Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menghadirkan Biologi Lensa (BioLens) 2026 dengan mengusung tema “Biodiversity Through The Lens”. Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari, pada 12–13 September 2026, ini menjadi wadah bagi mahasiswa Pascasarjana Fakultas Biologi UGM untuk mengembangkan minat, kreativitas, dan keterampilan fotografi sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap keanekaragaman hayati.
BioLens 2026 terdiri atas dua rangkaian utama, yaitu mini class fotografi dan competition. Hari pertama kegiatan pembekalan materi dasar fotografi dilaksanakan di Ruang Sidang Atas Lantai 3, Gedung A, Fakultas Biologi UGM, sedangkan rangkaian kompetisi dan eksplorasi objek fotografi dilaksanakan pada hari kedua di Ledok Sambi Eco Park, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Pascasarjana Fakultas Biologi UGM dengan peserta mencapai 26 orang.
Rangkaian BioLens 2026 dibuka dengan mini class bertajuk “Biodiversity Through The Lens”. Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Iqbal Masardhi, S.T., Raafi Nur Ali, M.Sc., dan Agung Laksono Yudha, S.Si. Materi yang diberikan memperkenalkan dasar-dasar fotografi dengan memanfaatkan kamera smartphone sebagai perangkat yang praktis dan mudah diakses.
Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep exposure melalui tiga elemen utama, yaitu shutter speed, aperture, dan ISO/ASA. Selain itu, peserta juga mempelajari berbagai mode exposure, depth of field, komposisi foto, pencahayaan, serta teknik dasar untuk menghasilkan foto yang lebih optimal menggunakan smartphone.
Tidak berhenti pada aspek teknis, materi juga diarahkan pada pemanfaatan fotografi smartphone dalam dokumentasi dan penelitian lapangan. Peserta memperoleh pemahaman mengenai teknik dokumentasi spesimen, habitat, maupun proses penelitian, termasuk penggunaan peralatan pendukung, pemilihan sudut pengambilan gambar, pencahayaan, fokus, dan stabilitas.
Aspek etika fotografi biologi turut menjadi bagian penting dalam mini class. Peserta diingatkan untuk tidak merusak habitat, melukai atau mengganggu satwa liar, serta mengutamakan kelestarian alam dalam proses memperoleh foto. Dengan demikian, fotografi tidak hanya dipandang sebagai sarana estetika, tetapi juga sebagai alat dokumentasi ilmiah yang dapat mendukung laporan penelitian, publikasi, dan edukasi.
Setelah memperoleh pembekalan pada hari pertama, peserta mengikuti sesi hunting foto pada Minggu, 13 September 2026, di Ledok Sambi Eco Park. Peserta diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar dan menangkap berbagai objek fotografi yang merepresentasikan biodiversitas serta interaksi manusia dengan lingkungan.
Karya yang dihasilkan kemudian dikumpulkan dan dinilai oleh dewan juri. Kompetisi BioLens 2026 menghadirkan tiga kategori utama, yaitu Kategori Flora, Kategori Fauna, dan Kategori Human Interest. Ketiga kategori tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menerjemahkan tema “Biodiversity Through The Lens” melalui perspektif visual masing-masing.
Proses penjurian tidak hanya menjadi sarana untuk menentukan karya terbaik, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan partisipasi peserta. Melalui kompetisi yang sehat dan sportif, BioLens diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan fotografi sekaligus meningkatkan kepekaan terhadap kekayaan biodiversitas di sekitarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman dan pemberian penghargaan kepada para pemenang BioLens 2026. Tiga kategori kompetisi menghasilkan karya-karya terbaik yang merepresentasikan keragaman objek dan perspektif fotografi peserta.
Shafa Mayda Iswirani berhasil meraih penghargaan sebagai Juara Kategori Flora melalui karya foto “Bunga Gambir”. Shafa menyampaikan bahwa BioLens memberikan banyak pengetahuan baru mengenai cara memotret dengan benar. Menurutnya, fotografi bukan sekadar aktivitas mengambil gambar, melainkan memerlukan berbagai pertimbangan teknis, termasuk pengaturan saturasi dan aspek visual lainnya, untuk memperoleh dokumentasi objek yang baik. Pengetahuan tersebut dinilai sangat relevan dengan bidang biologi, khususnya penelitian yang membutuhkan dokumentasi spesies secara jelas dan akurat. Melalui kegiatan ini, peserta dapat memahami bahwa kualitas gambar memiliki peran penting dalam mendukung proses identifikasi dan penyampaian informasi ilmiah.
Sementara itu, Maria Kleofania Adja dinobatkan sebagai Juara Kategori Fauna melalui karya “Singgah dalam Harmoni”. Maria menilai BioLens sebagai kegiatan yang sangat menarik karena mampu memacu dan menggali kreativitas mahasiswa KMP Biologi UGM. Ia juga mengapresiasi keterkaitan kegiatan dengan biodiversitas, mengingat bidang biologi memiliki cakupan yang luas dan pada akhirnya berhubungan erat dengan pemahaman terhadap keanekaragaman hayati. Selain itu, ia menilai bahwa sistem penjurian BioLens 2026 telah dilakukan secara selektif dan baik. Penilaian tidak hanya berfokus pada aspek fotografi, tetapi juga mempertimbangkan nilai biodiversitas yang ditampilkan dalam karya. Ke depannya, ia berharap kegiatan BioLens dapat diselenggarakan dalam skala yang lebih besar dan menjangkau lebih banyak peserta.
Adapun Ani Saputri berhasil menjadi Juara Kategori Human Interest dengan karya foto “Gadis Kecil dan Cinta Pertamanya”. Ani mengungkapkan bahwa BioLens merupakan kegiatan yang bermanfaat dan menarik. Menurutnya, mahasiswa biologi sering kali melakukan penelitian yang membutuhkan dokumentasi berupa gambar sebagai bagian dari data penelitian, baik dalam kegiatan laboratorium maupun penelitian lapangan. Melalui kegiatan BioLens, peserta dapat melatih kemampuan mengambil gambar dan menghasilkan dokumentasi yang lebih baik. Keterampilan tersebut diharapkan dapat mendukung penyajian data penelitian secara lebih informatif, sistematis, dan mudah dipahami.
Ketiga pemenang tersebut menunjukkan bahwa fotografi dapat menjadi medium untuk menghadirkan cara pandang yang beragam terhadap lingkungan. Melalui satu bingkai, objek fotografi tidak hanya tampil sebagai gambar, tetapi juga dapat menyampaikan cerita, informasi, dan pesan mengenai hubungan antara manusia dan biodiversitas. BioLens 2026 menjadi lebih dari sekadar kegiatan fotografi. Melalui kombinasi pembelajaran dan kompetisi, kegiatan ini mempertemukan aspek kreativitas, keterampilan teknis, dokumentasi ilmiah, dan kepedulian terhadap biodiversitas dalam satu rangkaian kegiatan.
Penyelenggaraan BioLens merupakan bagian dari program kerja Divisi Pengembangan Minat dan Bakat (PEMIKAT) KMP Fakultas Biologi UGM Kabinet Samasta Adhigana. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa Pascasarjana, khususnya di bidang fotografi, sekaligus sebagai media untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap biodiversitas Indonesia.
Melalui tema “Biodiversity Through The Lens”, BioLens 2026 mengajak peserta untuk tidak sekedar melihat keanekaragaman hayati, tetapi juga mengamati, mengabadikan, dan menceritakannya melalui perspektif visual. Karya-karya yang dihasilkan dalam kegiatan ini selanjutnya direncanakan untuk dikemas dalam bentuk carousel feed dan booklet sebagai bentuk apresiasi terhadap karya peserta serta publikasi melalui media sosial resmi KMP Biologi.












