• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • SDG 5 : Kesetaraan Gender
  • SDG 5 : Kesetaraan Gender
Arsip:

SDG 5 : Kesetaraan Gender

Tim Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Bronze Medal pada 2nd International Student Summit 2026

Prestasi Kamis, 5 Maret 2026

Yogyakarta, 4 Maret 2026 – Tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang 2nd International Student Summit Health Category yang diselenggarakan pada 14–15 Februari 2026 di Malaysia. Kompetisi ini diadakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Universiti Sains Islam Malaysia dan dilaksanakan secara luring (offline). Kompetisi ini diikuti oleh beberapa universitas dari enam negara, yaitu Malaysia, Somalia, Turkmenistan, Kenya, Indonesia, dan Filipina. Ajang tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa internasional untuk mempresentasikan inovasi dan gagasan ilmiah di bidang kesehatan di hadapan dewan juri internasional.


Tim UGM mengangkat karya berjudul “TAKOTELANG: A Synergistic Herbal Tea of Clitoria ternatea Flower and Solanum torvum Root as a Natural Chemopreventive Agent Against Breast Cancer.” Inovasi ini merupakan formulasi teh herbal berbasis bunga telang (Clitoria ternatea) dan akar takokak (Solanum torvum) yang dikembangkan sebagai kandidat agen kemopreventif alami terhadap kanker payudara.

Secara ilmiah, kedua tanaman tersebut diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, antosianin, polifenol, dan triterpenoid yang berpotensi menghambat proliferasi sel kanker, menginduksi apoptosis, serta menekan stres oksidatif. Inovasi ini dikembangkan melalui pendekatan etnosains yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan kajian biologi molekuler modern.

Tim ini diketuai oleh Natasyabrina (S1 Biologi Angkatan 2024) dengan anggota Widyadhari Tara Jagaddhita (S1 Biologi Angkatan 2024), Olga Davina Felisha (S1 Biologi Angkatan 2024), Nabilla Raihana Vildha (S1 Farmasi Angkatan 2024), dan Madeline Manik (S1 Farmasi Angkatan 2024). Tim dibimbing oleh Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc.

Melalui inovasi TakoTelang, tim tidak hanya menawarkan solusi preventif berbasis biodiversitas lokal Indonesia, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan alternatif pencegahan kanker yang lebih terjangkau dan berkelanjutan. Selain itu, inovasi ini juga berkontribusi pada SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan sumber daya hayati lokal secara inovatif dan berkelanjutan.

Prestasi ini menjadi bukti komitmen mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam mengembangkan riset berbasis biodiversitas Indonesia serta berkontribusi pada solusi kesehatan global melalui kolaborasi lintas disiplin dan forum internasional. [Penulis: Natasyabrina]

Angkat Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau, Tiga Mahasiswa Biologi UGM Raih Medali Perak di Lomba Esai Cipta Nusantara Fest

PrestasiRilis Berita Rabu, 4 Maret 2026

Yogyakarta, 15-16 November 2025 – Tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari Karina Raihana Salsabila (23/513869/BI/11187), Khilda Aquilatin Nada (23/515256/BI/11220), dan Layly Salsabila (23/513771/BI/11185) berhasil meraih prestasi sebagai peraih medali perak dalam ajang Cipta Nusantara Fest (CNF) 2025 melalui kategori Esai Gizi dan Kesehatan. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Eduhub Incubator dan UKMF MCC FMIPA UNY dengan mengusung tema besar inovasi untuk pembangunan berkelanjutan yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.


Tim UGM mengusung esai berjudul “PROBEAN: Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau Berbasis Fermentasi untuk Alternatif Susu Sapi serta Perbaikan Gizi dan Kesehatan di Indonesia.” Karya ini lahir dari keprihatinan terhadap masih tingginya prevalensi intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi, rendahnya konsumsi serat, serta angka stunting di Indonesia yang masih berada di atas target global.

Dalam esainya, tim mengembangkan konsep PROBEAN yaitu susu nabati berbasis kacang hijau (Vigna radiata) yang difermentasi menggunakan probiotik seperti Lactobacillus plantarum dan Bifidobacterium bifidum. Kombinasi ini dirancang untuk menghasilkan minuman fungsional bebas laktosa dengan viabilitas bakteri minimal 10⁶ CFU/ml sesuai standar nasional minuman susu fermentasi. Produk ini tidak hanya menjadi alternatif bagi individu dengan intoleransi laktosa dan alergi protein susu sapi, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesehatan usus, memperbaiki penyerapan nutrisi, serta mendukung sistem imun.

Kacang hijau dipilih sebagai bahan utama karena kandungan protein nabati yang tinggi, serat, vitamin, dan mineralnya. Selain itu, pemanfaatan komoditas lokal ini dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan impor susu sapi yang masih mendominasi kebutuhan nasional. Dengan pendekatan fermentasi, PROBEAN memiliki nilai tambah dibandingkan susu nabati konvensional karena mengandung probiotik aktif yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Proses pengembangan PROBEAN meliputi tahapan perendaman, ekstraksi susu kacang hijau, pasteurisasi metode HTST, inokulasi probiotik, fermentasi, hingga pengemasan. Skema ini dirancang untuk menjaga stabilitas produk sekaligus memastikan manfaat fungsional tetap optimal selama masa simpan.

Dari sisi dampak, inovasi ini dinilai memiliki potensi kontribusi di berbagai sektor. Pada aspek kesehatan, PROBEAN dapat mendukung program pencegahan stunting melalui penyediaan sumber protein nabati dan probiotik. Pada aspek ekonomi, inovasi ini membuka peluang hilirisasi produk berbasis kacang hijau bagi petani dan UMKM lokal. Sementara pada aspek ketahanan pangan, PROBEAN menjadi langkah strategis menuju diversifikasi sumber protein nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Prestasi ini menunjukkan komitmen mahasiswa Biologi UGM dalam menghadirkan solusi berbasis riset terhadap permasalahan nyata di masyarakat. Ke depan, tim berharap PROBEAN dapat dikembangkan lebih lanjut melalui uji klinis, fortifikasi mikronutrien, serta kolaborasi dengan sektor industri dan pemerintah agar dapat diimplementasikan secara luas sebagai pangan fungsional di Indonesia. [Penulis: Layly Salsabila]

Kata kunci: Cipta Nusantara Fest, gizi masyarakat, intoleransi laktosa, kacang hijau, probiotik, stunting.

Mahasiswa UGM Raih Dua Medali Perak dan Satu Medali Perunggu pada International Student Summit 2026 di Malaysia

PrestasiRilis Berita Selasa, 3 Maret 2026

Malaysia, 13–16 Februari 2026 – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang International Student Summit 2026 yang diselenggarakan di Malaysia. Dalam kompetisi internasional tersebut, tim mahasiswa UGM berhasil meraih dua medali perak melalui karya Coaterra dan Heat Potato, serta satu medali perunggu melalui inovasi Astavita.

Tim yang berkontribusi dalam kompetisi ini terdiri atas Fahima Ellya Wulandari, Ayu Nawang Wulan, Sri Garcinia Lathifah, dan Tika Permatasari. Keikutsertaan mereka mencerminkan kolaborasi lintas bidang yang mengangkat solusi inovatif berbasis sains dan keberlanjutan.

Coaterra merupakan inovasi material pelapis pangan berbasis biopolimer yang dirancang untuk memperpanjang umur simpan produk hortikultura dengan menekan kehilangan bobot, mempertahankan kekerasan, serta menghambat pertumbuhan mikroba. Karya ini dibimbing oleh Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc. dan memperoleh medali perak.

Heat Potato adalah teknologi pemanfaatan bahan alami berbasis kentang sebagai sumber panas ramah lingkungan yang berpotensi digunakan sebagai alternatif pemanas portabel. Inovasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. dan juga meraih medali perak.

Sementara itu, Astavita merupakan inovasi produk fungsional berbasis bahan alami yang diformulasikan untuk mendukung kesehatan. Karya ini berfokus pada pemanfaatan sumber hayati secara berkelanjutan dan memperoleh medali perunggu, di bawah bimbingan Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc.

Ketiga karya tersebut mengangkat tema besar keberlanjutan, pemanfaatan sumber daya hayati, serta pengembangan produk ramah lingkungan yang memiliki potensi aplikasi nyata di masyarakat. Prestasi ini diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa UGM dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang berdampak global.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional melalui kreativitas, kolaborasi, dan pendampingan akademik yang kuat. [Penulis: Fahima Ellya Wulandari ]

Dharma Wanita Persatuan UP Fakultas Biologi UGM Selenggarakan Pelatihan Budidaya Anggrek

Rilis Berita Selasa, 3 Maret 2026

Yogyakarta, 28 Januari 2026 — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pelaksana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Anggrek pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Ruang 1 dan 2 Gedung B Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota DWP serta sivitas akademika dalam mengenal dan membudidayakan tanaman anggrek.


Acara dibuka secara resmi oleh Ketua DWP Fakultas Biologi UGM, Ibu Nurpuji Mumpuni, S.Si., M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus DWP, khususnya Bidang Pendidikan, yang telah berinisiatif menyelenggarakan pelatihan ini. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah meluangkan waktu dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

“Semoga pelatihan ini memberikan manfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai hobi maupun peluang usaha,” ujar beliau.

Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri atas Pengurus dan Anggota DWP, dosen, serta tenaga kependidikan Fakultas Biologi UGM. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, mengingat tanaman anggrek memiliki nilai estetika dan ekonomi yang tinggi.

Sesi materi diawali dengan pemaparan oleh Bapak Ibnu Rochman, anggota Pecinta Anggrek Indonesia (PAI), yang menyampaikan materi Pengenalan Tanaman Anggrek. Dalam paparannya, beliau menjelaskan karakteristik anggrek, jenis-jenis anggrek populer, serta faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan anggrek, seperti cahaya, suhu, dan kelembapan.

Selanjutnya, Ibu Sri Sugiyanti, A.Md. menyampaikan materi Teknik Perbanyakan Tanaman Anggrek, yang mencakup teknik perbanyakan vegetatif, pembagian rumpun, serta dasar-dasar perbanyakan melalui kultur jaringan. Materi disampaikan secara aplikatif dengan contoh langsung, sehingga mudah dipahami oleh peserta.

Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan media tanam anggrek. Peserta secara langsung mempraktikkan penyusunan media tanam, pemilihan bahan, serta teknik penanaman yang tepat dengan pendampingan pemateri. Suasana pelatihan berlangsung interaktif, dengan diskusi dan tanya jawab yang aktif antara peserta dan narasumber.

Sebagai penutup, setiap peserta memperoleh satu paket tanaman anggrek yang siap dibesarkan sebagai media praktik lanjutan di rumah. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat peserta dalam budidaya anggrek serta mendorong pemanfaatan tanaman hias sebagai kegiatan produktif dan bernilai ekonomis.

Mahasiswa Magister Biologi UGM melalui Inovasi KARSTIVA.ID Raih Silver Medal dan Poster Favorit pada 2nd International Student Summit 2026

PrestasiRilis Berita Selasa, 24 Februari 2026

Inovasi pertanian cerdas berbasis sains dan teknologi digital kembali mengantarkan mahasiswa Magister Biologi UGM meraih prestasi di kancah internasional. Melalui ajang 2nd International Student Summit (2nd ISS) 2026, tim KARSIVA.ID berhasil memperoleh Silver Medal sekaligus penghargaan Favorite Poster pada Subtema Agriculture dalam kompetisi esai dan poster yang diselenggarakan pada 14-15 Februari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Tim inovator terdiri atas Nur Aini (ketua tim), Indah Ayu Lestari, Anisa Handani Uno, Brenda Febrina, dan Inez Maylida. Pada babak final, tiga mahasiswa yaitu Nur Aini, Indah Ayu Lestari, dan Anisa Handani Uno bertindak sebagai delegasi yang hadir dan mempresentasikan karya secara langsung di Malaysia. Tim KARSTIVA.ID di bawah bimbingan Ibu Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si.

Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung karya berjudul “KARSTIVA.ID: Smart Eco-Farming Innovation for Karst Soil Revitalization in Gunungkidul, Yogyakarta” . Karya ini terlebih dahulu melalui proses seleksi dan dinyatakan lolos sebagai finalis oleh tim reviewer internasional sebelum berkompetisi pada babak final.

2nd International Student Summit (2nd ISS) merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan mahasiswa dari enam negara dalam rangkaian exhibition, penjurian, dan presentasi final sebelum awarding ceremony . Pada kategori yang diikuti, penilaian mencakup kualitas gagasan ilmiah dalam esai serta kemampuan visualisasi dan komunikasi ilmiah melalui poster.

KARSTIVA.ID dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan pengelolaan lahan karst di Gunungkidul yang didominasi kawasan karst hingga 53% . Kondisi tanah dengan retensi air rendah dan kerentanan degradasi menjadi latar belakang pengembangan solusi berbasis biochar–microbial synergy yang dikombinasikan dengan praktik regenerative agriculture serta integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) .

Platform digital KARSTIVA.ID menghadirkan prototype fitur seperti Smart Soil Dashboard, AI AgroPredict, Biochar Bank, TaniBot AI, dan Srawung Tani Forum . Sistem ini dirancang untuk membantu petani dalam memantau kondisi tanah secara real-time, merencanakan irigasi dan pemupukan berbasis prediksi, serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem pertanian.

Integrasi pendekatan ekologis, teknologi, dan pemberdayaan komunitas menjadi kekuatan utama inovasi ini. Capaian Silver Medal mencerminkan kualitas substansi ilmiah karya, sementara penghargaan Poster Favorit menunjukkan keberhasilan tim dalam mengkomunikasikan solusi secara efektif kepada audiens internasional.

Melalui semangat “Turning Dryland into Smartlands” , inovasi KARSTIVA.ID diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian cerdas berbasis riset yang aplikatif untuk kawasan karst di Indonesia.

Sakura Science Program 2026: Penguatan Keterampilan Biologi Molekuler Melalui Praktikum Intensif di Yamagata University

Kegiatan MahasiswaRilis BeritaUncategorized Selasa, 24 Februari 2026

Yamagata, Jepang – Februari 2026 — Setelah menyelesaikan rangkaian kuliah pada hari pertama, peserta Sakura Science Program 2026 melanjutkan kegiatan dengan sesi praktikum intensif yang berlangsung dari hari kedua hingga hari kelima di Yamagata University, Jepang.

Selama empat hari tersebut, kegiatan difokuskan pada penerapan teknik biologi molekuler untuk menganalisis keanekaragaman dan evolusi berbagai spesies anggrek dari beberapa negara, termasuk Indonesia. Praktikum ini dirancang secara komprehensif, mengintegrasikan proses laboratorium hingga analisis filogenetik berbasis data sekuens DNA.



Pengalaman Langsung Teknik Molekuler

Peserta dibagi ke dalam empat kelompok untuk memastikan setiap mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam setiap tahapan analisis molekuler. Teknik yang dipelajari dan dipraktikkan meliputi:

  • Ekstraksi DNA
  • Polymerase Chain Reaction (PCR)
  • Elektroforesis gel
  • Targeted Sanger Sequencing
  • Analisis filogenetik menggunakan perangkat lunak MEGA

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Mereka tidak hanya mengamati, tetapi benar-benar melakukan setiap tahapan secara mandiri di bawah bimbingan para profesor dan asisten laboratorium.

Amarthya Aulia Vadela menyampaikan bahwa pengalaman ini memberikan pembelajaran yang berbeda dari sesi persiapan sebelumnya.

“Saya banyak mempelajari teknik-teknik baru. Pengalaman ini berbeda dari sesi persiapan karena kami benar-benar melakukan sendiri setiap tahapannya.”

Senada dengan itu, Nayla Dwiputri Adelis menambahkan,

“Saya merasa sangat beruntung bisa melakukan teknik molekuler secara langsung, yang sebelumnya hanya saya lihat dalam demonstrasi.”

Belajar dari Tantangan: Dari Analisis hingga Presentasi

Salah satu pengalaman penting dalam praktikum ini adalah proses Sanger sequencing terhadap gen penanda hasil PCR. Peserta kemudian melakukan analisis menggunakan perangkat lunak MEGA untuk menyusun pohon filogenetik dan menginterpretasikan hubungan evolusioner antarspesies.

Bagi sebagian peserta, analisis bioinformatika menjadi tantangan baru. Ahmad Faidullah Haqqi mengungkapkan,

“Awalnya terasa sulit, tetapi setelah mencoba sendiri dan memahami alurnya, proses analisis menjadi lebih lancar.”

Sementara itu, Tasya Syifa Alfadhiilah berbagi pengalamannya,

“Saya belum pernah mendapat mata kuliah yang mengajarkan analisis seperti ini sebelumnya, sehingga sempat khawatir tidak bisa mengikuti. Namun setelah mendapat penjelasan dari Jun-sensei dan mencobanya sendiri, ternyata sangat menarik dan menyenangkan.”

Pengalaman bermakna juga dirasakan oleh Kaylana Fikria Akbar, mahasiswa tahun pertama yang baru mengenal biologi molekuler.

“Sebagai mahasiswa tahun pertama, saya benar-benar baru mengenal biologi molekuler sehingga awalnya merasa ragu apakah bisa memahami setiap prosesnya. Namun atas bimbingan Jun-sensei dan para asisten yang menjelaskan secara jelas, saya justru merasa kegiatan ini seru dan membuat saya semakin tertarik mempelajari teknik-teknik tersebut dan aplikasinya.”

Komentar-komentar tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri akademik peserta dari berbagai tingkat studi.

 

Refleksi Dosen Pendamping

Dosen pendamping dari Fakultas Biologi UGM, Dr. Luthfi Nurhidayat, M.Sc., menilai bahwa pengalaman ini memberikan dampak signifikan bagi penguatan kapasitas mahasiswa.

“Program ini memberikan pengalaman pembelajaran yang sangat komprehensif. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep molekuler secara teoritis, tetapi juga menjalani seluruh alur penelitian mulai dari ekstraksi DNA hingga analisis filogenetik. Interaksi langsung dengan profesor dan sistem laboratorium di Yamagata University juga memperluas wawasan mereka tentang standar riset internasional.”

Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi akademik antara Fakultas Biologi UGM dan Yamagata University, khususnya dalam bidang biologi molekuler dan biodiversitas.

 

Apresiasi dan Penutup Hangat

Sebagai penutup sesi praktikum, setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka, termasuk interpretasi data sekuens dan pohon filogenetik yang telah disusun. Keempat kelompok berhasil menyampaikan presentasi dengan baik dan mendapatkan apresiasi dari Prof. Jun Yokoyama atas kemampuan mereka menyelesaikan analisis dan presentasi dalam waktu singkat. Sesi ini ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi aktif selama program berlangsung.

Rangkaian aktivitas akademik Sakura Science Program 2026 kemudian diakhiri dengan perayaan sederhana yang dihadiri oleh para profesor, asisten, dan seluruh peserta. Suasana berlangsung hangat di tengah musim dingin Jepang, dengan sajian hidangan khas Jepang yang halal. Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada para pengajar sebagai bentuk apresiasi atas bimbingan dan kolaborasi yang telah terjalin.

Melalui sesi praktikum intensif ini, peserta tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis dalam biologi molekuler dan analisis filogenetik, tetapi juga memperluas jejaring internasional dan memperkuat kesiapan mereka sebagai calon peneliti masa depan. Sakura Science Program 2026 kembali menegaskan pentingnya kolaborasi global dalam membangun generasi ilmuwan yang kompeten dan berdaya saing internasional.

Rooted to Rise: Membangun Rencana Strategis sebagai Langkah Awal Perjuangan BiOSC Melalui Rapat Kerja dan Perayaan Lustrum ke-4

Kegiatan MahasiswaRilis Berita Kamis, 19 Februari 2026

Pada hari Minggu, 15 Februari 2026 Biology Orchid Study Club telah melaksanakan dua rangkaian kegiatan yang mengawali langkah perjalanan kepengurusan baru. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Rapat kerja dan perayaan HUT BiOSC yang ke-20 sekaligus bertepatan dengan Lustrum ke-4. Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Nazwa Nur Sahara selaku ketua BiOSC tahun 2026 kemudian dilanjutkan sambutan oleh Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. selaku Dosen Pembina BiOSC. Ucapan selamat ditujukan kepada BiOSC yang berdiri hingga saat ini dan menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk meningkatkan aspek keilmuan terutama keanggrekan baik dari segi penelitian, budidaya, dan konservasi. Tidak hanya ucapan selamat, tetapi diikuti juga dengan harapan agar BiOSC mampu berdiri teguh dan menjadi pelopor dalam menjawab tantangan keanggrekan sebagai upaya konservatif. Acara dilanjutkan dengan sesi pemotongan tumpeng sebagai simbolisasi menyambut usia baru untuk BiOSC diikuti dengan penayangan video ucapan selamat dan harapan baik dari anggota aktif BiOSC maupun anggota yang telah demisioner.


Rangkaian acara berikutnya adalah Rapat kerja yang secara resmi memperkenalkan kabinet Corybas pictus sebagai kabinet baru BiOSC tahun 2026 diikuti dengan pengenalan struktur kepengurusan, rencana strategis, arah gerak kabinet, serta pemaparan rencana program kerja untuk satu tahun ke depan oleh Nazwa Nur Sahara selaku Ketua BiOSC tahun 2026. Anggrek yang menjadi lambang struktur kepengurusan BiOSC tahun 2026 ini adalah Anggrek Corybas pictus yang merupakan anggrek terestrial dengan umbi kecil yang mekar setahun sekali untuk menandai momentum regenerasi kabinet yang tumbuh selaras dengan alam, memperkuat jaringan eksternal, dan menyebarkan pencerahan ilmu keanggrekan berlandaskan asas kekeluargaan.

Kegiatan selanjutnya pada rapat kerja yaitu pemaparan rencana program kerja pengurus harian dimulai dari sesi pertama yaitu Nazwa Nur Sahara selaku ketua BiOSC 2026, Satria Muqid Nurhidayat selaku Sekretaris, Daariin Farah Tsabita selaku Bendahara, Dary Saka Fitrady selaku Koordinator Keilmuan, Stanisius Ken Sidharta selaku Koordinator Divisi Penelitian, Alfonsus Fidel Pandu Ekanto selaku Koordinator Budidaya, Golda Theresia Simarmata selaku Koordinator Divisi Konservasi, Muhammad Rafi Al Farid selaku Koordinator Kewirausahaan, dan diikuti dengan sesi tanya jawab. Sesi kedua dilanjutkan dengan pemaparan rencana program kerja oleh Hira Nitya Subekti selaku Koordinator Keorganisasian, Lailatul Lidya Dwi Cahyani selaku Kepala Bidang PSDM, Muhammad Haykal Nur Arifin selaku Kepala Bidang Humas dan Jaringan, Gita Novi Fitriani selaku Kepala Bidang Kerumahtanggaan, dan Felicia Nagata Christina selaku Kepala Bidang Media dan Publikasi yang kemudian diikuti dengan sesi tanya jawab. Penyampaian harapan, kesan, pesan, dan doa untuk kepengurusan satu tahun ke depan oleh para peserta yang meliputi anggota Angkatan Diksar (AD) aktif menandai acara Rapat Kerja-HUT BiOSC 2026 ditutup. [Penulis: BiOSC]

Rangkaian Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) #2 KSK Biogama

Kegiatan MahasiswaRilis Berita Rabu, 18 Februari 2026

Sebagai tahap awal pembentukan kader baru, Kelompok Studi Kelautan (KSK) Biogama Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar). Pada tahun ini, Diklatsar ke-XXVI mengusung tema “Jelajahi Laut, Temukan Dirimu: Bersama KSK Menjadi Generasi Tangguh Penjaga Laut”. Tema tersebut merefleksikan semangat untuk melahirkan kader baru yang kompeten, terampil, dan berkomitmen tinggi dalam memajukan kelautan di Indonesia.


Diklatsar XXVI terdiri atas dua rangkaian besar. Rangkaian pertama telah terlaksana pada bulan September hingga November 2025 yang meliputi Diklat Ruang (Dikru), Wawancara, dan Forum Santai Berenang (Forsakerang). Sementara rangkaian kedua meliputi Outbound, Gelar Pasukan (Gerpas), dan Diklat Lapangan (Diklap).

Outbound telah terlaksana pada tanggal 5 Februari 2026 di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Dalam kegiatan ini, peserta yang disebut sebagai Baby Octopus mengunjungi beberapa pos untuk memperoleh pembekalan dasar mengenai cara penyusunan carrier, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), pembuatan api unggun, serta pembangunan bivak. Selain pematerian, Baby Octopus juga diberikan kuis dan games sebagai sesi bonding antar sesama anggota.

Rangkaian selanjutnya, yaitu Gerpas yang dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2026 di lingkungan Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini berfokus pada pengecekan perlengkapan Baby Octopus yang akan digunakan pada Diklap. Selain pengecekan, dilakukan pula sesi evaluasi dan menjadi kesempatan  bagi Baby Octopus  dalam melengkapi perlengkapan yang belum tersedia.

Sebagai puncak kegiatan rangkaian Diklatsar XXVI, Diklat Lapangan (Diklap) dilaksanakan pada tanggal 13- 15 Februari 2026 di Pantai Krakal, Pantai Ngrumput, Pantai Watu Bolong, dan Pantai Drini, Gunungkidul,  Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelum keberangkatan ke lokasi acara, kegiatan diawali dengan sambutan oleh Bapak Abdul Razaq Chasani S.Si., M.Si., Ph.D. selaku  pembina Kelompok Studi Kelautan.

Pada rangkaian Diklap, Baby Octopus melakukan pembangunan bivak di area pantai serta kegiatan susur pantai diikuti dengan pematerian mengenai Kelompok Studi Kelautan, medis, serta lima kelas keilmuan yang terdiri dari Algae, Crustacea, Echinodermata, Mollusca, dan Pisces. Sebagai bentuk evaluasi pemahaman materi, diadakan kuis yang dilaksanakan setelah rangkaian susur pantai. Kegiatan ini ditutup dengan prosesi pelantikan Anggota Muda ke- XXVI KSK Biogama yang dipimpin oleh saudara Andhika Edwin selaku Ketua KSK Biogama periode 2026.

Rangkaian Diklatsar XXVI diharapkan dapat melahirkan kader Anggota Muda yang kompeten secara akademik maupun keterampilan, serta memantik semangat untuk menjaga kelestarian laut Indonesia. [Penulis: KSK]

Class to Field: Implementasi Keilmuan Anggrek Melalui Rangkaian Diklat Lapangan di Gunung Gajah Oleh Calon Angkatan Diksar XX

Kegiatan MahasiswaRilis Berita Rabu, 18 Februari 2026

Biology Orchid Studi Club (BiOSC) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sukses menggelar Diklat Lapangan CAD XX. Kegiatan ini diikuti oleh 44 CAD XX dan mengangkat tema “Mekar Bersama Pengetahuan”. Kegiatan ini berfokus pada interpretasi hasil eksplorasi anggrek di alam terbuka sebagai bagian pembekalan calon anggota.  Melalui praktik eksplorasi tersebut, peserta memperoleh keterampilan berupa teknik survival sekaligus kemampuan menganalisis data lapangan. Selain itu, Diklat Lapangan menjadi momen bagi calon anggota untuk menyampaikan informasi relevan dari eksplorasi yang telah dilakukan. Selama kegiatan, peserta menerima pembekalan ilmu dasar yang mendukung peran mereka dalam Diklat Penelitian, Budidaya, serta Konservasi di alam terbuka. Oleh karena itu, Diklat Lapangan tidak hanya memberikan pengalaman langsung, tetapi juga mempersiapkan calon anggota untuk menerapkan dan mengembangkan pemahaman konservasi alam.


Diklat Lapangan diselenggarakan selama dua hari yaitu pada tanggal 4 Februari 2026 di Gunung Gajah, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah dan pada tanggal 5 Februari 2026 di Fakultas Biologi UGM. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana Diklat Lapangan CAD XX (Muhammad Zaki Bramasta), Ketua BiOSC periode 2024/2025 (Ramadhan Nur Khoiruddin), dan Dosen Pembina BiOSC (Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc.), yang dilakukan di Selasar Selatan Gedung B Fakultas Biologi UGM sebelum keberangkatan menuju lokasi eksplorasi. Setelah tiba di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan oleh Pengelola Pokdarwis Gunung Gajah. Eksplorasi anggrek pada Gunung Gajah oleh CAD XX dilaksanakan dengan membagi peserta menjadi 5 kelompok. Pada eksplorasi ini, terdapat dua jalur eksplorasi, yaitu jalur 1 dan jalur 2, dengan setiap jalur terdapat 3 pos yang terdiri dari pos 1 yaitu mini games, pos 2 istirahat, dan pos 3 yaitu pengecekan sketsa. Sesampainya di fakultas, dilakukan diskusi berkelompok dengan pemandu masing-masing sebagai persiapan untuk presentasi pada hari kedua.

Kegiatan Diklat Lapangan pada tanggal 5 Februari 2026 yaitu presentasi hasil eksplorasi anggrek yang diperoleh di Gunung Gajah pada hari sebelumnya. Presentasi diawali dengan menyampaikan borang identifikasi, dokumentasi anggrek, dan sketsa anggrek yang didapatkan selama eksplorasi di Gunung Gajah. Setiap kelompok mempresentasikan hasil eksplorasi di hadapan para panelis (Dewan Senior dan Dewan Pendamping BiOSC), kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab. Output yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu Calon Angkatan Diksar XX dapat menerapkan dan menyampaikan ilmu yang telah diberikan selama Dikru Penelitian, Budidaya, serta Konservasi di alam terbuka. Kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan Calon Angkatan Diksar XX menjadi Angkatan Diksar XX oleh Ketua BiOSC, serta pengenalan Kepala Bidang yang baru pada periode kepengurusan tahun 2026. Selamat kepada Angkatan Diksar XX yang telah dilantik. BiOSC! Tumbuh, Berkembang, Lestari! [Penulis: BiOSC]

Sakura Science Program 2026: 18 Sivitas Fakultas Biologi UGM Ikuti Program Akademik di Yamagata University Jepang

Kegiatan MahasiswaRilis Berita Rabu, 18 Februari 2026

Yamagata, Jepang – 16 Februari 2026 — Sebanyak delapan belas sivitas akademika Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang terdiri dari 2 dosen dan 16 mahasiswa, mengikuti kegiatan Sakura Science Program 2026 yang diselenggarakan di Yamagata University, Jepang. Sebagian peserta mendapatkan pendanaan dari Japan Sakura Science Program 2026, sebuah program internasional yang bertujuan memperkuat kolaborasi riset dan pertukaran akademik antara Jepang dan negara mitra.


Program ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama internasional Fakultas Biologi UGM dalam bidang biologi molekuler, ekologi, dan biodiversitas, sekaligus membuka ruang pembelajaran langsung di lingkungan akademik global.

Persiapan Akademik Sebelum Keberangkatan

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi persiapan pada Rabu, 11 Februari 2026, melalui pematerian daring oleh Prof. Jun Yokoyama dari Yamagata University. Dalam sesi tersebut, Prof. Yokoyama menjelaskan mengenai kondisi geografis dan lingkungan Kota Yamagata, memberikan gambaran konteks ekologi wilayah yang akan menjadi lokasi pembelajaran lapangan. Materi kemudian dilanjutkan dengan pengantar teknik ekstraksi DNA tanaman, sebagai dasar praktikum yang akan dilakukan selama program berlangsung.
Peserta berangkat dari Indonesia pada Minggu, 15 Februari 2026, dan tiba di Bandar Udara Internasional Narita pada hari yang sama sebelum melanjutkan perjalanan menuju Yamagata.

Hari Pertama: Pembukaan dan Perkuliahan Intensif

Kegiatan resmi dimulai pada Senin, 16 Februari 2026, diawali dengan kuliah pembuka oleh Prof. Jun Yokoyama, selaku manajer Program Sakura Science di Yamagata University. Dalam sesi tersebut, beliau memaparkan agenda kegiatan selama tujuh hari ke depan, hingga 22 Februari 2026, yang mencakup:
  • Kuliah tematik dan diskusi akademik
  • Praktikum ekstraksi DNA
  • Penyusunan pohon filogenetik (phylogenetic tree)
  • Presentasi hasil
  • Kunjungan ke museum
  • Kegiatan lapangan ke Gunung Gassan
Suasana akademik semakin dinamis ketika Prof. Yutaka Miyazawa menyampaikan materi tentang fisiologi tumbuhan, khususnya fenomena root hydrotropism — respons pertumbuhan akar terhadap gradien kelembapan air. Materi ini memperkaya perspektif peserta tentang adaptasi tumbuhan terhadap lingkungan.
Setelah sesi pagi yang intensif, peserta menikmati makan siang bersama di kafetaria kampus Yamagata University dengan menu khas Jepang yang menggugah selera, menjadi pengalaman budaya yang menyenangkan di sela kegiatan akademik.

Eksplorasi Keanekaragaman Serangga Asia

Perkuliahan sesi siang dilanjutkan oleh Prof. Naoyuki Fujiyama, yang membahas keanekaragaman serangga Asia, dengan fokus pada kumbang ladybug herbivora Indonesia. Beliau juga menjelaskan bagaimana teknologi DNA sequencing digunakan untuk mengkaji biodiversitas dan menentukan hubungan filogenetik kumbang herbivora Indonesia.
Sesi akademik hari pertama ditutup dengan materi dari Dr. Taisuke Kanao mengenai keanekaragaman rayap (termite diversity), yang membuka wawasan peserta tentang peran penting serangga sosial dalam ekosistem.

Membangun Kolaborasi dan Perspektif Global

Hari pertama Sakura Science Program 2026 berlangsung penuh antusiasme dan interaksi akademik yang intens. Program ini tidak hanya memperkuat kapasitas ilmiah mahasiswa dan dosen, tetapi juga membangun jejaring kolaborasi internasional antara Fakultas Biologi UGM dan Yamagata University.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi jembatan penguatan riset bersama, khususnya dalam bidang biologi molekuler, biodiversitas, dan ekologi Asia Timur dan Asia Tenggara.
123…48

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Tim Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Bronze Medal pada 2nd International Student Summit 2026
  • Angkat Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau, Tiga Mahasiswa Biologi UGM Raih Medali Perak di Lomba Esai Cipta Nusantara Fest
  • Mahasiswa UGM Raih Dua Medali Perak dan Satu Medali Perunggu pada International Student Summit 2026 di Malaysia
  • Dharma Wanita Persatuan UP Fakultas Biologi UGM Selenggarakan Pelatihan Budidaya Anggrek
  • Upacara Melepas Wisudawan-Wisudawati Program Sarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Periode II Tahun Akademik 2025/2026
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju