Boyolali, 11–12 Desember 2025 — Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGM) menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Pengembangan Bioprospeksi yang bertempat di Front One Boutique Adria, Boyolali. Kegiatan ini menjadi wadah penyampaian hasil penelitian dan kajian ilmiah terkait potensi tumbuhan obat di kawasan Gunung Merbabu sebagai upaya mendukung pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan.
Diseminasi ini menghadirkan dua narasumber dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), yaitu Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc. dan Dr. Tri Rini Nuringtyas, S.Si., M.Sc. Kegiatan diikuti oleh Kepala Balai TNG Merbabu beserta jajaran staf, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta pejabat Kementerian Lingkungan Hidup yang turut berpartisipasi secara daring melalui Zoom.
Dalam paparannya, Dr. Tri Rini Nuringtyas, S.Si., M.Sc. menyampaikan hasil penelitian mengenai profiling fitokimia serta uji potensi pengembangan produk berbahan dasar Centella asiatica dan Selaginella. Kajian ini menyoroti kandungan senyawa bioaktif serta peluang pengembangan produk berbasis keanekaragaman hayati lokal yang memiliki nilai tambah dan prospek pemanfaatan lebih lanjut.
Sementara itu, Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc. memaparkan hasil kajian etnobotani yang menjadi dasar ilmiah dalam penyusunan Buku Tumbuhan Obat di Gunung Merbabu. Penelitian ini mendokumentasikan pengetahuan lokal masyarakat terkait pemanfaatan tumbuhan obat, sekaligus memperkuat upaya pelestarian pengetahuan tradisional yang selaras dengan konservasi kawasan.
Secara keseluruhan, penelitian etnobotani dan bioprospeksi tumbuhan di Gunung Merbabu memberikan landasan ilmiah yang penting bagi pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan serta mendukung upaya konservasi tumbuhan di kawasan taman nasional. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari hasil kerja sama jangka panjang antara Fakultas Biologi UGM dan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu dalam pengembangan riset, konservasi, dan pemanfaatan keanekaragaman hayati. Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pengembangan potensi tumbuhan obat, SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui upaya konservasi keanekaragaman hayati, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi antar institusi.



