Berikut disampaikan panduan KRS menggunakan SIMASTER selengkapnya pada tautan berikut ugm.id/videopanduansiasimaster
Global Goals Model United Nations (GGMUN) 2019 merupakan forum berbasis parlemen dengan topik yang terkait dengan 17 Global Goals yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Acara ini mengangkat tema Youth Generation for Realization of 17 Global Goals. Tujuh tema yang diangkat pada forum ini diantaranya adalah: No Poverty, Zero Hunger, Good Health and Well-Being, Quality Education, Gender Equality, Clean Water and Sanitation, dan Decent Work and Economic Growth. Acara ini bertujuan untuk berbagi ide, memperluas jaringan, dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi para delegasi secara diplomatis.
GGMUN 2019 diselenggarakan pada tanggal 11-14 Januari 2019 bertempat di Sunway Putra Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia. Tercatat sebanyak 19299 orang pendaftar, acara ini menerima 517 orang sebagai delegasi yang berasal dari berbagai negara di dunia. Dua diantaranya merupakan mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, yaitu Nadya Ulfa N. Firdaus (2015) dan Farial Alwaini (2017).
Hari pertama merupakan hari pembukaan untuk menyambut para delegasi yang diisi oeh acara International Youth Symposium on Global Goals. Acara tersebut berisi gambaran umum mengenai ketujuh topik yang diangkat. Sesi ini diisi oleh pembicara Antoinette Taus sebagai seorang inflluencer dengan tema Youth’s Action to Combat Climate Change and Its Impacts dan Maria Clara Sosa Perdomo sebagai pemenang Miss Grand International 2018 dengan tema Stop The War and Violence.
Pada hari kedua dilaksanakan meeting session. Para delegasi dipisah di ruangan berbeda berdasarkan fokus topiknya masing-masing. Nadya Ulfa N. Firdaus dan Farial Alwaini memilih topik Clean Water and Sanitation sebagai representasi negara Pakistan dan Nigeria. Forum ini berfokus pada penanganan masalah krisis air dan sanitasi yang melanda dunia. Di forum ini para delegasi sebagai representasi negara yang ada di dunia menyampaikan pendapat mengenai masalah langkah yang sudah dan sedang dijalankan oleh pemerintah negaranya, dan memberikan solusi yang dapat ditawarkan serta relevan bagi negara-negara yang ada di dalam forum tersebut. Pada forum ini para delegasi
dilatih untuk dapat menyampaikan pendapat, berdebat, mengkritisi masalah, memberi solusi, dan berdiplomasi layaknya seorang diplomat pada sidang PBB.
Pada hari ketiga diadakan City Tour untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Kuala Lumpur, seperti: Pasar Seni (Central Market), Petronas Twin Tower, dan Putrajaya Central Government. Delegasi diberi waktu untuk menikmati keindahan kota Kuala Lumpur. Selain itu, delegasi dipersilahkan membeli buah tangan khas Malaysia untuk dibawa ke negaranya masing masing.
Selanjutnya pada malam hari diadakan Closing Ceremony yang berisi Cultural Performances dari para delegasi, Awarding Session untuk para delegasi terbaik, dan pemutaran after movie. Para delegasi diwajibkan untuk menggunakan pakaian nasional daerah masing-masing. Beberapa delegasi juga menunjukan tarian maupun menyanyikan lagu dari daerahnya masing-masing.
Menjadi delegasi di acara Global Goals Model United Nations dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatannya, membuat kami mendapatkan banyak pengalaman mengenai isu dan kebijakan global, berdebat, berdiplomasi, bertukar pikiran, serta menambah relasi yang berasal dari berbagai negara di dunia. Sebagai generasi penerus dunia kami juga semakin sadar dan bertanggung jawab untuk berkontribusi mewujudkan 17 Global Goals untuk mengubah dunia menjadi lebih baik lagi di masa depan.
Pada September 2018_ mahasiswa program doktoral Fakultas Biologi UGM, Muhammad Dylan Lawrie, mendapatkan kesempatan menjadi visiting researcher di Graduate School of Science, Nagoya University, Jepang selama 4 bulan dari bulan September s.d Desember 2018. Kegiatan tersebut dapat terlaksana melalui program PKPI oleh Dikti yang diberikan kepada mahasiswa peserta PMDSU untuk dapat melaksanakan penelitian dalam rangka penulisan Publikasi Internasional dan melaksanakan penelitian kerjasama antara Tim Peneliti Anggrek Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM (PI Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. yang juga sebagai Promotor dari Dylan Lawrie) dengan Tim Genetika Molekuler Tanaman dari Graduate School of Science, Nagoya University (PI Dr. Yasushi Yoshioka) melalui skema Hibah JSPS-BJRP. Selama berada di Nagoya University Dylan melakukan penelitian mengenai aplikasi teknologi CRISPR/Cas9 pada tanaman anggrek.
CRISPR/Cas9 merupakan teknologi genome editing terkini yang dapat digunakan untuk knockout gen dengan presisi tinggi. Deteksi hasil editing dilakukan dengan microchip electrophoresis yang saat ini belum tersedia di Indonesia, yaitu Multina. Selain itu Dylan juga melakukan kloning beberapa gen yang berperan dalam proses pembungaan anggrek sehingga dapat digunakan untuk upaya percepatan pembungaan pada anggrek. Tema disertasi Dylan adalah mengidentifikasi gen pembungaan pada anggrek untuk menginduksi percepatan pembungaan pada anggrek Dendrobium capra asli Indonesia.
Melalui program PKPI ini mahasiswa calon doktor memperoleh pengalaman riset dengan fasilitas penelitian internasional dan berinteraksi langsung dengan komunitas ilmiah internasional. Dengan demikian diharapkan melalui program ini mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga, peningkatan skill, dan meningkatkan daya saing calon doktor Indonesia dan memberikan kesempatan untuk berkomunikasi secara efektif dengan peneliti lain dari luar negeri. Pada kesempatan PKPI tersebut, Dylan beruntung mendapatkan kunjungan dari 2 orang Reviewer RistekDikti dan 2 orang pembimbingnya (Ko-promotor) Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc. dan Dr. Ir. Jaka Widada, M.Si. Setelah menjalankan kegiatan penelitiannya di Jepang, Dylan segera akan menyelesaikan naskah publikasinya sebagai syarat kelulusan S3 nya di Program Doktor Biologi Pascasarjana Fakultas Biologi UGM.[MDL]
Institusi yang unggul salah satunya ditentukan dengan kualitas sumber daya manusianya. Untuk itu, Fakultas Biologi UGM sebagai salah satu penyelenggara pendidikan biologi terbaik di Indonesia tidak berhenti dalam mengembangkan kualitas SDM, salah satunya adalah dengan meningkatkan jumlah Dosen yang bergelar Doktor. Saat ini, sejumlah Dosen Fakultas Biologi sedang menempuh pendidikan Doktor baik di dalam maupun di luar negeri, salah satunya adalah Mukhlish Jamal, Dosen muda di Laboratorium Ekologi dan Konservasi yang sedang menempuh pendidikan S3 di University of Oxford, Inggris.
Saat ini, Mukhlish Jamal tercatat sebagai mahasiswa program doktoral di Community Ecology Research Oxford, Department of Zoology dibawah bimbingan Prof. Owen Lewis yang merupakan pakar Ekologi dan Biologi Konservasi, terutama untuk studi di kawasan tropis.
Dalam menempuh pendidikan doktoral di universitas yang hampir berusia 1000 tahun ini, tentunya bukan hal yang mudah untuk diterimanya. Selain karena persyaratan dan seleksi masuknya yang kompetitif, University of Oxford juga berupaya untuk memilih kandidat doctor terbaik dalam menjaga reputasinya sebagai institusi pendidikan terbaik di Inggris dan juga di Dunia. Menurut beberapa perangking institusi pendidikan tinggi di dunia, saat ini University of Oxford tercatat sebagai Universitas terbaik di Dunia (THE Rankings) sekaligus terbaik di Britania Raya (THE dan QS Rangkings). Begitu juga dengan bidang studi Ekologi di University of Oxford yang juga merupakan yang terbaik di Dunia (CWU Rangkings). Diterimanya alumni sekaligus Dosen Fakultas Biologi di University of Oxford untuk pertama kalinya, menunjukkan bahwa Fakultas Biologi UGM memiliki luaran dari kualitas pendidikan yang tidak kalah mumpuni dengan institusi lainnya di dunia.
Setelah resmi mengikuti matrikulasi yang merupakan tradisi penerimaan mahasiswa baru di University of Oxford, Mukhlish Jamal telah merancang penelitian disertasinya selama 3 bulan dan akan mulai melakukan penelitiannya terkait dampak dari aktivitas manusia terhadap fungsi ekosistem dan struktur komunitas di hutan tropis yang dilindungi di Sulawesi. Kerusakan hutan terjadi tidak hanya di kawasan hutan yang secara administratif bukan termasuk kedalam Protected Areas, namun juga di kawasan hutan yang seharusnya dilindungi seperti cagar alam. Manusia banyak merambah kawasan hutan tersebut sehingga selain mengancam satwa yang akan kehilangan habitatnya, hal ini juga dapat menghilangkan fungsi dari ekosistem hutan itu sendiri. Padahal, hutan tropis memiliki peranan penting dalam meregulasi jasa ekosistem secara global. Harapannya, dengan melakukan penelitian ini, Mukhlish Jamal dapat memberikan informasi ilmiah bagi pemegang kebijakan dalam mengelola kawasan Cagar Alam.
Pada kesempatan terpisah, Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. berharap agar studi Doktoral Mukhlis Jamal dapat berjalan lancer dan mampu menghasilkan luaran-luaran berupa temuan dan publikasi ilmiah serta rekomendasi khususnya terkait pemanfaatan dan pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati hutan tropis di Indonesia.
Kepiawaian dalam merencanakan, menyampaikan, dan melaksanakan ide-ide penelitiannya harus dimiliki oleh seorang peneliti. Program Studi Magister Biologi Fakultas Biologi UGM mengadakan seminar proposal penelitian dalam rangka melatih hal tersebut. Acara ini diadakan pada hari Rabu tanggal 16 Januari 2019.
Acara dimulai pukul 08.00 WIB di Ruang Sidang Atas Lantai III Gedung A Fakultas Biologi UGM. Lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersama dengan khidmat dan penuh penghayatan. Sambutan pertama diberikan oleh ibu Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si. “Seminar proposal dilakukan untuk melatih mahasiswa Program Studi Magister Biologi angkatan 2017 (Semester Genap) dalam menyampaikan ide penelitiannya. Seminar proposal penelitian ini merupakan seminar pertama yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantarnya”.
Sambutan kedua kemudian disampaikan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. sekaligus membuka acara ini. Beliau berharap Program Studi Magister Biologi UGM dapat memperoleh sertifikat AUN seperti Program Sarjana Biologi Fakultas Biologi UGM yang telah mendapatkannya sejak tahun 2011. Presentasi dengan pengantar Bahasa Inggris merupakan salah satu upaya Fakultas Biologi untuk meningkatkan kualitas mahasiswa Program Studi Magister Biologi. Banyak lulusan Program Magister Biologi UGM yang telah berhasil meniti karir di perusahan maupun di lembaga negara. Beliau menutup sambutan dengan pantunnya.
Seminar proposal kali ini diikuti oleh 32 mahasiswa Program Magister Fakultas Biologi UGM. Masing-masing mahasiswa diwajibkan menyampaikan rencana penelitiannya di depan dosen pembimbing dan peserta lainnya dalam Bahasa Inggris. Setiap mahasiswa harus menyampaikan rencana penelitiannya dalam waktu 10 menit yang kemudian diikuti dengan diskusi tanya jawab.
Setelah seluruh peserta menyampaikan rencana penelitiannya, acara seminar proposal ditutup pukul 15.00 WIB oleh Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si. selaku Kaprodi. Selanjutnya, diharapkan mahasiswa Program Studi Magister Biologi Fakultas Biologi UGM segera melakukan ujian komprehensif dan segera melaksanakan penelitiannya pada semester berikutnya.














