• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • SDG 15 : Ekosistem Daratan
  • SDG 15 : Ekosistem Daratan
  • hal. 3
Arsip:

SDG 15 : Ekosistem Daratan

Penuh Liku, Transformasi, Tak Terlupakan: Kisah Pertukaran Adéla Straková (Biomedical Sciences) di Fakultas Biologi UGM

Kegiatan MahasiswaRilis Berita Kamis, 18 Desember 2025

Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) baru-baru ini menjadi tuan rumah bagi Adéla Straková, seorang mahasiswa sarjana Biomedical Sciences dari Vrije Universiteit di Amsterdam, Belanda. Adéla memilih UGM sebagai pilihan pertamanya untuk program pertukaran, didorong oleh keinginan akan pengalaman budaya yang sepenuhnya berbeda di belahan dunia lain, ditambah dengan reputasi baik UGM dan janji akan alam Indonesia yang menakjubkan serta keramahan penduduknya.

Menavigasi Struktur Akademik yang Baru

Adéla menggambarkan pengalaman akademiknya secara keseluruhan di Fakultas Biologi sebagai “sangat positif,” meskipun ia mencatat bahwa beberapa perbedaan memerlukan penyesuaian. Ia menyebut kehadiran wajib dalam kuliah dan tantangan awal dalam penjadwalan mata kuliah sebagai praktik yang baru baginya, berbeda dengan standar di universitas asalnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kelas sering dijadwal ulang atau dibatalkan pada menit-menit terakhir, yang membuat semester terasa “sedikit berliku” pada awalnya. Namun, ia menekankan bahwa fakultas telah melakukan yang terbaik untuk mengakomodasi kebutuhan mahasiswa pertukaran.

Terlepas dari penyesuaian ini, Adéla menemukan nilai signifikan dalam mata kuliahnya, terutama menyukai kelas yang memungkinkan debat dan berbagi perspektif.

“Menurut saya, saya paling menikmati kelas di mana kami dapat berdebat dengan orang lain dan berbagi sudut pandang kami. Saya belajar paling banyak tentang latar belakang ekonomi, politik, dan ekologi Indonesia melalui itu dan sangat berterima kasih untuk kelas seperti Pencemaran Lingkungan dan Toksikologi serta para mahasiswa dan pengajar di kelas itu!”

Pendekatan Personal dalam Pembelajaran

Adéla mencatat perbedaan yang jelas dalam gaya mengajar. Perbedaan terbesar adalah pendekatan personal dan hubungan dekat yang terjalin dengan dosen, yang sangat kontras dengan kuliah besar (seringkali lebih dari seratus mahasiswa) di universitas asalnya. Ukuran kelas yang jauh lebih kecil di UGM memungkinkan hubungan yang lebih dekat, debat, dan mendengarkan perspektif budaya yang beragam.

Ia mencatat: “Secara umum, saya akan mengatakan fokus pendidikan di sini tidak terlalu pada menghafal materi tetapi lebih pada debat dan mendapatkan pengetahuan melalui interaksi dengan orang lain.”

Aspek unik lainnya adalah berkomunikasi dengan dosen melalui WhatsApp, yang, meskipun awalnya terasa aneh, membantu “meruntuhkan beberapa hambatan” dan membuat komunikasi menjadi lebih alami dan nyaman, memicu percakapan di masa depan.

Menikmati “Gaya Hidup Santai” Yogyakarta

Kesan pertama Adéla terhadap Yogyakarta adalah campuran antara kebingungan dan ketakutan, tetapi kota ini dengan cepat “tumbuh dalam diri saya tidak seperti kota lain.” Ia menyadari bahwa meskipun Yogyakarta mungkin bukan destinasi turis biasa, tinggal di sana adalah “salah satu pengalaman terbaik dalam hidup saya.” Kesan awalnya terhadap UGM adalah ukuran kampusnya yang sangat besar, meskipun ia jarang menjelajah di luar area Fakultas Biologi.

Hal yang meninggalkan kesan budaya yang kuat adalah kemampuan orang Indonesia untuk “hanya duduk santai dan menikmati hidup tanpa terburu-buru ke mana-mana”—ritme yang lebih lambat yang masih ia coba untuk ia terima. Ia juga menyukai makanan dan betapa eratnya budaya makanan sejalan dengan alam.

