Arsip:
SDG 15 : Ekosistem Daratan
Kabinet Alocasia Kelompok Studi Arsitektur Taman (KSAT) Biologi UGM telah berhasil melaksanakan kegiatan Grand Launching pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkenalkan visi, misi, struktur kepengurusan, dan program kerja Kabinet Alocasia sebagai langkah awal kepengurusan pada periode yang sedang berlangsung. Rangkaian kegiatan Grand Launching dilaksanakan di Ruang 1 Gedung B Fakultas Biologi UGM dan dihadiri oleh anggota aktif KSAT, 9 kelompok studi dan lembaga internal Fakultas Biologi, serta organisasi eksternal fakultas yaitu Klinik Agromina Bahari (KAB) dari Fakultas Pertanian.
Kegiatan Grand Launching diawali dengan registrasi tamu undangan, kemudian dibuka oleh MC yaitu Nailah Attarafishah Suryanto (KSAT 2024) dan Khanza Nayla Hartanto (KSAT 2025). Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada dan Mars Biologi sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa dan institusi. Kemudian dilakukan penayangan Video Profil KSAT untuk mengenalkan KSAT kepada pihak eksternal, dimana video tersebut menjelaskan tentang tingkatan keanggotaan, divisi keilmuan, nonkeilmuan, dan program kerja KSAT. Kegiatan berlanjut dengan sambutan pembina KSAT, Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si., akan tetapi beliau berhalangan hadir, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ferdy Arif Saputra (KSAT 2023) selaku Ketua KSAT dan Ketua Pelaksana Grand Launching KSAT 2026.
Sesi kegiatan berikutnya adalah pengenalan Kabinet Alocasia oleh Ferdy Arif Saputra (KSAT 2023). Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan program kerja masing-masing divisi kepengurusan Kabinet Alocasia, diawali dengan pemaparan program kerja Ketua KSAT oleh Ferdy Arif Saputra (KSAT 2023), program kerja Wakil Ketua KSAT oleh Talitha Daris Nirwasita (KSAT 2023), program kerja sekretaris oleh Anis Fauzia Rahma (KSAT 2024), dan program kerja bendahara oleh Debora Putri Maharani (KSAT 2024). Kemudian kegiatan berlanjut dengan pengenalan program kerja divisi keilmuan Kabinet Alocasia oleh Salma farah Yumna (KSAT 2023). Selanjutnya adalah pengenalan program kerja masing-masing divisi nonkeilmuan Kabinet Alocasia, diantaranya pemaparan program kerja divisi Kreatif oleh Nadia Cahyaningtyas (KSAT 2024), divisi Kewirausahaan oleh Aisyah Alfiyah Rizky (KSAT 2024), divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) oleh Lintang Sekar Madya Ratri (KSAT 2024), divisi Kerumahtanggaan oleh Azizah Laila Mumtas (KSAT 2024), serta divisi Media dan Komunikasi oleh Dhevytha Syalma Clariesna Iswan (KSAT 2024).
Akhir rangkaian Grand Launching Kabinet Alocasia berisikan sesi tanya jawab yang dilaksanakan setelah seluruh pemaparan selesai, memberikan kesempatan peserta untuk menggali lebih lanjut mengenai kepengurusan Kabinet Alocasia KSAT. Selain itu, terdapat sesi game interaktif yang disambut dengan antusias oleh seluruh peserta. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan dari tamu undangan terhadap rangkaian kegiatan. Kemudian kegiatan resmi ditutup dengan doa dan dokumentasi.
Kegiatan Grand Launching Kabinet Alocasia KSAT 2026 telah sukses diselenggarakan dengan baik dan tepat waktu. Acara ini menjadi langkah penting untuk memperkenalkan kepengurusan baru KSAT yaitu Kabinet Alocasia, bukan hanya kepada anggota internal KSAT tetapi juga kepada eksternal KSAT. Seperti slogan KSAT yaitu “Berakar Kokoh Menembus Peradaban” dan seperti tanaman Alocasia yang berbatang kokoh tetapi lentur dengan daun yang lebar, Kabinet Alocasia berkomitmen membangun internal KSAT yang kuat melalui kebersamaan, senantiasa membuka diri terhadap kolaborasi eksternal, serta terus memberi kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar hingga masyarakat luas. [Penulis: Panitia Grand Launching KSAT 2026]
Yogyakarta, 21 Maret 2026 Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., dipercaya menjadi khotib dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang diselenggarakan pada Sabtu, 21 Maret 2026, di Lapangan Graha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada. Pelaksanaan Shalat Idul Fitri berlangsung berjalan lancar dan khusuk serta dihadiri ribuan jamaah dari civitas akademika UGM serta masyarakat umum.
Dalam khutbahnya, Prof. Budi Setiadi Daryono mengajak jamaah untuk memaknai Idul Fitri tidak sekadar sebagai perayaan kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan, tetapi sebagai momentum memperkuat ketakwaan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Mengawali khutbahnya, Prof. Budi menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT sehingga umat Islam dapat melaksanakan Shalat Idul Fitri dalam suasana aman dan penuh kebahagiaan. Ia juga mengajak jamaah untuk bersyukur atas kondisi Indonesia yang masih diberikan keamanan dan kenyamanan, berbeda dengan sebagian saudara muslim di berbagai negara yang tengah menghadapi konflik dan kesulitan.
“Marilah kita panjatkan syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Negara kita masih merasakan kenyamanan dan keamanan. Ini adalah anugerah yang patut kita syukuri,” ungkapnya.
Selanjutnya Prof. Budi menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan momentum untuk kembali kepada fitrah sebagai manusia yang bertugas menjadi khalifah di bumi. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai Ramadan seperti disiplin ibadah, kepedulian sosial, serta semangat berbagi hendaknya tetap dijaga dan dilanjutkan setelah bulan Ramadan berakhir.
“Idul Fitri bukan sekadar perayaan, bukan hanya tentang pakaian baru atau hidangan, tetapi momentum untuk menguatkan tekad menjadi hamba Allah yang lebih taat, menjaga kesucian hati, dan mempererat silaturahmi,” jelasnya.
Dalam khutbah tersebut, Prof. Budi juga menekankan pentingnya kesalehan sosial sebagai bagian dari implementasi nilai Ramadan. Ia mengajak jamaah untuk memperkuat hubungan kekerabatan, saling memaafkan, serta membangun kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, silaturahmi merupakan salah satu amalan penting yang ditekankan dalam ajaran Islam.
Selain itu, sebagai akademisi di bidang biologi, Prof. Budi turut mengangkat tema eko-spiritualitas, yakni hubungan antara spiritualitas manusia dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Ia menyampaikan bahwa puasa mengajarkan manusia untuk mengendalikan diri dari perilaku konsumtif yang menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan.
Prof. Budi mengingatkan bahwa Indonesia menghadapi tantangan serius terkait masalah lingkungan, termasuk meningkatnya jumlah sampah dan dampak pemanasan global. Oleh karena itu, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum meningkatkan kesadaran ekologis.
Beberapa langkah konkret yang disampaikan dalam khutbahnya antara lain mengurangi penggunaan plastik, menghemat energi, mengurangi emisi karbon, serta menanam dan merawat pohon sebagai bentuk sedekah lingkungan.
“Setiap manusia membutuhkan pohon sebagai sumber oksigen. Pertanyaannya, apakah kita sudah menanam minimal lima pohon selama hidup kita? Ini menjadi refleksi sekaligus ajakan untuk menjaga bumi yang Allah amanahkan kepada kita,” ungkapnya.
Di akhir khutbah, Prof. Budi mengajak jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai awal baru dalam memperbaiki hubungan dengan Allah (Hablum Minallah), hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minannas), serta hubungan dengan alam (Hablum Minal ‘Alam).
Melalui khutbah Idul Fitri tersebut, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono berharap semangat Ramadan dapat terus terjaga dan menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang lebih baik, penuh kepedulian, serta berkelanjutan bagi masa depan.
Yogyakarta, 28 Januari 2026 — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pelaksana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Anggrek pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Ruang 1 dan 2 Gedung B Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota DWP serta sivitas akademika dalam mengenal dan membudidayakan tanaman anggrek.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua DWP Fakultas Biologi UGM, Ibu Nurpuji Mumpuni, S.Si., M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus DWP, khususnya Bidang Pendidikan, yang telah berinisiatif menyelenggarakan pelatihan ini. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah meluangkan waktu dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
“Semoga pelatihan ini memberikan manfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai hobi maupun peluang usaha,” ujar beliau.
Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri atas Pengurus dan Anggota DWP, dosen, serta tenaga kependidikan Fakultas Biologi UGM. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, mengingat tanaman anggrek memiliki nilai estetika dan ekonomi yang tinggi.
Sesi materi diawali dengan pemaparan oleh Bapak Ibnu Rochman, anggota Pecinta Anggrek Indonesia (PAI), yang menyampaikan materi Pengenalan Tanaman Anggrek. Dalam paparannya, beliau menjelaskan karakteristik anggrek, jenis-jenis anggrek populer, serta faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan anggrek, seperti cahaya, suhu, dan kelembapan.
Selanjutnya, Ibu Sri Sugiyanti, A.Md. menyampaikan materi Teknik Perbanyakan Tanaman Anggrek, yang mencakup teknik perbanyakan vegetatif, pembagian rumpun, serta dasar-dasar perbanyakan melalui kultur jaringan. Materi disampaikan secara aplikatif dengan contoh langsung, sehingga mudah dipahami oleh peserta.
Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan media tanam anggrek. Peserta secara langsung mempraktikkan penyusunan media tanam, pemilihan bahan, serta teknik penanaman yang tepat dengan pendampingan pemateri. Suasana pelatihan berlangsung interaktif, dengan diskusi dan tanya jawab yang aktif antara peserta dan narasumber.
Sebagai penutup, setiap peserta memperoleh satu paket tanaman anggrek yang siap dibesarkan sebagai media praktik lanjutan di rumah. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat peserta dalam budidaya anggrek serta mendorong pemanfaatan tanaman hias sebagai kegiatan produktif dan bernilai ekonomis.
Yogyakarta, 2026. Aisyah Amalia Salsabila, mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2024, menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui partisipasi dalam Youth Leaders Exchange and Conference (YLEC) Chapter Bangkok 2026 yang diselenggarakan pada 4-7 Februari 2026 di Bangkok, Thailand. Program ini merupakan forum global yang mempertemukan pemuda dari berbagai negara untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring internasional, serta membangun kolaborasi lintas budaya dan disiplin ilmu.
Kegiatan YLEC 2026 menghadirkan serangkaian agenda strategis, antara lain international leadership conference, diskusi panel bersama pembicara internasional, cultural exchange session, serta presentasi proyek kolaboratif. Dalam forum tersebut, Aisyah aktif terlibat dalam pembahasan isu-isu global seperti pembangunan berkelanjutan, inovasi berbasis sains, peran generasi muda dalam mitigasi perubahan iklim, serta kontribusi akademisi muda dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Partisipasi ini menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung internasionalisasi pendidikan dan penguatan kompetensi mahasiswa sebagai global citizen. Melalui interaksi langsung dengan delegasi dari berbagai latar belakang budaya dan akademik, mahasiswa mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, berpikir kritis, kepekaan sosial, serta keterampilan kolaborasi global.
Selain mengikuti konferensi, para delegasi juga melakukan kunjungan akademik dan institusional di KBRI Bangkok untuk mempelajari praktik pendidikan dan pengembangan kepemudaan di tingkat regional Asia Tenggara. Kegiatan ini memberikan perspektif baru mengenai pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Keikutsertaan mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam YLEC Chapter Bangkok 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berinovasi, berprestasi, dan berkontribusi di tingkat internasional. Fakultas Biologi UGM akan terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam berbagai forum global sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing internasional. [Penulis: Aisyah Amalia Salsabila]
Pada 17 Februari 2026, Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (Matalabiogama) mengadakan pendakian di Gunung Bismo. Gunung ini terletak di Kabupaten Wonosobo, Jawa tengah yang termasuk ke dalam dataran tinggi Dieng. Adapun kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan menumbuhkan rasa cinta terhadap alam. Peserta yang mengikuti pendakian Gunung Bismo ini berjumlah delapan orang yang terdiri dari AM XXVII dan AMXXVIII. Pendakian ini dipimpin oleh Faiq Mishbahul Aufa selaku Ketua Pelaksana yang bertanggung jawab serta mengkoordinasi seluruh anggota hingga kegiatan pendakian selesai.
