Magelang, Indonesia – Dr. Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D. bersama tim peneliti dari Smart Genetics Research Group Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan kolaborator internasional dari Universiti Malaya yang terdiri atas Assoc. Prof. Dr. Tan Boon Chin, Dr. Chua Kah Ooi, dan Dr. Lau Su Ee mengimplementasikan inovasi pertanian berbasis genetika dan budidaya berkelanjutan melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Community Development Berbasis Riset Aplikatif dan Pemberdayaan Masyarakat dengan Kolaborator Internasional yang didukung oleh Program Equity Universitas Gadjah Mada. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas dan produktivitas stroberi Indonesia melalui penerapan teknologi hasil riset serta penguatan kapasitas petani melalui kolaborasi internasional. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk hilirisasi penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Program yang mengusung tema “Pengembangan Modern Integrated Farming melalui Teknologi Smart Genetics Breeding Program guna Peningkatan Kualitas dan Produksi Stroberi Indonesia” ini dilaksanakan di Kebun Inggit Strawberry, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Desa Banyuroto yang terletak di lereng Gunung Merapi dan Merbabu merupakan salah satu kawasan penghasil stroberi yang telah berkembang sebagai destinasi agrowisata berbasis masyarakat. Potensi sumber daya alam yang dimiliki menjadikan wilayah ini sebagai lokasi strategis untuk penerapan inovasi pertanian berbasis riset dan teknologi. Namun demikian, petani masih menghadapi sejumlah tantangan dalam budidaya stroberi, antara lain produktivitas tanaman yang cenderung fluktuatif, kualitas buah yang belum seragam dan optimal, serta keterbatasan akses terhadap teknologi budidaya modern. Oleh karena itu, program pengabdian ini hadir sebagai upaya untuk menjembatani hasil-hasil penelitian perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat melalui penerapan teknologi genetika tanaman dan sistem budidaya yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Sebagai respons atas berbagai permasalahan tersebut, tim pengabdian menerapkan pendekatan Smart Genetics Breeding sebagai teknologi pemuliaan tanaman berbasis genetika yang dikembangkan dari hasil penelitian tim peneliti. Teknologi ini memanfaatkan metode poliploidisasi untuk menghasilkan varietas stroberi unggul yang memiliki karakter agronomis lebih baik. Tanaman hasil pengembangan tersebut diharapkan memiliki ukuran buah yang lebih besar, kualitas yang lebih baik, produktivitas yang lebih tinggi, dan kemampuan adaptasi yang lebih kuat terhadap perubahan lingkungan.
Selain pengembangan bibit unggul, program ini juga mengintegrasikan konsep Modern Integrated Farming melalui penerapan sistem budidaya yang lebih terukur dan berbasis data. Petani mendapatkan pendampingan mengenai penggunaan teknologi pertanian presisi untuk mendukung pengelolaan lahan dan tanaman secara lebih efektif. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus membantu petani dalam mengambil keputusan yang lebih tepat berdasarkan kondisi lapangan.
Kolaborasi dengan Universiti Malaya menjadi salah satu komponen penting dalam pelaksanaan program ini. Salah satu topik yang diperkenalkan oleh tim Universiti Malaya adalah pemanfaatan sistem hidroponik sebagai alternatif metode budidaya yang lebih efisien dan adaptif terhadap keterbatasan lahan. Sistem tersebut dinilai mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara lebih terkontrol sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan air dan nutrisi. Tim Universiti Malaya juga membagikan pengalaman terkai pengelolaan dan penggantian media tanam dalam 2-5 kali siklus panen untuk mengurangi potensi pencemaran lingkungan akibat penggunaan pupuk yang berlebihan serta mendukung sistem budidaya yang lebih ramah lingkungan.
Menurut Dr. Ganies Riza Aristya, kolaborasi internasional memberikan nilai tambah yang besar dalam pengembangan program pengabdian kepada masyarakat. “Melalui kerja sama ini, kami tidak hanya mengimplementasikan hasil penelitian yang telah dikembangkan di UGM, tetapi juga memperoleh berbagai perspektif baru dari pengalaman mitra internasional. Pertukaran pengetahuan tersebut sangat penting untuk menghasilkan solusi yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan petani,” ujarnya. Program ini juga mencakup berbagai kegiatan pendampingan bagi kelompok tani, mulai dari penguatan kapasitas budidaya, penerapan teknologi pertanian, hingga pengembangan sistem produksi yang lebih berkelanjutan. Melalui kegiatan tersebut, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memahami pentingnya pengelolaan sumber daya yang efisien dalam usaha pertanian. Pendekatan partisipatif yang diterapkan juga memungkinkan masyarakat terlibat secara aktif dalam proses pengembangan dan penerapan teknologi.
Program ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui penerapan teknologi Smart Genetics Breeding dan praktik budidaya yang lebih berkelanjutan, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian yang mendukung ketahanan pangan. Program ini juga mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan kapasitas petani dan peningkatan produktivitas usaha tani yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi antara inovasi berbasis riset, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi internasional, program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta mendukung pembangunan pertanian Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.