Pelajaran Berharga tentang Kebaikan

Ketika ditanya tentang momen “hanya ada di Indonesia” atau “hanya ada di Yogyakarta,” Adéla menceritakan insiden tak terlupakan ketika skuternya mogok di tengah jalan. Sebelum ia sempat menyadari apa yang terjadi, “tiba-tiba ada setidaknya tiga orang membantu saya.”

“Mereka dengan cepat membantu saya memperbaiki skuter dan hanya tersenyum ketika saya berterima kasih kepada mereka. Saya pikir kebaikan dan membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan apa pun inilah yang membuat Indonesia begitu istimewa, dan lebih banyak orang dan budaya bisa belajar satu atau dua hal darinya.”

Di luar kelas, Adéla beruntung bisa bepergian secara ekstensif, mencatat bahwa setiap sudut Indonesia itu indah dan bahwa keragaman—alam, agama, dan budaya—tidak pernah berhenti membuatnya takjub.

Nasihat untuk Calon Mahasiswa

Nasihat Adéla untuk calon mahasiswa internasional di masa depan yang tertarik pada program pertukaran UGM berpusat pada kesabaran dan interaksi:

  • Santai saja, fokus pada hal-hal positif, dan rangkul budaya hidup santai.
  • Pahami bahwa meskipun tidak semuanya 100% efisien, “itu tidak berarti itu lebih buruk.”
  • Pelajari Bahasa Indonesia sebanyak mungkin dan jangan takut untuk berinteraksi dengan penduduk lokal, yang merupakan “orang paling baik dan ramah.”
  • Selalu bersikap hormat, menyadari kesempatan untuk menyaksikan kehidupan sehari-hari yang sebenarnya dari orang-orang di sini.

Adéla Straková menyimpulkan waktunya di UGM dengan tiga kata: “Penuh liku, transformasi, tak terlupakan.”

Layla McKenzie: “Epik, Edukatif, dan Berkesan” – Kisah Pertukaran Mahasiswa Deakin University di Fakultas Biologi UGM

Kegiatan MahasiswaRilis Berita Rabu, 17 Desember 2025

Fakultas Biologi UGM dengan bangga menyambut Layla McKenzie, seorang mahasiswa Bachelor of Science (Environmental Science) dari Deakin University, Melbourne, Australia, yang baru saja menyelesaikan program pertukaran International Undergraduate Program (IUP) Biologi. Terinspirasi oleh pelajaran Bahasa Indonesia di masa kecil dan kedekatan geografis, Layla memilih UGM atas rekomendasi program internasionalnya yang kuat dan kekayaan budaya Yogyakarta—sebuah kota yang ia sebut sangat cocok untuk mahasiswa.



Pembelajaran yang Relevan dan Interaksi yang Hangat

Layla menggambarkan pengalaman akademiknya di Fakultas Biologi UGM sebagai “hebat”. Ia menikmati kelas dan pembelajaran dari para dosen UGM, menemukan kampus yang indah, dan ruang kelas yang nyaman. Mata kuliah yang paling disukai adalah Ilmu Lingkungan karena relevansinya yang tinggi dengan program studinya di Australia. Ia memuji topik yang menarik, tugas yang menantang, dan dosen yang “sangat engaging.”

Secara unik, Layla menyoroti perbedaan dalam gaya mengajar: “Saya merasa dosen di sini lebih mudah didekati dibandingkan di universitas saya, dan ada lebih banyak keterlibatan dengan mahasiswa.”

Jatuh Cinta pada Budaya dan Sambutan Hangat Yogyakarta

Kesan pertama Layla terhadap Yogyakarta dan UGM adalah jatuh cinta seketika. Ia memuji keindahan kampus UGM dengan banyaknya pohon dan kafe untuk belajar, serta kehangatan semua orang yang ia temui. Tim Biologi UGM juga mendapat pujian karena sigap menjawab pertanyaan dan membantu Layla dan teman-temannya merasa nyaman. Ia menggambarkan Yogyakarta sebagai kota yang kaya akan budaya dan sejarah.

