Arsip:
SDG 9 : Industri Inovasi dan Infrastruktur
Sebagai upaya mendorong peningkatan gizi masyarakat berbasis potensi sumber daya lokal, tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM akan melaksanakan program pada tahun 2026 ini dengan tema “Pengembangan Budidaya Labu Susu sebagai Sumber Pangan Nabati Anti Stunting untuk Mewujudkan Kehidupan Tanpa Kelaparan (SDG 2) di Dusun Kebondalem, Madurejo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta”. Kegiatan rapat koordinasi berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026 yang berlokasi di Soto Omah Kudus, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku ketua tim pengabdian kepada masyarakat yang memberikan arahan dalam pelaksanaan program ini dan Aryo Seto Pandu Wiranto, S.Si., M.Sc. selaku dosen Biologi UGM yang akan menjadi salah satu narasumber dalam program ini, serta lima mahasiswa Biologi UGM yang terdiri dari Siti Yulianingsih, Pradhika Cikal Malika, Muhammad Meshal Ramadhayesa, Avriena Lintang Aulia Riefa’I, dan Khurin ‘Aini. Kegiatan rapat koordinasi diawali dengan menentukan fokus utama dan tujuan dari program ini untuk mengedukasi masyarakat khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati dalam budidaya dan pengolahan labu susu menjadi tepung tinggi nutrisi sebagai upaya pencegahan stunting yang selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggug Jawab).
Sebagai bentuk kolaborasi strategis dalam keberhasilan program ini, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. turut mengajak beberapa dosen lainnya seperti Prof. Ir. Supriyadi, M.Sc., Ph.D., Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc., dan Nurpuji Mumpuni, S.Si., M.Kes. untuk saling berpartisipasi selama program ini berlangsung. Program ini akan dimulai dari tahap pra-praktik budidaya, tahap budidaya labu susu, dan tahap pengolahan tepung labu susu menjadi produk unggulan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Dusun Kebondalem, Madurejo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Produk labu susu dan olahan tepung labu susu nantinya akan dipasarkan di berbagai tempat, khususnya dapat secara konsisten memasarkannya melalui Biomart Fakultas Biologi UGM.
Sekar Jasmine Canitri, mahasiswa Program Studi Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), bersama tim lintas universitas yang terdiri dari Adillah Rizki Indriyati dari dan Anjar Maulana Afriansah dari Universitas Brawijaya, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang National Essay Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Akademi Rumah Mahasiswa. Kompetisi ini merupakan perwujudan dari inisiatif pengembangan kapasitas akademik mahasiswa Indonesia yang turut didukung oleh berbagai pihak strategis, di antaranya Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi (DIKST) Universitas Brawijaya, program Diktisaintek Berdampak, Akademi Karya Ilmiah, serta Rumah BUMN. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendorong inovasi mahasiswa yang berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat. Kompetisi ini mengangkat tema besar mengenai pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 serta inovasi solusi atas berbagai isu strategis di Indonesia, yang mendorong mahasiswa untuk menghadirkan gagasan kreatif, inovatif, dan aplikatif. Babak final kompetisi ini dilaksanakan secara daring pada 28 Februari 2026. Kompetisi tingkat nasional ini
Dalam kompetisi tersebut, Sekar Jasmine Canitri bersama tim mengusung karya berjudul “ReMiner Brush: Pasta Gigi Remineralisasi Aktif Berbasis Nanohidroksiapatit Tulang Ikan Cakalang”. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di dunia. Secara global, sekitar 3,5 miliar penduduk mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut, dengan prevalensi karies pada anak usia sekolah mencapai 60–90%. Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi karies sebesar 82,8%, sementara Riskesdas 2018 mencatat angka yang lebih tinggi yaitu 88,8%, terutama pada kelompok usia anak.
Selama ini, upaya pencegahan karies masih didominasi oleh pendekatan berbasis fluoride. Namun, pendekatan tersebut memiliki keterbatasan dari sisi keamanan penggunaan pada anak serta aksesibilitas produk, khususnya di negara berkembang. Di sisi lain, inovasi berbasis teknologi yang berkembang saat ini cenderung meningkatkan harga produk sehingga kurang terjangkau bagi masyarakat luas. Menjawab tantangan tersebut, tim mengembangkan ReMiner Brush, yaitu gel pasta gigi edible berbasis nano-hidroksiapatit (nHAp) yang diekstraksi dari limbah tulang ikan cakalang (Katsuwonus pelamis). Hidroksiapatit merupakan biomaterial yang memiliki kemiripan dengan struktur alami enamel gigi, sehingga mampu mendukung proses remineralisasi secara biomimetik.
Inovasi ini menawarkan berbagai keunggulan. Dari sisi kesehatan, ReMiner Brush berpotensi menurunkan prevalensi karies pada anak usia sekolah, mendukung remineralisasi enamel secara biologis, serta menjadi alternatif produk yang lebih ramah anak sehingga dapat mengurangi dental anxiety. Dari sisi lingkungan, pemanfaatan limbah tulang ikan cakalang mampu mengurangi pencemaran organik sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular. Sementara dari sisi ekonomi, inovasi ini membuka peluang pengembangan rantai nilai baru berbasis limbah perikanan serta mendorong keterlibatan UMKM dalam produksi biomaterial bernilai tambah. Lebih lanjut, inovasi ReMiner Brush turut berkontribusi terhadap pencapaian beberapa tujuan SDGs, di antaranya Good Health and Well-being (SDG 3), Industry, Innovation and Infrastructure (SDG 9), serta Responsible Consumption and Production (SDG 12).
Prestasi yang diraih oleh tim ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas universitas serta pemanfaatan ilmu biologi dan sumber daya lokal mampu menghasilkan solusi inovatif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Ke depan, inovasi ReMiner Brush diharapkan dapat dikembangkan hingga tahap implementasi dan komersialisasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas, khususnya dalam meningkatkan kesehatan gigi anak di Indonesia. [Penulis: Sekar Jasmine Canitri]
Melaka, 28–30 April 2026
Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali berkesempatan mengikuti forum ilmiah internasional melalui 7th International Plant Breeding and Biotechnology Conference (IPBBC 2026) yang berlangsung pada 28–30 April 2026 di Melaka, Malaysia. Konferensi ini mengangkat tema “Plant Breeding and Biotechnological Innovations for a Resilient Future” dan menjadi wadah bagi peneliti, akademisi, serta mahasiswa dari berbagai negara untuk saling berbagi pengetahuan dan hasil riset di bidang bioteknologi dan pemuliaan tanaman.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Genetics Society of Malaysia (PGM) bekerja sama dengan beberapa institusi seperti Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI), Forest Research Institute Malaysia (FRIM). Selama tiga hari pelaksanaan, konferensi diisi dengan berbagai agenda, mulai dari kuliah utama (Norman Borlaug Lecture), Plenary session presentasi oral dan poster serta field trip. Topik yang dibahas pun cukup beragam, mulai dari genomika tanaman, teknik gene editing, hingga pemanfaatan bioteknologi untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan. Salah satu sesi utama menghadirkan Prof. Dr. Jacqueline Batley sebagai keynote speaker, yang dikenal sebagai peneliti di bidang genomika tanaman dengan rekam jejak publikasi yang kuat (h-index 68).
Konferensi ini juga diikuti oleh peserta lebih dari dari 10 negara, beberapa di antaranya adalah Malaysia, Indonesia, Nigeria, Pakistan, Jepang, India, Bangladesh, Tiongkok, Ghana dan Filipina. Hal ini ini membuat suasana konferensi menjadi lebih hidup dan beragam karena setiap peserta membawa perspektif dan pengalaman riset yang berbeda. Peserta terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Magister Biologi, Fakultas Biologi UGM, yaitu Muhammad Riyan Firnanda, Sri Garcinia Lathifah, dan Zahrotin Saleha, serta dua mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi, Sekolah Pascasarjana UGM yaitu Jefri Saputro dan Aviesta Linggabuwana. Prestasi aktif ini terwujud tidak terlepas dari pendampingan dan dukungan dari dosen pembimbing yaitu Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. dan Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D., serta dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Pendampingan serta dukungan pendanaan tersebut mendukung partisipasi aktif mahasiswa dalam forum ilmiah internasional serta memperkenalkan riset yang sedang dikembangkan di UGM.
Muhammad Riyan Firnanda menyampaikan hasil risetnya mengenai “Effective Method for DNA Isolation of Coelogyne pandurata Lindl Orchid And The Amplification of AtRKD4 Homologous Gene” dan Sri Garcinia Lathifah dengan risetnya mengenai “Effective Method for DNA Isolation of Paphiopedillum supardii Braem & Loeb Orchid and the Amplification of AtRKD4 Homologous Gene”, yaitu preliminary research untuk penelitian tesis yang berkaitan tentang transformasi genetik, penelitian ini menjadi penting karena sebagai dasar dalam untuk analisis molekuler lanjutan seperti PCR, sequencing, dan konfirmasi hasil transformasi genetik tanaman. Sementara itu, Zahrotin Saleha menyampaikan hasil risetnya berupa integrasi studi metabolomik dan genomik pada fungi endofit dari Brotowali yang potensial sebagai agen anti multi-drug resistant. Peneltian ini merupakan salah satu upaya mencari agen antibiotik baru sebagai dampak dari terus meningkatnya kasus resistensi antibiotik secara global.
Selama mengikuti konferensi, peserta melihat berbagai perkembangan terbaru di bidang bioteknologi yang sebelumnya mungkin hanya dibaca melalui jurnal. Diskusi yang berlangsung juga cukup aktif, terutama pada sesi tanya jawab, di mana peserta saling bertukar pandangan dan pengalaman terkait penelitian yang sedang dilakukan. Peserta juga berkesempatan mengunjungi berbagai exhibition booth dari institusi penelitian, industri, dan lembaga pemerintah, seperti MARDI, HCSCI, Novocraft, MPOB, Nuklear Malaysia, Biomics, Apical serta lembaga dan mitra industri yang terlibat dalam pengembangan teknologi pertanian dan bioteknologi, menampilkan berbagai inovasi dan hasil riset terkini di bidang tersebut. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan field trip ke Universiti Teknologi MARA (UiTM), khususnya di Faculty of Plantation and Agrotechnology UiTM, yang memberikan pengalaman langsung bagi peserta dalam mengenal praktik pertanian serta pemanenan komoditas seperti mangga dan kopi.
Selain itu, konferensi ini juga memberikan gambaran bagaimana riset di bidang pemuliaan tanaman dan bioteknologi memiliki peran penting dalam menjawab isu global, seperti ketahanan pangan dan perubahan iklim. Hal ini membuat peserta semakin memahami bahwa penelitian yang dilakukan tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga memiliki dampak yang lebih luas.
Partisipasi dalam IPBBC 2026 ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terus berkembang di dunia penelitian dan berani tampil di forum internasional. Pengalaman ini tidak hanya menjadi motivasi untuk menghasilkan karya ilmiah yang lebih berkualitas dan relevan, tetapi juga menjadi pijakan dalam mengimplementasikan inovasi bioteknologi serta pemuliaan tanaman guna memperkuat ketahanan pangan global dan memitigasi dampak perubahan iklim. Melalui kontribusi riset dan penguatan jejaring akademik tersebut, keikutsertaan mahasiswa ini menjadi wujud nyata dalam mendukung tercapainya target pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs nomor 2 (Zero hunger), SDGs nomor 4 (Quality education), SDGs nomor 13 (Climate action), dan SDGs nomor 15 (Life on land) demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. [Penulis: Zahrotin Saleha]
Sekolah Desain 2026 merupakan program kerja yang diselenggarakan oleh Departemen Media dan Informasi BEM Biologi UGM sebagai wadah untuk mengembangkan keterampilan desain grafis bagi peserta internal BEM Biologi UGM, Keluarga Mahasiswa Fakultas Biologi UGM, dan masyarakat umum yang memiliki minat di bidang desain. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring pada Minggu, 25 April 2026 di Ruang 1 Gedung B Fakultas Biologi UGM pukul 10.35–11.35 WIB dan dihadiri oleh 20 peserta. Sekolah Desain 2026 bertujuan memberikan pelatihan dan pemahaman mengenai prinsip dasar desain grafis, teknik desain yang efektif, serta penggunaan software yang relevan, khususnya Figma sebagai aplikasi desain kolaboratif yang banyak digunakan saat ini. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat mengeksplorasi kreativitas, meningkatkan keterampilan desain, dan memperluas koneksi dengan lingkungan internal maupun eksternal.
