), Fakultas Biologi UGM, ikut berpartisipasi dalam kegiatan Erasmus+ ECoGREEN Project Closing yang dirangkaikan dengan Information Session dan Partner Matchmaking Program Erasmus+, bertempat di Lecture Theater Gedung PPAG, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Bandung.


Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperluas pemahaman mengenai berbagai skema pendanaan hibah Erasmus+, sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya melalui skema Erasmus+ Capacity Building in Higher Education (CBHE).

Dalam sesi diskusi, disampaikan pentingnya penyelarasan topik proposal Erasmus+ dengan kata kunci utama yang menjadi fokus Uni Eropa, yaitu digital/AI, sustainability, serta future skills. Arah pengembangan proposal ke depan diusulkan sebagai proyek berskala nasional untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi Indonesia dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kesadaran dan kompetensi masa depan, termasuk dalam konteks green economy dan sustainable development melalui pendekatan kurikulum interdisipliner.

Tujuan utama yang dibahas dalam forum tersebut meliputi: (1) penguatan kurikulum program Sarjana (S1) dan pengembangan program Magister di bidang sustainability, (2) Pembentukan konsorsium pendidikan dan pusat riset kolaboratif lintas institusi, serta (3) pengembangan kegiatan co-curricular kemahasiswaan yang mendukung isu sustainable development dan transformasi digital.

Sesi informasi Erasmus+ dibuka oleh Dr. Johanna Renny Octavia Hariandja (UNPAR)  selaku Primary Coordinator proyek hibah CBHE ECoGREEN, sekaligus menandai penutupan resmi proyek tersebut dan menjadi ajang sosialisasi peluang kolaborasi Erasmus+ ke depan. Materi utama disampaikan oleh Arief Budiman, Ph.D., selaku Erasmus+ National Focal Point (ENFP) untuk Indonesia, yang memaparkan peran ENFP dalam membantu perguruan tinggi Indonesia mengakses berbagai skema Erasmus+, mulai dari pendampingan teknis, pencarian mitra Eropa, hingga penjaminan kualitas proposal. Disampaikan pula pentingnya kepemilikan Participant Identification Code (PIC) dan Organisation ID (OID) dari institusi perguruan tinggi Indonesia sebagai prasyarat partisipasi.

Berbagai skema Erasmus+ yang diperkenalkan antara lain: (1) International Credit Mobility (ICM), (2) Erasmus Mundus Joint Masters (EMJM), (3) Capacity Building in Higher Education (CBHE), dan (4) Jean Monnet Actions. Dalam sesi khusus CBHE, UNPAR berbagi pengalaman sebagai anggota konsorsium hingga koordinator proyek. Ditekankan bahwa kunci keberhasilan proposal CBHE terletak pada pembentukan konsorsium yang kuat, kejelasan pembagian peran, serta komunikasi intensif antar mitra di Eropa sejak tahap penyusunan concept note. Sementara itu, skema Jean Monnet diperkenalkan sebagai langkah awal strategis untuk membangun kapasitas institusi, khususnya melalui pengembangan modul dan kegiatan pengajaran terkait kebijakan Uni Eropa.

Sebagai hasil kegiatan, disepakati beberapa langkah tindak lanjut, antara lain diskusi lanjutan dengan former grantee dan calon kolaborator, penentuan topic of interest bersama, serta pembentukan konsorsium untuk pengajuan proposal Erasmus+ CBHE mendatang. Fokus kolaborasi diarahkan pada tema biosustainability dan pendekatan berbasis data. Partisipasi Fakultas Biologi dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring internasional, meningkatkan kualitas perencanaan proposal hibah internasional, serta berkontribusi pada pengembangan pendidikan tinggi yang berorientasi pada sustainable development.

Kolaborasi Peneliti Fakultas Biologi UGM dalam Workshop eDNA untuk Deteksi Patogen Pada Perdagangan Satwa Liar

Rilis Berita Selasa, 3 Februari 2026

Yogyakarta, 29-31 Januari 2026 – Dr. Dwi Sendi Priyono dan Dr. Abdul Rahman Siregar dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Wildlife Conservation Society Indonesia Program (WCS-IP) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan dalam menyelenggarakan Workshop eDNA Genetika Molekuler untuk Deteksi Patogen yang berlangsung di Yogyakarta pada tanggal 29-31 Januari 2026. Workshop ini merupakan bagian integral dari Program Research Fellowship (RFP) Tingkat Magister yang didukung oleh proyek NSF ESCAPE.


Sebagai mitra peneliti, Dr. Dwi Sendi Priyono dengan didampingi mahasiswa Adelia Ardhani (Mahasiswa S1 Biologi angkatan 2023) memandu peserta melalui serangkaian sesi komprehensif tentang prinsip-prinsip eDNA (environmental DNA), mulai dari pengenalan konsep dasar hingga aplikasi praktis di lapangan. Sesi pertama meliputi pemaparan konsep dan prinsip eDNA, diikuti oleh praktikum sampling collection dan filtrasi sampel dari perairan. Pada hari kedua, peserta melakukan ekstraksi DNA dari sampel lingkungan, kemudian menjalankan qPCR (quantitative Polymerase Chain Reaction) untuk deteksi patogen target. Dr. Abdul Rahman Siregar memberikan konteks biologis dengan topik “Biology of Pathogens: Patogen di Sekeliling Kita,” menghubungkan teori genetika molekuler dan patogen. Kolaborasi ini didukung oleh Ulfah Mardhiah, PhD dari WCS yang menyampaikan pemahaman mengenai proyek ESCAPE, isu perdagangan dan konsumsi satwa liar di Sulawesi Utara, dan korelasinya dengan risiko zoonosis.

Workshop ini difokuskan pada penguasaan teknik analisis genetika molekuler yang dapat diaplikasikan untuk deteksi patogen di sampel lingkungan. Peserta juga mendapat kesempatan untuk mengamati pengoperasian tool deteksi patogen portabel yang dikembangkan oleh University of Kentucky dalam proyek ESCAPE, yang memungkinkan deteksi penyakit langsung di lapangan. Peserta mahasiswa RFP Tingkat Magister dari IPB, UGM, dan UNSRAT menunjukkan antusiasme tinggi dalam menguasai teknik-teknik eDNA ini untuk diintegrasikan ke dalam penelitian mereka terkait isu perdagangan dan konsumsi satwa liar di Sulawesi Utara.

Kegiatan workshop ini sejalan dengan pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan teknis bagi peneliti muda dalam bidang genetika molekuler dan metode riset konservasi. Workshop ini juga mendukung SDG 15 (Kehidupan di Darat) dengan fokus pada upaya melindungi keanekaragaman hayati, menghentikan perdagangan ilegal satwa liar, dan memperkuat penelitian konservasi berbasis sains. Selain itu, pendekatan One Health yang diterapkan dalam mengkaji risiko zoonosis dari perdagangan satwa liar berkontribusi pada SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan) dengan memperkuat pencegahan penyakit menular yang dapat berdampak pada manusia, hewan, dan lingkungan.

Dari Kampus ke Konservasi: BIOVOX Antar Tim SABA UGM Juara di Kompetisi Riset Nasional

Prestasi Senin, 2 Februari 2026

Tim SABA yang terdiri dari mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 sekaligus penghargaan Best Presentation dalam ajang Research Plan Competition AGRIFASCO yang diselenggarakan oleh Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung (ITB). Kompetisi ini berlangsung selama kurang lebih lima bulan tahap perancangan, sebelum mencapai babak final yang digelar pada 19 Desember 2025. Tim SABA beranggotakan Birrul Qisty Mutmainnah Nazara (ketua), Kaka Pria Ananta, dan Natasyabrina, di bawah bimbingan Mukhlish Jamal Musa Holle, M.Env.Sc., D.Phil. Prestasi ini menunjukkan kapasitas mahasiswa sarjana biologi dalam mengembangkan solusi riset inovatif yang relevan dengan tantangan lingkungan masa kini.


Dalam kompetisi tersebut, Tim SABA mengangkat isu degradasi biodiversitas di zona riparian perkebunan kelapa sawit, kawasan penyangga ekosistem yang memiliki peran penting namun kerap terabaikan dalam pengelolaan lanskap perkebunan. Penurunan kualitas habitat di area ini berdampak pada hilangnya keanekaragaman hayati, terganggunya fungsi ekologis, serta menurunnya peran zona riparian sebagai koridor satwa dan penyangga mikroiklim. Berangkat dari permasalahan tersebut, tim merancang solusi berbasis teknologi yang tidak hanya berfokus pada pemantauan, tetapi juga mampu memberikan sistem peringatan dini terhadap perubahan kondisi ekosistem.

Solusi yang ditawarkan adalah BIOVOX, sebuah sistem cerdas berbasis bioakustik untuk pemantauan restorasi biodiversitas di zona riparian perkebunan sawit di Riau. BIOVOX mengintegrasikan perangkat keras perekam suara lingkungan dengan perangkat lunak berupa aplikasi gawai yang didukung kecerdasan buatan (AI) serta sistem early warning. Melalui analisis suara satwa secara otomatis, sistem ini mampu mendeteksi perubahan komunitas hayati secara cepat dan berbasis data. Inovasi ini diharapkan dapat membantu pengelola lanskap dalam mengevaluasi keberhasilan restorasi, mencegah degradasi lebih lanjut, serta mendorong praktik pengelolaan perkebunan yang lebih berkelanjutan dan ramah biodiversitas. [Penulis: Birrul Qisty Mutmainnah Nazara]

Konsistensi Inovasi Mahasiswa UGM: ALGENIX Kembali Meraih Gold Medal di GYIIF 2026

Kegiatan MahasiswaPrestasi Senin, 26 Januari 2026

Yogyakarta, 2026 — Konsistensi inovasi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mendapat pengakuan internasional. Karya inovatif bertajuk ALGENIX – Algae Energy Innovation eXperiment kembali berhasil meraih Gold Medal pada ajang Global Youth Invention And Innovation Fair (GYIIF) 2026, menandai perolehan medali emas kedua di tingkat internasional.

Inovasi ini dikembangkan oleh tim mahasiswa lintas disiplin UGM yang terdiri atas Fahima Ellya Wulandari, Tika Permatasari, Aryan Mustamin, Ogilvy Galang Rizki, dan Syarafina Azzahra dari Fakultas Biologi, serta Ajie Prasojo dari Fakultas Teknik. Penelitian dan pengembangan ALGENIX berada di bawah bimbingan Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc., dosen Fakultas Biologi UGM, yang berperan sebagai supervisor dalam memastikan kekuatan ilmiah dan keberlanjutan konsep inovasi yang dikembangkan.

ALGENIX merupakan inovasi lampu ramah lingkungan berbasis Microbial Fuel Cell (MFC) yang mengintegrasikan simbiosis mikroalga Euglena sp. dan bakteri elektrogenik Bacillus subtilis untuk menghasilkan energi listrik dari limbah organik, khususnya limbah cair tahu. Inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber pencahayaan berkelanjutan, tetapi juga berperan dalam pengolahan limbah, penyerapan karbon dioksida (CO₂), serta produksi oksigen, sehingga memberikan dampak ekologis yang nyata.

Keunggulan ALGENIX terletak pada pendekatan ekonomi sirkular dan zero waste, di mana limbah cair tahu yang selama ini berpotensi mencemari lingkungan dimanfaatkan sebagai substrat utama dalam sistem MFC. Melalui aktivitas metabolisme mikroorganisme, bahan organik dalam limbah dikonversi menjadi energi listrik, sementara di sisi katoda mikroalga melakukan fotosintesis yang mendukung keberlanjutan produksi energi sekaligus meningkatkan kualitas udara.

Selain aspek teknologinya, ALGENIX juga dirancang dengan prototipe transparan dan futuristik yang memungkinkan pengguna mengamati langsung proses biologis di dalam sistem. Desain ini memberikan nilai edukatif dan estetis, serta mendorong peningkatan literasi masyarakat terhadap potensi energi terbarukan berbasis bioteknologi.

Pada ajang GYIIF 2026, dewan juri menilai ALGENIX unggul dalam aspek kebaruan inovasi, keberlanjutan lingkungan, serta potensi implementasi di kawasan urban yang memiliki keterbatasan ruang hijau dan akses energi bersih. Keberhasilan meraih Gold Medal untuk kedua kalinya menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa UGM memiliki daya saing global dan relevansi yang kuat terhadap isu lingkungan masa kini.

