Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan sosialisasi Prospek Ayam Kampung Jenis Elba sebagai Ayam Petelur pada Minggu, 20 September 2026, pukul 13.00–15.00 WIB di Aula Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan diikuti oleh 23 peserta yang berasal dari tiga padukuhan, yaitu Wonosari (Pajangan), Malangrejo, dan Sempu. Mayoritas peserta merupakan ibu-ibu yang terlibat dalam pemeliharaan ternak di lingkungan rumah tangga.Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Biologi UGM .
Ketua Tim PKM, Prof. Dr. med.vet. Hendry T.S.S.G. Saragih, M.P., menjadi pemateri utama dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM dari jenjang S1, S2, dan S3. Materi disampaikan dengan menghubungkan prinsip biologi ayam dengan praktik pemeliharaan yang dapat diterapkan pada skala rumah tangga. Ayam kampung Elba berpeluang dikembangkan sebagai ayam petelur untuk mendukung ketersediaan sumber protein keluarga sekaligus membuka peluang usaha melalui produksi telur. Pemahaman mengenai pertumbuhan, reproduksi, kesehatan, dan kebutuhan nutrisi ayam diharapkan dapat membantu masyarakat menghasilkan pangan asal ternak yang mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).
Dalam sosialisasi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tahapan pertumbuhan dan reproduksi ayam, manajemen kandang, serta kebutuhan nutrisi sesuai fase kehidupan. Kandang yang nyaman, kering, bersih, dan aman menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kesehatan dan produktivitas ayam. Peserta juga diperkenalkan pada potensi pemanfaatan bahan sisa makanan tertentu, seperti bagian ikan, tahu, dan tempe, sebagai sumber nutrisi tambahan setelah dipastikan layak dan aman bagi ayam. Pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan rumah tangga tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi limbah sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya secara lebih efektif dan berkelanjutan sesuai dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan berdasarkan pengalaman peserta. Ibu Sunarti menanyakan penanganan ayam sakit, sementara peserta lain menyampaikan kendala ayam yang belum bertelur meskipun telah memasuki usia produksi. Pemateri menjelaskan pentingnya pemeliharaan dan kecukupan nutrisi serta menyampaikan bahwa bahan herbal kelompok jahe-jahean dapat dipertimbangkan dalam pemeliharaan tradisional dengan tetap memperhatikan kondisi ayam dan penanganan kesehatan yang tepat. Peserta juga berdiskusi mengenai pemanfaatan sisa makanan sebagai bahan pakan alternatif. Pangan seperti bagian ikan, sisa tahu, dan tempe dapat dipertimbangkan setelah dipastikan layak, aman, dan sesuai kebutuhan ayam. Pertanyaan mengenai telur berukuran sangat besar dengan dua kuning telur juga dibahas sebagai fenomena yang dapat berkaitan dengan faktor biologis dan genetik.
Antusiasme peserta turut terlihat dari harapan agar program dilanjutkan melalui pendampingan berkala. Peserta juga mengusulkan agar bantuan berikutnya dilengkapi ayam jantan sehingga masyarakat dapat mengembangkan budidaya hingga tahap pembibitan. Masukan tersebut menjadi catatan bagi Tim PKM Fakultas Biologi UGM dalam merancang pendampingan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM berupaya memperkuat kapasitas masyarakat melalui pengetahuan berbasis sains mengenai biologi ayam, manajemen kandang, nutrisi, kesehatan, dan produksi telur. Pengetahuan tersebut diharapkan mendukung pengembangan ayam kampung Elba sebagai sumber pangan keluarga dan peluang usaha yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penyediaan telur sebagai sumber protein keluarga. Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan pemanfaatan bahan sisa makanan sebagai sumber nutrisi tambahan pada pakan yang ikut mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Kontributor: Tim PkM Ayam Fakultas Biologi, UGM bersama Desa Mitra Wedomartani Tahun 2026 yang diketuai oleh Prof. Dr. med.vet. Hendry T.S.S.G. Saragih, M.P..
Tags: SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).






