Arsip:
SDG 15 : Ekosistem Daratan
Yogyakarta, 5 November 2024 – Fakultas Biologi UGM menginisiasi kerja sama double degree dengan University of Philippines Los Banos (UPLB) dan Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture (SEARCA). Inisiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan secara daring bersama dengan Dr. Maria Genaleen Q. Diaz dari Institute of Biological Sciences Director, University of the Philippine at Los Banos (UPLB), dan Dr. Ma. Carmin selaku IBS Graduate Program Committee. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Dr. Bambang Retnoaji selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni serta Nur Indah Septriani, Ph.D. selaku Kepala Kantor Urusan Internasional Fakultas Biologi UGM.
Dalam pertemuan tersebut, didiskusikan inisiasi kerja sama double degree 2+2 dengan Fakultas Biologi UGM dengan UPLB. Dr. Ma maupun Dr. Maria mengapresiasi inisiasi tersebut. Keduanya menyampaikan bahwa UPLB telah memiliki program double degree berjalan dengan 13 universitas di Britania Raya maupun Australia khususnya untuk double degree program doktor, namun tidak menutup kemungkinan kerja sama double degree untuk magister. Program tersebut mencakup bidang genetik, botani, mikrobiologi, dan bioteknologi molekuler.
Dr. Eko dan Dr. Bambang menambahkan, inisiasi kolaborasi double degree tersebut dapat didukung oleh beasiswa SEARCA (Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture). Kerja sama tersebut diharapkan dapat menggaet lebih banyak mahasiswa untuk menempuh pendidikannya di kedua universitas tersebut.
Kolaborasi Fakultas Biologi UGM dengan UPLB tersebut diharapkan menjadi bagian dari komitmen Fakultas Biologi dalam perannya dalam pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu kehidupan sehat (SDG 3), kualitas pendidikan yang inklusif untuk semua kalangan (SDG 4), serta kemitraan dalam mencapai tujuan yang berkelanjutan (SDG 17).
Sabtu, 26 Oktober 2024, Kelompok Studi Entomologi telah melaksanakan Diklat Lapangan Telur KSE XXVI sebagai rangkaian dari Open Recruitment Entoacademy 2024. Diklat Lapangan ini bertujuan untuk memberikan demonstrasi dan praktik langsung mengenai metode sampling serangga hingga manajemennya melalui preservasi. Pada tahun ini, kegiatan dilaksanakan di Embung Tambakboyo, Sleman, Yogyakarta dan diikuti oleh anggota KSE baik jenjang Telur hingga Imago.
Kegiatan diawali dengan pembukaan serta pemaparan singkat mengenai alat-alat serta teknik sampling yang akan dilakukan. Proses sampling dibantu oleh pemandu berdasarkan pembagian kelompok yang telah ditentukan. Kegiatan sampling dilaksanakan pada pukul 08.30-11.00 WIB. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi preservasi. Dalam kegiatan Diklat Lapangan ini, para Telur diberikan kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan terkait entomologi dan teknik sampling yang sudah diberikan pada serangkaian kegiatan Open Recruitment Encoacademy 2024 sebelumnya. Kegiatan preservasi dilaksanakan di Fakultas Biologi UGM dan dilanjutkan dengan presentasi hasil kelompok. Masing-masing kelompok memaparkan mengenai jenis maupun jumlah serangga yang diperoleh saat kegiatan sampling dilakukan. Kegiatan Diklat Lapangan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama. [Penulis: KSE]
Semburat mendung datang perlahan
Hadirkan cemas di dalam sanubari
Meski hujan deras akhirnya mengguyur jalanan
Semangat pengabdian tetap jalan menuju Desa Wukirsari
Dibarengi dengan turunnya hujan pada hari Jumat 1 November 2024, tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Desa Mitra Wukirsari melaksanakan agenda terakhir dari rangkaian kegiatan Program Desa Mitra Fakultas Biologi UGM tahun 2024. Kegiatan kali ini yaitu penyampaian mengenai pemanfaatan kompos dan pupuk cair untuk tanaman TOGA. Secara berkesinambungan, pertemuan hari ini adalah bentuk aplikasi dari pemanfaatan hasil yang telah diperoleh dari kegiatan awal Program Desa Mitra Wukirsari terkait pembuatan kompos dan pupuk organik cair. Acara dibuka oleh Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D. dan dilanjutkan dengan pemaparan konten oleh Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si.
“TOGA yang merupakan tanaman obat keluarga yang sebenarnya sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat terutama sebagai keperluan memasak di dapur” tutur Pak Wiko di awal presentasinya kepada 31 ibu-ibu PKK Wukirsari yang hadir. Berbagai empon-emponan (kunyit, jahe, kencur, dan lainnya), sereh, dan daun salam, termasuk ke dalam contoh TOGA yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Berbagai resep, tergantung tujuan pemanfaatan, dapat divariasikan dengan tambahan bahan lainnya seperti perasan jeruk nipis, lemon, dan madu, misalnya menggunakan campuran jeruk nipis, jahe, dan madu untuk mengatasi batuk pilek; kunyit untuk demam atau diare; sereh dan madu untuk batu empedu. Selain langsung meminum hasil perasannya, TOGA juga dapat dikonsumsi dengan direbus terlebih dahulu.
Di pedesaan yang mungkin masih memiliki pelataran yang luas, TOGA dapat ditanam langsung di tanah tanpa menggunakan pot atau polybag. “Kompos dapat ditambahkan ke dalam media tanam dengan perbandingan yang sama. Berbeda dengan pupuk organik cair yang sebaiknya terlebih dahulu ditambahkan air sehingga konsentrasinya tidak terlalu pekat, misal perbandingan 1:10” papar Pak Wiko.
Setelah penyampaian mengenai topik TOGA, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan cara pemanenan mikroalga Spirulina yang telah dibudidayakan pada pertemuan sebelumnya. Dibantu oleh empat orang mahasiswa yaitu Tia Erfianti, Renata Adaranyssa Egistha Putri, Seisha Salsabila Rosandi, dan Abdurrahman Muhammad Fikri Rasdi, disampaikan proses pemanenan mikroalga yang dimulai dengan penyaringan, pengeringan, penghalusan (menjadi bubuk), dan pengemasan. Secara bersama-sama, peserta ibu-ibu PKK menyaring Spirulina dari beberapa galon kultur yang ada. Hasil yang telah saring kemudian dikeringkan dengan dijemur di bawah terik matahari atau menggunakan oven sehingga diperoleh bentuk lembaran kering. Bentuk ini dapat dikonsumsi langsung atau dapat juga dibuat menjadi bubuk menggunakan blender. Banyaknya produk yang diperoleh sangat tergantung dengan kepekatan atau banyaknya jumlah mikroalga dalam kultur. Semakin berwarna hijau pekat kebiruan maka akan diperoleh hasil yang lebih banyak. Dalam setiap sesi hari ini selalu dibarengi dengan diskusi dan tanya jawab dengan para peserta. Sesi kuis berhadiah doorprize dengan menjawab pertanyaan menjadikan suasana semakin ramai dan seru.
Setelah penyampaian mengenai topik TOGA, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan cara pemanenan mikroalga Spirulina yang telah dibudidayakan pada pertemuan sebelumnya. Dibantu oleh empat orang mahasiswa yaitu Tia Erfianti, Renata Adaranyssa Egistha Putri, Seisha Salsabila Rosandi, dan Abdurrahman Muhammad Fikri Rasdi, disampaikan proses pemanenan mikroalga yang dimulai dengan penyaringan, pengeringan, penghalusan (menjadi bubuk), dan pengemasan. Secara bersama-sama, peserta ibu-ibu PKK menyaring Spirulina dari beberapa galon kultur yang ada. Hasil yang telah saring kemudian dikeringkan dengan dijemur di bawah terik matahari atau menggunakan oven sehingga diperoleh bentuk lembaran kering. Bentuk ini dapat dikonsumsi langsung atau dapat juga dibuat menjadi bubuk menggunakan blender. Banyaknya produk yang diperoleh sangat tergantung dengan kepekatan atau banyaknya jumlah mikroalga dalam kultur. Semakin berwarna hijau pekat kebiruan maka akan diperoleh hasil yang lebih banyak. Dalam setiap sesi hari ini selalu dibarengi dengan diskusi dan tanya jawab dengan para peserta. Sesi kuis berhadiah doorprize dengan menjawab pertanyaan menjadikan suasana semakin ramai dan seru.
Pada pertemuan hari ini juga disampaikan berbagai TOGA dari tim dosen Program Desa Mitra Wukirsari yang dihadiri oleh Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si., Dr. Maryani, M.Sc., Ibu Utaminingsih, S.Si., M.Sc., Ibu Novita Yustinadiar, S.Si., M.Si., dan Dr. Siti Nurbaiti. Tanaman sirih, sereh, salam, kunyit pandan, binahong, serta berbagai jenis jeruk meliputi jeruk lemon, limau, peras, dan purut dengan total 10 jenis tanaman dengan jumlah 68 tanaman diberikan kepada ibu-ibu PKK Wukirsari yang hadir. Di momen penutupan yang dipandu oleh Dr. Maryani, M.Sc., Tim dosen dan ibu-ibu PKK Wukirsari saling menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan kebersamaan selama Program Desa Mitra yang telah berjalan. Kedepannya semoga dapat terjalin kembali kegiatan lainnya. Tentunya diharapkan kegiatan hari ini dapat menambah wawasan masyarakat dan kebermanfaatan yang lebih luas, serta mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia yaitu SDG 2 – Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production), dan SDG 15 – Ekosistem Darat (Life on Land).
Minggu, 27 Oktober 2024 – Tiga divisi Biology Orchid Study Club (BiOSC) mengadakan kunjungan divisi ke Kebun Budidaya Anggrek dan Kopi Turgo milik Bapak Musimin di Dusun Turgo, Kelurahan Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara kunjungan divisi ini sebagai bentuk kegiatan belajar anggota BiOSC langsung pada pakar atau aktivis di bidang keanggrekan. Acara ini berlangsung hangat dengan narasumber Bapak Musimin selaku tuan rumah.
Kegiatan ini dipromotori oleh Farhan Kesawa Mukti (Koordinator Divisi Penelitian), Nindya ‘Aisyah Cahyaningrum (Koordinator Divisi Konservasi), dan Anida Safriyani (Koordinator Divisi Budidaya). Kegiatan dimulai dengan sambutan dari ketua panitia, diikuti oleh sambutan dari Ketua BiOSC, Bella Marcha, yang menyampaikan harapannya agar para peserta dapat belajar teknik konservasi anggrek khas Merapi serta berbagi pengalaman praktis dalam pelestarian tanaman endemik. Bapak Musimin sebagai tuan rumah juga memberikan kata sambutan, mengapresiasi semangat BiOSC dalam mempelajari keanekaragaman hayati lereng Merapi.
Sesi utama acara ini berupa bincang santai bersama Bapak Musimin. Dalam kegiatan ini beliau menceritakan sejarah memulai untuk membudidayakan dan mengkonservasi anggrek Merapi. Menurutnya, tanaman anggrek Merapi merupakan aset berharga yang memiliki nilai sangat luar biasa bagi ekosistem. Setelah erupsi Gunung Merapi, beliau mencoba mengumpulkan anggrek-anggrek yang selamat dan membudidayakannya di rumah. Anggrek yang telah pulih, dikembalikannya ke hutan habitat aslinya. Tak berhenti disitu, beliau juga belajar nama-nama spesies anggrek hingga berbagai teknik budidayanya. Sesi ini membuka wawasan peserta mengenai bagaimana perjuangan dan tantangan Bapak Musimin dalam menjaga kelestarian anggrek Merapi.
Kegiatan dilanjutkan dengan jelajah anggrek, peserta mendapat kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai koleksi anggrek khas Merapi yang dipandu oleh Bapak Musimin. Berbagai koleksi anggrek Merapi diamati dalam keadaan berbunga seperti Vanda tricolor, Calanthe triplicata, Appendicula reflexa, dan masih banyak yang lainnya.
Pada akhir acara, Bapak Musimin berpesan agar kegiatan seperti ini kedepannya bisa dilanjutkan dengan penanaman anggrek in situ, yakni menanam anggrek di habitat aslinya untuk menjaga kelestarian spesies tersebut secara langsung di alam. Acara ditutup dengan pemberian plakat dan sesi dokumentasi bersama sebagai kenang-kenangan kegiatan yang sarat ilmu dan pengalaman berharga.
Melalui kegiatan ini, BiOSC berharap dapat terus mendukung konservasi anggrek di Indonesia serta menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pelestarian keanekaragaman hayati. BiOSC… Tumbuh, Berkembang, Lestari ! [Penulis: BiOSC]
27 Oktober 2024_Tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang terdiri dari Fika Zulfiani (Biologi 2021), Laura Silka Karawina Rokhmat (Biologi 2021), dan Alya Heni Pramesti (Biologi 2021) dibawah bimbingan Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc berhasil meraih Juara 1 Essay Ilmiah dan Best Presentation dalam kompetisi essay ilmiah National Pharmaceutical Competition (NPC) 2024 subtema “Lingkungan” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi Universitas Mataram. Kompetisi ini terdiri dari babak penyisihan dan babak final yang diselenggarakan dari tanggal 23 Agustus – 27 Oktober 2024 secara online dan offline.
National Pharmaceutical Competition (NPC) 2024 merupakan lomba berskala nasional bagi mahasiswa seluruh Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan critical thinking mahasiswa. Kegiatan ini mengangkat tema “Optimalisasi Inovasi Gen Z sebagai Upaya Peningkatan Kreativitas dalam Menghadapi Transformasi Digital”. Dengan latar belakang ilmu biologi, Tim Mahasiswa Biologi UGM menggunakan pendekatan ilmu Bioinformatika, Bioteknologi, dan genome editing dalam karya tulis essay ilmiah yang diusung pada kompetisi ini berjudul “Pendekatan Teknologi Genomik CRISPR/Cas9 dalam Peningkatan Kualitas Tanaman dan Pemanfaatan Mikroalga dalam Peningkatan Kualitas Tanah sebagai Upaya Restorasi Hutan”. Latar belakang dari karya ini adalah pentingnya menjaga hutan karena menurut data IPCC, 2022 menunjukkan bahwa lebih dari 420 juta ha hutan hilang akibat deforestasi sejak 1990 hingga 2020, dengan lebih dari 90% dari hilangnya hutan tersebut terjadi di wilayah tropis, seperti Indonesia. Degradasi hutan disebabkan oleh kegiatan manusia, seperti penebangan dan penambangan hutan ilegal serta deforestasi yang mengganggu sistem hidrologi dan kesuburan tanah. Selain itu, perubahan iklim juga berperan dalam proses degradasi hutan akibat meningkatnya suhu bumi dan kadar karbon dioksida. Oleh karena itu, untuk mendukung tujuan pembangunan yang berkelanjutan/ Sustainable Development Goals no 4 (Peningkatan kualitas pendidikan), no 13 (Perubahan iklim yang ekstrim) dan no 15 (Kehiduoan di atas tanah) perlu dilakukan usaha berupa peningkatan pembelajaran kepada masyarakat tentang restorasi hutan untuk perbaikan kualitas tanaman dan tanah. Dalam praktiknya restorasi hutan sering menghadapi tantangan, seperti persyaratan tumbuh tegakan multi-spesies yang belum diketahui dan praktik pembibitan yang tidak memperhitungkan biodiversitas.
Salah satu inovasi terbaru restorasi hutan adalah dengan pendekatan teknologi genomik, meliputi genomik populasi sebagai upaya restorasi lahan dengan perencanaan penanaman, metaomic sebagai upaya pemantauan restorasi keanekaragaman hayati dan interaksi biotik, serta genome editing sebagai upaya peningkatan kualitas tanaman dan menghambat tumbuhnya spesies invasif. Proses genome editing pada tanaman dilakukan dengan Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats (CRISPR/Cas9) yang merupakan teknologi penyuntingan genom untuk mempercepat pemuliaan tanaman dengan menghilangkan sifat yang tidak menguntungkan. Selain itu, dilakukan kombinasi inovasi dengan pemanfaatan mikroalga untuk meningkatkan kesuburan tanah. Mikroalga dapat meningkatkan sifat fisikokimia tanah, meningkatkan kemampuan dalam mendekomposisikan mikroba, serta mengendalikan polutan penyebab kerusakan tanah, seperti logam berat, pestisida, antibiotik, dan mikroplastik. Dengan peningkatan kualitas tanaman dan tanah diharapkan proses restorasi hutan dapat berlangsung dengan cepat, tepat, efektif, dan efisien. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai pengembangan dan penyempurnaan teknologi genomik dan pemanfaatan mikroalga. Inovasi teknologi ini juga mendukung program Sustainable Development Goals yang berfokus pada poin ke-3 berupa pendidikan berkualitas untuk mencapai keberlanjutan, poin ke-13 berupa aksi iklim yang berkaitan dengan penggunaan lahan dengan bijak, dan poin ke-15 berupa kehidupan di darat yang berkaitan dengan perlindungan ekosistem darat dan keanekaragaman hayati. (Admin)
Yogyakarta, 26 Oktober 2024 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM-MBKM) dari Program Studi Biologi 2024 melaksanakan kegiatan pengabdian bertajuk “Pengolahan Sampah Anorganik dan Penanggulangan Polusi Udara Menggunakan Tanaman” pada Sabtu, 26 Oktober 2024. Kegiatan ini dipandu oleh dosen pembimbing, Ibu Novita Yustinadiar, S.Si., M.Si., dan diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah anorganik yang berkelanjutan dan pemanfaatan tanaman dalam mengurangi polusi udara akibat pembakaran sampah dan kendaraan bermotor.
Acara dimulai pukul 14.00 WIB dengan sambutan oleh Ibu Novita Yustinadiar, S.Si., M.Si., dilanjutkan oleh pematerian utama yang disampaikan oleh Aisyah Balqis Febriana. Dalam sesinya, Aisyah menjelaskan bahwa sampah anorganik seperti plastik, botol, kertas, dan kardus dapat dipilah dan disetorkan ke bank sampah untuk kemudian didaur ulang, sehingga meningkatkan nilai guna. Selain itu, konsep waste-to-energy juga diperkenalkan, yakni pemanfaatan panas dari pembakaran sampah sebagai sumber energi listrik yang ramah lingkungan, sebagaimana diterapkan di negara maju seperti Jepang dengan teknologi incinerator yang aman bagi lingkungan. Namun, teknologi tersebut belum dapat diterapkan di Indonesia karena keterbatasan teknologi. Selama ini masyarakat banyak yang masih membakar sampah sebagai cara menghilangkan sampah, tetapi banyak kerugian yang dapat disebabkan oleh pembakaran sampah baik bagi lingkungan, kesehatan, maupun sosial. Salah satu contohnya yang dipaparkan dalam sesi materi tersebut yaitu munculnya mikroplastik hasil pembakaran sampah yang dapat mencemari tanah, air, dan udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia, hewan, maupun tumbuhan. Oleh karena itu, diperlukan solusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya pembakaran sampah dan alternatif solusi pengolahan sampah anorganik. Selain disetor ke bank sampah untuk jenis sampah botol, kardus, kertas, dan kaleng, solusi alternatif pengolahan sampah anorganik yaitu seperti membuat kerajinan dari sampah anorganik dan pemanfaatan sampah anorganik menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Selain itu, disampaikan pula materi mengenai penanggulangan polusi udara menggunakan tanaman, jenis-jenis tanaman yang dapat menyerap polusi udara dan mekanisme penyerapan polusi udara oleh tanaman.
Setelah pematerian, sesi dilanjutkan dengan demonstrasi langsung oleh Wisnu Prabowo, yang memperagakan cara pembuatan bantal sofa yang diisi dengan plastik bekas yang bersih, dilanjutkan dengan pembagian sarung bantal sofa dan cover plastik zip kepada semua peserta. Kemudian, Ardiah Pramesti Cahyani menampilkan video tutorial dan berbagai kreasi dari barang bekas yang telah dibuat oleh tim mahasiswa sebagai contoh, seperti lampion dari sendok plastik, bunga dari kantong kresek, bunga dari botol plastik bekas, bingkai dari tutup botol, pot bunga dari botol, dan vas bunga dari sampah botol kaca untuk water propagation yang mampu menjadi inspirasi pemanfaatan sampah anorganik dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta acara juga diajak untuk berdiskusi dalam sesi tanya jawab, diikuti dengan post-test guna mengukur pemahaman materi yang disampaikan. Doorprize menarik berupa tanaman hias yang mampu menyerap polusi udara dan hadiah lainnya diberikan kepada peserta yang aktif berpartisipasi menjawab pertanyaan. Acara semakin meriah dengan penayangan video recap kegiatan PkM-MBKM 2024 yang menampilkan rangkaian program edukasi lingkungan ini.
Kegiatan ditutup dengan salam perpisahan dari Bu Novita, diikuti sesi foto bersama seluruh peserta dan tim, serta pembagian souvenir sebagai tanda terima kasih. Program pengabdian yang berlangsung hingga pukul 16.00 WIB ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi masyarakat untuk turut serta dalam menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah dan pemanfaatan tanaman sebagai solusi penanggulangan polusi udara. Terima kasih kami ucapkan kepada Fakultas Biologi yang telah mendanai acara ini melalui Hibah PKM-MBKM 2024 semoga semakin menambah kebermanfaatan di masyarakat luas.
Kelompok Studi Herpetologi (KSH) telah melaksanakan rangkaian Diklat Anggota Muda KSH XXXV: Diklat Ruang (Dikru) II di Ruang 1 Gedung B dan Lapangan Voli Fakultas Biologi UGM pada hari Minggu, 27 Oktober 2024 pukul 08.30-12.00 WIB. Pada kegiatan ini Calon Anggota Muda (CAM) XXXV diperkenalkan dengan Departemen Keorganisasian di KSH serta teknik handling herpetofauna pada tiap divisi keilmuan (Divisi Amphibia, Testudinata, Crocodylia, Serpentes, dan Lacertilia). Pada acara Dikru II diharapkan CAM telah mengetahui akan Departemen Keorganisasian (KO) KSH dan dapat melakukan handling herpetofauna.
Acara Dikru II dibuka oleh MC yakni Az-Zahra Blazei Damara Putri kemudian dilanjutkan doa, menyanyikan mars KSH, dan pembacaan kode etik KSH. Acara kemudian dilanjutkan dengan pematerian Departemen KO KSH. Selanjutnya, dilaksanakan review materi Dikru I dengan adanya presentasi penugasan yang dilaksanakan berkelompok mengenai materi Dikru I tentang tiap divisi keilmuan herpetofauna di KSH. Tiap presentasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengarahan menuju ke lapangan voli untuk kegiatan handling herpetofauna oleh tiap divisi keilmuan KSH. Pematerian dibawakan oleh Dewan Senior dari tiap divisi keilmuan terkait. Setelah itu dilakukan moving kembali ke ruangan untuk dilakukan review materi yang telah disampaikan. Acara ditutup dengan dokumentasi bersama serta pembacaan penugasan Dikru II untuk CAM.
Acara sendiri dihadiri oleh semua CAM XXXV KSH sebanyak 10 orang. Secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar dengan penuh antusias peserta terkait berbagai spesimen dan teknik handling yang dilakukan. Spesimen yang digunakan pun antara lain kodok Duttaphrynus melanostictus dan katak Polypedates leucomystax untuk Divisi Amphibia; Crocodile Snapping Turtle (CST), Trachemys scripta elegans (Kura-kura Brazil), dan bulus/labi-labi untuk Divisi Testudinata; boneka buaya untuk Divisi Crocodylia; Naja sputatrix (Ular Kobra) dan Ptyas mucosa (Bandotan Macan) untuk Divisi Serpentes; dan Gekko gecko (Tokek), Takydromus sexlineatus (Kadal Rumput), dan Varanus salvator (Biawak) untuk Divisi Lacertilia. [Penulis: KSH]
Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) merupakan tahap akhir dari pelaksanaan kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang merupakan program Dir. Belmawa Ditjen Dikti-Ristek dan Dir. APTV Ditjen Dikti. PIMNAS menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil PKM dan saling berkomunikasi melalui produk kreasi intelektual berskala nasional. PIMNAS ke-37, yang diselenggarakan pada 14-18 Oktober 2024 di Universitas Airlangga, Surabaya, mengusung tema “Berkompetisi Mengasah Kreativitas Mahasiswa Bertalenta Indonesia menjadi Pribadi yang Solutif, Inovatif dan Produktif”.
Tim PKM-RE UGM Cisaheal dengan ketua Aditya Latiful Azis dari Fakultas Biologi UGM dengan anggota lintas program studi di antaranya Asy Syifa Paras Ceria (Biologi 2022), Shabrina Farras Tsany (Kedokteran 2021), Rahmalia Diani Saffana (Kedokteran 2021), dan Faqih Fikri Nuryanto (Farmasi 2023) dengan dosen pembimbing Woro Anindito Sri Tunjung, M.Sc., Ph.D., yang mengusung riset berjudul “Efikasi Kombinasi Ekstrak Biji Salak Pondoh dan Kulit Jeruk Pamelo sebagai Modulator Apoptosis dan Proliferasi Sel Kanker Serviks (HeLa)” berhasil memperoleh juara 1 atau penghargaan setara emas dalam kategori Poster PKM-RE-1.
Tim Cisaheal mengoptimalkan penggunaan poster sebagai media transfer informasi untuk menyajikan hasil penelitian secara visual kepada khalayak luas. Melalui perpaduan antara gambar yang menarik dan teks singkat tetapi padat, poster ini dirancang agar mampu mengomunikasikan ide dan temuan riset secara efektif dan jelas. Poster ini tidak hanya berperan sebagai sarana komunikasi satu arah, tetapi juga sebagai alat yang mampu mengundang audiens untuk berpartisipasi dalam diskusi lebih mendalam. Dengan adanya ruang untuk berdiskusi, diharapkan muncul wawasan baru yang lebih dalam, khususnya mengenai potensi manfaat kombinasi ekstrak biji salak pondoh (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) dan kulit jeruk pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr) sebagai terapi adjuvan dalam menangani kanker serviks.
Keikutsertaan dalam kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37 ini selaras dengan tema besar yang mendorong inovasi dan produktivitas dalam berbagai bidang, termasuk kesehatan. Melalui riset ini, Tim Cisaheal ingin menghadirkan solusi kesehatan yang inovatif dan solutif, guna menjawab tantangan dalam dunia medis yang terus berkembang. Besar harapan bahwa capaian ini menjadi tonggak awal yang menginspirasi lahirnya lebih banyak penelitian unggul dan inovatif dari para generasi muda Indonesia di masa yang akan datang. [Penulis: Aditya Latiful Azis]
Kelompok Studi BiOSC (Biology Orchid Study Club) Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan Studium Generale 2.0 dengan tema “Teknik Identifikasi Anggrek melalui Diseksi Bunga untuk Mendukung Pelestarian Anggrek Indonesia” pada hari Sabtu, 19 Oktober 2024. Acara ini merupakan program kerja koordinator keilmuan yang dibawahi oleh Akmal Bunyamin sekaligus sebagai ketua pelaksana. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Ruang 2 Gedung B Fakultas Biologi UGM yang diikuti oleh 37 peserta serta terbuka untuk para anggota aktif kelompok studi BiOSC. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memperluas wawasan dan meningkatkan keilmuan, serta memotivasi anggota aktif BiOSC dalam identifikasi spesies anggrek dengan teknik diseksi bunga sebagai upaya pelestarian anggrek di Indonesia.
Para peserta diberikan pematerian langsung oleh Ibu Aninda Retno Utami Wibowo, S.Si., M.Sc. selaku peneliti di pusat riset biosistematika BRIN. Pemaparan materi disampaikan secara langsung yaitu mengenai step by step to a new spesies. Setelah itu, seluruh anggota BiOSC diberikan kesempatan untuk melakukan praktik diseksi bunga. Para peserta masing-masing diberi bunga anggrek untuk diidentifikasi. Para peserta diminta mengidentifikasi, mengukur, dan mendokumentasikan bagian-bagian bunga anggrek secara detail, yang membedakan anggrek satu dengan lainnya.
Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh antusias, diikuti dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Melalui acara Studium Generale, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan peserta tentang proses identifikasi anggrek, teknik diseksi anggrek, serta meningkatkan ilmu dan pengetahuan sebagai upaya pelestarian anggrek di Indonesia. [Penulis: BiOSC]
Pada hari Sabtu, 19 Oktober 2024, telah dilaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Ruang Softskill Calon Seedling KSAT, yaitu salah satu rangkaian kegiatan Open Recruitment KSAT. Dalam rangkaian Open Recruitment diadakan Diklat Ruang atau Dikru untuk masing-masing Sub-Divisi Keilmuan serta Dikru Softskill kepada Calon Anggota Baru KSAT 2024 (Calon Seedling). Pada Dikru keempat yaitu pematerian dasar Pengembangan Softskill yang dilaksanakan secara luring di Ruang VA Fakultas Biologi UGM. Kegiatan Dikru Softskill bertujuan untuk memberikan wawasan terkait cara membangun kerja sama tim dan mempertahankan sinergitas teamwork kepada Calon Seedling KSAT.
Acara Diklat Ruang Softskill dimulai dengan pembukaan dan doa yang dipimpin oleh Farah Adina Ratri Sachariano (KSAT 2023) dan Adika Pramudya Nugraha (KSAT 2023) sebagai MC. Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi pematerian yang disampaikan oleh Kak Fika Zulfiani (KSAT 2021) selaku Wakil Koordinator Sub-Divisi Keilmuan Arsitektur Lanskap KSAT. Materi yang disampaikan meliputi kerjasama tim dan kolaborasi, membangun komunikasi yang efektif, pentingnya kemampuan manajemen waktu, memupuk kreativitas dan inovasi, serta langkah-langkah pengelolaan self-management atau kontrol emosi yang baik. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara Calon Seedling dan Narasumber.Setelah kegiatan pematerian selesai, Calon Seedling dibagi menjadi lima kelompok untuk games. Games terdiri dari 2 bentuk yaitu Games 1 berupa permainan capture the flag dan Games 2 berupa permainan save the paper. Setelah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian study case dan presentasi hasil study case oleh Calon Seedling. Setelah selesai, kegiatan Diklat Ruang Softskill KSAT ditutup dengan pemberian kesan pesan, doa penutupan, dan dokumentasi bersama.
Kegiatan Diklat Ruang Softskill KSAT berjalan dengan lancar dan tepat waktu. Dengan terlaksananya Diklat Ruang Softskill KSAT Biologi UGM, diharapkan Calon Seedling KSAT dapat meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerjasama tim, manajemen konflik, dan adaptabilitas agar mampu berkontribusi lebih efektif dan meningkatkan kinerja dalam berorganisasi. Selain itu, semoga KSAT dapat semakin mengakar kuat supaya Berakar Kokoh Menembus Peradaban sehingga dapat menjadi kelompok studi yang memiliki kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar, akademisi, hingga ke masyarakat luas. [Penulis: Panitia Open Recruitment KSAT 2024]
















