Sebelum memulai pendakian, peserta akan diwajibkan untuk menyiapkan serta memastikan kesiapan fisik. Persiapan dilanjutkan dengan memeriksa perlengkapan secara menyeluruh. Pemeriksaan perlengkapan meliputi barang bawaan pribadi, ransel, sepatu, jas hujan, P3K, dan logistik. Tidak hanya itu, peserta juga akan diberitahu dan diberi arahan teknis jalur pendakian.
Sebelum berangkat menuju basecamp, seluruh peserta akan berkumpul terlebih dahulu di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada pada pukul 20.00 WIB. Setelah itu, Ketua Pelaksana memimpin doa bersama menjelang keberangkatan. Walaupun keadaan hujan, perjalanan menuju lokasi berlangsung lancar. Setibanya di basecamp pada pukul 00.40 WIB, seluruh peserta beristirahat sejenak. Sesi istirahat digunakan untuk beristirahat serta melakukan pengecekan ulang barang bawaan pribadi dan logistik.
Pendakian Gunung Bismo dimulai pada pukul 04.30 WIB. Terdapat tiga pos pada pendakian ini sebelum tiba di puncak. Seluruh peserta memulai pendakian secara tertib dan terkoordinasi. Oleh karena kondisi medan yang licin akibat dari udara yang dingin, seluruh peserta diimbau untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan setiap langkahnya. Selama pendakian, dilakukan jeda untuk beristirahat secara berkala guna memantau kondisi fisik seluruh peserta pendakian.
Pendakian mencapai puncak pertama, yaitu Puncak Nemu-Nemu pada pukul 06.15 WIB. Selanjutnya pendakian dilanjutkan menuju dua puncak lainnya, yaitu Puncak Indraprasta dan Puncak Tugel pada pukul 08.40 WIB. Setibanya di Puncak Tugel, seluruh peserta berhenti sejenak memanfaatkan waktu untuk beristirahat sebelum persiapan perjalanan turun. Setelah itu, perjalanan turun dilaksanakan pada rentang waktu pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB. Setibanya di basecamp, seluruh peserta beristirahat dan mempersiapkan perjalanan pulang pada pukul 12.00 WIB dan tiba kembali di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada pada pukul 17.30 WIB.
Secara keseluruhan, rangkain kegiatan pendakian Gunung Bismo ini dapat dikatakan berlangsung dengan lancar dan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Setiap persiapan kegiatan dilakukan dengan baik melalui pemeriksaan menyeluruh. Meskipun begitu, pada kegiatan ini tetap dilaksanakan evaluasi, khususnya pada hal manajemen waktu dan pengelolaan logistik agar kegiatan selanjutnya dapat berjalan dengan lebih optimal. Vivat et Floreat! [Penulis: Matalabiogama]
Inovasi pertanian cerdas berbasis sains dan teknologi digital kembali mengantarkan mahasiswa Magister Biologi UGM meraih prestasi di kancah internasional. Melalui ajang 2nd International Student Summit (2nd ISS) 2026, tim KARSIVA.ID berhasil memperoleh Silver Medal sekaligus penghargaan Favorite Poster pada Subtema Agriculture dalam kompetisi esai dan poster yang diselenggarakan pada 14-15 Februari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Tim inovator terdiri atas Nur Aini (ketua tim), Indah Ayu Lestari, Anisa Handani Uno, Brenda Febrina, dan Inez Maylida. Pada babak final, tiga mahasiswa yaitu Nur Aini, Indah Ayu Lestari, dan Anisa Handani Uno bertindak sebagai delegasi yang hadir dan mempresentasikan karya secara langsung di Malaysia. Tim KARSTIVA.ID di bawah bimbingan Ibu Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si.
Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung karya berjudul “KARSTIVA.ID: Smart Eco-Farming Innovation for Karst Soil Revitalization in Gunungkidul, Yogyakarta” . Karya ini terlebih dahulu melalui proses seleksi dan dinyatakan lolos sebagai finalis oleh tim reviewer internasional sebelum berkompetisi pada babak final.
2nd International Student Summit (2nd ISS) merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan mahasiswa dari enam negara dalam rangkaian exhibition, penjurian, dan presentasi final sebelum awarding ceremony . Pada kategori yang diikuti, penilaian mencakup kualitas gagasan ilmiah dalam esai serta kemampuan visualisasi dan komunikasi ilmiah melalui poster.