Kegiatan diawali oleh pembukaan dari Master of Ceremony, Muhammad Fikri Faidhillah. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana Sekolah Desain 2026, Marvelle Jevon Sia, serta Ketua BEM Biologi UGM Kabinet Jivana Pradibta, Nelson Joshep Dharmawan. Sesi utama menghadirkan Godgift Venitta Silaen dari Universitas Gadjah Mada sebagai narasumber yang memiliki banyak pengalaman di bidang media, termasuk desain, dekorasi, dan dokumentasi (DDD) pada acara Gelex serta berbagai pengalaman serupa lainnya. Dalam sesi pematerian, narasumber membahas prinsip umum desain grafis, pentingnya desain sebagai media komunikasi yang efektif, serta pengenalan dan demonstrasi penggunaan Figma. Setelah itu, peserta mengikuti praktik study case berupa pembuatan poster bertema Hari Bumi selama 20 menit agar dapat langsung menerapkan materi yang telah dipelajari. Hasil karya kemudian dikumpulkan melalui Google Form yang telah disediakan panitia dan dipilih tiga poster terbaik untuk mendapatkan apresiasi. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif, penyampaian kesan dan pesan, dokumentasi bersama, hingga penutupan. Melalui rangkaian kegiatan ini, Sekolah Desain 2026 diharapkan mampu membantu peserta memahami dunia desain grafis dengan lebih baik sekaligus mendorong lahirnya ide-ide kreatif yang bermanfaat. [Penulis: BEM]
Yogyakarta, 22 April 2026 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali mencatat prestasi membanggakan. Salah satu mahasiswa Program Doktor Biologi, Dr. Stanley Evander Emeltan Tjoa, S.Si., M.Biotek., dinobatkan sebagai lulusan terbaik pada wisuda periode III TA 2025/2026 dengan capaian akademik yang luar biasa.
Stanley berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,0 dan menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 5 bulan 14 hari, menjadikannya salah satu lulusan tercepat di program doktoral. Mahasiswa asal Ternate, Maluku Utara ini menempuh pendidikan melalui skema by research sambil tetap aktif bekerja di industri farmasi, tepatnya di PT Konimex.
Di bawah bimbingan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.selaku promotor, serta ko-promotor Prof. Dr.Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Si., M.Eng. dan Prof. Drs. Mudasir, M.Eng., Ph.D., Stanley mengembangkan riset yang menjembatani dunia akademik dan industri, khususnya dalam pengembangan kit ekstraksi DNA tumbuhan berbasis biologi molekuler.
Dalam sambutannya sebagai wakil wisudawan di Grha Sabha Pramana UGM, Stanley menyampaikan bahwa perjalanan akademik bukanlah tanpa tantangan. Ia menyoroti berbagai dinamika yang dihadapi mahasiswa, mulai dari kegagalan eksperimen hingga tekanan dalam mengambil keputusan. Namun, ia menegaskan bahwa setiap tantangan merupakan bagian dari proses pembelajaran yang membentuk ketangguhan dan kebijaksanaan.
“Wisuda bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju dunia yang lebih luas, penuh peluang dan tantangan. Setiap kegagalan adalah batu loncatan, dan setiap keberhasilan adalah bukti bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil” ungkapnya.
Stanley juga menekankan pentingnya nilai adaptif, fleksibel, dan kompromi sebagai kunci keberhasilannya dalam menyelesaikan studi secara optimal, bahkan di tengah kesibukan profesional. Selama masa studinya, ia berhasil menghasilkan 7 publikasi ilmiah internasional, dengan beberapa di antaranya memiliki dampak signifikan di bidangnya.
Prestasi ini sekaligus mencerminkan kualitas pendidikan dan ekosistem riset di Fakultas Biologi UGM yang terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan global. Capaian tersebut juga sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya: SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Sebagai bagian dari komitmen internasionalisasi pendidikan, Program Sarjana dan Pascasarjana Fakultas Biologi UGM juga membuka berbagai peluang program double degree, antara lain:
- Program Sarjana bekerja sama dengan:
-
- The Australian National University (Australia)
- University of Leeds (Inggris)
- Universiti Tun Hussen On Malaysia (Malaysia)
- Program Magister bekerja sama dengan:
- University of Dundee (Inggris)
- University of Leeds (Inggris)
- University of Technology Sydney (Australia)
- Program Doktor bekerja sama dengan:
- Leiden University (Belanda)
Melalui capaian ini, Stanley tidak hanya menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara akademisi dan industri mampu menghasilkan inovasi yang berdampak.
Yogyakarta, 20 April 2026 — Beberapa staff dosen Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada telah sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk praktikum bertajuk “Transpirasi pada Tanaman Obat” pada tanggal 15–16 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtanyoma), Jurusan Pertanian, Prodi Agribisnis Hortikultura sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi akademik dan keterampilan praktis di bidang Fisiologi tumbuhan. Dalam setiap sesi praktikum diikuti oleh 30 mahasiswa peserta praktikum.
Pada hari pertama, acara pembukaan dan sambutan diberikan oleh Prof. Dr. Eko Agus Suyono M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama. Selanjutnya pada hari kedua pembukaan dan sambutan diberikan oleh Prof. Dr. Bambang Retnoaji MSc. Selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Adapun penjelasan teori tentang Transpirasi pada tanaman diberikan oleh Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St., dan kegiatan praktikum didukung oleh tim pengajar yang terdiri dari Dr. Siti Nurbaiti dan Sidiq Permana Putra M.Si. Selain itu laboran (Martono dan A.F. Milasari), dua orang mahasiswa (Ferdi Arif dan Dewi Widiarti) serta Hasni Indriyanti S.Si, juga membantu kelancaran kegiatan paraktikum.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap proses transpirasi pada tanaman obat, khususnya jahe (Zingiber officinale Rosc.) dan kencur (Kaempferia galanga L), menggunakan metode kertas kobalt klorida sebagai indikator tingkat penguapan air melalui stomata. Melalui pendekatan eksperimen ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam memahami mekanisme fisiologis tanaman, terutama bagaimana tanaman mengatur kehilangan air sebagai respons terhadap kondisi lingkungan. Penggunaan tanaman obat sebagai objek penelitian juga memberikan nilai tambah karena relevansinya dalam sektor pertanian dan kesehatan. Prof. Kumala Dewi MSc.St. menyampaikan bahwa variasi perlakuan dalam kegiatan praktikum Transpirasi ini dirancang untuk memperkuat pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis mahasiswa. “Transpirasi merupakan proses penting dalam kehidupan tanaman, terutama dalam menghadapi berbagai kondisi cekaman seperti kekeringan. Dengan memahami mekanisme ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan strategi budidaya yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” ujarnya. Mahasiswa mengikuti kegiatan praktikum dengan cukup antusias dan untuk masingmasing sesi praktikum, 3 orang mahasiswa yang mencapai nilai tertinggi dalam pretest diberikan apresiasi dalam bentuk doorprice.
Kegiatan praktikum ini juga sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam aspek ketahanan pangan (SDG pilar No 2 : Zero Hunger), pendidikan berkualitas (SDG pilar no 4: Quality Education), serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG pilar no 12: Responsible Consumption and Production). Pemahaman yang lebih baik mengenai adaptasi tanaman terhadap lingkungan diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan sistem pertanian yang tangguh di masa depan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Fakultas Biologi berharap dapat terus berperan aktif dalam mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Penghargaan Nasional berupa Juara 1, Gold Medal, dan Best Poster pada lomba Esai Nasional Nusantara Creative Competition (NCC) 3 tanggal 11 – 12 April 2026. NCC 3 2026 merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) Bekerjasama dengan Politeknik TEDC Bandung setiap satu tahun sekali. Kegiatan NCC 3 dilaksanakan secara offline pada jenjang siswa dan mahasiswa yang terdiri dari lomba esai. Perlombaan ini mengusung tema “Ide, Inovasi, dan Keberanian Berpikir Generasi Muda Sebagai Fondasi Kemajuan Nusantara”.

Mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Angkatan 2022, yaitu Salsabila Arwa Maharani, Winda Lutfiana Hafidz, dan Intan Nur Aprilia, dan berhasil meraih prestasi berupa Juara 1, Gold Medal, dan Best Poster pada Lomba Esai yang diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) Bekerjasama dengan Politeknik TEDC Bandung 2026 di bawah bimbingan Ibu Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D. Karya esai ini diajukan dengan subtema “Lingkungan” yang berjudul “Rekayasa Comamonas thiooxidans Berbasis PETase, MHETase, dan LuxCDABE sebagai Biosensor Bioluminesensi dan Agen Biodegradasi PET pada Lingkungan Tercemar Mikroplastik”.
Meningkatnya pencemaran mikroplastik di Indonesia menjadi latar belakang penyusunan karya esai ini. Inovasi yang diangkat berupa rekayasa Comamonas thiooxidans berbasis PETase, MHETase, dan luxCDABE sebagai biosensor bioluminesensi sekaligus agen biodegradasi PET, menawarkan solusi berkelanjutan dalam mendeteksi serta mengurangi pencemaran mikroplastik di lingkungan. Sistem ini memungkinkan deteksi produk degradasi plastik PET secara real-time melalui sinyal bioluminesensi, sekaligus mempercepat proses penguraian polimer PET menjadi senyawa yang lebih sederhana. Inovasi tersebut tidak hanya menghadirkan metode pemantauan lingkungan yang ramah lingkungan dengan biaya rendah, tetapi juga memiliki nilai aplikatif tinggi karena dapat menjadi alternatif dari metode konvensional yang cenderung mahal dan kurang praktis di lapangan. Diharapkan, penerapan biosensor rekombinan ini menjadi strategi berkelanjutan dalam pengendalian pencemaran mikroplastik, serta mendukung perlindungan ekosistem dan kesehatan masyarakat di sekitar area terdampak. Dengan demikian, lingkungan yang terpapar mikroplastik dapat dipantau secara efektif sehingga risiko dampak negatif terhadap organisme hidup dapat ditekan. Lingkungan yang lebih bersih dan aman akan mendorong keberlanjutan ekosistem, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendukung pengelolaan sumber daya alam yang lebih bertanggung jawab di masa depan, sehingga mampu mendukung tercapainya SDGs ke-3, ke-6, ke-12, dan ke-14. [Penulis: Salsabila Arwa Maharani]
Prestasi gemilang ditorehkan oleh tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam ajang IGNITE FUTURE FEST 2026 yang diselenggarakan oleh Futura Innovation Hub bekerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 3–6 April 2026. Tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang diketuai oleh Widya Arum Prastanti, bersama Husna Nadia dan Regina Siska Ekaristi Nainggolan, berhasil meraih Honorable Medal pada esai kategori Gizi & Kesehatan dengan judul “Abon BioFerra: Inovasi Pangan Fungsional Berbasis Belut dan Ampas Tahu sebagai Upaya Pencegahan Anemia.”
Esai yang ditulis mengangkat isu serius tentang tingginya prevalensi anemia di Indonesia. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia, menurunkan daya tahan tubuh, performa belajar, serta meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Tim ini menilai bahwa pendekatan suplementasi tablet tambah darah selama ini belum sepenuhnya efektif karena rendahnya kepatuhan konsumsi dan efek samping yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, mereka merancang solusi berbasis pangan fungsional yang dapat diintegrasikan langsung ke dalam pola konsumsi harian.
Gagasan utama yang mereka tawarkan adalah Abon BioFerra, sebuah inovasi pangan fungsional berbentuk abon yang memanfaatkan dua bahan utama: belut sebagai sumber zat besi heme dengan bioavailabilitas tinggi, serta ampas tahu yang merupakan limbah industri pangan namun masih kaya akan protein dan serat. Pemilihan bentuk abon didasarkan pada tingkat penerimaan masyarakat Indonesia yang sudah sangat akrab dengan produk abon, baik dari segi rasa, kepraktisan, maupun daya simpannya yang lama. Selain itu, pemanfaatan ampas tahu juga mengusung prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production).
Keberhasilan tim ini tidak lepas dari kedalaman analisis, orisinalitas gagasan, serta kemampuan mereka dalam mempresentasikan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan. Para juri memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan holistik yang mengintegrasikan isu gizi, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal dalam satu produk pangan.
Dalam langkah selanjutnya, tim BioFerra berharap inovasi ini tidak hanya berhenti sebagai gagasan dalam kompetisi, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil dan remaja putri. Mereka juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, pemerintah, dan industri pangan, untuk mewujudkan pencegahan anemia yang lebih efektif, terjangkau, dan berkelanjutan di Indonesia. [Penulis: Widya Arum Prastanti]
Yogyakarta, 11 April 2026 — TUK Bioteknologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan kegiatan Uji Kompetensi Kualifikasi Skema Kultur Jaringan II yang dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Atas, Ruang Kuliah 7, serta Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM.
Kegiatan ini menghadirkan asesor dari LSP Pertanian Malang, yaitu Ibu Ari Setyowati, M.P., yang bertugas melakukan asesmen terhadap kompetensi peserta sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Acara dipandu oleh MC, Matin Nuhamunada, Ph.D. dan diawali dengan laporan oleh Ketua Pelaksana Uji Kompetensi Kultur Jaringan, Ibu Wahyu Aristyaning Putri, Ph.D. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Prof. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. Kegiatan ini kemudian secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc.
Lima belas peserta yang mengikuti uji kompetensi ini berasal dari 9 universitas dan perusahaan di Indonesia. Peserta terbagi kedalam dua jalur uji, yaitu portofolio dan observasi. Pada sesi pagi, seluruh peserta melaksanakan ujian tertulis kemudian dilanjutkan dengan wawancara untuk peserta jalur portofolio. Pada sesi siang, untuk peserta jalur observasi, dilaksanakan ujian praktik untuk menguji keterampilan teknis peserta dalam bidang kultur jaringan.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan komitmen Fakultas dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas (SDG No. 4), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG No. 8) dan industri, inovasi, dan infrastruktur (SDG No. 9).
Melalui kegiatan uji kompetensi ini, diharapkan peserta memperoleh pengakuan kompetensi yang dapat mendukung pengembangan karier profesional sekaligus memperkuat daya saing di dunia kerja, baik di sektor akademik maupun industri.
Kabinet Alocasia Kelompok Studi Arsitektur Taman (KSAT) Biologi UGM telah berhasil melaksanakan kegiatan Grand Launching pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkenalkan visi, misi, struktur kepengurusan, dan program kerja Kabinet Alocasia sebagai langkah awal kepengurusan pada periode yang sedang berlangsung. Rangkaian kegiatan Grand Launching dilaksanakan di Ruang 1 Gedung B Fakultas Biologi UGM dan dihadiri oleh anggota aktif KSAT, 9 kelompok studi dan lembaga internal Fakultas Biologi, serta organisasi eksternal fakultas yaitu Klinik Agromina Bahari (KAB) dari Fakultas Pertanian.
Kegiatan Grand Launching diawali dengan registrasi tamu undangan, kemudian dibuka oleh MC yaitu Nailah Attarafishah Suryanto (KSAT 2024) dan Khanza Nayla Hartanto (KSAT 2025). Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada dan Mars Biologi sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa dan institusi. Kemudian dilakukan penayangan Video Profil KSAT untuk mengenalkan KSAT kepada pihak eksternal, dimana video tersebut menjelaskan tentang tingkatan keanggotaan, divisi keilmuan, nonkeilmuan, dan program kerja KSAT. Kegiatan berlanjut dengan sambutan pembina KSAT, Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si., akan tetapi beliau berhalangan hadir, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ferdy Arif Saputra (KSAT 2023) selaku Ketua KSAT dan Ketua Pelaksana Grand Launching KSAT 2026.
Sesi kegiatan berikutnya adalah pengenalan Kabinet Alocasia oleh Ferdy Arif Saputra (KSAT 2023). Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan program kerja masing-masing divisi kepengurusan Kabinet Alocasia, diawali dengan pemaparan program kerja Ketua KSAT oleh Ferdy Arif Saputra (KSAT 2023), program kerja Wakil Ketua KSAT oleh Talitha Daris Nirwasita (KSAT 2023), program kerja sekretaris oleh Anis Fauzia Rahma (KSAT 2024), dan program kerja bendahara oleh Debora Putri Maharani (KSAT 2024). Kemudian kegiatan berlanjut dengan pengenalan program kerja divisi keilmuan Kabinet Alocasia oleh Salma farah Yumna (KSAT 2023). Selanjutnya adalah pengenalan program kerja masing-masing divisi nonkeilmuan Kabinet Alocasia, diantaranya pemaparan program kerja divisi Kreatif oleh Nadia Cahyaningtyas (KSAT 2024), divisi Kewirausahaan oleh Aisyah Alfiyah Rizky (KSAT 2024), divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) oleh Lintang Sekar Madya Ratri (KSAT 2024), divisi Kerumahtanggaan oleh Azizah Laila Mumtas (KSAT 2024), serta divisi Media dan Komunikasi oleh Dhevytha Syalma Clariesna Iswan (KSAT 2024).
Akhir rangkaian Grand Launching Kabinet Alocasia berisikan sesi tanya jawab yang dilaksanakan setelah seluruh pemaparan selesai, memberikan kesempatan peserta untuk menggali lebih lanjut mengenai kepengurusan Kabinet Alocasia KSAT. Selain itu, terdapat sesi game interaktif yang disambut dengan antusias oleh seluruh peserta. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan dari tamu undangan terhadap rangkaian kegiatan. Kemudian kegiatan resmi ditutup dengan doa dan dokumentasi.
Kegiatan Grand Launching Kabinet Alocasia KSAT 2026 telah sukses diselenggarakan dengan baik dan tepat waktu. Acara ini menjadi langkah penting untuk memperkenalkan kepengurusan baru KSAT yaitu Kabinet Alocasia, bukan hanya kepada anggota internal KSAT tetapi juga kepada eksternal KSAT. Seperti slogan KSAT yaitu “Berakar Kokoh Menembus Peradaban” dan seperti tanaman Alocasia yang berbatang kokoh tetapi lentur dengan daun yang lebar, Kabinet Alocasia berkomitmen membangun internal KSAT yang kuat melalui kebersamaan, senantiasa membuka diri terhadap kolaborasi eksternal, serta terus memberi kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar hingga masyarakat luas. [Penulis: Panitia Grand Launching KSAT 2026]



















































