Melaka, 28–30 April 2026
Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali berkesempatan mengikuti forum ilmiah internasional melalui 7th International Plant Breeding and Biotechnology Conference (IPBBC 2026) yang berlangsung pada 28–30 April 2026 di Melaka, Malaysia. Konferensi ini mengangkat tema “Plant Breeding and Biotechnological Innovations for a Resilient Future” dan menjadi wadah bagi peneliti, akademisi, serta mahasiswa dari berbagai negara untuk saling berbagi pengetahuan dan hasil riset di bidang bioteknologi dan pemuliaan tanaman.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Genetics Society of Malaysia (PGM) bekerja sama dengan beberapa institusi seperti Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI), Forest Research Institute Malaysia (FRIM). Selama tiga hari pelaksanaan, konferensi diisi dengan berbagai agenda, mulai dari kuliah utama (Norman Borlaug Lecture), Plenary session presentasi oral dan poster serta field trip. Topik yang dibahas pun cukup beragam, mulai dari genomika tanaman, teknik gene editing, hingga pemanfaatan bioteknologi untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan. Salah satu sesi utama menghadirkan Prof. Dr. Jacqueline Batley sebagai keynote speaker, yang dikenal sebagai peneliti di bidang genomika tanaman dengan rekam jejak publikasi yang kuat (h-index 68).
Konferensi ini juga diikuti oleh peserta lebih dari dari 10 negara, beberapa di antaranya adalah Malaysia, Indonesia, Nigeria, Pakistan, Jepang, India, Bangladesh, Tiongkok, Ghana dan Filipina. Hal ini ini membuat suasana konferensi menjadi lebih hidup dan beragam karena setiap peserta membawa perspektif dan pengalaman riset yang berbeda. Peserta terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Magister Biologi, Fakultas Biologi UGM, yaitu Muhammad Riyan Firnanda, Sri Garcinia Lathifah, dan Zahrotin Saleha, serta dua mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi, Sekolah Pascasarjana UGM yaitu Jefri Saputro dan Aviesta Linggabuwana. Prestasi aktif ini terwujud tidak terlepas dari pendampingan dan dukungan dari dosen pembimbing yaitu Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. dan Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D., serta dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Pendampingan serta dukungan pendanaan tersebut mendukung partisipasi aktif mahasiswa dalam forum ilmiah internasional serta memperkenalkan riset yang sedang dikembangkan di UGM.
Muhammad Riyan Firnanda menyampaikan hasil risetnya mengenai “Effective Method for DNA Isolation of Coelogyne pandurata Lindl Orchid And The Amplification of AtRKD4 Homologous Gene” dan Sri Garcinia Lathifah dengan risetnya mengenai “Effective Method for DNA Isolation of Paphiopedillum supardii Braem & Loeb Orchid and the Amplification of AtRKD4 Homologous Gene”, yaitu preliminary research untuk penelitian tesis yang berkaitan tentang transformasi genetik, penelitian ini menjadi penting karena sebagai dasar dalam untuk analisis molekuler lanjutan seperti PCR, sequencing, dan konfirmasi hasil transformasi genetik tanaman. Sementara itu, Zahrotin Saleha menyampaikan hasil risetnya berupa integrasi studi metabolomik dan genomik pada fungi endofit dari Brotowali yang potensial sebagai agen anti multi-drug resistant. Peneltian ini merupakan salah satu upaya mencari agen antibiotik baru sebagai dampak dari terus meningkatnya kasus resistensi antibiotik secara global.
Selama mengikuti konferensi, peserta melihat berbagai perkembangan terbaru di bidang bioteknologi yang sebelumnya mungkin hanya dibaca melalui jurnal. Diskusi yang berlangsung juga cukup aktif, terutama pada sesi tanya jawab, di mana peserta saling bertukar pandangan dan pengalaman terkait penelitian yang sedang dilakukan. Peserta juga berkesempatan mengunjungi berbagai exhibition booth dari institusi penelitian, industri, dan lembaga pemerintah, seperti MARDI, HCSCI, Novocraft, MPOB, Nuklear Malaysia, Biomics, Apical serta lembaga dan mitra industri yang terlibat dalam pengembangan teknologi pertanian dan bioteknologi, menampilkan berbagai inovasi dan hasil riset terkini di bidang tersebut. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan field trip ke Universiti Teknologi MARA (UiTM), khususnya di Faculty of Plantation and Agrotechnology UiTM, yang memberikan pengalaman langsung bagi peserta dalam mengenal praktik pertanian serta pemanenan komoditas seperti mangga dan kopi.
Selain itu, konferensi ini juga memberikan gambaran bagaimana riset di bidang pemuliaan tanaman dan bioteknologi memiliki peran penting dalam menjawab isu global, seperti ketahanan pangan dan perubahan iklim. Hal ini membuat peserta semakin memahami bahwa penelitian yang dilakukan tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga memiliki dampak yang lebih luas.
Partisipasi dalam IPBBC 2026 ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terus berkembang di dunia penelitian dan berani tampil di forum internasional. Pengalaman ini tidak hanya menjadi motivasi untuk menghasilkan karya ilmiah yang lebih berkualitas dan relevan, tetapi juga menjadi pijakan dalam mengimplementasikan inovasi bioteknologi serta pemuliaan tanaman guna memperkuat ketahanan pangan global dan memitigasi dampak perubahan iklim. Melalui kontribusi riset dan penguatan jejaring akademik tersebut, keikutsertaan mahasiswa ini menjadi wujud nyata dalam mendukung tercapainya target pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs nomor 2 (Zero hunger), SDGs nomor 4 (Quality education), SDGs nomor 13 (Climate action), dan SDGs nomor 15 (Life on land) demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. [Penulis: Zahrotin Saleha]







