

Kegiatan MahasiswaPrestasi Senin, 26 Januari 2026

Kegiatan MahasiswaPrestasi Senin, 26 Januari 2026
Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Tim MYCOBIOME berhasil meraih Gold Medal dalam ajang International Young Moslem Inventor Award (IYMIA) 2026, sebuah kompetisi inovasi internasional yang diselenggarakan pada 15–18 Januari 2026.



International Young Moslem Inventor Award (IYMIA) merupakan ajang yang bertujuan mendorong generasi muda dalam mengintegrasikan kemajuan sains dengan nilai-nilai religius, serta menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan global. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor (IPB). Ajang ini menjadi salah satu platform strategis bagi pelajar dan mahasiswa dari Indonesia maupun mancanegara untuk mempresentasikan karya inovasi berbasis riset.
Tim MYCOBIOME yang terdiri dari Aryan Mustamin, Ni’ma Ainul Fuadi Nurkhalis, Shuha Ma’muriyah Halim, Siti Aeniah, dan Wiwin Ariesti, berhasil menunjukkan keunggulan inovasi mereka di antara peserta internasional. Tim ini juga didampingi oleh Sari Darmasiwi, S.Si., M.Biotech., Ph.D. sebagai supervisor dalam proses pengembangan inovasi.
Yang membuat capaian ini semakin istimewa, kemenangan Tim MYCOBIOME diraih di tengah situasi yang penuh tekanan. Seluruh anggota tim berada pada fase krusial akademik—mulai dari persiapan sidang, penyusunan dokumen akhir, hingga proses pendaftaran yudisium. Dalam kondisi waktu yang sangat terbatas, tim tetap memutuskan untuk mengambil tantangan mengikuti kompetisi internasional dan menyelesaikan seluruh persyaratan lomba secara maksimal.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa membawa nama UGM dan Indonesia di ajang internasional ini. Jujur, ini kami jalani di tengah masa-masa paling padat, karena sebagian dari kami sedang berada di penghujung sidang dan proses menuju yudisium. Tapi kemenangan ini membuktikan bahwa keterbatasan waktu tidak menghalangi kami untuk tetap berkarya dan memberikan yang terbaik,” ungkap Aryan Mustamin selaku ketua tim.
Pada ajang IYMIA 2026, Tim MYCOBIOME mengusung inovasi bertajuk MYCOBIOME™ Postbiotic Gel Moisturizer, sebuah produk skincare microbiome-friendly yang dikembangkan melalui pendekatan bioteknologi hijau dengan memanfaatkan biodiversitas Indonesia. Inovasi ini dirancang sebagai solusi untuk menjawab tantangan kulit tropis modern, seperti kerusakan skin barrier, kulit sensitif, serta ketidakseimbangan mikrobioma kulit (disbiosis) yang sering dipicu oleh polusi, paparan sinar UV, dan penggunaan produk sintetis secara berlebihan.
“Di tengah padatnya agenda akademik, kami tetap berusaha menjaga semangat riset. Kami ingin menghadirkan produk skincare yang tidak hanya fokus pada hasil instan, tetapi juga memperhatikan keseimbangan mikrobioma kulit sebagai dasar kesehatan kulit jangka panjang, terutama untuk kondisi iklim tropis seperti Indonesia,” ujar Ni’ma Ainul Fuadi Nurkhalis.
Keunggulan utama MYCOBIOME terletak pada kombinasi biomaterial lokal, yaitu fungal chitosan sebagai alternatif non-alergenik dari chitosan berbasis udang, alginat rumput laut Indonesia sebagai pembentuk bio-hydrogel alami untuk hidrasi tahan lama, serta postbiotic Lactobacillus plantarum yang diperoleh dari fermentasi kopi lokal. Sinergi ketiga komponen ini menghasilkan gel moisturizer yang mampu memberikan hidrasi adaptif, membantu memperkuat lapisan pelindung kulit, serta menjaga keseimbangan mikroorganisme baik pada kulit.
“Bagi kami, MYCOBIOME bukan hanya inovasi untuk lomba. Ini adalah bentuk keyakinan bahwa biodiversitas Indonesia bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi dan mampu bersaing di tingkat global. Meski kami berpacu dengan waktu, kami tetap ingin menjaga kualitas dan pesan ilmiah dari inovasi ini,” kata Shuha Ma’muriyah Halim.
Selain menawarkan manfaat fungsional bagi kesehatan kulit, inovasi MYCOBIOME juga menekankan aspek keberlanjutan melalui pemanfaatan biomassa terbarukan, metode produksi hemat energi, serta pendekatan ramah lingkungan. Inovasi ini sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), serta SDG 13 (Climate Action).
“Kemenangan ini terasa sangat bermakna karena kami meraihnya di tengah masa yang melelahkan secara akademik. Namun, justru di situ kami belajar bahwa riset dan inovasi harus tetap berjalan—karena manfaatnya bisa melampaui ruang kelas dan berdampak untuk masyarakat,” tutur Siti Aeniah.
Perjalanan menuju kemenangan tentu tidak mudah. Tim MYCOBIOME menghadapi tantangan besar dalam menyusun konsep, menyempurnakan ide, serta mempersiapkan presentasi secara maksimal dalam waktu yang terbatas. Mulai dari penyusunan naskah, finalisasi materi, hingga latihan presentasi dilakukan secara intensif di sela-sela jadwal akademik yang padat.
“Kompetisi ini benar-benar menguji manajemen waktu dan kekompakan kami. Ada momen kami harus menyelesaikan revisi lomba di sela-sela urusan sidang dan administrasi akhir. Tapi pengalaman ini sangat berharga karena mengajarkan kami untuk tetap fokus, disiplin, dan percaya pada kerja tim,” ujar Wiwin Ariesti.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri global. Keberhasilan Tim MYCOBIOME meraih Gold Medal di IYMIA 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berinovasi, serta memberikan kontribusi nyata melalui riset dan pengembangan teknologi berbasis potensi lokal Indonesia. [Penulis: Aryan Mustamin]
Prestasi Selasa, 20 Januari 2026

Dua mahasiswa Program Magister Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Mardian Isnawati dan Mifta Mardiah, berhasil meraih Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional yang diselenggarakan secara daring oleh BEM FKIP Universitas Wiraraja dalam ajang Education Day Competition (EDC) pada Desemebr 2025. Kompetisi ini mengangkat subtema “Pendidikan Karakter dan Literasi Sosial di Era Digital” dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Capaian ini menunjukkan peran mahasiswa Magister Biologi UGM dalam menyusun gagasan ilmiah yang relevan dengan isu pendidikan dan kesehatan masyarakat. Keberhasilan Mardian Isnawati dan Mifta Mardiah juga sejalan dengan upaya UGM dalam mendorong penelitian aplikatif yang dapat dimanfaatkan untuk menjawab permasalahan kesehatan, khususnya di wilayah dengan risiko penyakit yang masih tinggi. “Kami mengangkat topik ini karena malaria masih menjadi salah satu tantangan penyakit menular di Indonesia bagian timur, khususnya di Papua Barat, dan kami melihat pendidikan di sekolah sebagai langkah penting untuk membangun pencegahan sejak dini,” ujar Mardian Isnawati dan Mifta Mardiah.
Karya ilmiah yang mengantarkan prestasi tersebut berjudul “Best Practice: Inovasi Implementasi Mulok Malaria untuk Penguatan Karakter Siswa Era Digital di Papua Barat”. Tulisan ini mengangkat permasalahan tingginya kasus malaria di kalangan pelajar Papua Barat, salah satu wilayah yang menyumbang sebagian besar beban malaria nasional, serta menekankan pentingnya muatan lokal (mulok) malaria sebagai pembelajaran kontekstual untuk membentuk karakter pencegahan penyakit sekaligus meningkatkan literasi sosial dan digital siswa. Melalui pendekatan Social and Behavior Change Communication (SBCC), Mardian Isnawati dan Mifta Mardiah mendokumentasikan praktik terbaik implementasi mulok malaria berbasis pembelajaran digital, kolaboratif, dan kontekstual di sekolah dasar daerah endemis tinggi. Inovasi seperti Detektif Jentik Cilik, Malaria Melody Project, dan Malaria Digital Challenge menunjukkan bahwa integrasi pendidikan, teknologi, dan kesehatan mampu menjadikan siswa sebagai agen perubahan dalam mendukung target eliminasi malaria Indonesia tahun 2030. [Penulis: Mardian Isnawati]
Prestasi Minggu, 21 Desember 2025
Malaysia (13/12), salah satu dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc., mengikuti International Conference of Applied Science and Education (i-CASE) in conjunction with 13th International Postgraduate Conference On Science And Mathematics (IPCSM) 2025 di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Tanjong Malim Perak, Malaysia. Tema yang diusung oleh konferensi ini adalah “Empowering Generations: Advancing Knowledge through Science and Education” dengan peserta lebih dari 300 peneliti dari ASEAN dan Afrika serta puluhan mahasiswa pasca sarjana UPSI Malaysia. Konferensi diselenggarakan pada 12-14 Desember 2025, diawali dengan workshop yang terbuka untuk seluruh peserta. Beberapa workshop yang ditawarkan adalah Chemistry Education Workshop, Glass Blowing Workshop, Thermogravimetry Analysis Workshop dan UV-Visible Spectrophotometry Workshop. Hari berikutnya dilaksanakan acara utama yaitu paparan keynote speaker dilanjutkan dengan presentasi peserta baik oral maupun poster presentation. Seminar internasional ini menyuguhkan empat orang keynote speaker, yaitu Professor Emeritus Dato’ Dr. Musa Ahmad (UPSI, Malaysia), Professor Dr. Suyanta, Msi. (UNY, Indonesia), Professor Dr. Ong Eng Tek (UCSI, Malaysia) dan Professor Dr. Azmi Mohamed (UPSI, Malaysia).



Dwi Umi menjadi salah satu oral presenter pada i-CASE kali ini dengan mengusung topik penelitian “Biofertilizer as Anthracnose Control Agent: Inhibition Colony of Colletotrichum sp. and Accelarate Plant Growth of Chili (Capsicum frutescens L.)”. Manuskrip penelitian ini merupakan hasil riset dan tulisan bersama dengan Rindha Amarsita (mahasiswa Fakultas Biologi UGM), Oryza Enwiera Rain (University of Toronto, Canada), Wiwin Tyas Istikowati (Universitas Lambung Mangkurat) dan Azlan Kamari (Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia). Dwi Umi juga tergabung dalam STEMinist, yaitu tim penelitian yang didanai oleh LPDP dan berfokus pada riset “Plastic Composite Product Toward Zero Waste in Banjarbaru, South Kalimantan, Indonesia”. Hasil riset ini juga dipresentasikan di perhelatan i-CASE UPSI 2025.
Presentasi penelitian terkait biofertilizer oleh Dwi Umi dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Dr. Shazwan bin Saidin, Dr. Faridah Lisa Supian dan Dr. Izan Roshawaty binti Mustapa serta audiens. Pada sesi penutupan konferensi diumumkan pemenang terbaik oral presenter dan poster presenter serta pameran alat hasil riset mahasiswa pascasarjana UPSI. Dwi Umi terpilih menjadi best oral presenter di i-CASE in conjuction IPCSM 2025. “Saya apresiasi hospitality panitia i-CASE yang sangat baik dan saya bangga menjadi best oral presenter di event ini”, ungkap Dwi Umi sesaat setelah menerima piala dari Wakil Rektor UPSI dan Ketua Komite i-CASE. Lebih jauh Dwi Umi menyampaikan bahwa,” Saya menyiapkan presentasi terbaik saya sejak saya memutuskan untuk mengikuti konferensi ini di bulan Oktober silam”. Dwi Umi berharap pengalaman mendapatkan hospitality terbaik ini akan diadopsi oleh instutusi pengelola konferensi internasional, terutama di UGM.
Keikutsertaan Dwi Umi dalam i-CASE 2025 di UPSI merupakan pangejawantahan dari SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (DUS)
PrestasiRilis Berita Kamis, 18 Desember 2025



PrestasiRilis Berita Selasa, 16 Desember 2025






PrestasiRilis Berita Selasa, 16 Desember 2025


PrestasiRilis Berita Jumat, 12 Desember 2025






PrestasiRilis Berita Kamis, 4 Desember 2025
Mahasiswa Fakultas Biologi UGM berhasil meraih penghargaan nasional berupa Juara 3 pada lomba Esai Nasional Chemical Industry Technology Biggest National Competition (CARBON) tanggal 26 November 2025. CARBON 2025 merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Teknologi Industri Kimia Universitas Padjadjaran setiap satu tahun sekali. Kegiatan CARBON dilaksanakan secara offline pada jenjang siswa dan mahasiswa yang terdiri dari lomba esai, case competition, dan poster. Perlombaan ini mengusung tema “Bio-circular Innovation for a Sustainable Future Creating Impact through Science, Technology, and Youth Collaboration”.

Mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Angkatan 2022, yaitu Winda Lutfiana Hafidz, Intan Nur Aprilia, dan Salsabila Arwa Maharani berhasil meraih prestasi berupa Juara 3 pada Lomba Esai yang diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran Tingkat Nasional 2025 di bawah bimbingan Bapak Arief Muammar, S.Si., M.Sc. Karya esai ini diajukan dengan subtema “Affordable Healthcare & Bio-Diagnostics” yang berjudul “Rekayasa Escherichia coli Rekombinan Berbasis merR-luxCDABE dan Metallothionein Sebagai Biosensor Bioluminesen dan Agen Bioremoval Merkuri (Hg) pada Perairan Tercemar”.
Adanya peningkatan pencemaran merkuri akibat aktivitas pertambangan emas di Indonesia, terutama pada wilayah dengan limbah tailing yang mengandung merkuri (Hg) hingga melebihi baku mutu lingkungan, mendasari pembuatan karya esai ini. Inovasi deteksi pencemaran merkuri berbasis biosensor mikroba rekombinan menawarkan solusi berkelanjutan dalam memantau dan mengurangi dampak toksisitas merkuri di area pertambangan emas. Dengan memanfaatkan Escherichia coli yang direkayasa membawa gen merR sebagai sensor, luxCDABE sebagai penghasil sinyal bioluminesen, dan Metallothionein sebagai agen pengikat ion Hg²⁺, teknologi ini mampu memberikan deteksi real-time sekaligus menurunkan kadar logam berat secara langsung. Inovasi yang ditawarkan tidak hanya menghadirkan metode pemantauan lingkungan yang ramah lingkungan dan berbiaya rendah, tetapi juga memiliki nilai aplikatif tinggi karena mampu menggantikan teknik konvensional yang mahal dan tidak praktis di lapangan. Diharapkan penggunaan biosensor rekombinan ini menjadi strategi berkelanjutan yang tidak hanya berkontribusi pada pengendalian pencemaran merkuri, tetapi juga mendukung perlindungan kesehatan masyarakat dan kelestarian ekosistem di sekitar area tambang emas. Dengan menerapkan teknologi biosensor ini, perairan dan lingkungan bekas aktivitas pertambangan dapat dipantau secara efektif sehingga risiko paparan merkuri bagi masyarakat dapat ditekan. Lingkungan yang pulih dan aman dari kontaminasi merkuri akan mendukung keberlanjutan ekosistem, meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar, serta mendorong pengelolaan sumber daya alam yang lebih bertanggung jawab di masa depan. [Penulis: Winda Lutfiana Hafidz]
Prestasi Senin, 1 Desember 2025




[Penulis: Aulia Faza Dyasti]