SDG 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Pada Hari Sabtu Tanggal 20 Juni 2026, Tim Anggrek Fakultas Biologi UGM melaksanakan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Desa Mitra di Desa Wedomartani dengan mengangkat tema “Pengembangan Anggrek Lokal Yogyakarta melalui Penerapan Sistem Aeroponik dan Hidroponik untuk Mendukung Eduwisata” diselenggarakan di Pendopo Balai Budaya Desa Wedomartani, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara kalangan akademisi, komunitas pencinta anggrek, dan pemerintah desa dalam mengembangkan potensi anggrek lokal berbasis inovasi teknologi pertanian modern. Kegiatan ini diharapkan mendukung pencapaian SDGs No. 12) Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab; 15) Kehidupan di atas tanah; dan 17) Kemitraan untuk mencapai tujuan.
Program PKM ini difokuskan pada penerapan teknologi aeroponik dan hidroponik dalam budidaya anggrek sebagai komoditas unggulan daerah. Selain meningkatkan aspek produktivitas dan kualitas tanaman, program ini juga diarahkan untuk memperkuat pengembangan konsep eduwisata berbasis pertanian yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan acara, serta pembacaan doa dan penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya serta mars Biologi dan UGM. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan tertib dengan partisipasi aktif para peserta yang berasal dari unsur akademisi, komunitas, dan masyarakat umum.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Ketua Tim Anggrek Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc., dilanjutkan dengan ketua tim PKM Fakultas Biologi UGM, Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes. dan berikutnya dengan Pak Carik, R. Rohmad Gunawan Hardono, S.Pd. Dalam sambutannya, para pemangku kepentingan menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam pengembangan inovasi pertanian berkelanjutan.
Sebelum masuk ke sesi inti, dilakukan pretest. Berdasarkan hasil pretest yang telah diikuti oleh 26 peserta, diperoleh nilai rata-rata sebesar 56,15, dengan median 60 dan modus 80. Sebaran nilai menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kategori nilai 80 (34,6% peserta), sedangkan hanya satu peserta yang mencapai nilai sempurna 100.
Pada sesi inti, narasumber pertama, Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc., memberikan pengantar mengenai teknik budidaya anggrek. Kemudian dilanjutkan dengan narasumber kedua, Ir. Kadarso, M.S. Beliau memaparkan materi terkait teknik budidaya anggrek berbasis aeroponik dan hidroponik, serta strategi pengembangan eduwisata sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Seluruh peserta menyimak materi dengan antusias.
Setelah pemaparan materi berakhir, para peserta mengisi soal post-test sebagai bagian dari evaluasi pemahaman terhadap materi yang disampaikan. Berdasarkan hasil post-test yang telah diikuti oleh peserta, diperoleh kenaikan nilai rata-rata menjadi 76,8. Terdapat 8 peserta yang mendapatkan nilai 100. Nilai tersebut menunjukkan bahwa setelah dilaksanakan kegiatan PKM ini, pengetahuan teknik budidaya anggrek berbasis aeroponik dan hidroponik menjadi meningkat.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga mencakup penyerahan cinderamata anggrek kepada pihak desa, sesi foto bersama, serta diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Panitia juga menyelenggarakan sesi doorprize yang menambah antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.
Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan kegiatan praktik langsung budidaya anggrek berbasis aeroponik dan hidroponik. Peserta dibagi dalam 5 kelompok dengan pendampingan langsung oleh para narasumber, mahasiswa magister dan doktor Biologi UGM, beserta mahasiswa anggota BIOSC Biologi UGM.
Yogyakarta, 18 Juni 2026 – Program Studi Doktor Biologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Seminar Penelitian Disertasi Mahasiswa yang diikuti oleh 47 mahasiswa peserta mata kuliah Penelitian I (16 peserta), Penelitian II (16 peserta), dan Penelitian III (15 peserta). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses evaluasi dan diseminasi kemajuan penelitian mahasiswa doktoral dalam mendukung penyelesaian studi serta peningkatan kualitas luaran riset.
Bertempat di Gedung Biodiversitas Fakultas Biologi UGM, seminar dilaksanakan melalui dua skema, yakni presentasi oral yang berlangsung secara paralel di Ruang 1 dan Ruang 2 serta pameran poster di Selasar Utara Gedung Biodiversitas. Acara diawali dengan laporan Ketua Program Studi Doktor Biologi, Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D., dan sambutan sekaligus pembukaan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.
Dalam laporannya, Prof. Rina menyampaikan bahwa seminar penelitian merupakan bagian dari mekanisme evaluasi akademik untuk memantau perkembangan penelitian mahasiswa serta memastikan capaian pembelajaran pada jenjang doktoral. Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh masukan dari promotor, ko-promotor, dosen, dan peserta seminar guna menyempurnakan penelitian yang sedang dijalankan. Seminar ini juga dihadiri oleh sejumlah promotor internasional yang terlibat dalam pembimbingan mahasiswa doktoral, yaitu Prof. P. J. A. Kessler dari Leiden University, Belanda, Prof. Chiharu Nakashima, Ph.D. dari Mie University, Jepang serta Prof. Said Ali Eid Elsalamouny dari Cairo University, Mesir. Kehadiran para akademisi internasional tersebut mencerminkan penguatan jejaring akademik global yang terus dikembangkan oleh Program Studi Doktor Biologi UGM.
Seminar menampilkan beragam topik penelitian yang mencakup bidang penelitian biologi, mulai dari biodiversitas, biologi fungsional, bioteknologi, mikrobiologi, ekologi, hingga biologi molekuler. Keragaman tema tersebut menunjukkan kontribusi Program Studi Doktor Biologi UGM dalam mengembangkan penelitian yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Melalui sesi presentasi dan poster, peserta tidak hanya memaparkan capaian penelitian, tetapi juga terlibat dalam diskusi ilmiah yang memperkaya perspektif, memperkuat pendekatan penelitian, serta membuka peluang kolaborasi akademik. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Program Studi Doktor Biologi UGM dalam menjaga mutu pendidikan doktoral dan menghasilkan lulusan yang mampu berkontribusi pada pengembangan sains di tingkat nasional maupun global.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan berkualitas) melalui penguatan mutu pendidikan tinggi dan kapasitas penelitian, SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi berbasis riset, serta SDG 17 (Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi akademik dan jejaring keilmuan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Yogyakarta – Salah satu dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Siti Nurbaiti, S.Si., berkesempatan mengikuti kegiatan 2026 Training-Workshop on Transformational Agricultural Innovation Systems (TrAInS) for the New Future yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture (SEARCA). Kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta terpilih dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara meliputi Filipina, Indonesia, Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Vietnam, dengan latar belakang yang beragam, mulai dari akademisi, pembuat kebijakan, hingga praktisi industri. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas peserta dalam mengembangkan sistem inovasi pertanian yang transformatif dan inklusif, khususnya dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan global.
Program TrAInS ini terdiri dari rangkaian sesi daring (online sessions) yang dilaksanakan pada tanggal 6, 8, 13, dan 15 April 2026 serta pertemuan luring (in-person sessions) yang dilaksanakan di Universiti Putra Malaysia (UPM), Selangor – Malaysia, pada tanggal 27 – 29 April 2026. Sebagai bagian dari kegiatan, peserta diminta untuk melakukan pre-assessment terkait kondisi sistem inovasi pertanian di negara masing-masing, yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar dalam pengembangan skenario dan rencana aksi selama program berlangsung. Selama sesi daring, peserta mendapatkan berbagai materi dari pakar internasional yang membahas peran kebijakan dalam mendorong inovasi pertanian, pentingnya integrasi antara riset, penyuluhan, dan kebijakan, serta strategi percepatan adopsi teknologi melalui pendekatan technology transfer dan digital extension. Selain itu, peserta juga diajak untuk memahami pentingnya kolaborasi lintas disiplin serta pergeseran pola pikir dari akademisi menuju pendekatan yang lebih aplikatif dan berorientasi pada dampak. Topik lain yang turut menjadi perhatian adalah integrasi pengetahuan lokal (indigenous knowledge) dalam sistem inovasi pertanian. Melalui studi kasus dari berbagai negara, peserta memperoleh wawasan mengenai bagaimana pengetahuan lokal dapat berkontribusi secara signifikan dalam mendukung keberlanjutan sistem pertanian apabila diintegrasikan secara tepat dalam kebijakan dan praktik di lapangan.
Pada in-person sessions di UPM, peserta diajak untuk mengkaji studi kasus nyata dan melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas inovasi di Putra Science Park UPM, meliputi Plant Factory, Farm Fresh, dan Bio-Angle Vacs. Plant Factory UPM merupakan fasilitas pertanian vertikal modern berbasis artificial intelligence yang memungkinkan budidaya tanaman dilakukan dalam lingkungan seperti cahaya, suhu, kelembapan, nutrisi, dan konsentrasi CO₂ secara presisi dan terkendali sehingga produktivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya dapat ditingkatkan. Farm Fresh, salah satu perusahaan agribisnis terkemuka di Malaysia, berkolaborasi dengan UPM dalam mengembangkan sistem peternakan sapi perah terintegrasi. Bio-Angle Vacs merupakan perusahaan bioteknologi yang bergerak dalam pengembangan vaksin dan produk kesehatan hewan. Rangkaian kunjungan ini memberikan gambaran mengenai proses hilirisasi hasil riset, mulai dari penelitian dan pengembangan (R&D), pengujian produk, hingga komersialisasi inovasi.
Dalam rangkaian kegiatan, peserta juga diminta untuk menyusun action plan sebagai bentuk implementasi konsep AIS di konteks masing-masing. Salah satu gagasan yang akan coba dikembangkan oleh Dr. Nurbaiti adalah penguatan sistem produksi beras berpigmen (pigmented rice) sebagai pangan fungsional. Gagasan ini menekankan pentingnya keterlibatan petani melalui pendekatan bertahap, penguatan kemitraan dengan industri, serta peningkatan kesadaran konsumen. Selain itu, pendekatan pembelajaran antarpetani (farmer-to-farmer learning) juga diusulkan sebagai strategi untuk mempercepat adopsi inovasi dan pemasaran di tingkat lapangan.
Partisipasi dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas dosen Fakultas Biologi UGM dalam menghubungkan riset dasar dengan implementasi di lapangan, membuka peluang kolaborasi, serta mendorong kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan sistem inovasi pertanian di Indonesia. Dengan keterlibatan aktif dalam program ini, diharapkan Fakultas Biologi UGM dapat terus berperan dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Melaui ini juga diharapkan mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) termasuk SDG 2 (Zero Hunger), SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Kulon Progo, 15 Juni 2026 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Desa Mitra sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat desa wisata berbasis pemanfaatan kearifan lokal. Kegiatan bertajuk “Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Pembuatan Pupuk Organik di Desa Wisata Sermo, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo untuk Mendukung Lingkungan Berkelanjutan” ini dilaksanakan pada Senin, 15 Juni 2026 di Joglo Desa Wisata Sermo, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dukuh Sermo Lor, Dukuh Soka, anggota Kelompok Sadar Wisata Desa Wisata Sermo (Pokdarwis Dewi Sermo), dan melibatkan dosen serta mahasiswa Fakultas Biologi UGM. Edukasi pengelolaan sampah ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi masyarakat Hargowilis dalam mengakses kebutuhan pertanian, khususnya pupuk. Selama ini, warga harus menempuh jarak sekitar 9 kilometer menuju wilayah Wates untuk membelinya. Melalui pengenalan dan praktik ini, masyarakat diharapkan mampu secara mandiri mengelola sampah organik menjadi pupuk berdaya guna, baik untuk skala rumah tangga maupun optimalisasi bank sampah. Harapannya, dengan pengenalan dan praktik ini masyarakat nantinya mampu secara mandiri mengelola sampah dan dapat memanfaatkan dalam skala rumah tangga hingga bank sampah.
Acara ini dibuka oleh Bapak Mujari, selaku Ketua Pokdarwis Dewi Sermo, yang mengenalkan mengenai sejarah dan kegiatan dari Pokdarwis ini. Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Dukuh Sermo Lor, yang dalam hal ini mengungkapkan rasa terima kasih karena kerjasama antara Fakultas Biologi dengan Hargowilis masih berlangsung hingga tahun ini. Sebagai perwakilan dari kelompok PKM Fakultas Biologi, Dr. Mirza Hanif Al Falah, S.Si., M.Ling, menegaskan bahwa kemandirian pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai ekonomis seperti pupuk organik dan mendukung operasional bank sampah.
Sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga dan pembuatan pupuk organik ini disampaikan oleh Ria Karyanto, S.Kom., yang merupakan pendiri Bank Sampah Bumi Sembada. Beliau telah mengukir prestasi gemilang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 lewat inovasi dekomposer sampah berbahan dasar air kelapa. Temuan yang diberi tajuk CWeOD (Coconut Water Organic Decomposer) tersebut berhasil menyabet penghargaan Juara 1 pada kategori Inovasi Teknologi di tingkat Provinsi DIY.
Materi sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga mengangkat tema “Sosialisasi Pengelolaan Sampah dengan Prinsip 5R: Sampah Berkurang, Lingkungan Nyaman, Ekonomi Bertambah”. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, khususnya dari tingkat rumah tangga.
Dalam paparannya, Ria Karyanto, S.Kom. menyampaikan bahwa sampah yang belum tertangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti banjir plastik, got tersumbat, sampah liar, serta pencemaran lingkungan akibat mikroplastik. Oleh karena itu, masyarakat perlu menerapkan pemilahan sampah secara sederhana dan konsisten agar sampah dapat dikelola secara lebih efektif. Peserta juga diperkenalkan pada pengelompokan sampah organik, sampah ekonomis, dan residu sebagai dasar dalam pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih bertanggung jawab. Para peserta aktif berpartisipasi dalam praktik pemilahan sampah, terutama dalam membedakan sampah kelompok residu dan sampah ekonomis. Melalui praktik ini, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam mengenali jenis-jenis sampah yang masih dapat dimanfaatkan kembali maupun sampah yang perlu dikelola sebagai residu. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka selama sesi praktik dan diskusi berlangsung.
Selain penyampaian materi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, kegiatan juga dilanjutkan dengan praktik pembuatan pupuk organik yang dipandu oleh pemateri. Para warga turut berpartisipasi dengan membawa bahan-bahan pembuatan pupuk organik, seperti sampah sayur, buah, serta kotoran hewan kambing dan sapi. Keterlibatan peserta dalam menyiapkan bahan menunjukkan adanya kesadaran dan semangat masyarakat untuk memanfaatkan limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar. Sesi pembuatan pupuk organik ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang lebih bermanfaat yang dapat dikembangkan sebagai produk ramah lingkungan untuk mendukung aktivitas pertanian dan UMKM lokal.
Di akhir kegiatan, Tim PKM juga membagikan tas belanja ramah lingkungan berupa eco bag kepada para peserta. Pembagian eco bag ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat agar mulai mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari khususnya saat berbelanja. Melalui langkah sederhana ini, peserta diharapkan semakin terdorong untuk menerapkan pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab serta mendukung upaya pengurangan sampah plastik di lingkungan Desa Wisata Sermo.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Desa Mitra ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui kegiatan ini, Desa Wisata Sermo diharapkan dapat berkembang sebagai desa wisata yang bersih, edukatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Program PKM Desa Mitra ini diketuai oleh Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc. dengan anggota yaitu Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D.; Dr. Mirza Hanif Al Falah, S.Si., M.Ling; Aken Puti Wanguyun, S.Si., M.Sc., Ph.D.; dan Aryo Seto Pandu Wiranto, S.Si., M.Sc. Kegiatan ini juga melibatkan anggota mahasiswa yaitu Aisyah Eka Nurjanah yang mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan.
#SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
#SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
#SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
#SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi Provinsi Jawa Timur bersama Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan kegiatan penguatan kompetensi guru berbasis laboratorium melalui praktikum bertajuk “Kajian Kromosom dalam Siklus Sel melalui Pendekatan Sitogenetika” pada Senin, 15 Juni 2026 di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi, UGM. Kegiatan yang diikuti oleh 34 guru biologi tingkat Madrasah Aliyah (MA) ini menghadirkan pengalaman pembelajaran berbasis riset dan hands-on laboratory yang memungkinkan peserta memahami konsep sitogenetika, siklus sel, serta analisis kromosom tumbuhan secara lebih mendalam melalui praktik dan pengamatan langsung di laboratorium.
Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Kepala Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya pembelajaran biologi berbasis riset dan eksperimen laboratorium sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan sains yang lebih kontekstual, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan ilmiah.
Sesi pertama kegiatan difokuskan pada praktikum preparasi kromosom menggunakan akar bawang merah sebagai objek pengamatan mitosis. Praktikum dipandu oleh instruktur Denianto Agung Wicaksono, S.Si. bersama asisten laboratorium. Pada sesi ini, peserta melakukan praktik secara langsung mulai dari tahapan pemotongan akar, perlakuan fiksasi, proses maserasi, pewarnaan kromosom menggunakan aceto-orcein, hingga teknik squash dan pengamatan preparat menggunakan mikroskop. Melalui pendekatan hands-on laboratory, peserta memperoleh pengalaman dalam mengamati fase-fase pembelahan sel serta memahami prinsip dasar preparasi sitogenetika tumbuhan.
Selama sesi pengamatan mikroskopis, peserta berhasil mengidentifikasi berbagai fase mitosis, mulai dari profase, prometafase, metafase, anafase, hingga telofase pada sel meristem akar bawang merah. Selain memperkuat pemahaman mengenai dinamika siklus sel, kegiatan ini juga memperkenalkan metode sitogenetika yang umum digunakan dalam penelitian genetika dan pemuliaan tanaman.
Sesi kedua dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik penyusunan kariotipe serta idiogram kromosom yang dipandu oleh instruktur Tiara Putria Judith, S.Si. bersama asisten laboratorium. Peserta diperkenalkan pada teknik analisis kromosom menggunakan perangkat lunak ImageRaster, meliputi kalibrasi, pengukuran panjang lengan kromosom, identifikasi posisi sentromer, analisis morfologi kromosom, hingga penyusunan idiogram sebagai representasi visual karakter kromosom suatu organisme. Kegiatan ini memberikan wawasan praktis mengenai pendekatan analisis kromosom secara kuantitatif dan sistematis yang banyak diterapkan dalam kajian sitogenetika modern.
Kegiatan praktikum “Kajian Kromosom dalam Siklus Sel melalui Pendekatan Sitogenetika” turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan berbasis praktikum dan riset, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan kompetensi penelitian dan inovasi laboratorium, SDG 15 (Life on Land) melalui peningkatan pemahaman mengenai keanekaragaman dan karakter genetik tumbuhan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi akademik antara perguruan tinggi dan MGMP Biologi Provinsi Jawa Timur.
Mendukung Pengembangan Pendidikan, Fakultas Biologi UGM Selenggarakan Pelatihan Penyusunan Kurikulum
Yogyakarta, 11 Juni 2026 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Kurikulum dan Pengembangan Tenaga Pendidik pada 9-10 Juni 2026 di Grand Rohan Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan fakultas, pengelola program studi serta seluruh dosen sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas akademik dalam merancang kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan terkini.
Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pemahaman dosen terhadap proses penyusunan kurikulum sebagai fondasi penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Menurutnya, fakultas juga perlu memfasilitasi pengembangan kompetensi dosen agar mampu menyusun kurikulum yang relevan dengan perkembangan ilmu dan tuntutan zaman.
Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai kebijakan kurikulum pendidikan tinggi yang disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Bambang Retnoaji, S.Si., M.Sc. Dalam paparannya, Prof. Bambang menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa aspek, diantaranya status akreditasi prodi, regulasi yang berlaku, rekomendasi lembaga akreditasi, hasil benchmarking, sistem penjaminan mutu serta transformasi ilmu biologi yang semakin berkembang secara multidisiplin dan transdisiplin. Prof. Bambang juga menekankan bahwa kurikulum pendidikan tinggi saat ini sangat diarahkan untuk mendukung pembelajaran yang lebih fleksible dan mampu menjawab tantangan global melalui pendekatan transdisiplin yang mengintegrasikan berbagai ilmu.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Ketua Program Studi Magister Biologi, Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si., yang memaparkan implementasi kurikulum yang sedang berjalan sekaligus memperkenalkan rumusan awal Kurikulum 2026 untuk Program Studi Magister Biologi. Sesi selanjutnya diisi oleh Ketua Program Studi Doktor Biologi, Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D., yang juga menyampaikan implementasi kurikulum yang berjalan saat ini dan rumusan kurikulum 2026 untuk Program Studi Doktor Biologi.
Berbagai masukan dan saran konstruktif dari para dosen dalam sesi diskusi berlangsung secara aktif. Masukan tersebut akan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan rancangan kurikulum 2026 di Fakultas Biologi UGM.
Pada hari kedua, kegiatan diawali dengan pemaparan kembali oleh Prof. Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc. terkait berbagai regulasi dan kebijakan akademik yang berkaitan denagn publikasi. Selanjutnya, Ketua Program Studi Sarjana Biologi, Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D., mempresentasikan rancangan Kurikulum 2026 untuk Program Studi Sarjana Biologi yang telah disusun berdasarkan hasil evaluasi kurikulum yang saat ini sedang berjalan.
Diskusi yang melibatkan dosen kembali menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan hari kedua. Melalui forum tersebut, para dosen memberikan berbagai pandangan terkait struktur kurikulum, peta kurikulum, mata kuliah baru, serta penguatan kompetensi yang diperlukan mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM berupaya memastikan bahwa Kurikulum 2026 disusun secara partisipatif, komprehensif, dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan mahasiswa. Penguatan kualitas kurikulum diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas, relevan, dan kolaboratif.
Karanganyar, 8 Juni 2026 – Tim Anggrek Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai tim pelaksana Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 3 PTNBH yang berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan kegiatan pelatihan budidaya anggrek sebagai bagian dari program pengembangan potensi kawasan Ngargoyoso–Tawangmangu berbasis ekoeduwisata untuk meningkatkan perekonomian berkelanjutan. Kegiatan berlangsung di UMKM Mitra Pabongan Orchid, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, pada hari Senin (8/6), mulai pukul 09.30 hingga 13.30 WIB.
Program ini merupakan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi lintas universitas PTNBH yang bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal berbasis keanekaragaman hayati. Kawasan Ngargoyoso dan Tawangmangu yang berada di lereng Gunung Lawu dikenal memiliki kekayaan biodiversitas, kondisi agroklimat yang mendukung budidaya tanaman hias, serta daya tarik wisata alam yang tinggi. Potensi tersebut membuka peluang besar untuk dikembangkan menjadi kawasan ekoeduwisata yang mengintegrasikan aspek pendidikan, konservasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Okid Parama Astirin, M.S., selaku Ketua PMKI UNS–UNNES–UGM. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha dalam membangun model pengembangan kawasan yang berkelanjutan. Menurutnya, ekoeduwisata tidak hanya menjadi sarana wisata, tetapi juga merupakan wadah edukasi dan konservasi yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pelatihan mengangkat tema “Budidaya Anggrek Vanda, Cattleya, dan Phalaenopsis” dengan melibatkan akademisi dan praktisi yang memiliki kompetensi di bidang perbungaan dan konservasi anggrek. Sesi pertama menghadirkan Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc., Guru Besar Fakultas Biologi UGM sekaligus peneliti anggrek yang telah lama mengembangkan riset bioteknologi dan konservasi anggrek Indonesia. Dalam pemaparannya, Prof. Endang menjelaskan teknik budidaya anggrek Vanda, mulai dari karakteristik tanaman, kebutuhan lingkungan tumbuh, teknik pemeliharaan, hingga peluang pengembangannya sebagai komoditas unggulan kawasan.
Prof. Endang menekankan bahwa budidaya anggrek tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada upaya konservasi keanekaragaman hayati Indonesia. Pengembangan anggrek melalui budidaya yang berkelanjutan dapat mengurangi tekanan pengambilan tanaman dari habitat alaminya sekaligus mendukung pelestarian plasma nutfah anggrek Indonesia.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Dr. Ixora Sartika Mercuriani, M.Si., Ketua DPD Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) DIY. Pada kesempatan tersebut, Dr. Ixora memaparkan teknik budidaya anggrek Cattleya, meliputi pemilihan media tanam, pengaturan intensitas cahaya, pemupukan, hingga strategi menghasilkan tanaman berbunga dengan kualitas optimal dan nilai jual yang tinggi.






















































































