Yamagata, Jepang – 16 Februari 2026 — Sebanyak delapan belas sivitas akademika Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang terdiri dari 2 dosen dan 16 mahasiswa, mengikuti kegiatan Sakura Science Program 2026 yang diselenggarakan di Yamagata University, Jepang. Sebagian peserta mendapatkan pendanaan dari Japan Sakura Science Program 2026, sebuah program internasional yang bertujuan memperkuat kolaborasi riset dan pertukaran akademik antara Jepang dan negara mitra.
Program ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama internasional Fakultas Biologi UGM dalam bidang biologi molekuler, ekologi, dan biodiversitas, sekaligus membuka ruang pembelajaran langsung di lingkungan akademik global.
Persiapan Akademik Sebelum Keberangkatan
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi persiapan pada Rabu, 11 Februari 2026, melalui pematerian daring oleh Prof. Jun Yokoyama dari Yamagata University. Dalam sesi tersebut, Prof. Yokoyama menjelaskan mengenai kondisi geografis dan lingkungan Kota Yamagata, memberikan gambaran konteks ekologi wilayah yang akan menjadi lokasi pembelajaran lapangan. Materi kemudian dilanjutkan dengan pengantar teknik ekstraksi DNA tanaman, sebagai dasar praktikum yang akan dilakukan selama program berlangsung.
Peserta berangkat dari Indonesia pada Minggu, 15 Februari 2026, dan tiba di Bandar Udara Internasional Narita pada hari yang sama sebelum melanjutkan perjalanan menuju Yamagata.
Hari Pertama: Pembukaan dan Perkuliahan Intensif
Kegiatan resmi dimulai pada Senin, 16 Februari 2026, diawali dengan kuliah pembuka oleh Prof. Jun Yokoyama, selaku manajer Program Sakura Science di Yamagata University. Dalam sesi tersebut, beliau memaparkan agenda kegiatan selama tujuh hari ke depan, hingga 22 Februari 2026, yang mencakup:
- Kuliah tematik dan diskusi akademik
- Praktikum ekstraksi DNA
- Penyusunan pohon filogenetik (phylogenetic tree)
- Presentasi hasil
- Kunjungan ke museum
- Kegiatan lapangan ke Gunung Gassan
Suasana akademik semakin dinamis ketika Prof. Yutaka Miyazawa menyampaikan materi tentang fisiologi tumbuhan, khususnya fenomena root hydrotropism — respons pertumbuhan akar terhadap gradien kelembapan air. Materi ini memperkaya perspektif peserta tentang adaptasi tumbuhan terhadap lingkungan.
Setelah sesi pagi yang intensif, peserta menikmati makan siang bersama di kafetaria kampus Yamagata University dengan menu khas Jepang yang menggugah selera, menjadi pengalaman budaya yang menyenangkan di sela kegiatan akademik.
Eksplorasi Keanekaragaman Serangga Asia
Perkuliahan sesi siang dilanjutkan oleh Prof. Naoyuki Fujiyama, yang membahas keanekaragaman serangga Asia, dengan fokus pada kumbang ladybug herbivora Indonesia. Beliau juga menjelaskan bagaimana teknologi DNA sequencing digunakan untuk mengkaji biodiversitas dan menentukan hubungan filogenetik kumbang herbivora Indonesia.
Sesi akademik hari pertama ditutup dengan materi dari Dr. Taisuke Kanao mengenai keanekaragaman rayap (termite diversity), yang membuka wawasan peserta tentang peran penting serangga sosial dalam ekosistem.
Membangun Kolaborasi dan Perspektif Global
Hari pertama Sakura Science Program 2026 berlangsung penuh antusiasme dan interaksi akademik yang intens. Program ini tidak hanya memperkuat kapasitas ilmiah mahasiswa dan dosen, tetapi juga membangun jejaring kolaborasi internasional antara Fakultas Biologi UGM dan Yamagata University.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi jembatan penguatan riset bersama, khususnya dalam bidang biologi molekuler, biodiversitas, dan ekologi Asia Timur dan Asia Tenggara.




