Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kolaborasi pemberdayaan masyarakat melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Pengelolaan Sampah Tahun 2026 yang diketuai oleh Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes. bersama Desa Mitra Wedomartani. Program diawali dengan survei pengelolaan sampah di Kalurahan Wedomartani melalui pengisian kuesioner pada 25 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran awal mengenai praktik pengelolaan sampah yang telah diterapkan di keluarga maupun lingkungan sekitar. Sebanyak 50 responden dari Padukuhan Pokoh, Wonosari, Saren, Pucanganom, dan Tegalrejo berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Selanjutnya, sebagai tindak lanjut, Tim PkM yang melibatkan beberapa dosen dan mahasiswa aktif dari jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) Fakultas Biologi, UGM berkolaborasi dengan Tim KKN-PPM UGM Periode 2, 2026 Adhinata Ngemplak di bawah bimbingan Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc., Ph.D. menyelenggarakan penyuluhan pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF) untuk mendukung kehidupan sehat dan sejahtera (SDGs 3) pada 19 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa perwakilan warga dari setiap padukuhan. Materi penyuluhan budidaya maggot disampaikan oleh Bapak Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D., dosen Fakultas Biologi, UGM yang memiliki keahlian di bidang entomologi dan budidaya Black Soldier Fly (BSF). Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengurangi sampah organik sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.
Acara diawali dengan pembukaan, doa bersama, serta sambutan dari Carik Kalurahan Wedomartani, R. Rohmad Gunawan Hardono, S.Pd., dan Direktur Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal), Bapak Iskandar, S.E., M.E. yang menyatakan Pemerintah Kalurahan Wedomartani menyampaikan apresiasi terhadap program ini karena dinilai mampu menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah yang dihadapi warga. Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc., Ph.D., menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat bahwa sampah organik maupun anorganik memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan tepat. Sementara itu, Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes., menjelaskan bahwa kerja sama antara Fakultas Biologi, UGM dan Desa Wedomartani telah terjalin selama lebih dari 5 tahun melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti pemanfaatan lahan kosong, budidaya ayam, penyuluhan kesehatan fisik dan mental, hingga pengelolaan sampah. Tema tahun ini dipilih sebagai upaya mendukung lingkungan yang lebih sehat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).
Pada sesi utama, Bapak Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. memaparkan materi mengenai karakteristik BSF, teknik budidaya maggot, manfaat produk yang dihasilkan, serta peluang usaha yang dapat dikembangkan masyarakat. Beliau juga memperkenalkan metode ember tumpuk sebagai teknik budidaya maggot skala rumah tangga yang mudah diterapkan, biaya terjangkau, dan mudah dikelola. Selain itu, budidaya maggot juga dapat menghasilkan produk samping berupa kasgot, serta pupuk organik cair yang bernilai ekonomi. Penyampaian materi berlangsung selama 1,5 jam dan disambut antusias oleh warga melalui diskusi serta sesi tanya jawab. Selain penyuluhan budidaya maggot, pada kegiatan ini juga dilakukan edukasi mengenai daur ulang limbah plastik dan terpal untuk meningkatkan nilai tambah sampah anorganik. Sesi ini disampaikan oleh Tim KKN-PPM Unit YO-040. Warga diperkenalkan pada berbagai peluang pemanfaatan botol plastik, kemasan makanan, hingga terpal bekas yang dapat diolah melalui jejaring industri daur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi program pengelolaan sampah organik, Tim PkM Pengelolaan Sampah menyerahkan 12 set ember budidaya maggot kepada lima padukuhan, yaitu Pokoh, Wonosari, Saren, Pucanganom, Tegalrejo, dan satu dusun, yaitu Pajangan. Masing-masing padukuhan dan dusun menerima dua set ember yang diharapkan mampu menjadi langkah awal pengelolaan sampah organik secara mandiri oleh warga. Selain itu, juga dibagikan pamflet berisi informasi budidaya maggot sehingga dapat digunakan sebagai acuan oleh warga. Program ini juga menjadi wujud nyata dukungan Fakultas Biologi UGM dalam mencapai Sustainable Development Goals, khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Kontributor: Tim PkM Pengelolaan Sampah Fakultas Biologi, UGM Tahun 2026 yang diketuai oleh Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes. dan Tim KKN PPM YO-040 Adhinata Ngemplak yang dibimbing oleh Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc., Ph.D.