Pengalaman kuliner lokal meninggalkan kesan mendalam. Layla senang makan di warung lokal dan menjalin keakraban dengan para Ibu di sana, yang ia rasakan sangat menjaga. Ia bahkan memiliki hidangan favorit yang ia sebut “enak banget!“: lotek di Jasmine Corner dan nasi pecel di Warung Santai. Selain itu, ia menikmati pertunjukan tari dan mengunjungi berbagai candi indah di area sekitar.

Momen Tak Terlupakan di Luar Kelas

Momen yang Layla sebut “hanya ada di Yogya” adalah perasaan sureal saat duduk di belakang Gojek di malam hari, merenungkan fakta bahwa ia sedang tinggal di Indonesia. Momen paling spektakuler lainnya adalah melihat erupsi lava Gunung Merapi, serta banyak momen berbagi makanan dan pengalaman tulus bersama penduduk lokal.

Di luar kegiatan akademik, Layla memanfaatkan kesempatan untuk menjelajahi Indonesia. Perjalanannya mencakup mengunjungi Banda Aceh, melihat orangutan di Kalimantan, snorkeling di Karimunjawa, mendaki di Salatiga, dan melihat blue fire di Ijen. Ia juga mendapatkan pengalaman budaya langsung dengan belajar membuat batik dan sejarahnya di Kota Gedhe.

Pesan untuk Calon Mahasiswa Pertukaran

Untuk mahasiswa internasional di masa depan yang tertarik pada program pertukaran UGM, Layla memberikan saran yang berani:

“Hadiri acara sosial apa pun yang diselenggarakan universitas, dan coba untuk bergabung dengan beberapa klub. Coba sebanyak mungkin makanan lokal dan jangan khawatir akan sakit, itu sangat aman! Pastikan Anda mengatakan ‘ya’ pada setiap kesempatan untuk mengalami atau mempelajari sesuatu yang baru!”

Layla McKenzie merangkum seluruh pengalamannya di UGM dalam tiga kata: “Educational, memorable, and epic!”

Diseminasi Hasil Pengembangan Bioprospeksi Gunung Merbabu Perkuat Pemanfaatan Berkelanjutan Tumbuhan Obat

Rilis Berita Selasa, 16 Desember 2025

Boyolali, 11–12 Desember 2025 — Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGM) menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Pengembangan Bioprospeksi yang bertempat di Front One Boutique Adria, Boyolali. Kegiatan ini menjadi wadah penyampaian hasil penelitian dan kajian ilmiah terkait potensi tumbuhan obat di kawasan Gunung Merbabu sebagai upaya mendukung pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan.


Diseminasi ini menghadirkan dua narasumber dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), yaitu Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc. dan Dr. Tri Rini Nuringtyas, S.Si., M.Sc. Kegiatan diikuti oleh Kepala Balai TNG Merbabu beserta jajaran staf, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta pejabat Kementerian Lingkungan Hidup yang turut berpartisipasi secara daring melalui Zoom.

Dalam paparannya, Dr. Tri Rini Nuringtyas, S.Si., M.Sc. menyampaikan hasil penelitian mengenai profiling fitokimia serta uji potensi pengembangan produk berbahan dasar Centella asiatica dan Selaginella. Kajian ini menyoroti kandungan senyawa bioaktif serta peluang pengembangan produk berbasis keanekaragaman hayati lokal yang memiliki nilai tambah dan prospek pemanfaatan lebih lanjut.

Sementara itu, Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc. memaparkan hasil kajian etnobotani yang menjadi dasar ilmiah dalam penyusunan Buku Tumbuhan Obat di Gunung Merbabu. Penelitian ini mendokumentasikan pengetahuan lokal masyarakat terkait pemanfaatan tumbuhan obat, sekaligus memperkuat upaya pelestarian pengetahuan tradisional yang selaras dengan konservasi kawasan.

Secara keseluruhan, penelitian etnobotani dan bioprospeksi tumbuhan di Gunung Merbabu memberikan landasan ilmiah yang penting bagi pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan serta mendukung upaya konservasi tumbuhan di kawasan taman nasional. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari hasil kerja sama jangka panjang antara Fakultas Biologi UGM dan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu dalam pengembangan riset, konservasi, dan pemanfaatan keanekaragaman hayati. Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pengembangan potensi tumbuhan obat, SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui upaya konservasi keanekaragaman hayati, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi antar institusi.

Angkat Konsep Smart Hydrogel Berbasis Kitosan Jamur dan Probiotik (Chitoheal), Tim Mahasiswa UGM Raih Silver Medal dalam ISS Essay Competition di Malaysia

PrestasiRilis Berita Selasa, 16 Desember 2025

Kabar membanggakan kembali datang dari kancah internasional. Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Silver Medal subtema Health dalam ajang International Student Summit (ISS) Essay Competition 2025 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim yang terdiri atas Fadhilatus Salamah (Ketua Tim), Muhammad Fikri Alfiansyah, dan Nurlaila Sahara Worabay dari Magister Biologi dan Magister Ilmu Lingkungan tampil gemilang melalui karya inovatif berjudul “CHITOHEAL: PROBIOTIC-INTEGRATED WOUND PATCH FROM SUSTAINABLE MUSHROOM BIOMASS.” Gagasan inovatif ini menarik perhatian karena menggabungkan bioteknologi, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu konsep perawatan luka yang potensial. Chitoheal merupakan ide pengembangan perban cerdas berbasis kitosan jamur yang diperkaya nanopartikel Chitosan Oligosakarida (CSO‑NPs) serta probiotik Lactobacillus plantarum. Konsep ini dirancang untuk menjawab tantangan luka kronis melalui mekanisme antimikroba, antiinflamasi, imunomodulator, dan kemampuan self‑healing.


“Kami mengembangkan Chitoheal sebagai konsep biomaterial masa depan yang tidak hanya menutup luka, tetapi juga aktif membantu proses penyembuhan. Ide ini lahir dari berbagai kajian yang menunjukkan potensi besar kitosan jamur dan probiotik dalam regenerasi jaringan,” ujar ketua tim.

Menurut anggota tim lainnya, gagasan ini berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya kasus luka kronis pada pasien diabetes, trauma, dan pasca operasi. “Banyak pasien mengalami penyembuhan yang lambat akibat infeksi dan resistensi antimikroba. Dari literatur, kami melihat peluang besar untuk menghadirkan solusi yang lebih efektif dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Kajian literatur menunjukkan bahwa CSO‑NPs memiliki aktivitas antibakteri kuat terhadap patogen seperti Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa, sekaligus mendukung pertumbuhan bakteri baik yang membantu regenerasi jaringan. Sementara itu, Lactobacillus plantarum diketahui mampu menurunkan beban bakteri, mengurangi inflamasi, dan mempercepat proses penyembuhan berdasarkan berbagai studi terdahulu. Temuan‑temuan ini menjadi dasar ilmiah bagi konsep Chitoheal sebagai perban modern yang lebih unggul dibandingkan perban konvensional.

Tim juga menekankan pentingnya penggunaan kitosan jamur sebagai alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan. “Literatur menunjukkan bahwa kitosan dari hewan laut memiliki risiko alergi dan isu lingkungan. Kitosan jamur menawarkan solusi yang lebih stabil, aman, dan ramah lingkungan,” tambahnya.

Gagasan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDG 13 (Climate Action). “Kami ingin menunjukkan bahwa ide inovatif ini dapat menjadi langkah awal untuk menjawab tantangan global di bidang kesehatan dan keberlanjutan,” ungkap tim.

Meskipun masih berupa konsep, inovasi ini menjadi bukti komitmen fakultas dalam mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ide ilmiah yang relevan dan berdampak. Di bawah arahan Sari Darmasiwi S.Si., M. Biotech., Ph.D tim berhasil menyusun konsep biomaterial yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian eksperimental.

Ke depan, tim berharap Chitoheal dapat memasuki tahap riset laboratorium dan pengembangan lanjutan, sehingga suatu hari dapat diwujudkan sebagai solusi nyata untuk perawatan luka yang lebih cepat, aman, dan berkelanjutan. [Penulis: Fadhilatus Salamah]

PPK Ormawa KSK Biogama Raih Juara 3 Kategori Poster Paling Kreatif di Ajang Kompetisi Abdidaya Ormawa 2025

PrestasiRilis Berita Selasa, 16 Desember 2025

Tim PPK Ormawa KSK Biogama di bawah naungan Komunitas Nawasatya 2025 berhasil menyabet prestasi di ajang kompetisi nasional Abdidaya Ormawa 2025. Kompetisi ini diselenggarakan pada tanggal 4-7 Desember 2025 bertempat di Universitas Muhammadiyah Malang. Abdidaya Ormawa 2025 sebagai kompetisi nasional program pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa pada tahun ini mempertemukan 67 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.


Pada gelaran Abdidaya Ormawa 2025 ini, PPK Ormawa KSK Biogama mengusung program pemberdayaan masyarakat: Inovasi Produk Nori Ulva Berbasis Zero Waste dan Digital Marketing untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Kalurahan Kemadang, Gunungkidul. Pada malam final penganugerahan, Tim PPK Ormawa KSK Biogama berhasil menyandang juara 3 pada Kategori Poster Paling Kreatif.

Momen ini menjadi kali perdana PPK Ormawa khususnya Kelompok Studi Kelautan (KSK) Biogama berpartisipasi menjadi kontingen perwakilan Universitas Gadjah Mada di Kompetisi Abdidaya Ormawa dan meraih gelar juara di ajang kompetisi nasional. Ketua KSK Biogama, Aris Budi Budi Rohman menyatakan rasa senang dan bangga terhadap capaian tim. “Capaian yang diperoleh oleh KSK Biogama ini merupakan hasil dari kerja keras bersama. Harapannya pencapaian ini bukan menjadi akhir dari pengabdian yang dilakukan, tetapi menjadikannya sebuah bentuk apresiasi yang terus menambah semangat dalam menjalankannya” ucapnya.

Prestasi ini memperkuat komitmen universitas dan mahasiswa dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, berbasis riset, dan kolaborasi. Capaian ini menjadi bentuk penerapan riset penelitian kelompok studi di Biologi dalam pemberdayaan masyarakat dan diharapkan dapat mendorong Kelompok Studi Kelautan (KSK) Biogama untuk terus melanjutkan dedikasi dalam penerapan riset penelitian di lingkup mahasiswa dan masyarakat serta menginspirasi mahasiswa lain untuk berkarya dan menghasilkan inovasi yang memberi dampak nyata. [Penulis: KSK]

Fakultas Biologi UGM Lanjutkan Pendampingan Petani Kopi Desa Sikunang untuk Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Pengabdian kepada Masyarakat Minggu, 14 Desember 2025

Dieng, 16 Juni 2025 – Sebagai komitmen berkelanjutan dalam mendukung peningkatan ekonomi dan pelestarian lingkungan, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melaksanakan kegiatan pendampingan kepada petani kopi di Desa Sikunang, Dieng. Kegiatan yang berlangsung pada 16 Juni 2025 ini merupakan tindak lanjut dari program hibah Desa Mitra yang telah dilaksanakan sebelumnya, dengan fokus pada pendampingan teknis intensif di kebun kopi.

Kegiatan kali ini difokuskan pada pendampingan langsung di lapangan untuk mengatasi tantangan konkret yang dihadapi petani. Tim yang dipimpin oleh Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, M.Biotech., bersama anggota dosen yaitu Dr. Dwi Sendi Priyono, M.Si., Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Si., dan Ganies Riza Aristya, M.Sc., Ph.D., melakukan observasi mendetail terhadap kondisi kebun, menganalisis masalah jarak tanam, serangan hama dan penyakit, serta teknik pemangkasan tanaman kopi yang masih belum optimal.

“Pendampingan tidak bisa hanya sekali. Peningkatan produktivitas dan kualitas kopi memerlukan pendampingan berkelanjutan dan pemantauan intensif agar perubahan metode budidaya dapat diterapkan dengan benar dan berbuah hasil,” jelas Dr. Abdul dalam sambutannya. Selain diskusi, tim juga memberikan demonstrasi praktis tentang teknik pemangkasan yang baik untuk merangsang pertumbuhan cabang produktif, pengenalan hama dan penyakit utama kopi di wilayah Dieng, serta cara pembuatan dan aplikasi pupuk alami untuk mendukung pertanian organik. Hal ini sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan yang menjadi salah satu pilar program.

Kepala Desa Sikunang menyambut baik kelanjutan program ini. “Kehadiran tim dari UGM memberikan energi dan ilmu baru bagi petani kami. Kami berharap dengan pendampingan yang kontinu, produktivitas kopi Sikunang bisa meningkat signifikan dan menjadi komoditas unggulan baru di samping sayuran,” ujarnya. Para petani terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai kendala yang ditemui sehari-hari di kebun. “Pelatihan sebelumnya sangat membantu. Sekarang dengan pendampingan langsung seperti ini, kami jadi lebih paham cara menerapkannya di kebun sendiri,” kata salah satu petani kopi setempat.

Program pendampingan lanjutan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Fakultas Biologi UGM untuk memberdayakan petani kopi Dieng. Rencananya, pendampingan akan terus dilakukan secara periodik, dengan memadukan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan inisiatif lain, untuk memastikan transformasi menuju pertanian kopi yang produktif, berkualitas, dan berkelanjutan benar-benar terwujud. Program ini merupakan wujud tri dharma perguruan tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat, yang bertujuan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi biologis guna memecahkan masalah nyata di masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan menjaga kelestarian lingkungan.

Secara lebih luas, kegiatan pendampingan ini berkontribusi langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya: SDG 1: Tanpa Kemiskinan dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi – melalui peningkatan produktivitas dan pendapatan petani kopi, SDG 2: Tanpa Kelaparan – dengan mendorong diversifikasi pertanian dan ketahanan pangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab – melalui pelatihan praktik pertanian berkelanjutan dan organic dan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 15: Ekosistem Daratan – dengan mengedepankan pelestarian lingkungan, penggunaan pupuk alami, dan pengelolaan kebun yang ramah ekosistem.

Fakultas Biologi UGM Perkuat Kolaborasi Internasional dengan University of Brunei Darussalam, Didukung KBRI Brunei Darussalam

Kerja SamaRilis Berita Kamis, 11 Desember 2025

Brunei Darussalam, 9 Desember 2025 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperluas jejaring kerja sama internasional melalui kolaborasi strategis dengan The University of Brunei Darussalam (UBD), yang terselenggara dengan dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Brunei Darussalam. Pertemuan ini dihadiri oleh delegasi Fakultas Biologi UGM yang dipimpin oleh Dekan, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., bersama Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, serta Dr. Slamet Widiyanto, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia. Kehadiran delegasi UGM disambut hangat oleh Wakil Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Roos Diana Iskandar, serta Agus Buana selaku Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI. Sementara itu, pertemuan dengan UBD disambut oleh Dean Faculty of Science, Lim Lee Hoon, Ph.D., Faizah Metali, Ph.D. selaku Programme Leader for Environmental & Life Sciences, dan Dr. Ulmar Grafe dari Department of Environmental Life Sciences.


Inisiatif kerja sama ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan program student exchange pada tahun 2024, ketika Fakultas Biologi UGM menerima mahasiswa dari Faculty of Science UBD, Nurjanah Amalia Munaf, untuk mengikuti kegiatan akademik di UGM. Melalui pertemuan kali ini, kedua institusi menyepakati penguatan kolaborasi yang mencakup tiga bidang utama: pertama, pengembangan student exchange program dua arah antara Department of Environmental Life Sciences, Faculty of Science UBD, dan Fakultas Biologi UGM; kedua, pelaksanaan joint supervision bagi mahasiswa Program Sarjana hingga Magister dari kedua universitas; dan ketiga, penyusunan joint publication yang lahir dari penelitian kolaboratif dalam kerangka pembimbingan bersama.

Fakultas Biologi UGM dan UBD menaruh harapan besar agar kerja sama ini dapat membuka kesempatan lebih luas bagi pertukaran pengetahuan, peningkatan kualitas riset, serta penguatan kapasitas akademik di bidang ilmu kehidupan. Kolaborasi ini juga dipandang sebagai kontribusi nyata kedua institusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 15 (Life on Land), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals), melalui pendidikan berkualitas, pelestarian keanekaragaman hayati, serta kemitraan global yang berkelanjutan. Dengan sinergi yang semakin erat, kerja sama ini diharapkan menjadi langkah penting menuju pengembangan riset dan pendidikan biologi yang lebih inklusif dan berdampak luas di kawasan Asia Tenggara.

Mengukir Kenangan, Mengukir Komitmen: Dikjut & Pelantikan Anggota BiOSC 2025

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 10 Desember 2025

Kegiatan Pendidikan lanjut (Dikjut) merupakan langkah baru untuk anggota aktif AD XIX untuk memasuki tahapan lanjutan dari Pendidikan Dasar (Diksar). Staf muda di setiap bidang BiOSC yang sudah melakukan tugas selama ±1 tahun dapat menjadi staf ahli sekaligus menjadi anggota divisi di BiOSC setelah dinyatakan lulus pendidikan lanjut BiOSC.Adapun tema yang diusung pada kegiatan Dikjut ini yaitu “From Root to Bloom: nurturing knowledge to harmonize the symphony of orchid”. Adapun rangkaian kegiatan yang dilalui meliputi meet and greet, pematerian dikru penelitian, budidaya dan konservasi, praktek lapangan serta ditutup dengan pelantikan.


Untuk kegiatan pematerian dikru dilakukan secara daring melalui zoom meeting, dan untuk kegiatan praktik lapangan dilaksanakan selama 2 hari yakni Sabtu, 30 Agustus dan Minggu, 31 Agustus 2025 yang berlokasi di Greenhouse Karanggayam dan Fakultas Biologi UGM. Pada hari pertama, kegiatan dimulai dengan praktik lapangan di Stasiun Penelitian Biodiversitas II Karanggayam dan Fakultas Biologi. Para peserta yang terdiri dari AD19 sebagai calon anggota divisi yang telah dibagi kedalam beberapa kelomppok. Adapun rangkaian kegiatan yang dilalui meliputi praktik divisi lapangan yang dilakukan dengan praktik pembuatan herbarium basa. Selain itu juga terdapat praktik divisi budidaya yaitu melakukan aklimatisasi planlet di Greenhouse Karanggayam untuk selanjutnya dilakukan pengamatan jumlah planlet yang berhasil diaklimatisasi dalam rentang waktu 1 minggu. Rangkaian berikutnya adalah praktik divisi konservasi yakni melakukan identifikasi anggrek dan melakukan pengukuran parameter fisiko-kimia yang ada di Greenhouse Karanggayam. Rangkaian akan ditutup dengan diskusi hasil praktik setiap kelompok didampingi dengan pemandu masing-masing sebagai pembahasan lanjutan untuk menyusun laporan praktik masing-masing divisi.

Pada tahap akhir yang akan menutup rangkaian kegiatan Dikjut Anggota BiOSC tahun 202 5 ini akan diisi dengan presentasi tugas akhir, evaluasi serta pelantikan. Ketiga kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 21 September 2025. Untuk presentasi tugas akhir merupakan pemaparan terkait laporan hasil dari praktik lapangan dan akan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara presenter dengan audiens. Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan evaluasi dan ditutup dengan pelantikan untuk melantik secara resmi Anggota Diklat XIX menjadi anggota dari masing-masing divisi sesuai keputusan akhir yang tercantum di surat keputusan. [Penulis: BiOSC]

Simfoni Generasi : Menyemai Ilmu Memetik Inspirasi dalam SALUT & Studium Generale BiOSC Tahun 2025

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 10 Desember 2025

Pada hari Minggu, tanggal 2 November 2025, Biology Orchid Study Club (BiOSC) berhasil menyelenggarakan dua rangkaian kegiatan akademik yang sinergis, yaitu Sapa Alumni Hebat (SALUT) dan Studium Generale. Kegiatan ini mengangkat tema “Bloom Through the Time: The Orchid’s Journey and Ours”, yang dipilih secara simbolis untuk merefleksikan perjalanan hidup dan perkembangan baik pada anggrek maupun manusia. Tujuan utama acara ini adalah untuk memberikan pengalaman inspiratif serta motivasi kepada peserta dalam meraih cita-cita akademis dan profesional, sekaligus memperdalam pemahaman keilmuan tentang anggrek dari perspektif bidang tertentu. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh calon anggota dan anggota aktif BiOSC sebagai upaya penguatan kapasitas dan jejaring keilmiahan.


Sebagai narasumber utama, BiOSC menghadirkan Aninda Retno Utami Wibowo, S.Si., M.Sc., yang merupakan alumni Fakultas Biologi sekaligus alumni aktif BiOSC angkatan kedua. Saat ini, beliau berkiprah sebagai salah satu periset di Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan fokus kajian yang sejalan dengan topik anggrek dan evolusi.

Rangkaian acara dibagi menjadi beberapa sesi yang saling melengkapi. Pertama, sharing session diisi dengan paparan mendalam dari narasumber seputar pengalaman pribadi selama menempuh pendidikan, tantangan yang dihadapi, hingga capaian karier saat ini. Narasumber juga membagikan pesan-pesan motivasi dan strategi yang dapat diterapkan oleh mahasiswa dalam merancang masa depan akademis maupun profesional.

Sesi kedua berupa pemaparan materi ilmiah yang fokus pada proses evolusi anggrek, khususnya dalam kaitannya dengan perubahan morfologis pada bunga dan organ lain. Materi ini tidak hanya memperkaya wawasan botani, tetapi juga mengajak peserta menarik paralel antara prinsip evolusi dengan dinamika perkembangan diri.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif, di mana peserta diberi kesempatan untuk berdiskusi lebih lanjut, mengkonfirmasi pemahaman, serta menggali wawasan dari pengalaman langsung narasumber di dunia penelitian. Melalui rangkaian ini, diharapkan tercipta ruang belajar yang inspiratif, relevan, dan aplikatif bagi seluruh peserta. [Penulis: BiOSC]

Mahasiswi Biologi UGM Jadi Bagian dari Tim Pemenang di Program Internasional “Advanced Workshop & Hackathon” di Korea Selatan

Rilis Berita Senin, 8 Desember 2025

Enjang Sekaryati Prasetyaningrum, mahasiswi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada angkatan 2021 dengan dosen pembimbing skripsi Prof. Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc., berhasil menjadi bagian dari tim pemenang (Winner Team) dalam ajang internasional “2025 Advanced Workshop & Hackathon: Women in Digital & Entrepreneurship (WiDE) Training Program” yang diselenggarakan di Sookmyung Women’s University, Seoul, Korea Selatan, pada bulan November 2025.


Program bergengsi ini merupakan bagian dari inisiatif global UNESCO UNITWIN – Sookmyung Women’s University, yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di bidang digital innovation, teknologi, dan kewirausahaan berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara, yakni Laos, Kamboja, Vietnam, dan Indonesia, yang berkolaborasi lintas budaya dalam mengembangkan proyek berbasis teknologi untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Selama pelaksanaan program, Sekar aktif mengikuti berbagai sesi pelatihan digital, workshop entrepreneurship, design thinking, dan hackathon bertema teknologi otonom. Bersama tim internasionalnya, Sekar turut mengembangkan proyek “Autonomous Driving Donald Car”, yaitu sistem kendaraan otonom berbasis IoT dan kontrol digital. Proyek ini berhasil meraih predikat Winner Team berkat ide inovatif, strategi efektif, serta performa terbaik dalam penyelesaian misi.

“Sebagai mahasiswa Biologi, saya belajar bahwa sains dan teknologi digital dapat saling mendukung untuk menciptakan solusi yang bermanfaat dan berkelanjutan. Program ini membuka wawasan saya untuk berinovasi lintas bidang serta berkontribusi pada pencapaian SDGs melalui pendekatan multidisipliner,” ungkap Sekar.

Capaian ini menjadi kebanggaan bagi Fakultas Biologi UGM, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Biologi memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam isu global melalui kolaborasi sains, teknologi, dan inovasi digital yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Mari dukung langkah para perempuan UGM dalam menciptakan perubahan positif menuju dunia yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan! [Penuls: Enjang Sekaryati Prasetyaningrum]
12345…59

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Pelantikan Ketua Kelompok Studi dan Lembaga Mahasiswa Fakultas Biologi Tahun 2026
  • Penyambutan dan Pengenalan Mahasiswa Baru Program Profesi dan Pascasarjana Periode Semester Genap 2025/2026 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada
  • Perpustakaan Fakultas Biologi Menyapa Mahasiswa Baru Program Pascasarjana dan Profesi Biokurator Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Angkatan Genap Tahun Akademik 2025/2026
  • Kolaborasi Peneliti Fakultas Biologi UGM dalam Workshop eDNA untuk Deteksi Patogen Pada Perdagangan Satwa Liar
  • Dari Kampus ke Konservasi: BIOVOX Antar Tim SABA UGM Juara di Kompetisi Riset Nasional
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju