Mewujudkan Pendidikan Berkualitas (SDG 4)
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17)
Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Kamis, 21 Mei 2026






Mewujudkan Pendidikan Berkualitas (SDG 4)
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17)
Pengabdian kepada Masyarakat Selasa, 19 Mei 2026
Pada Jum’at, 15 Mei 2026 telah berlangsung pertemuan anggota PKK RT 22 Kelurahan Prenggan Kotagede Yogyakarta dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Biologi UGM. Pada pertemuan tersebut telah dilakukan sosialisasi sekaligus edukasi tentang Penyakit Tular Vektor, khususnya yang dibawa oleh Binatang pengerat, tikus. Sebagai narasumber kegiatan adalah Dr.Dra. Rr. Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, B.Sc., DAP&E, M.Biomed. Selain sekitar 30 orang anggota PKK, kegiatan tersebut dihadiri juga oleh ibu ketua PKK RT22, Ibu Ir. Yunizar, Bapak Ketua RT 22 Bapak Wahyu, dan dari pemuda.




Diketahui bahwa penyakit tular vektor saat ini masih menjadi masalah Kesehatan Masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Yogyakarta, khususnya di Kelurahan Prenggan. Beberapa penyakit yang ditularkan oleh vektor diantaranya adalah, DBD, Chikungunya, Zika, Filariasis yang ditularkan nyamuk, juga penyakit pes, leptospirosis, infeksi hanta virus yang bersumber tikus, serta penyakit yang bersumber dari lalat, seperti salmonellosis dan kecacingan. Banyaknya penyakit yang cenderung berada disekitar kehidupan ini telah menimbulkan diskusi yang hangat setelah pemaparan materi. Kegiatan ini akan berlanjut dengan pelatihan dan workshop tatacara penangkapan dan penanganan tikus secara baik dan benar. Kegiatan ini mendukung komitmen global dan nasional dalam upaya untuk mensejahterakan Masyarakat melalui SDGs: (3) Kehidupan sehat dan sejahtera; (4) Pendidikan yang berkualitas; (11) Kota dan Permukiman yang berkelanjutan, dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Pengabdian kepada MasyarakatPengelolaan Sampah Selasa, 19 Mei 2026
Pada Minggu, 10 Mei 2026 telah berlangsung pertemuan anggota PKK Padukuhan Karanggayam bersama tim pengabdian Desa Mitra dari Fakultas Biologi UGM yang diketuai oleh Dr.Dra. Rr. Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, B.Sc., DAP&E., M.Biomed. Hadir pada pertemuan tersebut Ibu Dukuh, Ibu Wiwik Dwi Karyawatiningsih dan 26 orang anggota PKK. Selain itu pada kegiatan ini juga dihadiri 4 orang mahasiswa biologi yang akan membantu pelaksanaannya, yaitu Harfian Septiani, Keisha Anugrah, Arya Nurma Walyati, dan Inaya Dwiandra. Pada pertemuan tersebut dibahas berbagai permasalahan padukuhan, yaitu terkait penanganan sampah, keberadaan bank sampah, pelaksanaan Posyandu bagi balita dan lansia, banyaknya tikus, serta beberapa permasalahan lainnya.




Padukuhan Karanggayam merupanan salah satu dari 20 padukuhan di Kalurahan Caturtunggal, dengan kondisi penduduk yang trans-sosial, sedikit penduduk asli namun banyak pendatang dan pekerja, sehingga cenderung banyak permukiman yang berfungsi sebagai tempat kos dan warung makan. Untuk itu kegiatan pengabdian akan menyesuaikan dengan kondisi lapangan yang ada. Inisiasi kegiatan dan koordinasi terus dilakukan untuk keberhasilan kegiatan tersebut, terutama dalam mendukung “green environment dan green living”. Kegiatan ini mendukung komitmen global dan nasional dalam upaya untuk mensejahterakan Masyarakat melalui SDGs: (3) Kehidupan sehat dan sejahtera; (11) Kota dan Permukiman yang berkelanjutan, dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Senin, 11 Mei 2026



Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Senin, 11 Mei 2026




Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Selasa, 5 Mei 2026





Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Senin, 22 Desember 2025





Pengabdian kepada Masyarakat Minggu, 14 Desember 2025
Tim peneliti dari Fakultas Biologi UGM yang diketuai oleh Ganies Riza Aristya, Ph.D., telah berhasil mencapai tonggak penting dalam penelitian genomik tanaman stroberi Indonesia dengan mengungkap dan mengkarakterisasi genom kloroplas lengkap dari kultivar stroberi unggulan lokal kulitiva Mencir. Penelitian yang didukung pendanaan Fundamental Dasar dari Kementerian Pendidian Tinggi, Sains dan Teknologi ini berhasil mengoptimalkan metode ekstraksi DNA berkualitas tinggi menggunakan modifikasi buffer CTAB, menghasilkan DNA dengan kemurnian dan konsentrasi optimal untuk sekuensing generasi berikutnya. Teknologi sekuensing nanopore ONT PromethION berhasil menghasilkan data genomik kloroplas yang lengkap, dengan total panjang 155.568 pasang basa, yang kemudian dirangkai dan dianotasi secara komprehensif.




Analisis mendalam terhadap genom tersebut mengungkap struktur dan organisasi gen-gen kritis yang terlibat dalam fotosintesis dan regulasi gen kloroplas, yaitu kelompok gen ndh, pet, dan rpo. Pemetaan struktur exon-intron, analisis conserved motifs, serta prediksi struktur 3D protein berhasil memberikan gambaran detail tentang kompleksitas dan kekhasan masing-masing kelompok gen. Lebih lanjut, penelitian yang beranggotakan 3 mahasiswa Fakultas Biologi yaitu Tika Nur Amini, Andreas Wibisono, Tan Rendy ini juga mampu menganalisis filogenetik yang kuat di antara spesies dalam famili Rosaceae, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai sejarah evolusi dan pola pewarisan kloroplas pada stroberi hibrida komersial (Fragaria × ananassa).
Kegiatan penelitian ini tidak hanya menghasilkan data dasar yang sangat berharga, tetapi juga telah memenuhi sejumlah luaran nyata, dua publikasi penelitian di jurnal Internasional bereputasi, video dan poster diseminasi. Kerja sama sinergis dengan mitra lokal dengan Agrowisata Inggit stroberi di Magelang dan Sleman—dan mitra Integrated Genome Factory (IGF) di bidang genomik, telah memperkaya proses penelitian dan memastikan relevansi aplikatif hasil yang dicapai.
Secara strategis, pencapaian riset ini memberikan fondasi ilmiah yang kokoh untuk program pemuliaan stroberi berbasis marker molekuler dan teknologi gene editing seperti CRISPR/Cas9. Pada tahun kedua, penelitian akan berfokus pada validasi fungsional gen kandidat dan identifikasi quantitative trait loci (QTL) untuk sifat-sifat agronomi penting, seperti ketahanan penyakit dan efisiensi fotosintesis, yang langsung dapat dimanfaatkan oleh pemulia tanaman.
Akhirnya, kegiatan penelitian ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Mengakhiri Kelaparan, Mencapai Ketahanan Pangan dan Gizi, serta Mengembangkan Pertanian Berkelanjutan. Dengan mengembangkan varietas stroberi unggul yang lebih produktif, tahan cekaman, dan adaptif terhadap kondisi lokal, penelitian ini mendorong sistem pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Selain itu, melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal dan transfer ilmu pengetahuan kepada petani (SDG 4: Pendidikan Berkualitas), serta kolaborasi multipihak yang inklusif (SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), riset ini menjadi contoh nyata bagaimana sains genomik dapat diarahkan untuk mendukung kedaulatan pangan, pemberdayaan komunitas, dan pembangunan pertanian Indonesia yang berkelanjutan dan berkeadilan
Pengabdian kepada Masyarakat Minggu, 14 Desember 2025
Dieng, 16 Juni 2025 – Sebagai komitmen berkelanjutan dalam mendukung peningkatan ekonomi dan pelestarian lingkungan, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melaksanakan kegiatan pendampingan kepada petani kopi di Desa Sikunang, Dieng. Kegiatan yang berlangsung pada 16 Juni 2025 ini merupakan tindak lanjut dari program hibah Desa Mitra yang telah dilaksanakan sebelumnya, dengan fokus pada pendampingan teknis intensif di kebun kopi.
Kegiatan kali ini difokuskan pada pendampingan langsung di lapangan untuk mengatasi tantangan konkret yang dihadapi petani. Tim yang dipimpin oleh Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, M.Biotech., bersama anggota dosen yaitu Dr. Dwi Sendi Priyono, M.Si., Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Si., dan Ganies Riza Aristya, M.Sc., Ph.D., melakukan observasi mendetail terhadap kondisi kebun, menganalisis masalah jarak tanam, serangan hama dan penyakit, serta teknik pemangkasan tanaman kopi yang masih belum optimal.


“Pendampingan tidak bisa hanya sekali. Peningkatan produktivitas dan kualitas kopi memerlukan pendampingan berkelanjutan dan pemantauan intensif agar perubahan metode budidaya dapat diterapkan dengan benar dan berbuah hasil,” jelas Dr. Abdul dalam sambutannya. Selain diskusi, tim juga memberikan demonstrasi praktis tentang teknik pemangkasan yang baik untuk merangsang pertumbuhan cabang produktif, pengenalan hama dan penyakit utama kopi di wilayah Dieng, serta cara pembuatan dan aplikasi pupuk alami untuk mendukung pertanian organik. Hal ini sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan yang menjadi salah satu pilar program.
Kepala Desa Sikunang menyambut baik kelanjutan program ini. “Kehadiran tim dari UGM memberikan energi dan ilmu baru bagi petani kami. Kami berharap dengan pendampingan yang kontinu, produktivitas kopi Sikunang bisa meningkat signifikan dan menjadi komoditas unggulan baru di samping sayuran,” ujarnya. Para petani terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai kendala yang ditemui sehari-hari di kebun. “Pelatihan sebelumnya sangat membantu. Sekarang dengan pendampingan langsung seperti ini, kami jadi lebih paham cara menerapkannya di kebun sendiri,” kata salah satu petani kopi setempat.
Program pendampingan lanjutan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Fakultas Biologi UGM untuk memberdayakan petani kopi Dieng. Rencananya, pendampingan akan terus dilakukan secara periodik, dengan memadukan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan inisiatif lain, untuk memastikan transformasi menuju pertanian kopi yang produktif, berkualitas, dan berkelanjutan benar-benar terwujud. Program ini merupakan wujud tri dharma perguruan tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat, yang bertujuan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi biologis guna memecahkan masalah nyata di masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan menjaga kelestarian lingkungan.
Secara lebih luas, kegiatan pendampingan ini berkontribusi langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya: SDG 1: Tanpa Kemiskinan dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi – melalui peningkatan produktivitas dan pendapatan petani kopi, SDG 2: Tanpa Kelaparan – dengan mendorong diversifikasi pertanian dan ketahanan pangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab – melalui pelatihan praktik pertanian berkelanjutan dan organic dan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 15: Ekosistem Daratan – dengan mengedepankan pelestarian lingkungan, penggunaan pupuk alami, dan pengelolaan kebun yang ramah ekosistem.
Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Jumat, 12 Desember 2025
Tegalrejo, 11 Desember 2025,









