Yogyakarta, 9 Agustus 2026 — Memasuki awal perjalanan akademik di perguruan tinggi, mahasiswa baru perlu memiliki kemampuan dalam menemukan, menilai, mengelola, dan memanfaatkan informasi ilmiah secara tepat. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran, penyusunan tugas, hingga kegiatan penelitian selama masa studi. Untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan tersebut, Perpustakaan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan “Perpustakaan Menyapa: Kelas Literasi 2026” pada Minggu, 9 Agustus 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai langkah awal untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada ekosistem informasi akademik dan berbagai fasilitas perpustakaan yang dapat dimanfaatkan selama menempuh pendidikan. Kegiatan berlangsung pada pukul 13.00–16.00 WIB dan diikuti oleh mahasiswa baru Fakultas Biologi UGM. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif sejak acara dimulai. Acara diawali oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan sambutan Kepala Perpustakaan Fakultas Biologi UGM, Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes. Rangkaian pembukaan kemudian dilengkapi dengan sesi dokumentasi bersama serta pemberian doorprize kepada mahasiswa yang hadir lebih awal.
Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes. menyampaikan pentingnya peran perpustakaan dalam membangun dan mendukung atmosfer akademik di lingkungan Fakultas Biologi UGM. Perpustakaan menurutnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca atau meminjam buku. Lebih dari itu, perpustakaan menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran yang dapat mendampingi mahasiswa selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi. Keberadaan perpustakaan diharapkan dapat membantu mahasiswa memperoleh sumber informasi yang kredibel sekaligus mengembangkan kebiasaan belajar secara mandiri.
Materi pertama disampaikan oleh Aris Setiawan, SIP, yang memperkenalkan profil Perpustakaan Fakultas Biologi UGM kepada para peserta. Perpustakaan Fakultas Biologi UGM berlokasi di Gedung B Lantai 3 dan didukung oleh enam staf yang memberikan berbagai layanan kepada sivitas akademika. Peserta juga diperkenalkan dengan fasilitas, koleksi, serta berbagai layanan melalui pemutaran video profil perpustakaan. Melalui sesi tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran awal mengenai sarana perpustakaan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan akademik selama perkuliahan.
Penjelasan mengenai layanan perpustakaan kemudian dilanjutkan oleh Anis Fauzia, salah satu perwakilan Library Volunteer Perpustakaan Fakultas Biologi UGM. Ia menjelaskan bahwa perpustakaan menyediakan layanan secara luring maupun daring bagi sivitas akademika. Layanan perpustakaan tersedia pada Senin hingga Jumat pukul 07.30–16.00 WIB, dengan layanan luring yang mencakup pemanfaatan koleksi buku, arsip, dan tugas akhir mahasiswa. Kehadiran layanan tersebut diharapkan memudahkan mahasiswa dalam memperoleh berbagai sumber informasi yang dibutuhkan selama menjalani kegiatan akademik. Perpustakaan Fakultas Biologi UGM juga menyediakan berbagai layanan daring yang dapat diakses secara lebih fleksibel. Layanan tersebut meliputi aktivasi keanggotaan, perpanjangan peminjaman buku, peminjaman laboratorium komputer, layanan Turnitin bagi mahasiswa aktif UGM, bebas pustaka, serta unggah tugas akhir. Mahasiswa juga dapat mengakses Biodigilib sebagai salah satu sarana perpustakaan digital melalui situs web maupun aplikasi. Melalui layanan digital tersebut, mahasiswa dapat memperoleh akses terhadap jurnal ilmiah, e-book, dan sumber penelusuran tugas akhir untuk mendukung proses pembelajaran maupun penelitian.
Perpustakaan Fakultas Biologi UGM juga aktif menyelenggarakan berbagai program untuk meningkatkan literasi dan keterlibatan mahasiswa. Program tersebut meliputi Perpustakaan Menyapa, talkshow dan bedah buku, Kelas Literasi atau Belajar Bareng Libbiologi, Library Volunteer, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program Library Volunteer yang dibuka setiap awal tahun memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan perpustakaan sekaligus memperoleh pengalaman dalam bidang organisasi dan pelayanan. Informasi mengenai layanan dan berbagai kegiatan perpustakaan tersebut dapat diikuti melalui akun Instagram @libbiologi.
Materi kedua disampaikan oleh Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Si., yang membahas pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pencarian informasi bagi mahasiswa Biologi. Materi tersebut menjadi relevan seiring semakin luasnya penggunaan AI dalam proses pencarian dan pengolahan informasi akademik. Dalam pemaparannya, mahasiswa diperkenalkan pada sejumlah perangkat yang dapat membantu penelusuran literatur ilmiah, antara lain Scopus AI, SciSpace, DAcite, Connected Papers, dan Consensus. Pemilihan perangkat yang tepat menjadi penting karena setiap tool memiliki karakteristik serta keterhubungan yang berbeda dengan sumber dan basis data ilmiah. Dalam penggunaan AI untuk penelusuran referensi, mahasiswa juga diingatkan untuk tetap memiliki sikap kritis terhadap informasi yang diperoleh. Penggunaan AI generatif seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude untuk mencari referensi perlu dilakukan secara hati-hati karena dapat menghasilkan informasi maupun sitasi yang tidak akurat. Setiap informasi yang diperoleh melalui AI perlu diverifikasi kembali melalui artikel jurnal, buku, atau sumber akademik yang kredibel sebelum digunakan dalam tugas dan penelitian. Dengan demikian, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas belajar tanpa menggantikan kemampuan analisis, kreativitas, dan orisinalitas mahasiswa.
Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Si. juga memperkenalkan penggunaan reference manager sebagai perangkat pendukung dalam penulisan akademik. Reference manager sal;ah satunya mendeley dapat membantu mahasiswa mengelola sumber referensi, menyusun sitasi, serta membuat daftar pustaka secara lebih sistematis. Penguasaan perangkat tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan pengelolaan referensi yang baik sejak awal masa perkuliahan. Keterampilan tersebut akan semakin penting ketika mahasiswa mulai menyusun berbagai tugas ilmiah, laporan, hingga penelitian. Aspek penting lain yang ditekankan dalam materi adalah mengenai penggunaan sitasi dalam penulisan akademik. Sitasi bukan hanya berfungsi sebagai penanda sumber informasi yang digunakan dalam sebuah tulisan. Pencantuman sitasi juga merupakan bentuk penghargaan terhadap karya dan gagasan orang lain sekaligus bagian dari upaya menjaga integritas akademik. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan informasi secara bertanggung jawab serta memastikan bahwa setiap sumber yang digunakan memiliki kredibilitas dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan mengenai layanan perpustakaan, penggunaan AI dalam penelusuran referensi, serta pengelolaan sumber ilmiah. Sesi tersebut berlangsung interaktif karena peserta dapat mengaitkan materi yang telah disampaikan dengan kebutuhan akademik yang kemungkinan akan mereka hadapi selama menjalani perkuliahan. Diskusi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai cara menggunakan teknologi informasi secara tepat dalam mendukung kegiatan akademik. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize kepada peserta. Pembagian doorprize menjadi salah satu bagian yang turut menambah antusiasme mahasiswa selama mengikuti kegiatan. Suasana berlangsung semakin akrab dengan adanya interaksi antara peserta, narasumber, serta tim Perpustakaan Fakultas Biologi UGM. Selain doorprize, peserta juga memperoleh e-certificate dan makanan ringan sebagai bagian dari fasilitas kegiatan.
Peserta memberikan tanggapan positif terhadap materi yang diperoleh selama mengikuti Kelas Literasi 2026. Febi Wijaya, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa meskipun pada awal kegiatan ia merasa cukup lelah setelah mengikuti Biofest, materi yang diberikan ternyata menarik dan relevan dengan proses studinya di Fakultas Biologi UGM. Menurutnya, informasi yang disampaikan memberikan wawasan baru mengenai berbagai sumber dan fasilitas yang dapat membantu mahasiswa menjalani kegiatan akademik. Kegiatan tersebut juga membuatnya semakin memahami pentingnya keterampilan mencari serta mengelola informasi sejak awal perkuliahan. Kesan serupa disampaikan oleh Julia, yang mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai cara melakukan penelusuran referensi secara lebih efektif. Ia sebelumnya belum mengetahui bahwa terdapat berbagai shortcut dan perangkat yang dapat digunakan untuk mempermudah pencarian literatur ilmiah. Julia juga mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya menggunakan referensi yang mutakhir, khususnya dalam bidang tertentu seperti industri yang membutuhkan informasi dari perkembangan penelitian terbaru. Materi tersebut menurutnya memberikan gambaran lebih jelas mengenai pentingnya kualitas dan kebaruan sumber dalam kegiatan akademik maupun profesional.
Kegiatan Perpustakaan Menyapa: Kelas Literasi 2026 menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat peran perpustakaan dalam mendukung aktivitas akademik. Perpustakaan tidak hanya hadir sebagai ruang untuk membaca dan meminjam buku, tetapi juga menjadi pusat sumber informasi yang mendukung pembelajaran dan penelitian. Melalui berbagai layanan dan program literasi, mahasiswa dapat memperoleh akses terhadap informasi sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengelola sumber akademik. Kehadiran kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara mahasiswa dengan perpustakaan sejak awal masa perkuliahan. Selain memperkuat literasi informasi, kegiatan ini juga mendorong kebiasaan positif dalam kehidupan kampus. Peserta diimbau membawa tumbler masing-masing sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan. Hal sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sejak kegiatan awal perkuliahan. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya memberikan wawasan akademik, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Perpustakaan Menyapa: Kelas Literasi 2026, Perpustakaan Fakultas Biologi UGM berharap mahasiswa baru dapat membangun fondasi literasi informasi yang kuat sejak awal masa studi. Kemampuan tersebut diharapkan menjadi bekal dalam mencari referensi, menyusun tugas, membuat karya ilmiah, hingga melaksanakan penelitian. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen perpustakaan dalam mendukung terbentuknya mahasiswa yang kritis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan bertanggung jawab dalam menggunakan informasi ilmiah. Dengan literasi informasi yang baik, mahasiswa diharapkan mampu mengolah berbagai sumber pengetahuan secara kritis dan menggunakannya untuk menghasilkan karya yang bermanfaat. Kegiatan Perpustakaan Menyapa: Kelas Literasi 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Penguatan literasi informasi membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan dalam menemukan, menilai, dan menggunakan sumber akademik secara tepat. Pengenalan pemanfaatan AI dan pengelolaan referensi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan untuk mendukung proses pembelajaran dan penelitian. Melalui kegiatan ini, Perpustakaan Fakultas Biologi UGM berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan literasi mahasiswa.
By: tim perpustakaan bio & library volunteer






