Cilacap, 4 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung peningkatan kapasitas penelitian, pembibitan, dan pengembangan populasi galur ayam unggul hasil inovasi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Tim Peneliti dan Pengembangan Ayam Lokal Unggul melaksanakan kegiatan survei dan peninjauan teknologi mesin tetas telur pada Sabtu (4/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Hibah Pengembangan Inovasi PRIMESTEP Tahun 2026 yang berfokus pada percepatan hilirisasi hasil riset dan penguatan ekosistem inovasi unggas nasional. Survei dilaksanakan di Tunas Mekar, produsen mesin tetas telur yang bermitra dengan Peternak Muda Group, berlokasi di Jl. Truntung No. 32, RT 01/RW 13, Pengadungan, Tritih Kulon, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari berbagai teknologi penetasan modern yang berpotensi mendukung pengembangan galur ayam unggul, seperti Ayam MAHAR, Ayam LAYAR, Golden Kamper, dan berbagai galur persilangannya. Tim peneliti dipimpin oleh Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D.Eng. selaku Ketua Hibah Pengembangan Inovasi PRIMESTEP 2026, didampingi oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Dekan Fakultas Biologi UGM sekaligus inventor Gama Ayam. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas pembibitan melalui pemanfaatan teknologi penetasan yang efisien, presisi, dan sesuai dengan kebutuhan penelitian maupun implementasi di lapangan.
Selama kunjungan, tim melakukan diskusi dan konsultasi teknis bersama pihak Tunas Mekar mengenai berbagai aspek penting dalam teknologi mesin tetas. Pembahasan meliputi prinsip kerja mesin tetas otomatis, sistem pengendalian suhu dan kelembapan, mekanisme pembalikan telur (automatic egg turning), sistem ventilasi dan sirkulasi udara, kapasitas penetasan, efisiensi konsumsi energi, prosedur operasional standar, pemeliharaan dan kalibrasi alat, hingga faktor-faktor yang memengaruhi daya tetas (hatchability) dan kualitas anak ayam (day-old chick/DOC). Tim peneliti memperoleh berbagai masukan mengenai pengembangan teknologi penetasan yang lebih adaptif terhadap kondisi tropis Indonesia, sementara pihak produsen juga mendapatkan perspektif akademik mengenai kebutuhan penelitian genetika, pemuliaan, dan pengembangan galur ayam lokal unggul. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan teknologi, memenuhi kebutuhan industri, dan juga mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan produksi pangan hewani yang berkelanjutan, SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian berbasis teknologi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan inovasi dan penerapan teknologi tepat guna di bidang peternakan, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui peningkatan efisiensi sistem produksi unggas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra industri dalam mendukung pengembangan inovasi nasional.































































