Pada hari Kamis 23 Juli 2026, Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta telah melaksanakan kegiatan sarasehan mengenai “Penanaman Tanaman Legum, Peran Bakteri Perakaran, Manfaat Tanaman Legum Secara Ekonomi dan Konservasi Lingkungan di Dusun Sambiroto Kalurahan Purwomartani, Sleman, Yogyakarta”. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 13.00 hingga pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Endah Retnaningrum, S.Si., M.Eng., dengan anggota tim dosen terdiri dari Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St., Siti Nurleily Marliana, S.Si., M.Sc., Ph.D. dan Akbar Reza, S. Si., M.Sc. Selain itu, mahasiswa S1, S2, S3 Fakultas Biologi UGM, Aulia Annisa Azzahra, Elsa Sabrina, Indah Sukma Ningsih, S.Si., Rizky Danang Susetyo, S.Si., M.Si., dan Suryani Musa, S.Pd., M.Sc, serta mahasiswa KKN-PPM YO025, UGM, Periode 2 (Juni 2026–Agustus 2026) juga turut serta terlibat kegiatan tersebut.
Hadir secara langsung dalam kegiatan ini adalah Kepala Dukuh Sambiroto, Bapak Maryadi, dan jajaran perangkat dusun, serta para anggota Kelompok Tani Dusun Sambiroto, Kalurahan Purwomartani, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang denganantusias menyimak materi yang disampaikan dan berdiskusi aktif dengan para narasumber. Kepala Dukuh menyatakan bahwa beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mampu meningkatkan pengetahuan warga mengenai tanaman legum, khususnya penghasil pigmen, dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidangnya. Narasumber pertama adalah Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St., yang memberikan pengetahuan mengenai Indigo tinctoria: Tanaman Legum Multifungsi dalam Konservasi Tanah dan Sumber Pewarna Alami. Prof. Kumala memaparkan tentang profil tanaman Indigo tinctoria, perannya dalam konservasi tanah, pemanfaatannya sebagai pewarna alami, produk yang dihasilkannya, prospek harga jual pewarna indigo, dan keuntungan lain dari budidaya tanaman tersebut. Selanjutnya, Prof. Dr. Endah Retnaningrum, S. Si., M. Eng., selaku narasumber kedua menyampaikan informasi mengenai peran bakteri pada akar tanaman dan pemanfaatan tanaman legum. Bakteri perakaran dapat memfiksasi gas N2 dari udara dan mengubahnya menjadi nitrat, sehingga memperkaya ketersediaan nitrogen tersedia bagi tanaman secara alami dan meningkatan pertumbuhan tanaman. Kemampuan memperkaya ketersediaan nitrogen tersebutsangat bermanfaat untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang berbahaya bagi lingkungan. Selain itu, limbah akar tanaman legum dapat digunakan kembali sebagai pupuk hijau dan sumber inokulum bakteri penambat gas N2.
Narasumber ketiga, yaitu Siti Nurleily Marliana, S.Si., M.Sc., Ph.D., memaparkan pentingnya konservasi lingkungan di wilayah perkotaan, di mana tumbuhan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kesuburan tanah dalam jangka panjang. Kegiatan terakhir ditutup dengan pembagian bibit tanaman Indigo tinctoria dan biostimulan kepada para anggota kelompok tani. Program ini mendukung Pembangunan berkelanjutan nomer 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Program ini sebagai wujud sinergi positif antara akademisi, pedukuhan, kelompok tani, dan mahasiswa dan diharapkan Dusun Sambiroto, Kalurahan Purwomartani, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dapat menjadi contoh kawasan yang berkelanjutan, produktif, dan ramah lingkungan.





