
Yogyakarta — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada melalui inovasi pascapanen berkelanjutan bertajuk “COATERRA: Commercial Organic Advanced Technology for Edible Resource Retention and Agribusiness” yang berhasil meraih Gold Medal dalam ajang 6th International Youth Business Competition (IYBC) 2026 pada tanggal 10-12 Juni 2026.
Inovasi ini dikembangkan oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Ayu Nawang Wulan, Sri Garcinia Lathifah, Fahima Ellya Wulandari, dan Tika Permatasari, di bawah bimbingan Prof. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. COATERRA hadir sebagai solusi berbasis teknologi pangan dan agribisnis untuk menjawab permasalahan kehilangan hasil pascapanen, khususnya pada komoditas hortikultura yang mudah mengalami penurunan mutu.
COATERRA merupakan edible coating spray berbasis chitosan jamur yang diformulasikan untuk membentuk lapisan transparan semi-permeabel pada permukaan buah dan sayuran. Berbeda dari chitosan konvensional yang umumnya berasal dari limbah cangkang krustasea, COATERRA menggunakan sumber chitosan berbasis fungi sehingga lebih ramah lingkungan, bebas risiko alergen krustasea, serta sejalan dengan preferensi konsumen terhadap produk yang vegan-friendly, halal-friendly, dan clean-label.
Produk ini dirancang dalam bentuk semprotan agar lebih praktis, higienis, dan mudah diaplikasikan pada skala petani, distributor, maupun ritel modern. Lapisan COATERRA bekerja dengan membantu mengurangi kehilangan air, menekan laju respirasi, mempertahankan tekstur, serta menghambat pertumbuhan mikroba penyebab pembusukan pada produk segar.
Melalui hasil tersebut, COATERRA menunjukkan potensi kuat sebagai teknologi pascapanen yang tidak hanya memperpanjang umur simpan produk hortikultura, tetapi juga membantu mempertahankan nilai ekonomi hasil pertanian. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif aplikatif untuk mengurangi food loss, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta mendukung keberlanjutan sektor agribisnis Indonesia.
Keberhasilan meraih Gold Medal di IYBC 2026 menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional melalui gagasan yang relevan, aplikatif, dan berdampak bagi masyarakat. Ajang IYBC sendiri merupakan kompetisi internasional yang mendorong pengembangan inovasi, kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan pemecahan masalah di bidang bisnis dan ekonomi.
Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis riset yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger, SDG 12: Responsible Consumption and Production, dan SDG 13: Climate Action.
Dengan capaian tersebut, COATERRA diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pengembangan teknologi pascapanen yang lebih berkelanjutan, terjangkau, dan siap diterapkan untuk memperkuat ketahanan pangan serta daya saing agribisnis Indonesia di masa depan. [Penulis: Sri Garcinia Lathifah]







































