Yogyakarta, September 2026 – Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Gold Medal pada ajang Thailand International Science, Invention and Innovation Fair (TISIIF) 2026 melalui inovasi “Miracle Potato: A Transgenic Potato Biofactory for Sustainable Miraculin Production as a Next-Generation Low-Calorie Sweetener”.
Miracle Potato dikembangkan oleh Sri Garcinia Lathifah dan Muhammad Riyan Firnanda dari Program Studi Magister Biologi, serta Aviesta Linggabuwana dan Jefri Saputro dari Program Studi Magister Bioteknologi, Universitas Gadjah Mada. Di bawah bimbingan Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc., inovasi ini menawarkan terobosan pemanis rendah kalori masa depan berbasis molecular farming dengan memanfaatkan buah kentang (potato berries) yang selama ini menjadi limbah pertanian terabaikan.
Miracle Potato dirancang sebagai pabrik hayati (plant-based biofactory) untuk memproduksi protein rekombinan mirakulin. Mirakulin sendiri merupakan glikoprotein pemodifikasi rasa (taste-modifying protein) yang secara alami berasal dari tanaman Synsepalum dulcificum. Melalui transfer gen MIR menggunakan vektor ekspresi Agrobacterium tumefaciens, jaringan buah kentang dioptimalkan untuk mengekspresikan mirakulin dalam jumlah melimpah dan stabil.
Keunggulan utama Miracle Potato terletak pada mekanismenya yang mampu mengubah persepsi rasa asam menjadi manis pada suasana asam melalui interaksi spesifik dengan reseptor rasa manis TAS1R2/TAS1R3 tanpa memicu lonjakan glukosa darah maupun menambah kalori. Ekstrak mirakulin hasil purifikasi kemudian diformulasikan ke dalam bentuk tablet hisap (lozenges) yang praktis, higienis, dan bebas dari kandungan glikoalkaloid berbahaya. Inovasi ini tidak hanya menghadirkan alternatif pemanis non-kalori yang aman bagi penderita diabetes melitus dan pelaku diet gula, tetapi juga mengintegrasikan prinsip ekonomi sirkular (circular bioeconomy) tanpa mengganggu rantai pasok pangan utama.
Perolehan Gold Medal pada TISIIF 2026 menjadi pengakuan internasional atas keunggulan riset mahasiswa UGM dalam mengintegrasikan bioteknologi tanaman, keberlanjutan pertanian, dan solusi kesehatan global. Capaian ini sekaligus memperkuat kontribusi Universitas Gadjah Mada dalam menghadirkan riset aplikatif untuk mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya kesehatan yang baik (SDG 3), inovasi industri (SDG 9), serta produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab (SDG 12). [Penulis: Muhammad Riyan Firnanda]




