Yogyakarta, 9 Januari 2026 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu internasional secara hybrid, bertempat di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM serta disiarkan secara daring melalui Zoom Meeting. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM serta peserta dari berbagai universitas lain di Indonesia.
Kuliah tamu menghadirkan dua narasumber dari Department of Life Science, Tunghai University, Taiwan, yaitu Dr. Li-Wei Wu dan Dr. Bo-Cheng Wang, yang merupakan peneliti aktif di bidang biodiversitas dan genetika konservasi. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi UGM, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta menyambut hangat para narasumber dan peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Fakultas Biologi UGM memiliki banyak ahli di bidang entomologi dan genetika, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat menjadi pintu awal bagi kolaborasi riset dan akademik di masa mendatang.
Sesi kuliah tamu dipandu oleh Sukirno, Ph.D., selaku Ketua Program Studi Sarjana Fakultas Biologi UGM, yang juga merupakan dosen dan peneliti di Laboratorium Entomologi. Paparan pertama disampaikan oleh Dr. Li-Wei Wu dengan judul “Applying DNA Sequence and Data Analysis of Butterflies to Biodiversity and Evolutionary Researches”. Materi yang disampaikan berfokus pada phylogeography kupu-kupu Taiwan dan kerabatnya, molecular systematics, serta conservation genetics, yang memberikan gambaran komprehensif mengenai pemanfaatan data molekuler dalam studi evolusi dan keanekaragaman hayati.
Paparan kedua disampaikan oleh Dr. Bo-Cheng Wang dengan judul “Is an Endangered Species Truly at Risk?”. Dalam paparannya, Dr. Wang membahas hasil penelitian whole-genome resequencing pada kupu-kupu ekor layang berekor lebar (Papilio maraho), yang bertujuan untuk menilai tingkat risiko kepunahan spesies tersebut secara lebih akurat berbasis data genomik.
Sepanjang sesi perkuliahan hingga diskusi, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, tercermin dari banyaknya pertanyaan dan diskusi interaktif yang berlangsung. Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM berharap dapat memperkuat jejaring internasional, membuka peluang kolaborasi riset, pertukaran akademik, serta pengembangan kapasitas di bidang biodiversitas dan genetika konservasi. Kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan berkualitas berbasis kolaborasi global, SDG 15 (Life on Land) melalui upaya konservasi keanekaragaman hayati, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan internasional di bidang pendidikan dan penelitian.











