Yogyakarta, 29-31 Januari 2026 – Dr. Dwi Sendi Priyono dan Dr. Abdul Rahman Siregar dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Wildlife Conservation Society Indonesia Program (WCS-IP) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan dalam menyelenggarakan Workshop eDNA Genetika Molekuler untuk Deteksi Patogen yang berlangsung di Yogyakarta pada tanggal 29-31 Januari 2026. Workshop ini merupakan bagian integral dari Program Research Fellowship (RFP) Tingkat Magister yang didukung oleh proyek NSF ESCAPE.
Sebagai mitra peneliti, Dr. Dwi Sendi Priyono dengan didampingi mahasiswa Adelia Ardhani (Mahasiswa S1 Biologi angkatan 2023) memandu peserta melalui serangkaian sesi komprehensif tentang prinsip-prinsip eDNA (environmental DNA), mulai dari pengenalan konsep dasar hingga aplikasi praktis di lapangan. Sesi pertama meliputi pemaparan konsep dan prinsip eDNA, diikuti oleh praktikum sampling collection dan filtrasi sampel dari perairan. Pada hari kedua, peserta melakukan ekstraksi DNA dari sampel lingkungan, kemudian menjalankan qPCR (quantitative Polymerase Chain Reaction) untuk deteksi patogen target. Dr. Abdul Rahman Siregar memberikan konteks biologis dengan topik “Biology of Pathogens: Patogen di Sekeliling Kita,” menghubungkan teori genetika molekuler dan patogen. Kolaborasi ini didukung oleh Ulfah Mardhiah, PhD dari WCS yang menyampaikan pemahaman mengenai proyek ESCAPE, isu perdagangan dan konsumsi satwa liar di Sulawesi Utara, dan korelasinya dengan risiko zoonosis.
Workshop ini difokuskan pada penguasaan teknik analisis genetika molekuler yang dapat diaplikasikan untuk deteksi patogen di sampel lingkungan. Peserta juga mendapat kesempatan untuk mengamati pengoperasian tool deteksi patogen portabel yang dikembangkan oleh University of Kentucky dalam proyek ESCAPE, yang memungkinkan deteksi penyakit langsung di lapangan. Peserta mahasiswa RFP Tingkat Magister dari IPB, UGM, dan UNSRAT menunjukkan antusiasme tinggi dalam menguasai teknik-teknik eDNA ini untuk diintegrasikan ke dalam penelitian mereka terkait isu perdagangan dan konsumsi satwa liar di Sulawesi Utara.
Kegiatan workshop ini sejalan dengan pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan teknis bagi peneliti muda dalam bidang genetika molekuler dan metode riset konservasi. Workshop ini juga mendukung SDG 15 (Kehidupan di Darat) dengan fokus pada upaya melindungi keanekaragaman hayati, menghentikan perdagangan ilegal satwa liar, dan memperkuat penelitian konservasi berbasis sains. Selain itu, pendekatan One Health yang diterapkan dalam mengkaji risiko zoonosis dari perdagangan satwa liar berkontribusi pada SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan) dengan memperkuat pencegahan penyakit menular yang dapat berdampak pada manusia, hewan, dan lingkungan.








