SDG 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Pembanguan Berkelanjutan
Sleman, 07 Maret 2026 – Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja dan Upgrading Kabinet Samasta Adhigana. Bertempat di Fakultas Biologi UGM, kegiatan ini dihadiri oleh 39 pengurus KMP guna merumuskan arah strategis organisasi selama satu periode ke depan.
Acara dibuka dengan khidmat melalui pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada serta Mars Biologi. Dalam sambutannya, ketua umum KMP Biologi UGM Friandov Meilano Damaryanan menyampaikan bahwa KMP merupakan wadah bagi mahasiswa Pascasarjana Biologi UGM untuk belajar menerapkan tridharma perguruan tinggi yaitu dengan menjalankan program-program yang berfokus dalam peningkatan pendidikan, kemampuan dalam penelitian, serta pengabdian masyarakat. Sehingga Ando selaku ketua KMP mengapresiasi program kerja dari setiap divisi dan berharap bahwa seluruh program kerja dapat berjalan dengan maksimal serta mampu memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar.
Acara dilanjutkan dengan pemilihan pimpinan sidang. Sidang rapat kerja dan rapat anggaran KMP dipimpin oleh presidium yang terdiri dari Naufal Rafif Zain, Melati Rizki Ramadhina, dan Natasya Serri Supit. Agenda sidang meliputi pembacaan tata tertib, penyampaian draft kerja bidang internal, penyampaian draft kerja bidang eksternal, pengesahan rapat anggaran. Pemaparan proker bidang internal dimulai dari divisi Pengembangan Sumber Daya Masyarakat (PSDM) dengan kepala divisi Citra Rizkia Agusni, Divisi ini bekerja dibawah monitoring wakil internal KMP. Program kerja yang akan dilakukan oleh PSDM diantaranya PMB, TAKSA, Open House, Upgrading Pengurus KMP, Open Recruitment Pengurus KMP, dan Family Gathering. Pemaparan Program Kerja kedua dilaksanakan oleh divisi Sosial Masyarakat (SOSMAR) disampaikan oleh Sekarwengi Nugroho selaku kepala divisi. Divisi ini berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sebagai kegiatan pengabdian sebagai bentuk rasa peduli terhadap lingkungan sekitar. Adapun program kerja yang akan dilakukan oleh divisi ini diantaranya Karsa Desa, KMP Mengajar, Share Blood Share Life, dan Beach Clean Up. Program Kerja ketiga disampaikan oleh Nadia Syalsabilla sebagai kepala divisi Pengembangan Minat dan Bakat (PEMIKAT). Divisi ini bertujuan sebagai media penyalur maupun pengambangan dan eksplorasi minat dan bakat mahasiswa Pascasarjana dalam bidang olahraga maupun seni. Program kerja divisi PEMIKAT diantaranya Voice of Biology (VOB), Laskar Gebyar (LasGeb), Biologi Fun, Biologi Lensa (BioLens), dan KMP cup 2026.
Pemaparan keempat dilaksanakan oleh divisi Kajian Strategis dan Keilmuan (Kastrak) dengan kepala Desti Liani sebagai kepala divisi. Program kerja yang akan dilaksanakan oleh divisi Kastrak diantaranya Info KMP, Tur Kajian, KMP Talk, dan Diskusi Lingkar. Pemaparan program kerja kelima disampaikan oleh divisi kewirausahaan dengan Eliana Rosita sebagai kepala divisi. Divisi Kewirausahan bertujuan untuk mengembangkan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa pascasarjana Fakultas Biologi UGM. Adapun beberapa program kerja yang akan dilaksanakan oleh divisi kewirausahaan yakni KMP Konveksi 1, KMP Konveksi II, KMP Mart, dan KMP Merch I dan II.
Pemaparan keenam dilaksanakan oleh divisi Kerohanian. Divisi ini bertujuan untuk memberikan ruang pembinaan rohani bagi mahasiswa pascasarjana Fakultas Biologi UGM. Adapun program kerja yang disampaikan oleh Ketura Amelia Dimara diantaranya Kajian Rutin (Kantin) KMP Biologi, Bina Iman Kristiani (BIK), dan Seminar Ilmiah Islami.
Pemaparan selanjutnya dilaksanakan oleh divisi Media Komunikasi dan Informasi (MEDKOMINFO). Siti Fatimah selaku kepala divisi menyampaikan bahwa peran
MEDKOMINFO sebagai pengelola jaringan dan informasi KMP. Program Kerja dari divisi ini diantaranya Pengelolaan Media Sosial (SocMed Team), Koordinasi Internal (Design Team), Perayaan Hari Besar (Super Day), Hubungan Surat Menyurat (HUMAS), dan KMP’s Celebrate.
Koordinator Dewan Penasihat Mahasiswa Pascasarjana, Imran Sadewo turut menyampaikan visi dan misi DPMP. Visi DPMP yakni menjadikan KMP sebagai katalisator sinergi mahasiwa yang integratif dan kolaboratif untuk mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi yang progresif dan berdampak nyata. Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan visi, misi, serta filosofi logo kabinet Samasta Adhigana oleh ketua umum KMP, Friandov Meilano Damaryanan. Dalam penjelasannya, Ando menekankan bahwa program kerja Badan Pengurus Harian (BPH) berfokus terhadap perencanaan, perumusan, persiapan kebijakan KMP serta koordinasi dengan pihak yang terkait bersama dengan wakil internal maupun eksternal. Beberapa agenda BPH yang disahkan meliputi Plotting dan Fiksasi Pengurus, Rapat Kerja dan Upgrading Kabinet Samasta Adhigana, Soft Launching Kabinet Samasta Adhigana, Evaluasi Tengah Kepengurusan, KMP Award, dan Evaluasi Kepengurusan (MUBES). Aspek manajerial organisasi turut diperkuat melalui pemaparan sekretaris umum, Angeline Stefanny Sirami dan Indah Ayu Lestari. Program kerja sekretaris umum meliputi Sistem Administrasi dan Arsip Organisasi (SADARA), Akses Rapat dan Informasi Organisasi (ARUNA), Sistem Inventarisasi Aset Sekretariat (SINTAS), dan Digitalisasi Dokumen Organisasi (DIGIDOK). Dari sisi finansial, Ani Saputri dan Wulan Usfi Mafiroh selaku bendahara umum KMP menyampaikan mekanisme pengelolaan dana yang akuntabel. Fokus utama bidang keuangan meliputi Penyusunan Rencana Anggaran Seluruh Divisi dan Setiap Kegiatan, Monitoring Keuangan Divisi, Kas Wajib Bulanan, dan Pembukuan Keuangan. Seluruh rangkaian Rapat Kerja dan Rapat Anggaran KMP Samasta Adhigana diakhiri dengan prosesi pengesahan draft kerja dan ditutup secara resmi oleh Husaina Kunii Nariswari selaku pembawa acara.
Agenda rapat kerja diakhiri dengan sesi sharing session dan upgrading yang dipandu oleh Citra Rizkia Agusni selaku moderator dan Imran Sadewo sebagai pemateri. Pada kesempatan tersebut, Imran Sadewo selaku Ketua KMP periode sebelumnya menyampaikan beberapa insight yang bertujuan memupuk pemahaman dasar berorganisasi bagi pengurus baru KMP Kabinet Samasta Adhigana. Materi yang disampaikan selaras dengan poin ke 4 Sustainable Development Goals yang bertujuan untuk meningkatkan pendidikan yang berkualitas terkhusus bagi pengurus KMP. Beliau menyampaikan beberapa poin tentang tantangan dalam
berdinamika sebagai pengurus KMP, urgensi KMP sebagai wadah untuk mengupgrade skill dan relasi mahasiswa Pascasarjana Biologi, dan tips and trick agar program kerja terlaksana dengan sukses. Selain itu, beliau juga menyampaikan tentang pentingnya meningkatkan kesadaran dalam berorganisasi sebab organisasi bukan hanya milik satu orang, melainkan milik bersama, sehingga dalam pelaksanaannya setiap anggota seyogyanya senantiasa menghadirkan diri dalam setiap kegiatan.
SDG 4: Quality Education
SDG 8: Decent Work and Economic Growth SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions SDG 17: Partnerships for the Goals
Contact Person:
Nur Azizah Ibrahim (089684628573) Instagram: @kmpfabiogama
YouTube: KMP Biologi UGM Email: kmp.biologi@ugm.ac.id
Kontributor: Ardaning Nuriliani, Rarastoeti Pratiwi, Hendry Saragih, Firdausia Ayu Zuhria,Fransiska Elsa Kusuma Astuti, Sevia Dwi Rahma Putri, Sukarman Hadi Jaya Putra

Dieng, 16 Juni 2025 – Sebagai komitmen berkelanjutan dalam mendukung peningkatan ekonomi dan pelestarian lingkungan, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melaksanakan kegiatan pendampingan kepada petani kopi di Desa Sikunang, Dieng. Kegiatan yang berlangsung pada 16 Juni 2025 ini merupakan tindak lanjut dari program hibah Desa Mitra yang telah dilaksanakan sebelumnya, dengan fokus pada pendampingan teknis intensif di kebun kopi.
Kegiatan kali ini difokuskan pada pendampingan langsung di lapangan untuk mengatasi tantangan konkret yang dihadapi petani. Tim yang dipimpin oleh Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, M.Biotech., bersama anggota dosen yaitu Dr. Dwi Sendi Priyono, M.Si., Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Si., dan Ganies Riza Aristya, M.Sc., Ph.D., melakukan observasi mendetail terhadap kondisi kebun, menganalisis masalah jarak tanam, serangan hama dan penyakit, serta teknik pemangkasan tanaman kopi yang masih belum optimal.
“Pendampingan tidak bisa hanya sekali. Peningkatan produktivitas dan kualitas kopi memerlukan pendampingan berkelanjutan dan pemantauan intensif agar perubahan metode budidaya dapat diterapkan dengan benar dan berbuah hasil,” jelas Dr. Abdul dalam sambutannya. Selain diskusi, tim juga memberikan demonstrasi praktis tentang teknik pemangkasan yang baik untuk merangsang pertumbuhan cabang produktif, pengenalan hama dan penyakit utama kopi di wilayah Dieng, serta cara pembuatan dan aplikasi pupuk alami untuk mendukung pertanian organik. Hal ini sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan yang menjadi salah satu pilar program.
Kepala Desa Sikunang menyambut baik kelanjutan program ini. “Kehadiran tim dari UGM memberikan energi dan ilmu baru bagi petani kami. Kami berharap dengan pendampingan yang kontinu, produktivitas kopi Sikunang bisa meningkat signifikan dan menjadi komoditas unggulan baru di samping sayuran,” ujarnya. Para petani terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai kendala yang ditemui sehari-hari di kebun. “Pelatihan sebelumnya sangat membantu. Sekarang dengan pendampingan langsung seperti ini, kami jadi lebih paham cara menerapkannya di kebun sendiri,” kata salah satu petani kopi setempat.
Program pendampingan lanjutan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Fakultas Biologi UGM untuk memberdayakan petani kopi Dieng. Rencananya, pendampingan akan terus dilakukan secara periodik, dengan memadukan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan inisiatif lain, untuk memastikan transformasi menuju pertanian kopi yang produktif, berkualitas, dan berkelanjutan benar-benar terwujud. Program ini merupakan wujud tri dharma perguruan tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat, yang bertujuan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi biologis guna memecahkan masalah nyata di masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan menjaga kelestarian lingkungan.
Secara lebih luas, kegiatan pendampingan ini berkontribusi langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya: SDG 1: Tanpa Kemiskinan dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi – melalui peningkatan produktivitas dan pendapatan petani kopi, SDG 2: Tanpa Kelaparan – dengan mendorong diversifikasi pertanian dan ketahanan pangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab – melalui pelatihan praktik pertanian berkelanjutan dan organic dan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 15: Ekosistem Daratan – dengan mengedepankan pelestarian lingkungan, penggunaan pupuk alami, dan pengelolaan kebun yang ramah ekosistem.
Kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Produksi Bibit Unggul Ayam Lokal dan Ikan Lele Berbasis Masyarakat” telah diselenggarakan pada 29 November 2025 di Masjid Baiturrahim, Dusun Tegalrejo, Desa Ngesrep, Kabupaten Boyolali. Acara ini dibuka oleh Ibu Siti Fatonah selaku perwakilan PT Pertamina Patra Niaga. Program yang telah berjalan selama kurang lebih empat bulan ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT. Pertamina Patra Niaga, yang menekankan pemberdayaan masyarakat dalam sektor peternakan dan perikanan. Kegiatan ini mendukung sejumlah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui implementasi pengetahuan, pendampingan, dan kemitraan multisektor.
Dalam kegiatan tersebut, Dr.med.vet.drh. Hendry Saragih, M.P. memberikan pemaparan terkait manajemen pemeliharaan ayam kampung yang baik dan benar. Beliau menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan ayam melalui pengelolaan pakan, sanitasi, dan pencegahan penyakit, serta teknik pembuatan kandang yang tepat. Selain itu, peserta dibekali pengetahuan mengenai cara memilih bibit ayam lokal unggul yang mampu meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan masyarakat. Program ini juga didampingi oleh Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes. Sementara itu, Ibu Nur Indah Septriani, S.Si., M.Sc., Ph.D., turut berkontribusi dengan membagikan leaflet edukatif tentang tata cara budidaya ikan lele yang tepat, mulai dari manajemen kolam, pemilihan bibit lele unggul, pengaturan kualitas air, hingga teknik pemeliharaan yang efisien. Pengetahuan ini penting untuk mendukung praktik budidaya yang bertanggung jawab sesuai prinsip SDG 12.
Acara ini dihadiri oleh delapan warga perwakilan kelompok tani Dusun Tegalrejo, yang mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif bertanya seputar kendala serta strategi budidaya ayam dan ikan yang efektif. Sebagai penutup, para peserta bersama narasumber melakukan peninjauan lapangan ke kandang ayam dan kolam lele percontohan yang telah dibuat oleh warga. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menerapkan praktik budidaya yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemitraan lokal sebagai wujud nyata dukungan terhadap SDG 17 dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan ketahanan pangan desa.
Kontributor: Ardaning Nuriliani, Hendry Saragih, Nur Indah Septriani
Pembuatan sabun alami TOGA dari sereh oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat – Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM-MBKM) Fakultas Biologi UGM 2025 yang diketuai oleh Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D. pada tahap kedua program PkM-MBKM di Kepuh Kulon RT 001, Wirokerten, Banguntapan, Bantul melalui pembuatan sabun dengan berbahan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program PkM-MBKM yang telah dilaksanakan sebelumnya pada bulan Februari hingga Juni 2025. Tim ini melibatkan lima orang mahasiswa, yaitu Swastikhansa Parahita Sulistyaningrum, Afrina Syah Putri, Isna Kuminingrum, Asitya Fitri Miadi, dan Amyra Asa Nurhanifa dengan tujuan meningkatkan wawasan masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman TOGA melalui inovasi sabun berbahan dasar TOGA, khususnya sereh yang mudah didapat, sebagai upaya mendukung kesehatan kulit dan dapat digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 2 November 2025 pukul 09.00–12.00 WIB di kediaman Ketua RT, Bapak Zamzuri dihadiri dan dilaksanakan secara antusias oleh 20 ibu-ibu warga RT 001 Kepuh Kulon. Kepala Dukuh Kepuh Kulon, Bapak Sunartono selaku membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya pemanfaatan TOGA bagi kesehatan keluarga serta mendorong kemandirian warga dalam melanjutkan program pembuatan sabun alami dari TOGA yang mudah didapat. Prof. Rina juga turut menyoroti manfaat inovasi sabun berbahan sereh dan olive oil yang aman digunakan untuk anak-anak serta menyehatkan kulit, sambil menekankan pentingnya solidaritas warga dalam meningkatkan kreativitas dan ekonomi masyarakat.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan meliputi sosialisasi dan praktik pembuatan pembuatan sabun alami dari sereh, serta sosialisasi pemasaran digital. Sosialisasi pembuatan sabun sereh dilakukan dengan memberikan informasi tentang apa itu tanaman obat keluarga (TOGA), pemanfaatan TOGA, kandungan dan manfaat TOGA yang digunakan sebagai bahan sabun alami (sereh), alat, bahan serta cara kerjanya. Sosialisasi pemasaran digital dilakukan dengan memberikan informasi tentang tujuan pemasaran digital, pembuatan akun di salah satu platform berjualan online, cara berjualan secara online dan tips agar produk dikenal masyarakat luas. Setelah praktik selesai, dilanjutkan kuis bagi warga dan pemberian doorprize. Pada saat akhir kegiatan, warga yang ikut berpartisipasi diberikan kenang-kenangan sebagai bukti penghargaan atas partisipasinya.
Di akhir acara, tim PkM-MBKM memberikan satu set alat pembuatan sabun yang diharapkan dapat digunakan untuk mempraktikkan kembali dan kenang-kenangan sebagai bentuk penghargaan bagi warga. Program PkM-MBKM 2025 ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang pengolahan TOGA menjadi produk yang bermanfaat untuk kesehatan dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
















































