SDG 15 : Ekosistem Daratan

[Penulis: Annisa Nur Baety dan Aulia Robiatul Adawiyah]
Sesi 1, Moderator: Siti Nurleily Marliana, Ph.D., sesi ini menghadirkan:
- Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, S.U. – Variasi dan Multifungsi Perairan Pedalaman.
- Prof. Dr. Tri Retnaningsih Soeprobowati, M.App.Sc. (Universitas Diponegoro) – Paleolimnologi sebagai Pengelolaan Danau Berkelanjutan.
- Prof. Dr. Agatha Sih Piranti, M.Sc. (Universitas Jenderal Soedirman) – Eutrofikasi Kultural Danau atau Waduk dan Upaya Pengendaliannya.
- Prof. Dr. Suhestri Suryaningsih, M.Si. (Universitas Jenderal Soedirman) – Peran DAS sebagai Pendukung Eksistensi Ikan Sungai dan Danau atau Waduk.
Sesi 2, Moderator: Prof. Dr. rer. nat. Andhika Puspito Nugroho, S.Si., M.Si.
- Dr. Ir. Sri Puji Saraswati, DIC., M.Sc. (UGM) – Eko-Hidrologi Eksistensi Komunitas Perairan di Tengah Perkembangan Infrastruktur.
- Dr. Puguh Sujarta, S.Si., M.Si. (Universitas Cenderawasih) – Budaya Konservasi Laut Dangkal.
- Dr. Ervina Indrayani, S.Si., M.Si. (Universitas Cenderawasih) – Danau Sentani: Keunikan dan Kekayaan Sumber Daya Hayati.
Sesi 3, Moderator: Mukhlish Jamal Musa Holle, S.Si., M.Env.Sc., D.Phil.
- Dr. Ike Nurjuwita Nayasilana, S.Si., M.Si. (Universitas Sebelas Maret) – Konservasi Air terhadap Satwa Liar.
- Dr. Susintowati, S.Si., M.Si. (Universitas 17 Agustus 1945) – Ancaman Serius terhadap Komunitas Pesisir.
- Dr. Tatag Bagus Putra Prakarsa, S.Si., M.Sc. (Universitas Negeri Yogyakarta) – Perairan Bawah Tanah: Daya Dukung Kehidupan Kelelawar Penghuni Gua.
Sesi 4, Moderator: Dr. Rury Eprilurahman, M.Sc.
- Dwinda Mariska Putri, S.Si., M.Sc. (Badan Riset dan Inovasi Nasional) – Distribusi Vertikal Zooplankton di Danau Laut Tawar.
- Heni Wahyu Sartika, S.Si., M.Sc. (UGM) – Sungai Belik sebagai Model Pengelolaan Perairan Mengalir pada saat Pandemi Covid-19.
- Maria Eva Kristiyani, S.Si., M.Sc. (SMA Kolese De Britto) – Perairan Pesisir untuk Budidaya.
- Carolina A. Inlandia, S.Si., M.Sc. (Konsultan Lingkungan) – Potensi Pencemaran Air dan Pengelolaan Embung Tambakboyo, Sleman.
Melalui Hibah Penelitian Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), tim peneliti mahasiswa Fakultas Biologi UGM lakukan penelitian mengenai keanekaragaman spesies lichen di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Tim peneliti tersebut terdiri atas Ananda Briliana Romadhona, Christabel Reviana Septianingtyas, Intan Luthfianawati, Irfan Agus Nugroho, Irfan Ari Prasetyo, dan Laila Nurul Ilma, di bawah bimbingan Dosen Ludmilla Fitri Untari, S.Si., M.Si. serta Dr. Pairah, S.Si., M.Si. selaku Pembimbing Lapangan. Adapun judul penelitian yang diajukan pada penelitian ini adalah “Keanekaragaman Jenis Flora Lichen Di Area Resort Musuk-Cepogo Taman Nasional Gunung Merapi”.
Lichen merupakan organisme hasil simbiosis mutualisme antara alga fungi. Lichen memiliki peran penting dalam siklus biogeokimia, serta berpotensi tinggi untuk pengembangan bioprospeksi. Namun demikian, penelitian mengenai lichen masih jarang dilakukan di Indonesia, termasuk di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi yang berpotensi menyimpan keanekaragaman lichen yang tinggi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-November 2024, di tiga lokasi berbeda. Lokasi penelitian difokuskan pada area Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Musuk-Cepogo Taman Nasional Gunung Merapi, tepatnya di area blok Hutan Gunung Bibi, Gobumi, dan Sudimoro. Adapun proses identifikasi dilakukan di Laboratorium Sistematika Tumbuhan Fakultas Biologi UGM berdasarkan karakter morfologi, anatomi, dan pengujian metabolit sekunder berdasarkan spot test.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, setidaknya diperoleh 65 spesies lichen dari 26 Genus berbeda pada ketiga lokasi penelitian. Keanekaragaman lichen tersebut tergolong cukup tinggi pada suatu lokasi. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memperkaya khazanah pengetahuan mengenai keanekaragaman flora di Indonesia, sekaligus menjadi sumbangsih civitas akademika Fakultas Biologi UGM kepada masyarakat serta pihak luar kampus berupa buku Monograf Flora Lichen di Taman Nasional Gunung Merapi. (Ananda Briliana Romadhona, Irfan Agus Nugroho, Laila Nurul Ilma).
Kegiatan “Jogja Biodiversity Festvival Chapter #1 Herpetofauna” awalnya merupakan ide dari Mas Hanif Kurniawan (Henk) Pengelola Kampung Satwa. Mas Henk memiliki ide untuk sampling amfibi dan reptil (herpetofauna) di kawasan Sleman, dengan nama kegiatan “Herping Festival”. Mas Henk kemudian mengajak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, Fakultas Biologi UGM, Penggalang Herpetologi Idonesia (PHI) dan beberapa teman-teman relawan konservasi seperti Mas Irwanjasmoro dan Mba Candra Puspita dari Yayasan Wahana Gerakan Lestari (Wagleri) Indonesia, Mas Arimawan Bayu Aji Pegiat Keanekaragaman Hayati serta Mas Dwi Arinto dari komunitas Manah Ati.
Seiring berjalannya waktu, nama kegiatan berganti menjadi “Jogja Biodiversity Festival Chapter #1 Herpetofauna”. Perubahan tersebut agar memperluas cakupan kegiatan, peserta dan jenis keanekaragaman hayati kedepannya. Kegiatan ini menggunakan aplikasi berbasis online bernama “Lestari”. Aplikasi ini mirip dengan iNaturalis, yaitu dapat menyimpan data berupa foto, nama spesies, dan lokasi penemuan. Setiap peserta wajib memasukkan data-data tersebut ke dalam “Lestari” agar dapat dihitung jenisnya, di nilai dan dipastikan jenisnya.
Kegiatan “Jogja Biodiversity Festival Chapter #1 Herpetofauna” ini didukung penuh oleh BKSDA Yogyakarta, Fakultas Biologi UGM dan Penggalang Herpetologi Indonesia (PHI). Pak Lukita Awang sebagai Kepala Balai, mengikuti beberapa kali rapat koordinasi dan menyediakan tempat pembukaan acara di Taman Wisata Alam (TWA) Batu Gamping. Selain itu, Pak Awang juga meminta beberapa staf BKSDA Yogyakarta, seperti Mas Gunawan, Mba Rahmi Ananta, Mba Dwi Nuryan Dani (Wiwik), dan Nurrochmah Wisudhaningrum (Mba Widha) terlibat sebagai panitia inti. Kemudian di pihak Fakultas Biologi UGM, Mas Donan Satria Yudha dan Mas Rury Eprilurahman dari Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas Biologi UGM.
Inti kegiatan “Jogja Biodiversity Festival Chapter #1 Herpetofauna” adalah mendata keanekaragaman jenis herpetofauna di wilayah Kabupaten Sleman. Guna meningkatkan semangat, panitia menyediakan hadiah bagi para peserta yang berkontribusi. Pembukaan dilaksanakan pada 12 Oktober 2024 di TWA Batu Gamping. Kegiatan sampling dilakukan selama tiga minggu (mulai tanggal 13 Oktober 2024 hingga 03 November 2024). Peserta yang terdaftar sebanyak 42 orang yang terdiri dari mayoritas mahasiswa dan sebagian relawan konservasi. Penutupan kegiatan beserta pengumuman pemenang serta pembagian hadiah dilakukan di Ruang 1 dan 2, Gedung B, Fakultas Biologi UGM. Pemenang ada 3 setiap kategori. Yaitu Kategori Foto; Spesies dan Grid masing-masing dengan 3 pemenang. Sambutan pada penutupan kegiatan ini, dilakukan oleh Bapak Eko Agus Suyono selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerjasama dan Alumni, Fakultas Biologi UGM.
Kegiatan “Jogja Biodiversity Festival Chapter #1 Herpetofauna” ini dapat berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDGs), terutama di poin ke empat (Quality Education: Pendidikan Bermutu), poin ke lima belas (Life on Lands: Ekosistem Daratan) serta poin ke tujuh belas (Partnerships for the Goals: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).


































