KARSTIVA.ID dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan pengelolaan lahan karst di Gunungkidul yang didominasi kawasan karst hingga 53% . Kondisi tanah dengan retensi air rendah dan kerentanan degradasi menjadi latar belakang pengembangan solusi berbasis biochar–microbial synergy yang dikombinasikan dengan praktik regenerative agriculture serta integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) .
Platform digital KARSTIVA.ID menghadirkan prototype fitur seperti Smart Soil Dashboard, AI AgroPredict, Biochar Bank, TaniBot AI, dan Srawung Tani Forum . Sistem ini dirancang untuk membantu petani dalam memantau kondisi tanah secara real-time, merencanakan irigasi dan pemupukan berbasis prediksi, serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem pertanian.
Integrasi pendekatan ekologis, teknologi, dan pemberdayaan komunitas menjadi kekuatan utama inovasi ini. Capaian Silver Medal mencerminkan kualitas substansi ilmiah karya, sementara penghargaan Poster Favorit menunjukkan keberhasilan tim dalam mengkomunikasikan solusi secara efektif kepada audiens internasional.
Melalui semangat “Turning Dryland into Smartlands” , inovasi KARSTIVA.ID diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian cerdas berbasis riset yang aplikatif untuk kawasan karst di Indonesia.
Biology Orchid Studi Club (BiOSC) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sukses menggelar Diklat Lapangan CAD XX. Kegiatan ini diikuti oleh 44 CAD XX dan mengangkat tema “Mekar Bersama Pengetahuan”. Kegiatan ini berfokus pada interpretasi hasil eksplorasi anggrek di alam terbuka sebagai bagian pembekalan calon anggota. Melalui praktik eksplorasi tersebut, peserta memperoleh keterampilan berupa teknik survival sekaligus kemampuan menganalisis data lapangan. Selain itu, Diklat Lapangan menjadi momen bagi calon anggota untuk menyampaikan informasi relevan dari eksplorasi yang telah dilakukan. Selama kegiatan, peserta menerima pembekalan ilmu dasar yang mendukung peran mereka dalam Diklat Penelitian, Budidaya, serta Konservasi di alam terbuka. Oleh karena itu, Diklat Lapangan tidak hanya memberikan pengalaman langsung, tetapi juga mempersiapkan calon anggota untuk menerapkan dan mengembangkan pemahaman konservasi alam.
Diklat Lapangan diselenggarakan selama dua hari yaitu pada tanggal 4 Februari 2026 di Gunung Gajah, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah dan pada tanggal 5 Februari 2026 di Fakultas Biologi UGM. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana Diklat Lapangan CAD XX (Muhammad Zaki Bramasta), Ketua BiOSC periode 2024/2025 (Ramadhan Nur Khoiruddin), dan Dosen Pembina BiOSC (Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc.), yang dilakukan di Selasar Selatan Gedung B Fakultas Biologi UGM sebelum keberangkatan menuju lokasi eksplorasi. Setelah tiba di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan oleh Pengelola Pokdarwis Gunung Gajah. Eksplorasi anggrek pada Gunung Gajah oleh CAD XX dilaksanakan dengan membagi peserta menjadi 5 kelompok. Pada eksplorasi ini, terdapat dua jalur eksplorasi, yaitu jalur 1 dan jalur 2, dengan setiap jalur terdapat 3 pos yang terdiri dari pos 1 yaitu mini games, pos 2 istirahat, dan pos 3 yaitu pengecekan sketsa. Sesampainya di fakultas, dilakukan diskusi berkelompok dengan pemandu masing-masing sebagai persiapan untuk presentasi pada hari kedua.
Kegiatan Diklat Lapangan pada tanggal 5 Februari 2026 yaitu presentasi hasil eksplorasi anggrek yang diperoleh di Gunung Gajah pada hari sebelumnya. Presentasi diawali dengan menyampaikan borang identifikasi, dokumentasi anggrek, dan sketsa anggrek yang didapatkan selama eksplorasi di Gunung Gajah. Setiap kelompok mempresentasikan hasil eksplorasi di hadapan para panelis (Dewan Senior dan Dewan Pendamping BiOSC), kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab. Output yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu Calon Angkatan Diksar XX dapat menerapkan dan menyampaikan ilmu yang telah diberikan selama Dikru Penelitian, Budidaya, serta Konservasi di alam terbuka. Kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan Calon Angkatan Diksar XX menjadi Angkatan Diksar XX oleh Ketua BiOSC, serta pengenalan Kepala Bidang yang baru pada periode kepengurusan tahun 2026. Selamat kepada Angkatan Diksar XX yang telah dilantik. BiOSC! Tumbuh, Berkembang, Lestari! [Penulis: BiOSC]
Cairo, 12 Februari 2026 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kunjungan kerja sama ke Mesir dengan agenda utama di Badr University in Cairo (BUC). Delegasi Fakultas Biologi UGM dipimpin oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan Fakultas Biologi UGM, bersama Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, M.Biotech selaku Kepala Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi UGM.
Kunjungan di Badr University in Cairo disambut secara resmi oleh Rektor BUC, Prof. Dr. Ashraf Mohamed El-Shihy, serta Dekan Faculty of Veterinary, Food Nutrition and Biotechnology BUC, Prof. Adel Abd El-Khaleq. Pertemuan ini membahas berbagai program kerja sama strategis, di antaranya penyelenggaraan International Summer Course, program Double Degree, serta International Conference bersama. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan agenda penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA) antara Fakultas Biologi UGM dan Badr University in Cairo sebagai bentuk komitmen penguatan kolaborasi akademik dan riset kedua institusi.
Sementara itu, kunjungan ke Cairo University merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya. Delegasi Fakultas Biologi UGM disambut oleh Prof. Said El-Salamouny dan Dr. Ibrahim. Pembahasan kerja sama difokuskan pada pelaksanaan International Summer Course on Tropical Biodiversity and Sustainable Development yang akan diselenggarakan di Fakultas Biologi UGM, serta rencana pengiriman mahasiswa Cairo University untuk melanjutkan studi jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) di Fakultas Biologi UGM. Selain itu, kedua institusi juga membahas penguatan kolaborasi dalam bentuk joint supervision, joint research, dan joint publication.
Melalui kunjungan ini, Fakultas Biologi UGM menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik global dan mendorong kolaborasi internasional yang berkelanjutan di bidang biologi, biodiversitas tropis, bioteknologi, dan pembangunan berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas mahasiswa dan dosen, memperkuat kualitas riset bersama, serta berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Yogyakarta, 10 Februari 2026 – Departemen Biologi Tropika, Fakultas Biologi UGM, menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Studi S3 Dosen Fakultas Biologi UGM pada Selasa (10/02) di Auditorium Biologi Tropika. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 – 12.00 WIB ini dihadiri oleh dosen serta mahasiswa pascasarjana Fakultas Biologi UGM.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Bapak Abdul Razaq Chasani, Ph.D. selaku Ketua Departemen Biologi Tropika dan dipandu oleh MC Asrindon, S.I.Kom. Kegiatan diseminasi ini bertujuan untuk berbagi pengalaman studi doktoral, pemaparan hasil disertasi dosen, serta membuka peluang kolaborasi penelitian. Topik-topik yang dipresentasikan dalam kegiatan diseminasi ini sejalan dengan komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada aspek kesehatan, lingkungan, dan keberlanjutan sumber daya hayati.
Diseminasi ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dipandu oleh Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. sebagai moderator, dengan narasumber Dr. Luthfi Nurhidayat, M.Sc., Dr.Eng. Atikah Fitria Muharromah, S.Si., M.Eng., dan Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc. Pada sesi ini, para narasumber memaparkan pengalaman studi doktoral serta hasil-hasil penelitian disertasinya yang mencakup regenerasi dan studi evolusi tokek, pemanfaatan teknologi next-generation sequencing pada vektor penyakit, serta penelitian biosorpsi merkuri oleh tumbuhan air dan mikroalga.
Sesi kedua dipandu oleh Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D. sebagai moderator, dengan menghadirkan narasumber Dr. Utaminingsih, S.Si., M.Sc., Dr. Dila Hening Windyaraini, S.Si., M.Sc., dan Dr. Laksmindra Fitria, S.Si., M.Sc. Penelitian yang disampaikan meliputi kajian anatomis, fitokimia dan molekuler tanaman ciplukan, kajian multidisiplin kasus dengue di Kabupaten Bantul, serta pemuliaan Cavia porcellus (Linnaeus, 1758) untuk mendukung penelitian di bidang dermatologi dan kedokteran estetika.
