Sleman, 31 Juli 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Tim KKN-PPM UGM Unit YO-040 sukses menyelenggarakan kegiatan edukasi dan pelatihan “Diversifikasi Pangan Fungsional Berbasis Padi Hitam Melalui Pembuatan Onigiri dan Kimbab” di Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang didukung oleh pendanaan PkM UGM dan kolaborasi KKN-PPM ini diikuti secara antusias oleh 25 orang ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kalurahan Wedomartani.
Program ini diinisiasi berdasarkan ditemukannya dominasi konsumsi beras putih biasa di tengah masyarakat. Pendataan awal di lokasi menunjukkan bahwa dari 25 peserta yang hadir, sebanyak 21 orang (87,75%) mengonsumsi beras putih, 3 orang (12%) mengonsumsi beras merah, dan baru ada 1 (0,25%) yang memanfaatkan beras hitam sebagai pangan harian. Padahal, beras hitam (Oryza sativa L.) merupakan komoditas unggulan lokal yang kaya akan pigmen antosianin (antioksidan), serat, zat besi (Fe), serta indeks glikemik rendah yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh.
Acara diawali dengan pembagian goodie bag bagi seluruh peserta yang berisi booklet panduan resep, cetakan onigiri, serta bamboo sushi mat (tikar penggulung sushi) yang digunakan saat praktik dan dapat dibawa pulang. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi dengan sambutan dari Ibu Titik Puji Lestari selaku Lurah Kalurahan Wedomartani sekaligus Ketua PKK Wedomartani, disusul oleh Prof. Dr. Yekti Asih Purwestri, M.Si. selaku Ketua Pengusul PkM, Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UGM Unit YO-040, serta Dr. Tri Rini Nuringtyas, S.Si., M.Sc. selaku peneliti dari Laboratorium Biokimia Fakultas Biologi UGM. Selain dosen juga melibatkan mahasiswa S1, S2 dan S3 yakni, Widya Arum Prastanti, Ardelia Shafaa Nabiilah, Aura Prista Rukmana, Amelia Ikhsanti, Hildegardis Missa, S.Pd., M.Si., Ahmed Mortezza, Anggraeni Novia Putri, S.Pd., Cory Rafsyanyani, S.Si., Citra Riski Nurhartanti, S.Pd., dan Alifa Amalia, S.Si.
Dalam sambutannya, Prof. Yekti Asih Purwestri, menekankan potensi besar beras hitam bagi kesehatan. “Beras hitam yang dahulu dikenal sebagai ‘forbidden rice‘ memiliki kandunga nutrisi luar biasa. Melalui kolaborasi PkM dan KKN ini, kami ingin mengenalkan bahwa beras hitam dapat diolah menjadi pangan fungsional modern yang lezat, praktis, dan bernilai gizi tinggi untuk keluarga,” tuturnya.
Kegiatan yang dikoordinasikan oleh mahasiswa Fakultas Biologi UGM, Widya Arum Prastanti, ini dilanjutkan dengan pemaparan materi gizi. Dalam sesi tersebut, Widya menjelaskan keunggulan nutrisi beras hitam serta bagaimana bahan pangan lokal ini dapat dikreasikan menjadi olahan pangan fungsional modern seperti onigiri dan kimbab. Untuk memberikan wawasan nilai tambah ekonomi, acara juga menghadirkan In Kristi Tikam Tirani, S.S. yang membagikan pengalaman praktis dalam berwirausaha kuliner onigiri.
Setelah sesi demonstrasi teknis pembuatan dari tim PkM—termasuk teknik memasak beras hitam dengan rasio formulasi 1:3 (1 bagian beras hitam dan 3 bagian beras putih) agar nasi pulen dan mudah dibentuk—peserta langsung melakukan hands-on workshop. Peserta dibagi menjadi 5 kelompok kecil yang masing-masing didampingi secara intensif oleh 1 orang mahasiswa tim KKN-PPM UGM. Ibu-ibu peserta mempraktikkan langsung pembuatan onigiri isi ayam suwir (mayo dan gulai) serta menggulung kimbab menggunakan alat yang telah disediakan.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang acara, terutama saat sesi diskusi interaktif, berbagi pengalaman, dan pencicipan hasil karya olahan kelompok. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (bebas kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan lokal, SDG 3 (kehidupan sehat dan sejahtera) melalui promosi gizi seimbang, serta SDG 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab).
Melalui pelatihan ini, diharapkan timbul kesadaran dan kemandirian masyarakat Kalurahan Wedomartani dalam memanfaatkan beras hitam sebagai alternatif pangan sehat keluarga sekaligus membuka peluang wirausaha kuliner berbasis pangan lokal di masa depan.
































































