Minggu (6/9) Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Biologi UGM yang dipimpin Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si.,M.Sc. menyelenggarakan workshop pembuatan probiotik dan biopestisida berbahan limbah rumah tangga. Tim terdiri dari Dr.Eng. Atikah Fitria Muharromah, S.Si., M.Eng. dan dua orang mahasiswa yaitu Karina Safitri dan Karina Raihana. Mitra pengabdian adalah Al Barokah yang diketuai Tri Wahyuni, kali ini membawa timnya sebanyak lima belas orang untuk mengikuti workshop yang bertempat di Punthuk Kepuh, Nglipar ini.
Dwi Umi memberikan pelatihan aplikasi probiotik untuk pembuatan pupuk organik sebagai media tanam krisan. “Mikroorganisme di dalam probiotik dapat membantu mempercepat penguraian serasah dan limbah dari produksi makanan Al Barokah maupun rumah tangga”, ungkap Dwi Umi. “Kami biasanya hanya membakar sampah serasah dan limbah kami tanpa diolah menjadi pupuk organik, ternyata pupuk berbasis aplikasi probiotik mempunyai kandungan hara tinggi”, Tri Wahyuni menimpali. Dwi Umi berharap pupuk organik berbasis limbah rumah tangga ini dapat dimanfaatkan sebagai media tanam krisan organik sebagai penyokong bahan baku Al Barokah dalam memproduksi olahan krisan.
Sementara itu, Atikah menyampaikan pelatihan terkait biopestisida untuk mendukung budidaya krisan organik. Krisan organik menjadi salah satu produk unggulan Kedungpoh karena dapat diolah menjadi hard candy, tehh krisan, sirup krisan dan keripik bunga krisan. Al Barokah telah memproduksi beragam produk olahan krisan sejak tahun 2023 dengan pendampingan Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Biologi besutan Dwi Umi. Atikah memaparkan pengertian hama, ciri ciri kerusakan tanaman akibat OPT (organisme pengganggu tananaman) pentingnya pengurangan penggunaan pupuk an organik dan pestisida an organik hingga definisi biopestisida. “Biopestisida adalah organisme hidup yang dimanfaatkan sebagai pengendali hama” kata Atikah mengawali paparannya. “ Biopestisida dapat berbahan daun mimba, biji sirsak, daun sirih, memanfaatkan keberadaan kumbang koksi bahkan bunga krisan juga dapat digunakan sebai biopestisida akrena mengandung senyawa piretin”, tambah Atikah.
Sebelum mengakhiri workshop, Tim Al Barokah berkomitmen untuk memulai produksi pupuk organik dari serasah dan limbah rumah tangga untuk media tanam krisan di pekarangan maupun di greenhouse. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini mendukung Program Desa Mitra Kedungpoh yang telah berhasil membangun greenhouse untuk Al Barokah. “ Semoga Fakultas Biologi selalu mendampingi kami dalam upaya meningkatkan perekonomian kami, home industri yang digerakkan oleh ibu-ibu Kedungpoh”, Tri Wahyuni menyampaikan harapannya.
Workshop kali ini merupakan pangejawantahan dari SDG 1 (Menghapus Kemiskinan), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab) serta SDG 17 9kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (DUS)





