• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • SDG 5 : Kesetaraan Gender
  • SDG 5 : Kesetaraan Gender
  • hal. 3
Arsip:

SDG 5 : Kesetaraan Gender

PPK Ormawa KSK Biogama Raih Juara 3 Kategori Poster Paling Kreatif di Ajang Kompetisi Abdidaya Ormawa 2025

PrestasiRilis Berita Selasa, 16 Desember 2025

Tim PPK Ormawa KSK Biogama di bawah naungan Komunitas Nawasatya 2025 berhasil menyabet prestasi di ajang kompetisi nasional Abdidaya Ormawa 2025. Kompetisi ini diselenggarakan pada tanggal 4-7 Desember 2025 bertempat di Universitas Muhammadiyah Malang. Abdidaya Ormawa 2025 sebagai kompetisi nasional program pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa pada tahun ini mempertemukan 67 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.


Pada gelaran Abdidaya Ormawa 2025 ini, PPK Ormawa KSK Biogama mengusung program pemberdayaan masyarakat: Inovasi Produk Nori Ulva Berbasis Zero Waste dan Digital Marketing untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Kalurahan Kemadang, Gunungkidul. Pada malam final penganugerahan, Tim PPK Ormawa KSK Biogama berhasil menyandang juara 3 pada Kategori Poster Paling Kreatif.

Momen ini menjadi kali perdana PPK Ormawa khususnya Kelompok Studi Kelautan (KSK) Biogama berpartisipasi menjadi kontingen perwakilan Universitas Gadjah Mada di Kompetisi Abdidaya Ormawa dan meraih gelar juara di ajang kompetisi nasional. Ketua KSK Biogama, Aris Budi Budi Rohman menyatakan rasa senang dan bangga terhadap capaian tim. “Capaian yang diperoleh oleh KSK Biogama ini merupakan hasil dari kerja keras bersama. Harapannya pencapaian ini bukan menjadi akhir dari pengabdian yang dilakukan, tetapi menjadikannya sebuah bentuk apresiasi yang terus menambah semangat dalam menjalankannya” ucapnya.

Prestasi ini memperkuat komitmen universitas dan mahasiswa dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, berbasis riset, dan kolaborasi. Capaian ini menjadi bentuk penerapan riset penelitian kelompok studi di Biologi dalam pemberdayaan masyarakat dan diharapkan dapat mendorong Kelompok Studi Kelautan (KSK) Biogama untuk terus melanjutkan dedikasi dalam penerapan riset penelitian di lingkup mahasiswa dan masyarakat serta menginspirasi mahasiswa lain untuk berkarya dan menghasilkan inovasi yang memberi dampak nyata. [Penulis: KSK]

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 Tahun 2025, Tim Fakultas Biologi Raih Emas dan Silver

PrestasiRilis Berita Jumat, 12 Desember 2025

Setelah melalui rangkaian panjang dan pendampingan  intensif dari dosen pembimbing, akhirnya Tim Phyllozinc berhasil menoreh double medal pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke-38 yang diselenggarakan pada tanggal 23-28 November tahun 2025 di Universitas Hasanuddin Makassar.  Perolehan medali tersebut terdiri dari  Medali Emas untuk Poster dan  Medali Perak untuk presentasi pada  kelas PKM RE (Riset Eksakta).


Tim PhylloZinc di bawah bimbingan Dr. Moh. Sofi’ul Anam, S.Pt., M.Sc., terdiri dari Catherine Noor (Peternakan 2023), ⁠Zahwa Tsuroyya Alisya Zahra (Biologi 2023), ⁠Jesslyn Beatrice (Peternakan 2023), Rona Ayyu Happyna (Kedokteran Hewan 2023) dan Ahmad Rizal Riswanda (Peternakan 2022). Dalam hal ini, Tim Phyllozinc mengusung tema Pelestarian Lingkungan dan Mitigasi Bencana, melalui penelitian berjudul  “Potensi Green Synthesis ZnO Nanoparticles dengan Ekstrak Daun Phyllanthus niruri: Solusi Inovatif Mitigasi Emisi Gas Metana Melalui Aditif Pakan Ruminansia”.

Dalam riset tersebut, Tim Phyllozinc  mengembangkan feed additive nanopartikel ZnO melalui metode Green synthesis dengan ekstrak daun meniran (Phyllanthus niruri). Secara biologis, ekstrak meniran berperan sebagai agen reduksi alami yang membuat nanopartikel ZnO lebih biokompatibel, tidak bersifat  toksik, ramah lingkungan, serta selaras dengan SDG 12 dalam upaya mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dan mendorong produksi berkelanjutan.

Harapanya, melalui feed additive berbasis nanopartikel  produksi metana dari ternak ruminansia dapat ditekan tanpa mengganggu profil fermentasi rumen, sekaligus meningkatkan produktivitas ternak. Hal tersebut diperkuat oleh hasil  pengujian yang menunjukan penurunan produksi gas metana sebesar 57,6%,  sementara  pH dan profil fermentasi rumen  tidak mengalami perubahan secara signifikan, sehingga dinilai  aman bagi ternak ruminansia. [Penulis: Zahwa Tsuroyya Alisya Zahra]

Mengukir Kenangan, Mengukir Komitmen: Dikjut & Pelantikan Anggota BiOSC 2025

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 10 Desember 2025

Kegiatan Pendidikan lanjut (Dikjut) merupakan langkah baru untuk anggota aktif AD XIX untuk memasuki tahapan lanjutan dari Pendidikan Dasar (Diksar). Staf muda di setiap bidang BiOSC yang sudah melakukan tugas selama ±1 tahun dapat menjadi staf ahli sekaligus menjadi anggota divisi di BiOSC setelah dinyatakan lulus pendidikan lanjut BiOSC.Adapun tema yang diusung pada kegiatan Dikjut ini yaitu “From Root to Bloom: nurturing knowledge to harmonize the symphony of orchid”. Adapun rangkaian kegiatan yang dilalui meliputi meet and greet, pematerian dikru penelitian, budidaya dan konservasi, praktek lapangan serta ditutup dengan pelantikan.


Untuk kegiatan pematerian dikru dilakukan secara daring melalui zoom meeting, dan untuk kegiatan praktik lapangan dilaksanakan selama 2 hari yakni Sabtu, 30 Agustus dan Minggu, 31 Agustus 2025 yang berlokasi di Greenhouse Karanggayam dan Fakultas Biologi UGM. Pada hari pertama, kegiatan dimulai dengan praktik lapangan di Stasiun Penelitian Biodiversitas II Karanggayam dan Fakultas Biologi. Para peserta yang terdiri dari AD19 sebagai calon anggota divisi yang telah dibagi kedalam beberapa kelomppok. Adapun rangkaian kegiatan yang dilalui meliputi praktik divisi lapangan yang dilakukan dengan praktik pembuatan herbarium basa. Selain itu juga terdapat praktik divisi budidaya yaitu melakukan aklimatisasi planlet di Greenhouse Karanggayam untuk selanjutnya dilakukan pengamatan jumlah planlet yang berhasil diaklimatisasi dalam rentang waktu 1 minggu. Rangkaian berikutnya adalah praktik divisi konservasi yakni melakukan identifikasi anggrek dan melakukan pengukuran parameter fisiko-kimia yang ada di Greenhouse Karanggayam. Rangkaian akan ditutup dengan diskusi hasil praktik setiap kelompok didampingi dengan pemandu masing-masing sebagai pembahasan lanjutan untuk menyusun laporan praktik masing-masing divisi.

Pada tahap akhir yang akan menutup rangkaian kegiatan Dikjut Anggota BiOSC tahun 202 5 ini akan diisi dengan presentasi tugas akhir, evaluasi serta pelantikan. Ketiga kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 21 September 2025. Untuk presentasi tugas akhir merupakan pemaparan terkait laporan hasil dari praktik lapangan dan akan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara presenter dengan audiens. Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan evaluasi dan ditutup dengan pelantikan untuk melantik secara resmi Anggota Diklat XIX menjadi anggota dari masing-masing divisi sesuai keputusan akhir yang tercantum di surat keputusan. [Penulis: BiOSC]

Simfoni Generasi : Menyemai Ilmu Memetik Inspirasi dalam SALUT & Studium Generale BiOSC Tahun 2025

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 10 Desember 2025

Pada hari Minggu, tanggal 2 November 2025, Biology Orchid Study Club (BiOSC) berhasil menyelenggarakan dua rangkaian kegiatan akademik yang sinergis, yaitu Sapa Alumni Hebat (SALUT) dan Studium Generale. Kegiatan ini mengangkat tema “Bloom Through the Time: The Orchid’s Journey and Ours”, yang dipilih secara simbolis untuk merefleksikan perjalanan hidup dan perkembangan baik pada anggrek maupun manusia. Tujuan utama acara ini adalah untuk memberikan pengalaman inspiratif serta motivasi kepada peserta dalam meraih cita-cita akademis dan profesional, sekaligus memperdalam pemahaman keilmuan tentang anggrek dari perspektif bidang tertentu. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh calon anggota dan anggota aktif BiOSC sebagai upaya penguatan kapasitas dan jejaring keilmiahan.


Sebagai narasumber utama, BiOSC menghadirkan Aninda Retno Utami Wibowo, S.Si., M.Sc., yang merupakan alumni Fakultas Biologi sekaligus alumni aktif BiOSC angkatan kedua. Saat ini, beliau berkiprah sebagai salah satu periset di Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan fokus kajian yang sejalan dengan topik anggrek dan evolusi.

Rangkaian acara dibagi menjadi beberapa sesi yang saling melengkapi. Pertama, sharing session diisi dengan paparan mendalam dari narasumber seputar pengalaman pribadi selama menempuh pendidikan, tantangan yang dihadapi, hingga capaian karier saat ini. Narasumber juga membagikan pesan-pesan motivasi dan strategi yang dapat diterapkan oleh mahasiswa dalam merancang masa depan akademis maupun profesional.

Sesi kedua berupa pemaparan materi ilmiah yang fokus pada proses evolusi anggrek, khususnya dalam kaitannya dengan perubahan morfologis pada bunga dan organ lain. Materi ini tidak hanya memperkaya wawasan botani, tetapi juga mengajak peserta menarik paralel antara prinsip evolusi dengan dinamika perkembangan diri.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif, di mana peserta diberi kesempatan untuk berdiskusi lebih lanjut, mengkonfirmasi pemahaman, serta menggali wawasan dari pengalaman langsung narasumber di dunia penelitian. Melalui rangkaian ini, diharapkan tercipta ruang belajar yang inspiratif, relevan, dan aplikatif bagi seluruh peserta. [Penulis: BiOSC]

SEMINAR KOLABORATIF 2025 oleh BEM Biologi UGM, BEM UGM, dan LEM FIB UGM

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 10 Desember 2025

Seminar Kolaboratif 2025 bertajuk “Menjahit Luka, Membangun Ruang Aman: Bersama Menyembuhkan Kampus dari Trauma” merupakan kegiatan diskusi dan edukasi yang diselenggarakan oleh Departemen Manajemen Opini Publik BEM Biologi UGM bekerja sama dengan Departemen Kesehatan Mental BEM UGM dan Kementerian Kajian Strategis Lembaga Eksekutif Mahasiswa FIB UGM. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 30 November 2025, bertempat di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM dan terbuka bagi mahasiswa UGM yang memiliki kepedulian terhadap isu kesehatan mental serta keamanan ruang kampus.


Mengusung tema besar tentang pemulihan trauma dan pembangunan ruang aman, seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sivitas akademika mengenai pentingnya rasa aman sebagai hak setiap individu, sekaligus mendorong tumbuhnya empati dan budaya saling menjaga di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, panitia berharap peserta mampu mengenali bentuk-bentuk kekerasan dan trauma di lingkungan kampus, mengetahui jalur bantuan yang tersedia, serta mengembangkan sikap proaktif untuk menciptakan ruang belajar yang lebih inklusif dan suportif.

Seminar menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc. (Dosen Fakultas Biologi UGM), Dr. Suzie Handajani, M.A. (Dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM), dan Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag., M.Si., Ph.D. (Dosen UIN Sunan Kalijaga), dengan moderator Rima Arvisya Natania Putri selaku peraih nilai terbaik UKBI pada ajang Duta Bahasa DIY 2024. Selama sesi pemaparan, para narasumber membahas dinamika kekerasan dan trauma di kampus dari sudut pandang biologis, budaya, dan gender, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif yang memberi ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman, mengajukan pertanyaan, dan merumuskan langkah konkret membangun mekanisme dukungan komunitas di kampus.​

Sebagai penutup, panitia mengajak peserta meneguhkan komitmen untuk terus menyuarakan isu kekerasan seksual serta memperjuangkan terbangunnya ruang aman di lingkungan kampus, yang diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama narasumber, moderator, dan peserta sebagai pengingat bahwa perubahan budaya kampus yang lebih adil dan manusiawi hanya dapat tercapai melalui gerak kolektif seluruh sivitas akademika, bukan dengan membiarkan korban berjuang sendirian. [Penulis: BEM]

Mahasiswi Biologi UGM Jadi Bagian dari Tim Pemenang di Program Internasional “Advanced Workshop & Hackathon” di Korea Selatan

Rilis Berita Senin, 8 Desember 2025

Enjang Sekaryati Prasetyaningrum, mahasiswi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada angkatan 2021 dengan dosen pembimbing skripsi Prof. Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc., berhasil menjadi bagian dari tim pemenang (Winner Team) dalam ajang internasional “2025 Advanced Workshop & Hackathon: Women in Digital & Entrepreneurship (WiDE) Training Program” yang diselenggarakan di Sookmyung Women’s University, Seoul, Korea Selatan, pada bulan November 2025.


Program bergengsi ini merupakan bagian dari inisiatif global UNESCO UNITWIN – Sookmyung Women’s University, yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di bidang digital innovation, teknologi, dan kewirausahaan berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara, yakni Laos, Kamboja, Vietnam, dan Indonesia, yang berkolaborasi lintas budaya dalam mengembangkan proyek berbasis teknologi untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Selama pelaksanaan program, Sekar aktif mengikuti berbagai sesi pelatihan digital, workshop entrepreneurship, design thinking, dan hackathon bertema teknologi otonom. Bersama tim internasionalnya, Sekar turut mengembangkan proyek “Autonomous Driving Donald Car”, yaitu sistem kendaraan otonom berbasis IoT dan kontrol digital. Proyek ini berhasil meraih predikat Winner Team berkat ide inovatif, strategi efektif, serta performa terbaik dalam penyelesaian misi.

“Sebagai mahasiswa Biologi, saya belajar bahwa sains dan teknologi digital dapat saling mendukung untuk menciptakan solusi yang bermanfaat dan berkelanjutan. Program ini membuka wawasan saya untuk berinovasi lintas bidang serta berkontribusi pada pencapaian SDGs melalui pendekatan multidisipliner,” ungkap Sekar.

Capaian ini menjadi kebanggaan bagi Fakultas Biologi UGM, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Biologi memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam isu global melalui kolaborasi sains, teknologi, dan inovasi digital yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Mari dukung langkah para perempuan UGM dalam menciptakan perubahan positif menuju dunia yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan! [Penuls: Enjang Sekaryati Prasetyaningrum]

Soroti Kasus Lingkungan Terkontaminasi Merkuri melalui Dual-System Biosensor dan Bioremoval, Mahasiswa Biologi Raih Juara 3 pada Lomba Esai Nasional CARBON 2025

PrestasiRilis Berita Kamis, 4 Desember 2025

Mahasiswa Fakultas Biologi UGM berhasil meraih penghargaan nasional berupa Juara 3 pada lomba Esai Nasional Chemical Industry Technology Biggest National Competition (CARBON) tanggal 26 November 2025. CARBON 2025 merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Teknologi Industri Kimia Universitas Padjadjaran setiap satu tahun sekali. Kegiatan CARBON dilaksanakan secara offline pada jenjang siswa dan mahasiswa yang terdiri dari lomba esai, case competition, dan poster. Perlombaan ini mengusung tema “Bio-circular Innovation for a Sustainable Future Creating Impact through Science, Technology, and Youth Collaboration”.

Mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Angkatan 2022, yaitu Winda Lutfiana Hafidz, Intan Nur Aprilia, dan Salsabila Arwa Maharani berhasil meraih prestasi berupa Juara 3 pada Lomba Esai yang diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran Tingkat Nasional 2025 di bawah bimbingan Bapak Arief Muammar, S.Si., M.Sc. Karya esai ini diajukan dengan subtema “Affordable Healthcare & Bio-Diagnostics” yang berjudul “Rekayasa Escherichia coli Rekombinan Berbasis merR-luxCDABE dan Metallothionein Sebagai Biosensor Bioluminesen dan Agen Bioremoval Merkuri (Hg) pada Perairan Tercemar”.

Adanya peningkatan pencemaran merkuri akibat aktivitas pertambangan emas di Indonesia, terutama pada wilayah dengan limbah tailing yang mengandung merkuri (Hg) hingga melebihi baku mutu lingkungan, mendasari pembuatan karya esai ini. Inovasi deteksi pencemaran merkuri berbasis biosensor mikroba rekombinan menawarkan solusi berkelanjutan dalam memantau dan mengurangi dampak toksisitas merkuri di area pertambangan emas. Dengan memanfaatkan Escherichia coli yang direkayasa membawa gen merR sebagai sensor, luxCDABE sebagai penghasil sinyal bioluminesen, dan Metallothionein sebagai agen pengikat ion Hg²⁺, teknologi ini mampu memberikan deteksi real-time sekaligus menurunkan kadar logam berat secara langsung. Inovasi yang ditawarkan tidak hanya menghadirkan metode pemantauan lingkungan yang ramah lingkungan dan berbiaya rendah, tetapi juga memiliki nilai aplikatif tinggi karena mampu menggantikan teknik konvensional yang mahal dan tidak praktis di lapangan. Diharapkan penggunaan biosensor rekombinan ini menjadi strategi berkelanjutan yang tidak hanya berkontribusi pada pengendalian pencemaran merkuri, tetapi juga mendukung perlindungan kesehatan masyarakat dan kelestarian ekosistem di sekitar area tambang emas. Dengan menerapkan teknologi biosensor ini, perairan dan lingkungan bekas aktivitas pertambangan dapat dipantau secara efektif sehingga risiko paparan merkuri bagi masyarakat dapat ditekan. Lingkungan yang pulih dan aman dari kontaminasi merkuri akan mendukung keberlanjutan ekosistem, meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar, serta mendorong pengelolaan sumber daya alam yang lebih bertanggung jawab di masa depan. [Penulis: Winda Lutfiana Hafidz]

KMP Biologi UGM Berbagi Ilmu Bersama Anak-Anak Jogoyudan melalui Program KMP Mengajar

Kegiatan MahasiswaRilis Berita Rabu, 3 Desember 2025

Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Biologi UGM melalui Divisi Sosial Masyarakat resmi berpartisipasi dalam kegiatan KMP Mengajar yang berbasis pengabdian masyarakat di Kampung Jogoyudan, Kota Yogyakarta. Program ini dijalankan mulai 24 September hingga 28 November 2025, bekerja sama dengan yayasan Rumah Anak Pintar Indonesia (RAPI) dan Keluarga Mahasiswa Kristen Pascasarjana UGM (KMK Ps UGM) yang sudah membersamai kegiatan belajar mengajar di Joguyudan sejak kurang lebih 9 tahun berjalan.


Kampung Jogoyudan merupakan kawasan padat penduduk dengan mayoritas masyarakat berasal dari kalangan ekonomi kurang mampu. Banyak anak di wilayah ini yang mengalami keterbatasan akses pembelajaran dan kurang memiliki kepercayaan diri untuk bermimpi dan bersaing. Melihat kondisi tersebut, KMP Biologi UGM berkomitmen turrut hadir melalui kegiatan pendampingan rutin sebanyak dua kali setiap bulan, setiap hari Rabu pukul 18.00 sampai selesai. Setiap sesi berlangsung sekitar dua jam, berfokus pada membantu anak-anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama memahami kembali materi-materi dasar yang telah diajarkan di sekolah. Untuk menjaga kenyamanan proses belajar di rumah warga yang menjadi tempat kegiatan, jumlah volunteer dibatasi maksimal 12 orang setiap sesi.

Pada 28 November 2025, KMP Biologi UGM, KMK Ps UGM, dan Rumah Anak Pintar Indonesia mengadakan gathering penutup semester bersama 20 anak di Jogoyudan. Kegiatan diawali dengan sosialisasi hidup bersih dan sehat serta praktik mencuci tangan yang benar yang dibawakan oleh dr. Robertha Andreani. Edukasi ini disambut antusias oleh anak-anak, dilanjutkan dengan kuis, pembagian hadiah, serta games singkat. Melihat tingginya minat anak-anak terhadap pembelajaran bahasa Inggris, para volunteer juga membagikan flash card kosakata bahasa Inggris dan stiker motivasi untuk mendukung semangat belajar mereka.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Umum KMP Biologi UGM, Wakil Ketua Umum KMK Ps UGM, dan perwakilan dari Rumah Anak Pintar Indonesia, Kak Carol. Dalam sambutannya, Kak Carol menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran serta dedikasi para volunteer yang selama satu semester setia mendampingi anak-anak Jogoyudan untuk belajar, mengembangkan mimpi, dan membangun masa depan yang lebih baik.

Gathering ditutup dengan perayaan ulang tahun anak-anak yang lahir di bulan November, dilanjutkan dengan makan bersama, dan diakhiri dengan kepulangan volunteer setelah menghabiskan waktu penuh kebersamaan.

Melalui kegiatan KMP Mengajar, KMP Biologi UGM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan. Program ini diharapkan dapat menjadi ruang yang mendorong tumbuhnya kepercayaan diri, motivasi belajar, dan semangat meraih mimpi bagi adik-adik di Jogoyudan.

Tingkatkan Keamanan Pangan Melalui Inovasi BioGuard Coat Packaging Berbasis Limbah Kulit Pisang dengan Antosianin Telang sebagai Bioindikator Kesegaran Pangan, Tim Mahasiswa Fakultas Biologi dan Sekolah Vokasi Raih Juara 1 pada Lomba Karya Tulis Agriculture Expert Class 2025

PrestasiRilis Berita Jumat, 28 November 2025

Tim dari Fakultas Biologi dan Sekolah Vokasi yang beranggotakan Nelly Astiana Napitupulu (Biologi 2022), Puspita Nur Rahmawati (2022), dan Dewi Syifa Ainu (Pengembangan Produk Agroindustri 2023) berhasil meraih Juara 1 pada Lomba Karya Tulis Agriculture Expert Class 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Agribisnis, Universitas Siliwangi pada 7 November 2025 dengan tema “Penggunaan Limbah Pertanian dari Industri Pangan Menuju Sirkular Ekonomi” dengan judul karya tulis “ BioGuard Coat Packaging: Inovasi Kemasan Aktif Berbasis Limbah Kulit Pisang dengan Antosianin Telang sebagai Bioindikator Kesegaran Pangan guna Mendukung Sirkular Ekonomi”


Green packaging merupakan konsep kemasan ramah lingkungan yang dirancang untuk mengurangi dampak ekologis dari proses produksi, penggunaan, hingga pembuangan. Dalam konteks Indonesia, urgensi green packaging semakin meningkat seiring maraknya kasus keracunan massal akibat konsumsi makanan yang menurun kualitasnya. Pemerintah merespons tantangan ini melalui Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang membutuhkan sistem keamanan pangan lebih ketat, terutama di fase distribusi dan penyimpanan. Kemasan hijau yang mampu memantau kesegaran pangan secara langsung menjadi intervensi strategis untuk memastikan keamanan makanan bagi jutaan penerima manfaat program tersebut.

Prinsip utama green packaging adalah penggunaan bahan yang biodegradable, aman, dan berasal dari sumber terbarukan. Salah satu peluang besar terletak pada limbah pertanian, khususnya kulit pisang. Indonesia sebagai produsen pisang utama dunia menghasilkan 7,48 juta ton pisang per tahun, yang berpotensi memunculkan 2,6–3 juta ton limbah kulit pisang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah ini kaya pektin, selulosa, dan senyawa bioaktif sehingga sangat potensial sebagai bahan dasar biokomposit kemasan ramah lingkungan. Pemanfaatan limbah tersebut tidak hanya mengurangi beban sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi sirkular yang bernilai tinggi.

Inovasi BioGuard Coat Packaging hadir sebagai implementasi konkret dari konsep green packaging. Teknologi ini memanfaatkan biopolimer kulit pisang dan ekstrak bunga telang untuk menciptakan kemasan cerdas yang mampu memberikan perlindungan fisik, biologis, sekaligus informasi visual mengenai kesegaran makanan. Sistem ini mengintegrasikan tiga mekanisme penting: (1) sifat antimikroba alami pektin kulit pisang yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri patogen, (2) fungsi barrier matriks selulosa–pektin yang memperlambat laju kerusakan makanan, dan (3) indikator pH berbasis antosianin bunga telang yang berubah warna ketika makanan mulai mengalami degradasi. Kombinasi ini menjadikan BioGuard sebagai sistem perlindungan pangan berlapis yang inovatif dan efektif.

Implementasi BioGuard Coat Packaging dalam rantai pasok MBG memberikan manfaat signifikan. Indikator warna pada kemasan memungkinkan deteksi dini penurunan kualitas makanan secara real-time tanpa alat khusus atau keahlian teknis, sehingga guru, petugas logistik, hingga masyarakat umum dapat mengidentifikasi makanan yang tidak layak konsumsi hanya dengan melihat perubahan warna. Kemampuan coating untuk diaplikasikan pada berbagai jenis kemasan yang sudah ada membuat inovasi ini mudah diadopsi secara luas tanpa memerlukan investasi peralatan baru. Efisiensi ini sangat relevan untuk sistem distribusi besar seperti MBG yang menyalurkan makanan setiap hari.

Secara keseluruhan, BioGuard Coat Packaging menunjukkan bagaimana green packaging dapat menjadi solusi strategis bagi keamanan pangan, pengurangan limbah, dan penguatan ekonomi sirkular. Selain proses produksinya ramah lingkungan dan mudah terurai, inovasi ini turut mendukung pencapaian SDGs 2 (Zero Hunger), 3 (Good Health and Well-being), 12 (Responsible Consumption and Production), dan 13 (Climate Action). Dengan mengonversi limbah pertanian menjadi kemasan cerdas bernilai tinggi, teknologi ini tidak hanya mencegah risiko keracunan makanan, tetapi juga memberdayakan seluruh stakeholder dalam sistem pengawasan pangan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap kebutuhan nasional. [Penulis: Nelly Astiana dan Tim]

PkM-MBKM Fakultas Biologi UGM 2025: Sosialisasi Teknik Stek Batang dengan Induksi Auksin Bawang Merah Budidaya Stek Batang Tanaman Biduri (Calotropis gigantea) Sebagai Pestisida Alami Guna Mengatasi Hama pada Budidaya Ayam Mahar di KWT Srikandi, Mrican, Catur Tunggal, Yogyakarta

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Kamis, 27 November 2025

Dalam upaya mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal, tim MBKM Fakultas Biologi UGM melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM-MBKM) dengan tema “Optimalisasi Potensi Daun Biduri sebagai Biopestisida untuk Mengatasi Hama pada Ayam Mahar”. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 26 November 2025 di demplot milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Dusun Mrican, Caturtunggal, Yogyakarta.


Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Eng. Atikah Fitria Muharromah, S.Si. dosen Fakultas Biologi UGM dan Dian Sartika, S.Si., M.Sc., yang membagikan materi tentang teknik stek batang untuk budidaya tanaman biduri (Calotropis gigantea) yang nantinya digunakan untuk pembuatan biopestisida sebagai upaya untuk mengatasi hama pada budidaya Ayam Mahar. Para anggota KWT Srikandi sangat antusias mengikuti pelatihan ini yang bertujuan meningkatkan kemandirian petani dalam mengelola hama secara alami.

Kegiatan ini diawali oleh pematerian dari Dr. Eng. Atikah Fitria Muharromah, M.Eng. dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM terkait biopestisida dari daun biduri. Beliau memperkenalkan biopestisida dari daun biduri hasil temuan dari Institut Pertanian Bogor dan mengembangkan inovasi baru dalam penggunaannya yaitu dengan menggunakan metode semprot untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia. Setelah itu dilanjutkan dengan sosialisasi teknik budidaya stek batang dan auksin alami dari bawang merah (Allium ascalonicum) untuk memicu pertumbuhan akar.

Pada kesempatan kali ini, mahasiswa mengenalkan teknik budidaya tanaman Biduri untuk mengatasi hama gurem pada budidaya ayam Mahar. Gurem merupakan hama ektoparasit yang dapat menurunkan produktivitas dan dapat merugikan peternak. Penggunaan pestisida kimia yang berlebihan dapat meningkatkan resiko resistensi dan dapat meninggalkan residu pada daging dan telur. Daun Biduri merupakan tanaman liar yang sering diabaikan, padahal ia mengandung alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid.

Biopestisida dari Daun Biduri diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi serangan gurem pada budidaya ayam. Bawang merah dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh alami untuk memacu atau mengalihkan fungsi fitohormon di dalam tanaman dan membantu pembelahan sel. Tunas-tunas muda pada bawang merah menghasilkan hormon auksin alami berupa IAA. Auksin adalah zat pengatur tumbuh yang berperan dalam proses pemanjangan sel, menghambat pertumbuhan tunas lateral, dan mencegah absisi dan buah.

Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain energi bersih dan terjangkau (SDG 7), mendorong pemanfaatan kembali limbah organik sebagai bahan baku produk energi (SDG 12), memberdayakan perempuan melalui pelatihan teknis dan penguatan kapasitas (SDG 5), serta membuka peluang usaha baru berbasis produk lokal berkelanjutan (SGD 8).
12345…47

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Pelantikan Ketua Kelompok Studi dan Lembaga Mahasiswa Fakultas Biologi Tahun 2026
  • Penyambutan dan Pengenalan Mahasiswa Baru Program Profesi dan Pascasarjana Periode Semester Genap 2025/2026 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada
  • Perpustakaan Fakultas Biologi Menyapa Mahasiswa Baru Program Pascasarjana dan Profesi Biokurator Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Angkatan Genap Tahun Akademik 2025/2026
  • Kolaborasi Peneliti Fakultas Biologi UGM dalam Workshop eDNA untuk Deteksi Patogen Pada Perdagangan Satwa Liar
  • Dari Kampus ke Konservasi: BIOVOX Antar Tim SABA UGM Juara di Kompetisi Riset Nasional
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju