Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dalam penyelenggaraan Workshop on The Orchid Gene Editing pada The 10th International Summer Course on The Intersection of Biotechnology and Agriculture: Gene Editing for A Healthier Future yang diselenggarakan oleh Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Kegiatan Summer Course berlangsung pada tanggal 4 hingga 15 Mei 2026, sedangkan Workshop on The Orchid Gene Editing dilaksanakan pada tanggal 12–13 Mei 2026.
Workshop ini merupakan bentuk kolaborasi antara Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada dengan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, khususnya Laboratorium Bioteknologi, yang melibatkan Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc., Matin Nuhamunada, Ph.D., Aries Bagus Sasongko, S.Si., M.Biotech., serta mahasiswa yang tergabung dalam tim penelitian gene editing anggrek, yaitu Aviesta Linggabuwana, S.Si., Jefri Saputro, S.Si., Pauline Destinugrainy Kasi, S.Si., M.Sc., Sri Garcinia Lathifah, S.Si., dan Muhammad Riyan Firnanda, S.Si.
Pada hari pertama kegiatan, tanggal 12 Mei 2026, workshop diawali dengan pemaparan materi mengenai perkembangan gene editing pada tanaman pertanian yang disampaikan oleh Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. Sesi materi berlangsung dengan sangat baik dan mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari 11 negara, yaitu Indonesia, Filipina, Taiwan, Vietnam, Afghanistan, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Kenya, Gambia, dan Thailand. Para peserta tampak aktif menyimak pemaparan materi serta terlibat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik gene editing pada anggrek yang diawali dengan penjelasan metode secara umum dan pembagian kelompok oleh Aviesta Linggabuwana, S.Si. Seluruh peserta kemudian diarahkan menuju laboratorium di Animal Science Learning Center, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, di mana kelompok pertama dipandu oleh Aviesta Linggabuwana, S.Si., Pauline Destinugrainy Kasi, S.Si., M.Sc., dan Sri Garcinia Lathifah, S.Si., sedangkan kelompok kedua dipandu oleh Jefri Saputro, S.Si., dan Muhammad Riyan Firnanda, S.Si. Mahasiswa yang mendampingi peserta merupakan mahasiswa Program Doktor Biologi, Magister Biologi, dan Magister Bioteknologi yang sedang melakukan penelitian terkait gene editing pada anggrek di bawah bimbingan Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. Materi praktik pada hari pertama meliputi pembuatan sel kompeten Agrobacterium tumefaciens, transformasi gen ke dalam sel kompeten Agrobacterium tumefaciens, serta PCR dan elektroforesis untuk konfirmasi hasil transformasi pada bakteri. Para peserta terlihat sangat antusias dan serius mengikuti sesi hands-on di laboratorium karena sebagian besar baru pertama kali melakukan praktik gene editing pada tanaman secara langsung. Transformasi gen ke bakteri pada hari pertama berjalan dengan baik dan berhasil, yang ditunjukkan dengan munculnya pita DNA pada hasil elektroforesis sebagai indikasi bahwa gen telah berhasil masuk ke dalam bakteri. Selanjutnya, gen yang telah berhasil ditransformasikan diperbanyak di dalam bakteri untuk digunakan pada praktik workshop di hari berikutnya.
Pada hari kedua, tanggal 13 Mei 2026, workshop diawali dengan pengenalan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, khususnya Laboratorium Bioteknologi. Sri Garcinia Lathifah, S.Si., memperkenalkan berbagai fasilitas dan kegiatan penelitian yang dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, seperti teknik kultur jaringan anggrek dan analisis molekuler pada anggrek yang meliputi isolasi DNA, PCR, dan elektroforesis. Kegiatan workshop kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai transformasi genetik pada tanaman menggunakan teknik agroinfiltrasi yang dipaparkan oleh Pauline Destinugrainy Kasi, S.Si., M.Sc. Setelah sesi pemaparan materi, peserta mengikuti sesi hands-on transformasi genetik menggunakan teknik agroinfiltrasi yang dicontohkan secara langsung oleh Pauline Destinugrainy Kasi, S.Si., M.Sc., kemudian seluruh peserta turut mencoba melakukan teknik agroinfiltrasi pada anggrek secara mandiri. Workshop ditutup dengan sesi diskusi dan penyampaian kesimpulan oleh Aries Bagus Sasongko, S.Si., M.Biotech., serta pengenalan mengenai systems biology oleh Matin Nuhamunada, Ph.D. Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai negara dapat terus terjalin dan berkembang sehingga mampu mendorong kemajuan riset bioteknologi di bidang pertanian dan peternakan, khususnya pengembangan gene editing pada tanaman yang berpotensi untuk diadaptasi dan diaplikasikan dalam mendukung perkembangan ilmu peternakan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah lahirnya inovasi-inovasi ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui peningkatan kapasitas akademis dan keterampilan lab skills, SDG 2: Zero Hunger melalui pengembangan inovasi teknologi gene editing untuk mendukung ketahanan pangan dan kemajuan sektor pertanian-peternakan berkelanjutan, serta SDG 17: Partnership for the Goals melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu dan lintas negara. [Penulis: Aviesta]














