Arsip:
SDG 2 : Tanpa Kelaparan
Yogyakarta — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada melalui inovasi bioteknologi pertanian bertajuk “HEAT-POTATO (HSP70-Enhanced Adaptive Tolerance in Potato)” yang berhasil meraih Gold Medal dalam ajang internasional Global Competition for Life Science (GloCoLis) 2026.
Inovasi ini dikembangkan oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Sri Garcinia Lathifah, Fahima Ellya Wulandari, Tika Permatasari, dan Ayu Nawang Wulan di bawah bimbingan akademik Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. Proyek tersebut mengangkat solusi inovatif terhadap ancaman perubahan iklim terhadap ketahanan pangan global, khususnya pada tanaman kentang (Solanum tuberosum).
“HEAT-POTATO” merupakan pengembangan kentang toleran panas berbasis rekayasa genetika melalui overekspresi gen HSP70 (Heat Shock Protein 70). Teknologi ini dikembangkan menggunakan pendekatan in vitro dan transformasi berbantuan Agrobacterium tumefaciens untuk meningkatkan kemampuan tanaman bertahan terhadap stres suhu tinggi akibat pemanasan global.
Melalui penelitian ini, tim berhasil menghasilkan lini kentang transgenik yang menunjukkan peningkatan ekspresi HSP70, gen yang berperan penting sebagai molecular chaperone dalam menjaga stabilitas protein sel saat tanaman mengalami cekaman panas. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempertahankan produktivitas kentang di tengah meningkatnya suhu global yang selama ini menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian.
Menurut tim peneliti, perubahan iklim telah menyebabkan penurunan produktivitas kentang secara signifikan akibat terganggunya proses fotosintesis, pembentukan umbi, serta stabilitas membran sel tanaman. Oleh karena itu, pengembangan varietas kentang tahan panas menjadi langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di masa depan.
Keberhasilan meraih Gold Medal pada kompetisi internasional ini menjadi bukti bahwa inovasi riset mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan teknologi pertanian modern berbasis bioteknologi.
Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendorong lahirnya inovasi-inovasi sains yang berdampak bagi masyarakat dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin Zero Hunger dan Climate Action.
Dengan capaian tersebut, “HEAT-POTATO” diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pengembangan varietas kentang unggul yang lebih tangguh, produktif, dan adaptif terhadap tantangan lingkungan global di masa mendatang. [Penulis: Fahima Ellya Wulandari]
Kamis, 14 Mei 2026, Tim pengabdian masyarakat BIMA Kemdiktisaintek 2026 melaksanakan kegiatan survei lapangan dalam rangka pengembangan program hibah terkait optimalisasi teknologi budidaya dan pemuliaan ayam kampung modern dengan sasaran masyarakat Hargowilis, Kulon Progo, DIY. Tim pengabdian yang diketuai oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. melaksanakan kunjungan ke produsen mesin tetas telur, yaitu Tunas Mekar yang bermitra dengan Peternak Muda Group di Jl. Truntung No.32, RT.01/RW.13, Pengadungan, Tritih Kulon, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Selain itu, tim pengabdian juga berkunjung ke peternakan pengguna mesin tetas dari perusahaan tersebut, yaitu Mandiri Farm di Jl. Raya Baturaden, Dusun III, Karangtengah, Kec. Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kegiatan survei ini bertujuan untuk mendapatkan informasi teknis terkait performa mesin tetas telur, sistem operasional penetasan, efisiensi produksi Day Old Chick (DOC), serta kendala hingga potensi pengembangan teknologi penetasan unggas lokal. Kegiatan ini juga menjadi upaya menjalin kolaborasi strategis antara perguruan tinggi, pelaku industri peternakan, serta peternak lokal dalam mendukung pengembangan sektor peternakan unggas berkelanjutan berbasis teknologi tepat guna.
Tim pengabdian melakukan observasi langsung terhadap proses produksi mesin tetas di Peternak Muda Group, mulai dari perancangan alat, sistem pengaturan suhu, kelembapan, serta pertukaran udara, hingga mekanisme pemutaran telur otomatis yang menjadi faktor penting dalam keberhasilan penetasan. Melalui observasi ini, tim memperoleh gambaran mengenai potensi teknologi mesin tetas sebagai solusi peningkatan produktivitas peternakan unggas yang lebih mandiri, ekonomis, dan mudah diakses masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan survei ke Mandiri Farm sebagai salah satu pengguna mesin tetas produksi Peternak Muda Group. Pada kesempatan tersebut, tim melakukan wawancara terkait pengalaman implementasi penggunaan mesin tetas di lapangan, tingkat daya tetas telur, manajemen pemeliharaan indukan dan penetasan telur, serta dampak penggunaan teknologi terhadap produktivitas usaha peternakan. Hasil observasi di peternakan langsung menunjukkan bahwa penerapan teknologi mesin tetas berkontribusi positif pada peningkatan kapasitas produksi bibit unggas, khususnya ayam, sekaligus mendukung kemandirian peternak dalam penyediaan DOC secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian memperoleh data dan pengalaman lapangan yang komprehensif sebagai langkah awal pelaksanaan program pemberdayaan kemitraan masyarakat. Kolaborasi antara akademisi, industri, dan peternak diharapkan dapat mendorong akselerasi kemandirian pangan, produktivitas peternakan, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengembangan inovasi teknologi peternakan ayam kampung modern yang aplikatif dan berkelanjutan. [Penulis: Avriena Lintang A. R.]
Sebagai upaya mendorong peningkatan gizi masyarakat berbasis potensi sumber daya lokal, tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM akan melaksanakan program pada tahun 2026 ini dengan tema “Pengembangan Budidaya Labu Susu sebagai Sumber Pangan Nabati Anti Stunting untuk Mewujudkan Kehidupan Tanpa Kelaparan (SDG 2) di Dusun Kebondalem, Madurejo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta”. Kegiatan rapat koordinasi berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026 yang berlokasi di Soto Omah Kudus, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku ketua tim pengabdian kepada masyarakat yang memberikan arahan dalam pelaksanaan program ini dan Aryo Seto Pandu Wiranto, S.Si., M.Sc. selaku dosen Biologi UGM yang akan menjadi salah satu narasumber dalam program ini, serta lima mahasiswa Biologi UGM yang terdiri dari Siti Yulianingsih, Pradhika Cikal Malika, Muhammad Meshal Ramadhayesa, Avriena Lintang Aulia Riefa’I, dan Khurin ‘Aini. Kegiatan rapat koordinasi diawali dengan menentukan fokus utama dan tujuan dari program ini untuk mengedukasi masyarakat khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati dalam budidaya dan pengolahan labu susu menjadi tepung tinggi nutrisi sebagai upaya pencegahan stunting yang selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggug Jawab).
Sebagai bentuk kolaborasi strategis dalam keberhasilan program ini, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. turut mengajak beberapa dosen lainnya seperti Prof. Ir. Supriyadi, M.Sc., Ph.D., Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc., dan Nurpuji Mumpuni, S.Si., M.Kes. untuk saling berpartisipasi selama program ini berlangsung. Program ini akan dimulai dari tahap pra-praktik budidaya, tahap budidaya labu susu, dan tahap pengolahan tepung labu susu menjadi produk unggulan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Dusun Kebondalem, Madurejo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Produk labu susu dan olahan tepung labu susu nantinya akan dipasarkan di berbagai tempat, khususnya dapat secara konsisten memasarkannya melalui Biomart Fakultas Biologi UGM.
Momentum Paskah menjadi salah satu momen yang bermakna bagi umat Kristen dan Katolik di seluruh dunia. Paskah dirayakan sebagai hari kebangkitan Tuhan Yesus yang menjadi simbol kemenangan atas maut dan dosa serta pengharapan akan hidup yang kekal. Perayaan ini menjadi kesempatan untuk melakukan kebaikan sebagai tanda peringatan akan pengharapan dan kasih yang terus hidup.
Dalam rangka memperingati Paskah, Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) dan Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berkolaborasi menyelenggarakan Perayaan Paskah yang dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Jumat dan Sabtu, 24–25 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Bangkit bersama Kristus, Hidup dalam Kasih” yang diambil dari Efesus 5:2. Tema ini bertujuan menyampaikan pesan untuk menjadikan kebangkitan Yesus nyata dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita tetap memilih untuk mengasihi, mengampuni, dan peduli, karena kita telah lebih dahulu dikasihi oleh Kristus. Adapun tujuan dari perayaan ini adalah menguatkan iman anggota PMK dan KMK, menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama yang membutuhkan, menguatkan semangat kreativitas melalui kegiatan prakarya bersama anak-anak panti asuhan, serta menguatkan hubungan solidaritas dan keakraban antara PMK dan KMK Fakultas Biologi UGM.
Pada hari pertama, Jumat (24 April 2026), kegiatan diawali dengan Ibadah Paskah yang berlangsung di Grha Pembinaan Iman Kristen (GPIK) UGM. Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt. Indrianto Adiatmo. Peserta ibadah terdiri dari mahasiswa Kristen dan Katolik Fakultas Biologi, dosen Fakultas Biologi, serta undangan dari PMK dan KMK fakultas lain di lingkungan UGM. Rangkaian ibadah meliputi puji-pujian, renungan firman tentang kebangkitan Kristus, serta doa bersama yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh sukacita.
Memasuki hari kedua, Sabtu (25 April 2026), kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial ke Panti Asuhan Sayap Ibu Cabang DIY. Sebanyak 25 mahasiswa PMK dan KMK Fakultas Biologi berpartisipasi dalam kunjungan ini. Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi penyerahan sembako untuk panti, permainan (games) dan pembuatan prakarya bersama anak-anak panti, serta pembersihan dan penataan barang di lingkungan panti. Kegiatan bakti sosial ini juga didukung oleh dana donasi yang berhasil dikumpulkan sejak 22 Maret hingga 23 April 2026. Dana tersebut berasal dari mahasiswa Fakultas Biologi, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum.
Semoga Perayaan Paskah ini tidak hanya menjadi momen kebangkitan secara rohani, tetapi juga menghadirkan kasih Kristus yang nyata bagi sesama. Terima kasih kepada seluruh donatur, panitia, dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. [Penulis: PMK & KMK Biologi UGM]
Poin SDGs : 2. Tanpa Kelaparan, 3. Kehidupan Sehat & Sejahtera, 4. Pendidikan Berkualitas, 10. Berkurangnya Kesenjangan, 16. Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh
Bantul, 1 Mei 2026 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan GEMI (Gerakan Ekonomi Kaum Ibu) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Hibah Fakultas Biologi UGM Tahun 2026. Program ini mengusung tema “Biosecurity Terpadu sebagai Strategi Peningkatan Kesehatan Lingkungan dan Ketahanan Pangan pada Masyarakat Mitra GEMI Guna Mendukung Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDG 3)”.
Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 1 Mei 2026 pukul 08.30-11.00 WIB di di Rumah Ibu Sudartini, Dusun Ngireng-ireng, Kelurahan Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sasaran utama kegiatan ini adalah ibu-ibu anggota GEMI sebagai pengelola rumah tangga sekaligus sekaligus ujung tombak ketahanan pangan keluarga.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung sepanjang Maret hingga November 2026. Pada semester genap (Maret-Juni 2026), kegiatan difokuskan pada sosialisasi biosecurity terpadu meliputi pelatihan hidroponik serta pemasangan dan monitoring lubang resapan biopori.
Permasalahan lingkungan di kawasan permukiman padat, seperti keterbatasan lahan, minimnya ruang hijau, serta pengelolaan sampah organik yang belum optimal, menjadi tantangan utama dalam menjaga kesehatan lingkungan dan ketahanan pangan. Dalam perspektif biosecurity, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit serta menurunkan kualitas lingkungan hidup. Oleh karena itu, program ini dirancang sebagai solusi berbasis rumah tangga yang integratif dan berkelanjutan.
Tim PkM Fakultas Biologi UGM diketuai oleh Woro Anindito Sri Tunjung, S.Si., M.Sc., Ph.D., dengan anggota dosen Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Si., Ph.D. dan Dr. Aprilia Sufi Subiastuti, S.Si.. Tim turut melibatkan mahasiswa lintas jenjang sebagai pendamping lapangan, diketuai oleh Zahratun Nadwatits Tsaniyah (S1), bersama anggota Foumiga Gusten Oktaviana, Berliana Aura Cinta Laela, Alifiansyah Sutama, Lintang Permatasari, serta Anggistina Wulansari dari Program Magister Fakultas Biologi UGM dan Aries Bagus Sasongko, M.Biotech dari Program Doktoral Fakultas Biologi UGM . Tidak lupa kegiatan ini juga dibersamai oleh volunteer dari mahasiswa Aminin Akbar Maskuri, dan Muhammad Naufal Arya Pratama (S1).
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi konsep biosecurity berbasis rumah tangga, yang menekankan keterkaitan antara pengelolaan lingkungan, pencegahan penyakit, dan ketahanan pangan. Selanjutnya, peserta mendapatkan edukasi mengenai budidaya hidroponik, meliputi pengenalan sistem tanam tanpa tanah, penggunaan media seperti rockwool dan netpot, serta pemanfaatan nutrisi tanaman baik dari pupuk organik cair (POC) maupun larutan AB Mix.
Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai teknik penyemaian benih, pengaturan pH air, serta pemberian nutrisi sesuai fase pertumbuhan tanaman. Jenis tanaman yang diperkenalkan antara lain pakcoy dan kangkung yang sesuai untuk dibudidayakan pada lahan terbatas.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan instalasi hidroponik sederhana. Peserta secara aktif terlibat dalam proses penyemaian, pencampuran nutrisi, hingga perakitan sistem hidroponik secara mandiri. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi diskusi dan praktik.
Sebagai bagian dari implementasi biosecurity terpadu, tim juga melakukan monitoring lubang resapan biopori yang telah dipasang di sekitar lokasi kegiatan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahun 2025. Biopori dengan kedalaman 80-100 cm tersebut berfungsi untuk meningkatkan daya resap air sekaligus mengelola sampah organik secara lebih higienis.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pembagian souvenir, doorprize, dan konsumsi sebagai bentuk apresiasi kepada peserta. Ke depan, program akan dilanjutkan pada semester gasal (Juli-November 2026) dengan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dan kompos dari limbah rumah tangga untuk mendukung keberlanjutan sistem hidroponik.
Program biosecurity terpadu ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kemandirian anggota GEMI dalam menciptakan lingkungan sehat, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta mengurangi praktik pembuangan sampah organik yang tidak terkelola. Program ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Melalui terlaksananya program biosecurity terpadu ini, Fakultas Biologi UGM dan GEMI berharap anggota GEMI di Dusun Ngireng-ireng dapat menjadi pelopor pengelolaan lingkungan rumah tangga yang sehat, produktif, dan berkelanjutan, serta menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di wilayah lain di Daerah Istimewa Yogyakarta. [Penulis: Zahratun Nadwatits Tsaniyah].
Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2026 menjalin kerja sama strategis dengan Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini mencakup satu program Hibah Desa Mitra, tiga program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), serta satu program KKN-PPN UGM yang akan dilaksanakan pada periode Mei hingga Oktober 2026. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sampah, serta mengembangkan potensi lokal khususnya anggrek berbasis edukasi dan lingkungan yang sesuai dengan SDG No. 17.
Sosialisasi awal untuk seluruh rangkaian program diselenggarakan di Kantor Kalurahan Wedomartani pada Selasa, 21 April 2026. Acara dibuka oleh Bapak Carik (R. Rohmad Gunawan Hardono, S.Pd.) dan dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Lurah (H. Teguh Budiyanto). Selanjutnya, pemaparan program dilakukan oleh tim Fakultas Biologi, UGM yang terdiri dari Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes., Prof. Dr.med.vet. Hendry Saragih, M.P., dan Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Bumkal Wedomartani (H. Iskandar, S.E., M.E.), serta perwakilan sembilan mahasiswa yang akan terlibat dalam pelaksanaan program.
Salah satu fokus utama program desa mitra tahun ini adalah inovasi pemanfaatan limbah rumah tangga melalui fermentasi pakan ayam untuk meningkatkan produksi telur bernutrien tinggi. Program ini mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sisa makanan dengan teknik fermentasi menggunakan ragi serta bahan pemikat alami seperti limbah ikan. Selain itu, diperkenalkan sistem pemeliharaan ayam petelur, khususnya ayam Elba hasil persilangan dengan ayam Arab, yang memiliki produktivitas telur lebih cepat. Sistem kandang baterai juga disarankan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pengelolaan ternak secara optimal.
Selain sektor peternakan, program juga mencakup pengembangan pertanian padi hitam sebagai bahan pangan fungsional yang berpotensi meningkatkan sistem imun dan mencegah penyakit degeneratif, termasuk kanker. Pemanfaatan lahan desa melalui kerja sama dengan Bumkal menjadi strategi implementasi, mengingat tanaman ini tidak membutuhkan banyak air. Sosialisasi juga dilakukan terkait diversifikasi produk turunan beras hitam, seperti tepung bebas gluten dan olahan pangan modern seperti sushi, guna meningkatkan nilai ekonomi dan daya tarik pasar.
Program hibah PkM lainnya akan berfokus pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat, antara lain pelatihan pemanfaatan sampah organik untuk pembuatan ecoenzyme serta pupuk cair, termasuk inisiasi dan penguatan bank sampah, khususnya di Dusun Pajangan, Padukuhan Wonosari. Selain itu, terdapat pelatihan hidroponik anggrek sebagai langkah awal pengembangan kawasan eduwisata berbasis potensi lokal. Keseluruhan kegiatan ini akan melengkapi beberapa program yang sudah ada atau akan direncanakan di Wedomartani seperti wisata petik buah seperti kelengkeng dan alpukat. Diskusi interaktif antara tim akademisi, perangkat desa, dan Bumkal menghasilkan berbagai masukan strategis, termasuk pentingnya pendampingan berkelanjutan, distribusi program yang merata, serta keterlibatan mahasiswa dalam implementasi teknis di lapangan.
Kegiatan ini juga memperkuat sinergi dengan program KKN-PPN UGM yang tahun ini dibimbing oleh Prof. Rarastoeti Pratiwi di dua lokasi, yaitu Wedomartani dan Widodomartani. Dengan pendekatan kolaboratif antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan ketahanan pangan, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pangan bernutrien dan pengelolaan sampah, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pemberdayaan masyarakat dan mahasiswa, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan usaha local dan inisiasi bank sampah, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan limbah dan sumber daya berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi yang berkelanjutan.
Kontributor: Ardaning Nuriliani, Rarastoeti Pratiwi, Hendry Saragih, Firdausia Ayu Zuhria,Fransiska Elsa Kusuma Astuti, Sevia Dwi Rahma Putri, Sukarman Hadi Jaya Putra
Kontributor: Ardaning Nuriliani, Rarastoeti Pratiwi, Hendry Saragih, Firdausia Ayu Zuhria,Fransiska Elsa Kusuma Astuti, Sevia Dwi Rahma Putri, Sukarman Hadi Jaya Putra
Prestasi gemilang ditorehkan oleh tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam ajang IGNITE FUTURE FEST 2026 yang diselenggarakan oleh Futura Innovation Hub bekerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 3–6 April 2026. Tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang diketuai oleh Widya Arum Prastanti, bersama Husna Nadia dan Regina Siska Ekaristi Nainggolan, berhasil meraih Honorable Medal pada esai kategori Gizi & Kesehatan dengan judul “Abon BioFerra: Inovasi Pangan Fungsional Berbasis Belut dan Ampas Tahu sebagai Upaya Pencegahan Anemia.”
Esai yang ditulis mengangkat isu serius tentang tingginya prevalensi anemia di Indonesia. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia, menurunkan daya tahan tubuh, performa belajar, serta meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Tim ini menilai bahwa pendekatan suplementasi tablet tambah darah selama ini belum sepenuhnya efektif karena rendahnya kepatuhan konsumsi dan efek samping yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, mereka merancang solusi berbasis pangan fungsional yang dapat diintegrasikan langsung ke dalam pola konsumsi harian.
Gagasan utama yang mereka tawarkan adalah Abon BioFerra, sebuah inovasi pangan fungsional berbentuk abon yang memanfaatkan dua bahan utama: belut sebagai sumber zat besi heme dengan bioavailabilitas tinggi, serta ampas tahu yang merupakan limbah industri pangan namun masih kaya akan protein dan serat. Pemilihan bentuk abon didasarkan pada tingkat penerimaan masyarakat Indonesia yang sudah sangat akrab dengan produk abon, baik dari segi rasa, kepraktisan, maupun daya simpannya yang lama. Selain itu, pemanfaatan ampas tahu juga mengusung prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production).
Keberhasilan tim ini tidak lepas dari kedalaman analisis, orisinalitas gagasan, serta kemampuan mereka dalam mempresentasikan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan. Para juri memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan holistik yang mengintegrasikan isu gizi, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal dalam satu produk pangan.
Dalam langkah selanjutnya, tim BioFerra berharap inovasi ini tidak hanya berhenti sebagai gagasan dalam kompetisi, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil dan remaja putri. Mereka juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, pemerintah, dan industri pangan, untuk mewujudkan pencegahan anemia yang lebih efektif, terjangkau, dan berkelanjutan di Indonesia. [Penulis: Widya Arum Prastanti]
Momentum Ramadan menjadi salah satu momen yang dapat mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi.
Dalam kesempatan penuh berkah di bulan Ramadan ini, Departemen Sosial Masyarakat BEM Biologi UGM bersama Mahasiswa Pecinta Alam Biologi UGM memanfaatkan momen tersebu
t dengan menyelenggarakan kegiatan buka bersama serta santunan bagi anak-anak di Panti Asuhan Al Maun Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat jalinan kerja sama, komunikasi, dan rasa kekeluargaan, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.
Kegiatan “Bagi Buka Harmoni” telah dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret 2026 yang meliputi kunjungan silaturahmi, sesi materi berupa games interaktif, buka bersama, serta penyerahan donasi kepada Panti Asuhan Al Maun Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi yang melibatkan 8 anggota BEM Biologi dan 14 anggota Matalabiogama serta teman-teman dari Panti Asuhan Al Maun Yogyakarta sebagai partisipan dalam kegiatan ini.
Salah satu rangkaian dari kegiatan sosial ini adalah penggalangan dana yang dilaksanakan pada 8 Maret 2026. Melalui kegiatan tersebut, berhasil dihimpun dana sebesar Rp1.370.000,00 yang berasal dari Keluarga Mahasiswa Fakultas Biologi maupun masyarakat umum. Dana tersebut kemudian disalurkan dalam bentuk santunan serta 55 porsi makanan untuk berbuka puasa kepada Panti Asuhan Al Maun Yogyakarta. Melalui kolaborasi antara BEM Biologi dan Matalabiogama ini, diharapkan dapat terjalin hubungan silaturahmi yang baik dengan pihak panti sebagai partisipan kegiatan.
Semoga donasi yang telah diberikan serta kunjungan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi teman-teman di Panti Asuhan Al Maun Yogyakarta. Terima kasih kepada seluruh donatur dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga segala kebaikan yang telah diberikan mendapatkan balasan dari Tuhan Yang Maha Esa. [Penulis: BEM]
REKAP DONASI
Bagi Buka Harmoni
Donasi yang terkumpul :
Rp1.370.000,00
Donasi sudah tersalurkan kepada Panti Asuhan Al Maun Yogyakarta pada tanggal 8 Maret 2026 yang dikemas dalam serangkaian Kegiatan Bagi Buka Harmoni.
Ucapan Terima Kasih yang sebesar-besarnya untuk teman-teman dan semua pihak yang terlibat serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan amal kali ini. Semoga amal kebaikan mendapatkan balasan dari Tuhan Yang Maha Esa
Selasa (31/03/26) Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan Syawalan dan Halal Bi Halal yang diikuti oleh segenap sivitas, Satu hari sebelumnya, yang merupakan hari pertama masuk kerja secara offline, seluruh staf baik dosen maupun tenaga kependidikan bersalaman dan bermaaf-maafan di halaman kampus. Syawalan dan Halal Bi Halal yang merupakan salah satu kegiatan rutin yang diadakan Fakultas Biologi UGM setiap bulan syawal ini, diselenggarakan di auditorium Biologi Tropika dan dihadiri oleh segenap dosen, tenaga kependidikan, pengurus Dharma Wanita, para purna karya, serta perwakilan mahasiswa.
Acara dibuka dengan bacaan Kalam Ilahi yang dilantunkan oleh mahasiswa Fakultas Biologi UGM, Abdullah Zhafran Aly Bamsyah. Selanjutnya Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc. memberikan sambutan. Mengawali sambutannya Prof. Budi menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap hadirin. Dalam kesempatan tersebut Prof. Budi juga menyampaikan bahwa acara syawalan ini merupakan acara yang tidak formal dan melanjutkan dari periode kepemimpinan sebelumnya. Kita bersyukur karena masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk menghadiri acara syawalan ini. “Selaras dengan tema syawalan kali ini yaitu merawat cahaya ramadhan raih kemenangan, mari kita pertahankan dan tingkatkan ibadah kita seperti di bulan ramadhan, jangan sampai di 11 bulan berikutnya ibadah kita malah berkurang” tutur Prof. Budi.
Selanjutnya disampaikan Ikrar Syawalan yang dipandu oleh Ketua Departemen Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM, Abdul Razaq Chasani, M.Si., Ph.D. Bapak Razaq membacakan ikrar yang diikuti oleh semua hadirin. Ikrar ini menandakan bahwa semua dengan rasa ikhlas hati dan meresapi apa yang diikrarkan, saling memberi maaf dan meminta maaf lahir dan batin atas segala salah dan khilaf. Dengan ikrar bersama, semoga ampunan dari Tuhan akan mengembalikan kita kepada insan yang suci, insan yang fithrah, dan menjadi insan yang selalu beribadah kepada Allah SWT. Semoga kita selalu mendapat ridho dari Allah SWT.
Memasuki acara inti yaitu pengajian dan kali ini sebagai penceramah adalah ustadz H. Ahmad Mustafid, S.Ag., M.Hum. Dalam ceramahnya ustadz menyampaikan kita telah dibimbing selama 1 bulan di bulan ramadhan untuk meraih derajat muttaqin. Di dalam Al Quran disebutkan bahwa kita diperintah menyembah Tuhan agar kita menjadi muttaqin, termasuk surga dibentangkan hanya disediakan bagi orang-orang yang mencapai derajat muttaqin. “Orang yang mempunyai derajat muttaqin, yaitu derajat paling tinggi tetap dilanjutkan atau djalankan, tidak berhenti. Kebiasaan mulia di bulan ramadhan tetap diteruskan. Banyak yang ibadah ramadhan luar biasa tetapi ketika ramadhan selesai tidak mau lagi melanjutkan seakan-akan Allah hanya pantas disembah di bulan ramadhan”. Selanjutnya ustadz menyampaikan bahwa ciri orang muttaqin adalah mudah memaafkan, hadir menjadi pribadi yang jiwanya bersih, jiwa yang tidak mempunyai dendam, dan jiwa yang lapang kepada Tuhan dan sesama. Pengajian syawalan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh ustadz H. Ahmad Mustafid, S.Ag., M.Hum dan dilanjutkan bersalam-salaman sebagai tanda saling bermaaf-maafan. Selanjutnya hadirin disilakan menikmati hidangan yang telah disediakan.
Acara syawalan dan halal bi halal yang dilaksanakan rutin setiap tahun ini merupakan upaya Fakultas Biologi UGM dalam rangka mendukung Suistainable Development Goals (SDGs): Mengakhiri Kelaparan, Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat.
Yogyakarta, 8 Maret 2026, Mahasiswa Pecinta Alam dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “Bagi Buka Harmoni”. Dengan tema “Satu Hati dalam Berbagi, Menciptakan Harmoni di Bulan Suci”. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Al Maun, Yogyakarta dengan mahasiswa yang terlibat berjumlah 22 orang merupakan anggota Matalabiogama dan BEM Biologi. Acara ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan serta sebagai sarana untuk berbagi rezeki.
Kegiatan diawali pada pukul 14.30 WIB dengan berkumpulnya seluruh panitia di lingkungan Fakultas Biologi yang selanjutnya seluruh panitia akan mengikut briefing terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk meninjau kembali kesiapan perlengkapan serta memastikan pembagian tugas dapat berlangsung dengan lancar dan sesuai rencana. Setelah briefing selesai, seluruh panitia berangkat bersama menuju lokasi acara.
Acara resmi dibuka pukul 16.20 WIB oleh Sulung Treze Aqly Islami dan Quenna Salsabila Ghaisani selaku Master of Ceremony (MC) yang akan menyampaikan rangkaian acara dan memandu jalannya acara dari awal hingga akhir. Setelah sesi pembukaan selesai, acara dilanjutkan dengan sesi sambutan dari Ketua Pelaksana Bagi Buka Harmoni, yaitu Alifah Hasna Raya Putri, Ketua BEM Fakultas Biologi, yaitu Nelson Joseph Dharmawan, serta Ketua Matalabiogama, yaitu Faiq Mishbahul Aufa. Sambutan diakhiri dengan perwakilan pengurus Panti Asuhan Al Maun Yogyakarta sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi mahasiswa pada kegiatan tersebut. Rangkaian dari kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi pembacaan Qallam Illahi oleh Ardianto Setiawan dan Mutiara Az Zahra Ailyn Eliora pada pukul 16.45 WIB. Selanjutnya, diikuti sesi games dan kuis yang dilakukan sembari menunggu waktu berbuka. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta sehingga menciptakan interaksi keakraban antara peserta dan mahasiswa. Setelah itu, sesi berbuka bersama seluruh panitia dan peserta dilakukan pukul 18.00 WIB diikuti dengan sholat Maghrib, lalu kegiatan diakhiri dengan sesi makan bersama. Kegiatan ini diakhiri dengan penutupan oleh MC yang menandakan selesainya rangkaian acara “Bagi Buka Harmoni” dan disampaikannya ucapan terima kasih pada seluruh pihak yang telah berpartisipasi.
Secara keseluruhan, kegiatan “Bagi Buka Harmoni” telah berjalan lancar dan sukses dalam menciptakan suasana yang hangat dan penuh sukacita. Setiap sesi berjalan sesuai dengan rencana yang telah disiapkan. Meskipun demikian, kegiatan ini tetap membuka ruang untuk perbaikan, terutama pada pengelolaan waktu dan koordinasi antarpanitia sehingga jalannya acara dapat lebih efisien dan berlangsung optimal pada pelaksanaan selanjutnya. Vivat et floreat! [Penulis: Matalabiogama]
Translate »
























































