
Yogyakarta, 2026 — Konsistensi inovasi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mendapat pengakuan internasional. Karya inovatif bertajuk ALGENIX – Algae Energy Innovation eXperiment kembali berhasil meraih Gold Medal pada ajang Global Youth Invention And Innovation Fair (GYIIF) 2026, menandai perolehan medali emas kedua di tingkat internasional.
Inovasi ini dikembangkan oleh tim mahasiswa lintas disiplin UGM yang terdiri atas Fahima Ellya Wulandari, Tika Permatasari, Aryan Mustamin, Ogilvy Galang Rizki, dan Syarafina Azzahra dari Fakultas Biologi, serta Ajie Prasojo dari Fakultas Teknik. Penelitian dan pengembangan ALGENIX berada di bawah bimbingan Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc., dosen Fakultas Biologi UGM, yang berperan sebagai supervisor dalam memastikan kekuatan ilmiah dan keberlanjutan konsep inovasi yang dikembangkan.
ALGENIX merupakan inovasi lampu ramah lingkungan berbasis Microbial Fuel Cell (MFC) yang mengintegrasikan simbiosis mikroalga Euglena sp. dan bakteri elektrogenik Bacillus subtilis untuk menghasilkan energi listrik dari limbah organik, khususnya limbah cair tahu. Inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber pencahayaan berkelanjutan, tetapi juga berperan dalam pengolahan limbah, penyerapan karbon dioksida (COâ‚‚), serta produksi oksigen, sehingga memberikan dampak ekologis yang nyata.
Keunggulan ALGENIX terletak pada pendekatan ekonomi sirkular dan zero waste, di mana limbah cair tahu yang selama ini berpotensi mencemari lingkungan dimanfaatkan sebagai substrat utama dalam sistem MFC. Melalui aktivitas metabolisme mikroorganisme, bahan organik dalam limbah dikonversi menjadi energi listrik, sementara di sisi katoda mikroalga melakukan fotosintesis yang mendukung keberlanjutan produksi energi sekaligus meningkatkan kualitas udara.
Selain aspek teknologinya, ALGENIX juga dirancang dengan prototipe transparan dan futuristik yang memungkinkan pengguna mengamati langsung proses biologis di dalam sistem. Desain ini memberikan nilai edukatif dan estetis, serta mendorong peningkatan literasi masyarakat terhadap potensi energi terbarukan berbasis bioteknologi.
Pada ajang GYIIF 2026, dewan juri menilai ALGENIX unggul dalam aspek kebaruan inovasi, keberlanjutan lingkungan, serta potensi implementasi di kawasan urban yang memiliki keterbatasan ruang hijau dan akses energi bersih. Keberhasilan meraih Gold Medal untuk kedua kalinya menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa UGM memiliki daya saing global dan relevansi yang kuat terhadap isu lingkungan masa kini.
Inovasi ALGENIX sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), SDG 13 (Climate Action), serta SDG 14 (Life Below Water) melalui pengurangan pencemaran limbah organik ke lingkungan perairan.
Ke depan, pengembangan ALGENIX akan difokuskan pada peningkatan efisiensi sistem, penguatan skalabilitas, serta integrasi teknologi pemantauan digital. Kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah, industri pengolahan limbah, dan komunitas energi terbarukan diharapkan dapat memperluas penerapan dan dampak inovasi ini bagi masyarakat.
Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa UGM dalam menghadirkan solusi inovatif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran generasi muda Indonesia dalam menjawab tantangan energi dan lingkungan di tingkat global. [Penulis: Fahima Ellya Wulandari]
