Yogyakarta, 4 Agustus 2026 – Tim peneliti Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menginisiasi penelitian mengenai deteksi virus pada tanah pertanian sebagai indikator risiko kesehatan lingkungan. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran awal mengenai keberadaan indikator kontaminasi fekal pada lingkungan pertanian yang berpotensi berkaitan dengan kesehatan manusia dan kualitas lingkungan. Kegiatan penelitian meliputi pengambilan sampel tanah pertanian di sejumlah lokasi di Yogyakarta dan Solo. Pelaksanaan sampling turut melibatkan beberapa mahasiswa Fakultas Biologi UGM. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membantu proses pengambilan dan pelabelan sampel, pencatatan kondisi lokasi, dokumentasi, serta penanganan sampel sebelum dianalisis di laboratorium. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman langsung dalam pelaksanaan penelitian.
Beberapa sampel tanah pertanian telah dikumpulkan dan dianalisis untuk mendeteksi virus. Pada tahap awal, analisis difokuskan pada crAssphage, yaitu virus yang menginfeksi bakteri dan banyak ditemukan dalam saluran pencernaan manusia. Keberadaan crAssphage pada sampel lingkungan dapat digunakan sebagai indikator kontaminasi fekal manusia dan memberikan informasi awal mengenai kemungkinan kontaminasi fekal pada lingkungan pertanian.
Hasil analisis menggunakan qPCR menunjukkan bahwa crAssphage terdeteksi pada beberapa sampel tanah dengan konsentrasi relatif rendah. Hasil tersebut masih memerlukan analisis lebih lanjut. Meskipun konsentrasi yang terdeteksi tergolong relatif rendah, deteksi crAssphage tetap dapat digunakan sebagai indikator untuk menilai kemungkinan kontaminasi fekal. Data yang diperoleh juga diharapkan dapat mendukung kajian mengenai keterkaitan antara kondisi lingkungan pertanian, sumber air, aktivitas manusia, dan potensi kontaminasi pada lahan.
Penelitian ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui pengembangan metode pemantauan lingkungan untuk membantu mengidentifikasi potensi risiko kesehatan. Penelitian ini dilaksanakan melalui skema Hibah Penelitian Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Fakultas Biologi Tahun 2026, dengan Aken Puti Wanguyun, S.Si., M.Sc., Ph.D. sebagai peneliti utama, didampingi oleh Dr. Aprilia Sufi Subiastuti, S.Si. sebagai anggota tim peneliti, serta melibatkan mahasiswa Fakultas Biologi UGM.