Melalui kegiatan diseminasi ini, Departemen Biologi Tropika berharap dapat memperkuat budaya riset, mendorong pertukaran ide-ide ilmiah, serta membuka peluang kolaborasi penelitian antara dosen dan mahasiswa guna mendukung inovasi dan pembangunan berkelanjutan.
Bandung, 9 Februari 2026 — Matin Nuhamunada, M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Office of International Affairs (OIA), Fakultas Biologi UGM, ikut berpartisipasi dalam kegiatan Erasmus+ ECoGREEN Project Closing yang dirangkaikan dengan Information Session dan Partner Matchmaking Program Erasmus+, bertempat di Lecture Theater Gedung PPAG, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Bandung.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperluas pemahaman mengenai berbagai skema pendanaan hibah Erasmus+, sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya melalui skema Erasmus+ Capacity Building in Higher Education (CBHE).
Dalam sesi diskusi, disampaikan pentingnya penyelarasan topik proposal Erasmus+ dengan kata kunci utama yang menjadi fokus Uni Eropa, yaitu digital/AI, sustainability, serta future skills. Arah pengembangan proposal ke depan diusulkan sebagai proyek berskala nasional untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi Indonesia dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kesadaran dan kompetensi masa depan, termasuk dalam konteks green economy dan sustainable development melalui pendekatan kurikulum interdisipliner.
Tujuan utama yang dibahas dalam forum tersebut meliputi: (1) penguatan kurikulum program Sarjana (S1) dan pengembangan program Magister di bidang sustainability, (2) Pembentukan konsorsium pendidikan dan pusat riset kolaboratif lintas institusi, serta (3) pengembangan kegiatan co-curricular kemahasiswaan yang mendukung isu sustainable development dan transformasi digital.
Sesi informasi Erasmus+ dibuka oleh Dr. Johanna Renny Octavia Hariandja (UNPAR) selaku Primary Coordinator proyek hibah CBHE ECoGREEN, sekaligus menandai penutupan resmi proyek tersebut dan menjadi ajang sosialisasi peluang kolaborasi Erasmus+ ke depan. Materi utama disampaikan oleh Arief Budiman, Ph.D., selaku Erasmus+ National Focal Point (ENFP) untuk Indonesia, yang memaparkan peran ENFP dalam membantu perguruan tinggi Indonesia mengakses berbagai skema Erasmus+, mulai dari pendampingan teknis, pencarian mitra Eropa, hingga penjaminan kualitas proposal. Disampaikan pula pentingnya kepemilikan Participant Identification Code (PIC) dan Organisation ID (OID) dari institusi perguruan tinggi Indonesia sebagai prasyarat partisipasi.
Berbagai skema Erasmus+ yang diperkenalkan antara lain: (1) International Credit Mobility (ICM), (2) Erasmus Mundus Joint Masters (EMJM), (3) Capacity Building in Higher Education (CBHE), dan (4) Jean Monnet Actions. Dalam sesi khusus CBHE, UNPAR berbagi pengalaman sebagai anggota konsorsium hingga koordinator proyek. Ditekankan bahwa kunci keberhasilan proposal CBHE terletak pada pembentukan konsorsium yang kuat, kejelasan pembagian peran, serta komunikasi intensif antar mitra di Eropa sejak tahap penyusunan concept note. Sementara itu, skema Jean Monnet diperkenalkan sebagai langkah awal strategis untuk membangun kapasitas institusi, khususnya melalui pengembangan modul dan kegiatan pengajaran terkait kebijakan Uni Eropa.
Sebagai hasil kegiatan, disepakati beberapa langkah tindak lanjut, antara lain diskusi lanjutan dengan former grantee dan calon kolaborator, penentuan topic of interest bersama, serta pembentukan konsorsium untuk pengajuan proposal Erasmus+ CBHE mendatang. Fokus kolaborasi diarahkan pada tema biosustainability dan pendekatan berbasis data. Partisipasi Fakultas Biologi dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring internasional, meningkatkan kualitas perencanaan proposal hibah internasional, serta berkontribusi pada pengembangan pendidikan tinggi yang berorientasi pada sustainable development.

























