Inovasi ALGENIX sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), SDG 13 (Climate Action), serta SDG 14 (Life Below Water) melalui pengurangan pencemaran limbah organik ke lingkungan perairan.

Ke depan, pengembangan ALGENIX akan difokuskan pada peningkatan efisiensi sistem, penguatan skalabilitas, serta integrasi teknologi pemantauan digital. Kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah, industri pengolahan limbah, dan komunitas energi terbarukan diharapkan dapat memperluas penerapan dan dampak inovasi ini bagi masyarakat.

Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa UGM dalam menghadirkan solusi inovatif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran generasi muda Indonesia dalam menjawab tantangan energi dan lingkungan di tingkat global. [Penulis: Fahima Ellya Wulandari]

Soroti Tantangan Malaria Indonesia Timur, Mahasiswa Magister Biologi UGM Raih Juara Nasional

Prestasi Selasa, 20 Januari 2026

Dua mahasiswa Program Magister Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Mardian Isnawati dan Mifta Mardiah, berhasil meraih Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional yang diselenggarakan secara daring oleh BEM FKIP Universitas Wiraraja dalam ajang Education Day Competition (EDC) pada Desemebr 2025. Kompetisi ini mengangkat subtema “Pendidikan Karakter dan Literasi Sosial di Era Digital” dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Capaian ini menunjukkan peran mahasiswa Magister Biologi UGM dalam menyusun gagasan ilmiah yang relevan dengan isu pendidikan dan kesehatan masyarakat. Keberhasilan Mardian Isnawati dan Mifta Mardiah juga sejalan dengan upaya UGM dalam mendorong penelitian aplikatif yang dapat dimanfaatkan untuk menjawab permasalahan kesehatan, khususnya di wilayah dengan risiko penyakit yang masih tinggi. “Kami mengangkat topik ini karena malaria masih menjadi salah satu tantangan penyakit menular di Indonesia bagian timur, khususnya di Papua Barat, dan kami melihat pendidikan di sekolah sebagai langkah penting untuk membangun pencegahan sejak dini,” ujar Mardian Isnawati dan Mifta Mardiah.

Karya ilmiah yang mengantarkan prestasi tersebut berjudul “Best Practice: Inovasi Implementasi Mulok Malaria untuk Penguatan Karakter Siswa Era Digital di Papua Barat”. Tulisan ini mengangkat permasalahan tingginya kasus malaria di kalangan pelajar Papua Barat, salah satu wilayah yang menyumbang sebagian besar beban malaria nasional, serta menekankan pentingnya muatan lokal (mulok) malaria sebagai pembelajaran kontekstual untuk membentuk karakter pencegahan penyakit sekaligus meningkatkan literasi sosial dan digital siswa. Melalui pendekatan Social and Behavior Change Communication (SBCC), Mardian Isnawati dan Mifta Mardiah mendokumentasikan praktik terbaik implementasi mulok malaria berbasis pembelajaran digital, kolaboratif, dan kontekstual di sekolah dasar daerah endemis tinggi. Inovasi seperti Detektif Jentik Cilik, Malaria Melody Project, dan Malaria Digital Challenge menunjukkan bahwa integrasi pendidikan, teknologi, dan kesehatan mampu menjadikan siswa sebagai agen perubahan dalam mendukung target eliminasi malaria Indonesia tahun 2030. [Penulis: Mardian Isnawati]

Dosen Tunghai University Taiwan Bagikan Riset Genetika Kupu-Kupu di Guest Lecture Fakultas Biologi UGM

Rilis Berita Jumat, 9 Januari 2026

Yogyakarta, 9 Januari 2026 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu internasional secara hybrid, bertempat di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM serta disiarkan secara daring melalui Zoom Meeting. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM serta peserta dari berbagai universitas lain di Indonesia.


Kuliah tamu menghadirkan dua narasumber dari Department of Life Science, Tunghai University, Taiwan, yaitu Dr. Li-Wei Wu dan Dr. Bo-Cheng Wang, yang merupakan peneliti aktif di bidang biodiversitas dan genetika konservasi. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi UGM, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta menyambut hangat para narasumber dan peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Fakultas Biologi UGM memiliki banyak ahli di bidang entomologi dan genetika, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat menjadi pintu awal bagi kolaborasi riset dan akademik di masa mendatang.

Sesi kuliah tamu dipandu oleh Sukirno, Ph.D., selaku Ketua Program Studi Sarjana Fakultas Biologi UGM, yang juga merupakan dosen dan peneliti di Laboratorium Entomologi. Paparan pertama disampaikan oleh Dr. Li-Wei Wu dengan judul “Applying DNA Sequence and Data Analysis of Butterflies to Biodiversity and Evolutionary Researches”. Materi yang disampaikan berfokus pada phylogeography kupu-kupu Taiwan dan kerabatnya, molecular systematics, serta conservation genetics, yang memberikan gambaran komprehensif mengenai pemanfaatan data molekuler dalam studi evolusi dan keanekaragaman hayati.

Paparan kedua disampaikan oleh Dr. Bo-Cheng Wang dengan judul “Is an Endangered Species Truly at Risk?”. Dalam paparannya, Dr. Wang membahas hasil penelitian whole-genome resequencing pada kupu-kupu ekor layang berekor lebar (Papilio maraho), yang bertujuan untuk menilai tingkat risiko kepunahan spesies tersebut secara lebih akurat berbasis data genomik.

Sepanjang sesi perkuliahan hingga diskusi, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, tercermin dari banyaknya pertanyaan dan diskusi interaktif yang berlangsung. Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM berharap dapat memperkuat jejaring internasional, membuka peluang kolaborasi riset, pertukaran akademik, serta pengembangan kapasitas di bidang biodiversitas dan genetika konservasi. Kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan berkualitas berbasis kolaborasi global, SDG 15 (Life on Land) melalui upaya konservasi keanekaragaman hayati, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan internasional di bidang pendidikan dan penelitian.

Fakultas Biologi UGM Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Badan Karantina Indonesia

Rilis Berita Kamis, 8 Januari 2026

Yogyakarta, 6 Januari 2026 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kunjungan resmi ke Badan Karantina Indonesia sebagai upaya memperkuat sinergi institusional dalam mendukung perlindungan keanekaragaman hayati nasional. Kunjungan ini menjadi forum strategis untuk mendiskusikan keselarasan program akademik Fakultas Biologi UGM dengan tugas dan fungsi Badan Karantina Indonesia.


Delegasi Fakultas Biologi UGM dipimpin oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono selaku Dekan, didampingi Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, serta Dr. Slamet Widiyanto, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia Fakultas Biologi UGM.

Kunjungan tersebut diterima oleh Dian Seri Rezeki Kusumastuti, S.Hut., M.Si., Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan; Yokanan, S.Pi., M.Si., Deputi Bidang Karantina Ikan; serta drh. Esmiralda Eka Fitri, M.Si. selaku pejabat fungsional Dokter Hewan Karantina, Badan Karantina Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai program unggulan Fakultas Biologi UGM yang relevan dengan kebutuhan dan mandat Badan Karantina Indonesia, khususnya Program Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati (PKKH), Program Magister, serta Program Doktor. Program-program ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan aspek ilmiah dalam kegiatan karantina.

Selain itu, pertemuan juga menyoroti peluang kerja sama dalam bidang analisis genomik melalui fasilitas Integrated Genome Factory (IGF) di Fakultas Biologi UGM. Pemanfaatan IGF diharapkan dapat mendukung kegiatan karantina, terutama dalam identifikasi organisme, deteksi dini spesies invasif, serta perlindungan keanekaragaman hayati nasional berbasis sains dan teknologi mutakhir.

Melalui penjajakan kerja sama ini, Fakultas Biologi UGM dan Badan Karantina Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi yang berkelanjutan. Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
123…59

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Rangkaian Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) #2 KSK Biogama
  • Class to Field: Implementasi Keilmuan Anggrek Melalui Rangkaian Diklat Lapangan di Gunung Gajah Oleh Calon Angkatan Diksar XX
  • Sakura Science Program 2026: 18 Sivitas Fakultas Biologi UGM Ikuti Program Akademik di Yamagata University Jepang
  • Kegiatan Outing Class Pembelajaran Histologi dan Anatomi Hewan Siswa SMPIT Muhammadiyah An Najah Klaten ke Fakultas Biologi UGM
  • Fakultas Biologi UGM Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Badr University in Cairo dan Cairo University
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju