Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) tahun ini diselenggarakan pada 21–24 September 2026 oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebagai wadah untuk menjaring dan mengembangkan talenta riset dan inovasi Indonesia. IRIFair menjadi platform eksplorasi, ekshibisi, dan kompetisi bagi talenta di bidang riset dan inovasi melalui rangkaian kegiatan yang mencakup kompetisi, pembinaan, serta apresiasi terhadap karya-karya riset potensial.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, IRIFair menjadi bagian dari rangkaian program BRIN Goes to School dan BRIN Goes to Campus, dengan beberapa agenda utama, salah satunya B-CREATIVE (BRIN Competition for Advanced Research and Innovation). B-CREATIVE merupakan kompetisi penelitian tugas akhir bagi mahasiswa jenjang Strata 2 yang dirancang untuk menampilkan, mengeksplorasi, dan mengembangkan kreativitas serta potensi talenta riset dan inovasi.
Dalam kompetisi tersebut, Tiara Putria Judith, mahasiswi Fast-Track Magister Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang dibimbing oleh Ibu Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D., terpilih sebagai finalis pada klaster Ilmu Alam dan Hayati dengan penelitian berjudul “Karakterisasi Komposisi dan Variasi Genomik Tebu (Saccharum hybrid) ‘Kidang Kencana’.” Penilaian B-CREATIVE meliputi Presentasi Riset Tugas Akhir, 3-Minute Research Pitch, dan Pameran Poster Riset. Melalui rangkaian penilaian tersebut, Tiara berhasil meraih Juara Ketiga pada B-CREATIVE IRIFair 2026 melalui penelitian yang berfokus pada karakterisasi genomik tebu hibrida Indonesia, khususnya kultivar komersial ‘Kidang Kencana’.
Riset ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas informasi genetik tebu sebagai hasil dari proses pemuliaan dan perbaikan genetik yang berlangsung dalam waktu panjang. Sementara itu, penelitian tebu pada tingkat molekuler di Indonesia masih relatif terbatas, sehingga sumber daya genomik dari kultivar tebu yang sesuai dengan agroekosistem Indonesia juga masih perlu dikembangkan. Dalam penelitiannya, Tiara memanfaatkan perkembangan teknologi sequencing dengan pendekatan long-read dan short-read untuk mengungkap informasi genetik secara lebih komprehensif. Genom kloroplas digunakan sebagai langkah awal untuk mengkarakterisasi informasi genomik kultivar ‘Kidang Kencana’.
Hasil yang diperoleh diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkaya sumber daya genomik tebu hibrida Indonesia. Informasi tersebut menjadi salah satu pijakan untuk mendukung pengembangan pemuliaan tebu yang lebih presisi dan berbasis genom menuju Smart Targeted Breeding, sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber daya genetik tebu Indonesia untuk kebutuhan penelitian dan pemuliaan di masa mendatang.



