Tim Riset Kelapa Sawit Fakultas Biologi UGM GRS BPDP K-23 menghadiri Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 pada 20-21 Juli 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Kegiatan ini diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai ajang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, peneliti, industri, hingga masyarakat luas dalam bidang kelapa sawit. PERISAI 2026 mengusung tema “Shaping the Palm Oil Industry Ecosystems for a Sustainable Future”, perhelatan ini berfokus mempercepat hilirisasi riset demi mendorong transformasi industri kelapa sawit nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan berbasis inovasi teknologi.
“Diadakan PERISAI ini untuk mempertemukan peneliti sebagai inventor dan pengusaha, semoga bisa mempercepat diseminasi teknologi yang ada. BPDP lebih dari 10 tahun melakukan Grant Riset Sawit ini yang siap mendanai, menjebatani, dan membantu komersialisasi inovasi-inovasi penelitian kelapa sawit. Semoga penelitian ini mampu dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh petani maupun pelaku-pelaku industri di Lapangan,” ujar Dr. Tony Liwang selaku moderator pada seminar pasca panen PERISAI 2026 pada 21 Juli 2026.
PERISAI 2026 diikuti oleh sekitar 1300 peserta menampilkan seminar nasional, talkshow, Grant Riset Showcase, business matching, Kompetisi Inovasi Riset Mahasiswa, pameran hasil riset dan teknologi. Terdapat tujuh bidang riset utama pada PERISAI 2026 meliputi Bioenergi, Biomaterial dan Oleokimia, Lahan-Tanah-Bibit-Budidaya, Pangan dan Kesehatan, Pasca Panen-Pengolahan, Penanganan Limbah dan Lingkungan, serta Sosial-Ekonomi-Manajemen-ICT. Terdapat 10 inovasi riset mahasiswa serta 24 hasil Grant Riset Sawit BPDP kepada publik, di mana salah satu hasil Grant Riset Sawit BPDP berasal dari Tim Riset Sawit Fakultas Biologi UGM K-23 pada bidang budidaya dengan judul “Pengembangan Marka Molekuler untuk Kelapa Sawit Efisien Penyerapan Nutrisi Fosfat”.
Penelitian yang digagas oleh Tim Riset Sawit Fakultas Biologi UGM diketuai Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono beranggotakan Dr. Sigit Dwi Maryanto, M.Sc., Prof. Dr. Purnomo, MS., Prof. Dr. Diah Rachmawati, M.Sc., dan Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.Sc., Ph.D. berangkat dari persoalan mendasar yang dihadapi petani sawit nasional berupa tingginya biaya pemupukan fosfat, keterbatasan kesediaan fosfat di lahan, serta rendahnya efisiensi penyerapan fosfat yang esensial bagi tanaman. Oleh sebab itu, penelitian ini berupaya dalam pengembangan marka molekuler untuk efisiensi penyerapan nutrisi fosfat pada tanaman kelapa sawit .
Melalui pengujian sistem hidroponik variasi dosis fosfat berbeda, Tim Riset Sawit Fakultas Biologi UGM berhasil mengidentifikasi 13 karakter morfologi kuantitatif yang dapat membedakan progeni efisien dan non-efisien dalam menyerap fosfat; menelusuri marka molekuler melalui pendekatan transkriptomik berbasis RNAseq ditemukan 7.351 gen dengan lima kandidat gen diantaranya yang mampu membedakan progeni prolifik (efisien fosfat) dari non-prolifik. Melalui prototipe sistem hidroponik dan marka molekuler yang didapatkan diharapkan mampu mempercepat seleksi tanaman induk unggul serta memvalidasi populasi bibit terhadap efisiensi pemupukan fosfat bagi petani sawit, sehingga mendukung praktik budidaya sawit yang lebih hemat biaya dan berkelanjutan.
Penelitian ini sejalan dengan upaya Sustainable Development Goals (SDGs) yang menargetkan poin 4 (quality education : Pendidikan bermutu), poin 8 (decent work and economy growth : pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), poin 9 (industry, innovations, and infrastructure : industry, inovasi dan infrastruktur), poin 12 (responsible consumption and production: konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab), dan poin 17 (partnerships for the goals : kemitraan untuk mencapai tujuan).
Keikutsertaan Tim Riset Sawit Fakultas Biologi UGM K-23 dalam PERISAI 2026 sekaligus menegaskan komitmen dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan perguruan tinggi dalam mendukung hilirisasi riset kelapa sawit nasional agar hasil penelitian dapat memberi dampak nyata bagi petani dan industri kelapa sawit Indonesia [Tim Riset Kelapa Sawit UGM].




