Minggu (6/9) Tim dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si.,M.Sc., Ludmilla Fitri Untari, S.Si.,M.Sc., dan empat mahasiswa yaitu Karina Safitri, Karina Raihana Salsabila, Adha Nurkholifah dan Kaka Pria Ananta mengunjungi mitra pengabdian di Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul. Tim Hibah Desa Mitra ini mengusung tema “Pengembangan Potensi Tanaman Krisan (Chrysanthemum spp.) sebagai Pendukung Ketahanan Pangan di Kedungpoh untuk Mewujudkan Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab” .Audiens yang terdiri dari ibu-ibu wanita tani Kedungpoh sebanyak 15 orang hadir di balai pertemuan Punthuk Kepuh Nglipar.
Pada kesempatan kali ini Dwi Umi sebagai ketua program meyampaikan pentingnya upaya pasokan bahan baku berupa bunga krisan untuk produksi berkelanjutan produk olahan krisan organik. Pertemuan sebelumnya Dwi Umi telah memberikan pelatihan pembuatan biofertilizer berbahan urin sapi untuk meningkatkan produktivitas tanaman krisan di Kedungpoh. Kali ini Dwi Umi memberikan pelatihan pembuatan media tanam organik untuk tanaman krisan. “Kita harus konsisten dan menjaga budidaya krisan kita secara organik karena krisan kita menjadi bahan baku olahan pangan, diharapkan tidak ada residu pestisida an organik dalam makanan olahan kita”, kata Dwi Umi mengawali paparannya. “Kita sudah punya greenhouse dari program hibah ini, maka kewajiban kita untuk merawat, menggunakan secara masif dan berkelanjutan serta mengembangkannya”, tambah Dwi Umi. Tim Pengabdian telah membangun greenhouse dan membudidayakan empat varietas di sana untuk keperluan pasokan bahan baku olahan krisan berupa sirup, tehh, hard candy dan keripik bunga krisan.
Keanekaragaman spesies krisan (Chrysanthemum spp.) dijelaskan secara detail oleh Ludmilla. Paparan yang berjudul Keanekaragaman Spesies (Spesies Liar vs Kultivar Hibrida) Chrysanthemum spp. ini menjelaskan karakteristik berbagai varietas tanaman krisan. Ludmilla juga menyampaikan bahwa tanaman ini telah dibudidayakan dan dimanfaatkan sejak ribuan tahun lalu di China dan belahan dunia lainnya. “Bunga krisan selain dimanfaatan keindahannya sebagai bunga potong juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, misalnya tumis bunga dan daun muda krisan. Bunga krisan juga dimanfaatkan sebagai pestisida alami”, ungkap Ludmilla. “Kami sudah menggunakan tanaman ini untuk keripik daun dan bunga krisan, namun kami baru tahu kalau tanaman ini juga enak ditumis”, sela Sri Lestari, salah satu peserta pelatihan. ”Bahkan krisan telah dimanfaatkan untuk obat demam, obat flu dan menjaga kesehatan mata”, tambah Ludmilla.
“Kami berharap Tim Pengabdian Desa Mitra Fakultas Biologi UGM terus mendampingi kami dalam mengembangkan potensi tanaman krisan organik yang sudah kami budidayakan”, ungkap Tri Wahyuni, ketua Wanita Tani di Kedungpoh. “Kami akan mendampingi Ibu-Ibu untuk mencapai kemandirian ekonomi dan kesejahteraan”, jawab Dwi Umi mengakhiri workhop kali ini.
Program ini merupakan pangejawantahan dari SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 12 (Produksi dan Konsumsi yang Bertanggungjawab) serta SDG 17 9Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).(DUS)



