• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • SDG 15 : Ekosistem Daratan
  • SDG 15 : Ekosistem Daratan
  • hal. 2
Arsip:

SDG 15 : Ekosistem Daratan

KSH UGM Selenggarakan Srawung dengan KSAT UGM 2025

Kegiatan Mahasiswa Senin, 29 Desember 2025

Kelompok Studi Herpetologi (KSH) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan KSH Srawung yang berkolaborasi dengan Kelompok Studi Arsitektur Taman (KSAT) pada Sabtu, 8 November 2025 pukul 13.00-17.00 WIB, yang bertempat di ruang X dan ruang Sekretariat Bersama. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk mempererat hubungan antara masing-masing kelompok studi. Kegiatan ini diikuti oleh Anggota KSH sekaligus Anggota KSAT angkatan 2022, 2023, 2024, dan 2025.


Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh MC, diikuti dengan kata sambutan oleh Ketua Pelaksana KSH Srawung. Kemudian dilanjutkan dengan acara inti, yaitu pematerian dari KSAT mengenai ‘Terrarium’ oleh Johs Carlo Edison Abon, dilanjut dengan moving ke ruang Sekretariat Bersama dan dilakukan hands-on untuk pembuatan terrarium. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pematerian dari KSH mengenai ‘Housing and Husbandry’ oleh Dzahni Askiyanajah dan Muhammad Kadzim Al Habsyi. Kemudian, acara dilanjut dengan pemberian sertifikat untuk masing-masing pemateri. Kegiatan ini diakhiri dengan penutupan oleh MC dan diikuti dengan sesi dokumentasi bersama oleh panitia dan peserta. Secara keseluruhan, KSH Srawung berjalan lancar dan penuh antusiasme. Peserta kegiatan meliputi Anggota KSH dan KSAT dengan kehadiran sebanyak 28 orang. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru bersama KSH dan KSAT. [Penulis: KSH]

Sidang Umum Matalabiogama Tetapkan Ketua Umum dan Arah Kepengurusan Baru

Kegiatan Mahasiswa Senin, 29 Desember 2025

Pada 20 Desember 2025, Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (Matalabiogama) telah menyelenggarakan Sidang Umum Matalabiogama yang bertempat di Ruang X, Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini dihadiri oleh 27 peserta yang terdiri atas D XXVI, D XXVII, AM XXVIII, serta Badan Pengawas Organisasi (BPO).


Sidang Umum ini menjadi forum musyawarah untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan Kabinet Satya Bhawana Sukma periode 2025/2026, sekaligus merumuskan dan menetapkan kebijakan kepengurusan periode 2026/2027. Rangkaian agenda Sidang Umum meliputi Sidang Pendahuluan, Sidang Pleno Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), Sidang AD/ART, Sidang Komisi dan Garis Besar Haluan Kerja Matalabiogama (GBHKM), Sidang Struktur Kepengurusan, serta Sidang Pemilihan BPO.

Sidang Umum dimulai pukul 08.30 WIB diawali dengan pembukaan oleh MC dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Matalabiogama. Sambutan disampaikan oleh Irfan Ari Prasetyo selaku alumni DIKLAT XXIV Matalabiogama dan Layla Oktavia selaku Ketua Umum Matalabiogama periode 2025/2026. Sidang Pendahuluan kemudian menetapkan Golda Theresia Simarmata sebagai presidium untuk memimpin jalannya persidangan. Rangkaian kegiatan selanjutnya dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib sidang serta penetapan pimpinan sidang yang dipandu oleh MC dengan hasil penetapan Faiq Mishbahul Aufa sebagai pemimpin sidang.

Sidang Pleno LPJ dilaksanakan melalui pemaparan laporan kinerja seluruh divisi disertai evaluasi dan penyampaian masukan dari peserta sidang. Secara keseluruhan, laporan pertanggungjawaban diterima dan disetujui dengan catatan bahwa kepengurusan periode berikutnya diharapkan mampu merancang program kerja yang optimis dan realistis sesuai dengan kapasitas organisasi agar dapat terlaksana secara optimal. Selanjutnya, dilaksanakan Sidang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta pembahasan Garis Besar Haluan Kerja Matalabiogama yang dipimpin oleh Faiq Mishbahul Aufa dan disetujui oleh seluruh peserta sidang.

Sidang Struktur Kepengurusan menghasilkan sejumlah keputusan, salah satunya penetapan Ketua Umum melalui mekanisme musyawarah dan kesepakatan bersama. Melalui proses tersebut, Faiq Mishbahul Aufa ditetapkan sebagai Ketua Matalabiogama periode 2026/2027. Selanjutnya dalam Sidang Pemilihan BPO, seluruh AM XXVII dan AM XXVIII terlibat aktif dalam penyampaian pendapat dan diskusi. Sidang kemudian menetapkan Golda Theresia Simarmata sebagai Koordinator BPO, serta Layla Oktavia dan Rizal Alfarizan Ramadhan sebagai staf BPO.

Secara keseluruhan, Sidang Umum Matalabiogama 2025 terlaksana dengan lancar dan diwarnai diskusi yang konstruktif. Forum ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kuat bagi Matalabiogama untuk terus tumbuh dan berkembang, serta menjadi ruang evaluasi dan penyempurnaan kepengurusan dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kepencintaalaman. Vivat et Floreat! [Penulis: Matalabiogama]

Fakultas Biologi UGM Dukung Penguatan Tata Kelola Koleksi Ilmiah Hayati Nasional

Rilis Berita Rabu, 24 Desember 2025

Cibinong, 22-23 Desember 2025 – Fakultas Biologi UGM berpartisipasi aktif dalam Seminar Nasional Manajemen Koleksi Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah (DPKI) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, Cibinong, Bogor.


Keterlibatan Fakultas Biologi UGM diwujudkan melalui kehadiran Bapak Abdul Razaq Chasani, Ph.D. selaku Kepala Laboratorium Sistematika Tumbuhan (ex officio) dan Dosen Pengampu pada Prodi Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati Fakultas Biologi, serta Bapak Fransiscus Xaverius Sugiyo Pranoto, S.Si. selaku Petugas Pemelihara Koleksi dan Museum Biologi UGM.

Seminar nasional yang dilaksanakan selama dua hari ini menghadirkan berbagai narasumber dari beragam institusi dan menjadi forum strategis untuk memperkuat pemahaman dan praktik pengelolaan koleksi ilmiah hayati yang terstandar.

Kegiatan pada hari terakhir ditutup dengan kunjungan ke fasilitas koleksi ilmiah BRIN. Kunjungan dimulai dari Ruang Kelas Baru Gedung Dahlia menuju Gedung InaCC (Indonesian Culture Collection) dan Gedung Keanekaragaman Hayati untuk menlihat langsung koleksi mikroorganisme, koleksi biji, xylarium, dan herbarium, koleksi artefak, serta koleksi hewan (MZB).

Partisipasi Fakultas Biologi pada kegiatan ini sejalan dengan komitmen fakultas dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 15 (life on land) melalui kontribusi nyata dalam konservasi dan pemanfaat keanekaragaman hayati berbasis koleksi ilmiah serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan infrastruktur riset hayati  untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.

Melalui keterlibatan aktif dalam forum ini, Fakultas Biologi UGM terus berperan dalam penguatan tata kelola koleksi ilmiah hayati nasional serta pengembangan kolaborasi antar institusi untuk mendukung riset dan pembangunan berkelanjutan.

“Root to Radiance”: Unifikasi Riset, Pengabdian, dan Pesona Ragam Puspa pada Research Day Fakultas Biologi

Rilis Berita Senin, 22 Desember 2025

Yogyakarta, 27–29 November 2025 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sukses menghadirkan nuansa baru dalam agenda tahunan Research Day 2025 yang bertema “Root to Radiance: Bridging the Beauty of Science and the Theory of Art”, sebuah program yang dirancang untuk mengintegrasikan Biologi yang ilmiah dengan kehalusan seni dalam satu panggung apresiasi biodiversitas. Diselenggarakan selama tiga hari dan terbuka gratis untuk umum, acara ini mengajak publik menyadari bahwa ilmu pengetahuan, pengabdian pada masyarakat, dan seni tidak berjalan sendirian; ketiganya dapat berpadu menjadi pengalaman yang memperkaya nalar sekaligus mengimplementasikan kedekatan ilmu dan kehidupan bermasyarakat.


Research Day 2025 menampilkan pameran poster penelitian dan pengabdian sebagai bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam riset biologis serta pendampingan masyarakat. Setiap poster tidak hanya mempresentasikan metode dan hasil penelitian, tetapi juga menunjukkan bagaimana akademisi muda bergerak bersama masyarakat, memperkuat literasi lingkungan, dan menghadirkan solusi terhadap isu-isu ekologis melalui program pengabdian yang berkelanjutan. Di tengah kompleksitas tantangan lingkungan hidup saat ini, dokumentasi karya akademisi menjadi seruan bahwa pengetahuan harus hadir di ruang publik dan bekerja untuk kehidupan.

Sejalan dengan itu, dimensi berikutnya menghadirkan apresiasi flora melalui pameran seni botani, fotografi, dan karya lukis yang mengacu pada kaidah ilmiah. Keindahan morfologi tumbuhan ditangkap dalam detail presisi—urat daun yang halus, pewarnaan yang akurat, hingga struktur yang diabadikan melalui fotografi ilmiah. Seluruh karya ini menyampaikan pesan bahwa keanekaragaman hayati tidak hanya dapat dipahami melalui angka dan data, melainkan juga dirayakan melalui bahasa visual yang memancarkan keanggunan aneka puspa bangsa.

Kolaborasi bersama IDSBA (Indonesian Society of Botanical Artists), UFO UGM, USER UGM, serta kontributor umum menjadikan pameran ini ruang temu berbagai perspektif: ilmuwan yang bekerja dengan observasi, seniman yang berkarya dengan rasa, dan publik yang belajar menyerap keduanya secara seimbang.

Keterlibatan pengunjung tidak berhenti pada apresiasi visual. Melalui berbagai workshop, acara ini menghadirkan pengalaman interaktif: IDSBA memberikan pelatihan (workshop) ilustrasi botani yang menumbuhkan kepekaan pada anatomi tumbuhan; Aicare menghadirkan mini workshop berbasis teknologi dan keberlanjutan; KiosIjo menyajikan welcome drink brewing tea yang memperkenalkan kekayaan flora herbal Indonesia melalui pendekatan sensorik; sementara Herbaria menampilkan Live Show Press Flowers yang menunjukkan bagaimana herbarium dibentuk menjadi dokumentasi estetis yang bertahan melampaui waktu. Seluruh program ini dirancang untuk membangkitkan rasa ingin tahu, menstimulasi kreativitas, dan membuka ruang dialog antara pengetahuan dan pengalaman.

Tema “Root to Radiance” sendiri menjadi simbol perjalanan dari akar pengetahuan yang kokoh menuju pancaran apresiasi yang meluas. Ia menyiratkan bahwa kecemerlangan tidak lahir begitu saja, melainkan tumbuh dari fondasi riset, kerja sosial, dan kesadaran ekologis. Kegiatan ini mendorong publik untuk melihat flora bukan hanya sebagai objek alam, tetapi sebagai bagian integral dari identitas ekologis yang harus dihargai dan dilestarikan. Dengan membiarkan sains berbicara melalui seni, dan seni berlabuh pada landasan ilmiah, acara ini mengajak setiap pengunjung memaknai ulang hubungan manusia dengan alam.

Melalui kolaborasi lintas disiplin dan akses publik yang sepenuhnya gratis, Fakultas Biologi UGM berharap Research Day 2025 tidak hanya menjadi pameran, tetapi sebuah gerakan kecil yang menumbuhkan kepedulian, membuka ruang dialog, dan membangun jembatan antara dunia akademik dengan masyarakat luas. Di tengah urgensi pelestarian biodiversitas Indonesia, kegiatan ini menjadi panggilan untuk melihat lebih dekat, merayakan, dan menjaga pesona ragam puspa yang selama ini menopang kehidupan.

 

Dokumentasi: Suasana pameran poster, pameran seni, kegiatan sponsor, dan foto dengan suasana happy

Seminar Hasil Penelitian Mahasiswa Doktor Biologi Fakultas Biologi UGM

Kegiatan MahasiswaRilis Berita Senin, 22 Desember 2025

Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian Mahasiswa Program Doktor Biologi pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Mata Kuliah Penelitian yang wajib diikuti oleh mahasiswa Program Doktor Biologi.


Kegiatan seminar diawali dengan laporan Ketua Program Studi Doktor Biologi, Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D., yang memaparkan pelaksanaan Mata Kuliah Penelitian serta perannya dalam memantau capaian penelitian mahasiswa. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan secara resmi oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., yang menegaskan komitmen fakultas dalam menjaga mutu akademik serta mendorong penelitian yang berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Seminar ini diikuti oleh mahasiswa doktor yang sedang menempuh Mata Kuliah Penelitian, dengan tujuan untuk memaparkan perkembangan dan capaian hasil penelitian yang telah dilakukan selama satu semester. Dalam forum akademik ini, mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian sementara, menguraikan berbagai kendala yang dihadapi selama proses penelitian, serta menyampaikan rencana dan strategi penelitian ke depan. Selain presentasi lisan, mahasiswa juga menampilkan poster penelitian mereka sebagai sarana publikasi ilmiah, sehingga mereka dapat melatih kemampuan menyajikan hasil penelitian secara profesional dan komunikatif.

Topik-topik penelitian yang dipresentasikan mencerminkan kontribusi keilmuan Fakultas Biologi UGM terhadap sejumlah SDGs, antara lain SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui kajian di bidang kesehatan dan biologi medis, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan dan riset doktoral, SDG 13 (Climate Action) terkait respons biologis terhadap perubahan iklim, SDG 14 (Life Below Water) dan SDG 15 (Life on Land) melalui penelitian biodiversitas, ekologi, serta konservasi sumber daya hayati.

Setiap mahasiswa mempresentasikan penelitiannya di hadapan Tim Promotor, yang bertindak sebagai penilai sekaligus pemberi masukan akademik. Proses penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup kesesuaian antara rencana dan hasil penelitian, kedalaman analisis ilmiah, kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi permasalahan penelitian, serta kejelasan rencana tindak lanjut penelitian yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Melalui kegiatan seminar ini, Fakultas Biologi UGM mendorong terciptanya budaya akademik yang kritis dan konstruktif, sekaligus memastikan bahwa pelaksanaan penelitian mahasiswa doktor berjalan sesuai dengan standar mutu akademik dan peta jalan keilmuan yang telah ditetapkan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs di tingkat nasional dan global.

Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM Selenggarakan Pelatihan Teknis Budidaya Lebah Madu

Rilis Berita Jumat, 19 Desember 2025

Yogyakarta, 17 Desember 2025 — Laboratorium Entomologi, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Lebah Madu pada Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di Teaching Lab Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini diikuti oleh 12 peserta, terdiri atas 10 peserta dari Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) dan 2 peserta dari Wisata Buah Manisrenggo.


Pelatihan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis peserta dalam pengelolaan lebah madu sebagai penyerbuk alami yang bernilai ekologis dan ekonomis. Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga siang hari dengan penekanan pada praktik lapangan dan penguatan konsep dasar.

Sesi pagi hingga siang diisi dengan praktik pemindahan koloni lebah madu yang dipandu oleh Bapak Drs. Hari Purwanto, M.P, Ph.D. Pada sesi ini, peserta mempelajari teknik pemindahan koloni yang aman dan efektif, mulai dari persiapan peralatan, penanganan koloni, hingga aspek keselamatan kerja.

Memasuki sesi siang, pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak Drs. Ign. Sudaryadi, S.Si., M.Kes. dan Bapak Sukirno, S.Si., M.Sc.,Ph.D. yang membahas biologi lebah madu, mencakup taksonomi, perilaku, siklus hidup, serta peran lebah dalam ekosistem. Selanjutnya, Ibu Ludmilla Fitri Untari, S.Si., M.Si. menyampaikan materi pengenalan bunga sebagai sumber pakan lebah, menekankan pentingnya ketersediaan dan keberagaman flora untuk mendukung produktivitas koloni.

Melalui pelatihan ini, Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM berharap peserta memperoleh kompetensi yang aplikatif untuk mendukung upaya konservasi, pengelolaan penyerbuk, serta pengembangan budidaya lebah madu yang berkelanjutan di wilayah masing-masing.

Learning, Understanding, Real: Pengalaman Alex Wood dalam Program Pertukaran Pelajar di Biologi UGM

Kegiatan MahasiswaRilis Berita Jumat, 19 Desember 2025


Bagi Alex, mahasiswa Environmental Science dari University of Melbourne, keputusan untuk mengikuti program pertukaran di UGM adalah sebuah langkah berani. Tertarik oleh foto-foto kampus yang indah dan lokasi yang dekat dengan Australia, Alex menukar aula kuliah raksasa di Melbourne dengan ruang kelas yang lebih akrab dan santai di Fakultas Biologi UGM.

Cara Belajar yang Lebih Personal

Alex merasakan perubahan besar dalam suasana akademik setibanya di UGM. Berbeda dengan kelas-kelas besar di universitas asalnya, UGM menawarkan kelompok belajar yang lebih kecil dan interaksi yang jauh lebih intens dengan dosen. “Lingkungan akademiknya sangat bagus,” ungkap Alex, seraya menambahkan bahwa mata kuliah seperti Environmental Science, Toksikologi, dan Anatomi Tumbuhan sangat membantu memperdalam ilmunya.

Gaya mengajar yang ia gambarkan sebagai lebih mandiri ternyata memberikan keuntungan tersendiri. Hal ini memungkinkannya menyeimbangkan waktu studi dengan keinginan untuk menjelajahi kota dan membangun koneksi yang lebih dalam dengan sesama mahasiswa.

Melampaui Bali: Menemukan Jantung Kota Jogja

Jika banyak warga Australia hanya mengenal Bali, Alex menemukan sisi lain Indonesia di Yogyakarta. Kesan pertamanya adalah suasana kota yang santai dan keramahan staf serta mahasiswa yang mengejutkan. Satu pengalaman budaya yang membekas baginya bukanlah monumen megah, melainkan jajanan lokal: Cireng isi ayam teriyaki di pasar Sunmor. “Tekstur renyah dan kenyalnya sangat enak, sampai-sampai saya selalu mencari cireng di setiap menu setelah itu!”

Namun, aspek paling unik dari Jogja bagi Alex adalah orang-orangnya. Datang dari kota di mana orang-orang cenderung kurang ramah di ruang publik, ia terharu oleh senyum spontan, anggukan sapaan, dan percakapan yang dimulai begitu saja.

Mengatasi Kecemasan dan Menemukan Perspektif baru

Salah satu kenangan paling “nyata” bagi Alex terjadi di luar kelas saat perjalanan ke Merapi. Ketika motor seorang teman mogok di Kaliurang, hari itu berubah menjadi petualangan sureal yang melibatkan kunjungan ke kedai kopi dadakan hingga momen pengemudi Grab menyeret motor tersebut sepanjang jalan kembali ke UGM.

Mengingat perjalanannya, Alex mengaku awalnya ia merasa cemas pindah ke negara yang belum ia kenal. Sarannya untuk mahasiswa di masa depan adalah untuk melawan rasa takut tersebut:

“Citra apa pun yang Anda miliki tentang Indonesia hampir pasti salah—ada begitu banyak keragaman dan kompleksitas di sini. Datanglah dengan kesiapan untuk menghadapi tantangan terhadap prasangka Anda. Saya tidak bisa membayangkan hidup saya jika dulu saya membatalkan niat ini.”

Alex merangkum pengalamannya dalam tiga kata kuat: Learning, Understanding, dan Real. Baginya, pertukaran ini adalah pengingat bahwa terlepas dari latar belakang yang berbeda, pada tingkat fundamental, kita semua memiliki banyak kemiripan.

Pengalaman “Cosy” Esther de Groot pada kegiatan pertukaran pelajar di UGM

Kegiatan MahasiswaRilis Berita Kamis, 18 Desember 2025

Bagi Esther de Groot, mahasiswa Health & Life Sciences dari Vrije Universiteit Amsterdam, program pertukaran pelajar adalah kesempatan untuk keluar dari zona nyaman. Mencari kontras yang nyata dari kehidupannya di Belanda, ia memilih Fakultas Biologi UGM karena reputasinya yang tinggi serta kesempatan untuk mendalami budaya dan alam Indonesia yang unik.

Suasana Akademik yang Segar

Di Amsterdam, studi Esther berfokus pada biologi manusia. Di UGM, ia menantang dirinya dengan mendalami biologi laut, tumbuhan, dan hewan. Meski berbeda dari jalur studinya yang biasa, ia merasa pengalaman ini sangat berharga, terutama karena lingkungan fakultas yang “cosy” (nyaman) dan hangat.

“Saya sangat menyukai suasana di fakultas. Tidak terlalu besar dan rasanya seperti semua orang saling mengenal,” ungkapnya. Ia sangat menikmati mata kuliah Pencemaran Lingkungan & Toksikologi karena diskusi yang menarik, serta Genetika, di mana praktikum hari Kamis sore yang intens menjadi momen favoritnya. “Saya melakukan banyak hal praktis yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, dan itu sangat menyenangkan bersama mahasiswa lainnya.”

Sorakan “Bule” dan Keramahan Lokal

Perjalanan Esther diwarnai momen-momen tak terduga, namun ada satu yang ia anggap “hanya ada di Yogyakarta.” Setelah tidak sengaja mampir ke acara Comic-Con, ia dan seorang temannya justru ikut bermain ‘LARP’. Saat mereka menang, ribuan orang bersorak menyemangati mereka sambil meneriakkan “Bule! Bule!”. Semangat keterbukaan ini, menurutnya, adalah sesuatu yang tidak akan pernah terjadi di Belanda.

Di luar kota, kenangan favorit Esther adalah tur Jawa Timur yang dilakukan tanpa tidur. Melihat blue fire di Gunung Ijen, kawah Bromo, dan air terjun Tumpak Sewu bersama sekelompok teman yang baru dikenal menjadi salah satu momen paling istimewa dalam hidupnya.

Pesan untuk Mahasiswa Mendatang

Meski awalnya sempat merasa kewalahan dengan kemacetan yang “kacau” dan ritme hidup yang berbeda, Esther belajar untuk menghargai pola pikir positif orang-orang yang ia temui. Saran terbesarnya untuk mahasiswa masa depan adalah menjalin pertemanan dengan mahasiswa lokal sejak awal.

“Kenangan paling lucu, menarik, dan tak terduga sebagian besar tercipta bersama mahasiswa Indonesia. Ini adalah cara yang sangat menyenangkan untuk belajar tentang budaya dan selalu ada banyak hal untuk dibicarakan.”

Esther merangkum waktunya di UGM dalam tiga kata: Edukatif, Menyenangkan, dan Nyaman (Cosy)—sebuah perjalanan di mana ia merasa sangat diterima sejak hari pertama.

Cinta, Beautiful, Special: Perjalanan Hangat Hilde Aris di Biologi UGM

Kegiatan MahasiswaRilis Berita Kamis, 18 Desember 2025

Bagi Hilde Aris, mahasiswa Clinical Sciences dari Vrije Universiteit Amsterdam, Indonesia bukan sekadar destinasi pertukaran pelajar—ia adalah jawaban atas rasa ingin tahunya. Tertarik dengan keragaman budaya dan alamnya, ia memilih UGM dan Yogyakarta, kota yang dikenal sebagai pusat kehidupan mahasiswa di Indonesia.

Pergeseran Akademik yang Praktis

Di Belanda, studi Hilde sangat berfokus pada biologi manusia. Di Fakultas Biologi UGM, perspektifnya meluas ke arah alam dan keanekaragaman hayati. Ia merasa pendekatan “pembelajaran berbasis lapangan” sangat menyegarkan, melibatkan sesi di luar kelas dan praktikum mengenai isu-isu dunia nyata.

Mata kuliah favoritnya, Pencemaran Lingkungan dan Toksikologi, memungkinkannya membandingkan tantangan lingkungan antara Belanda dan Indonesia. Di luar kurikulum, ia sangat menghargai ukuran kelas yang kecil dan personal: “Hal ini mendorong partisipasi aktif. Saya sangat menyukainya dan menjadi lebih menikmati kelas karena itu.”

Koneksi di Luar Ruang Kelas

Pengalaman Hilde diwarnai oleh kehangatan orang-orang yang ia temui. Salah satu kenangan yang paling ia syukuri terjadi saat ia pergi bermain bulu tangkis. Ia diajak bermain oleh pasangan lokal, Ana dan Vino, yang kemudian menjadi rutin bermain setiap minggu dan makan malam bersama. “Mereka sudah seperti sosok orang tua bagi saya selama di Yogyakarta,” kenang Hilde.

Momen “hanya ada di Indonesia” lainnya yang berkesan adalah acara Bingo Lustrum di fakultas, yang berakhir dengan sesi karaoke bersama antara dosen dan mahasiswa menyanyikan lagu “Aku Cinta Jogja.” Baik saat membela tim hoki UGM di Stadion Pancasila atau ikut merayakan Hari Kemerdekaan di lingkungan rumahnya, Hilde merasakan suasana inklusif di mana pun ia berada.

Pesan untuk Mahasiswa Mendatang: “DO DO DO IT”

Saran Hilde bagi mereka yang mempertimbangkan UGM sangat sederhana: tempatkan Indonesia di urutan teratas daftar Anda. Meski teman-teman sesama mahasiswa pertukaran sangat menyenangkan, ia menekankan pentingnya menjalin hubungan dengan warga lokal.

“Investasikan waktu untuk bertemu orang lokal: teman sekelas orang Indonesia atau bahkan orang yang Anda temui di jalan. Semua orang sangat ramah dan ingin berbagi cerita mereka.”

Hilde menggambarkan enam bulannya di UGM dengan tiga kata: “Cinta, Beautiful, dan Special.” Baginya, ini bukan sekadar semester akademik, melainkan enam bulan terbaik dalam hidupnya.

Passion, Relax, and Enjoyment: Petualangan Biodiversitas Zuzanna Kliwicka di Biologi UGM

Kegiatan MahasiswaRilis Berita Kamis, 18 Desember 2025

Bagi Zuzanna, mahasiswa tahun ketiga Biomedical Sciences dari Vrije Universiteit Amsterdam, tidak ada ruang kelas yang lebih baik daripada alam Indonesia. Didorong oleh kecintaan yang mendalam pada alam, ia memilih UGM bukan hanya karena prestisenya sebagai universitas terbaik di Indonesia, tetapi juga karena lingkungan risetnya yang kaya dan status Indonesia sebagai pusat biodiversitas dunia.

Belajar Langsung di Laboratorium Alam

Pengalaman akademik Zuzanna di Fakultas Biologi diwarnai oleh inspirasi dan interaksi langsung. Ia sangat terkesan dengan wawasan para dosen yang mampu menginspirasi mahasiswa melalui riset-riset mereka. Berbeda dengan kuliah berskala besar di Belanda, ia merasa kelas-kelas kecil di UGM memungkinkan pendekatan yang jauh lebih individual dan personal.

Namun, kenangan terindahnya tercipta di luar ruang kelas melalui kegiatan lapangan (field trip).

“Saya sangat menyukai kunjungan lapangan Ekologi Laut ke hutan mangrove dan pantai. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam riset ekologi dan kami bisa melihat langsung titik pusat keanekaragaman hayati Indonesia yang begitu dekat dengan Jogja!”

Perjalanan ini bukan sekadar tentang data; bagi Zuzanna, pengalaman ini membantunya memahami pentingnya konservasi dan cara-cara nyata untuk melestarikan alam.

Menemukan Keajaiban “Hanya di Indonesia”

Meskipun kesan pertamanya terhadap Yogyakarta adalah “kacau”—terutama saat belajar mengendarai skuter di tengah lalu lintas yang padat—ia segera menemukan keindahan dalam budaya lokal. Ia mulai mencintai suasana kantin kampus yang hidup, pakaian batik indah yang dikenakan para dosen, dan keramahan warga yang selalu siap membantu.

Salah satu kenangan budaya yang paling berkesan terjadi di Kalimantan. Saat sedang mencari makan malam, ia dan teman-temannya diundang ke acara pra-pernikahan tradisional. Mereka menyaksikan pasangan pengantin dimandikan dengan air bunga sebagai bentuk berkat dari keluarga—sebuah potret tradisi lokal yang langka dan intim. Bagi Zuzanna, melihat spesies endemik seperti orangutan, bekantan, dan beruang madu di alam liar adalah mimpi yang menjadi kenyataan yang ia sebut sebagai momen “benar-benar hanya ada di Indonesia!”

Pesan dari Hati: “Just Do It!”

Zuzanna akan sangat merindukan kesehariannya di Yogyakarta: bersepeda ke kampus untuk kelas jam 7 pagi dengan pemandangan Gunung Merapi di kejauhan, menyantap gado-gado yang lezat untuk makan siang, dan berbelanja di pasar lokal.

Saran darinya untuk calon mahasiswa internasional sangat singkat dan tegas: “Lakukan saja! Ini akan menjadi petualangan paling luar biasa dalam hidupmu.”

Zuzanna merangkum perjalanannya di UGM dengan tiga kata: Passion, Relax, and Enjoyment. Sebuah semester yang memicu rasa ingin tahu ilmiahnya sekaligus memberinya kesempatan untuk menikmati ritme hidup Indonesia yang indah.

1234…59

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Pelantikan Ketua Kelompok Studi dan Lembaga Mahasiswa Fakultas Biologi Tahun 2026
  • Penyambutan dan Pengenalan Mahasiswa Baru Program Profesi dan Pascasarjana Periode Semester Genap 2025/2026 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada
  • Perpustakaan Fakultas Biologi Menyapa Mahasiswa Baru Program Pascasarjana dan Profesi Biokurator Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Angkatan Genap Tahun Akademik 2025/2026
  • Kolaborasi Peneliti Fakultas Biologi UGM dalam Workshop eDNA untuk Deteksi Patogen Pada Perdagangan Satwa Liar
  • Dari Kampus ke Konservasi: BIOVOX Antar Tim SABA UGM Juara di Kompetisi Riset Nasional
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju