Tim Riset Bawang Putih Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan pertemuan secara daring dengan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Republik Indonesia dan Yayasan Satriabudi Dharma Setia (YSDS) pada Senin, 10 Agustus 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi riset dalam mendukung upaya pencapaian swasembada bawang putih nasional dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mendorong percepatan pengembangan bawang putih nasional melalui penguatan riset dan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, serta lembaga penelitian. Langkah tersebut menjadi penting mengingat kebutuhan bawang putih nasional masih sangat bergantung pada pasokan impor.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh peneliti bawang putih dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yaitu Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.; Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc.; Dr. Aprilia Sufi Subiastuti, S.Si.; dan Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. Turut mendampingi kegiatan tersebut dua mahasiswa Fakultas Biologi UGM, yaitu Prima Sekti Kusnanda dan M. Fikri Alfiansyah. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Jend. TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A. selaku Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Dr. Van Basten Pandjaitan, MBA selaku Tenaga Ahli/Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Hortikultura; Dr. Merry Meryam Martgrita, S.Si., M.Si. selaku Dekan Fakultas Bioteknologi Institut Teknologi Del; dr. Vincentius Simeon Weo Budhyanto, selaku Ketua Yayasan Satriabudi Dharma Setia (YSDS); serta Erlina VF Ratu, selaku Pembina Ketua Yayasan Satriabudi Dharma Setia YSDS.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. memaparkan berbagai hasil dan perkembangan riset bawang putih yang telah dilakukan oleh Fakultas Biologi UGM. Penelitian tersebut mencakup keragaman genetik, karakterisasi virus, pengembangan poliploid, induksi ketahanan terhadap penyakit, hingga pemanfaatan teknologi genomik untuk mendukung pengembangan bawang putih unggul. Berbagai penelitian tersebut menunjukkan besarnya potensi sumber daya genetik bawang putih Indonesia untuk mendukung kemandirian produksi nasional. Secara genetik, bawang putih Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dari bawang putih asal Eropa, China, Amerika Serikat, dan India, sehingga keragaman tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan dan pemuliaan bawang putih. Upaya pengembangan juga dilakukan melalui pendekatan bioteknologi, antara lain induksi poliploid pada bawang putih varietas Sembalun yang menunjukkan respons pertumbuhan lebih baik serta penggunaan bioinducer yang berpotensi menurunkan keparahan penyakit dan meningkatkan pertumbuhan tanaman terinfeksi. Sementara itu, melalui pendekatan genomik, penelitian terhadap bawang putih lokal Gunungkidul ‘Lumbu Putih Handayani’ berhasil mengidentifikasi variasi nukleotida pada kandidat gen alliinase yang memberikan informasi awal mengenai keragaman genetiknya. Varietas lokal tersebut juga memiliki keunggulan karena mampu dibudidayakan di dataran rendah, sehingga berpotensi memperluas wilayah produksi bawang putih di Indonesia. Potensi tersebut selanjutnya akan dikembangkan melalui teknologi pemuliaan modern, termasuk rencana penerapan pendekatan CRISPR untuk memperoleh karakter unggul. Integrasi riset genetik, genomik, pemuliaan, dan pengendalian penyakit ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan bawang putih lokal yang adaptif sekaligus mendukung upaya mewujudkan swasembada bawang putih nasional.
Paparan tersebut mendapat respons positif dan dukungan dari Luhut Binsar Pandjaitan selaku Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Sebagai tindak lanjut, DEN akan memberikan dukungan terhadap pengembangan riset bawang putih yang dilakukan oleh Fakultas Biologi UGM. Selain itu, akan dikembangkan kolaborasi riset bersama antara Fakultas Biologi UGM, DEN, YSDS, dan Institut Teknologi Del (IT Del) untuk melakukan penelitian lanjutan terhadap bawang putih introduksi dari China dan India. Penelitian ini akan mengkaji karakteristik dan potensi bawang putih introduksi tersebut sebagai sumber daya genetik yang dapat dikembangkan di Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas eksplorasi sumber daya genetik bawang putih sekaligus memperkuat pengembangan varietas yang adaptif dan berpotensi unggul di Indonesia. Sinergi antarlembaga ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan mendorong terwujudnya swasembada bawang putih nasional. [Penulis: Prima Sekti Kusnanda]





























































